
Disaat kedua orang tua nya sedang berada di perjalanan menuju rumah farel, tiba-tiba handphone mama berbunyi menandakan ada pesan masuk.
Sang mama pun langsung membuka handphone nya, beliau terkejut saat melihat nama citra pada pesan yang baru saja masuk di handphone nya.
" Pa! Citra pa!" ucap mama dengan ekspresi wajah gembira.
Mendengar nama putrinya di sebut membuat papa langsung memarkirkan mobilnya di pinggir jalan.
" Citra kenapa ma?" tanya papa penasaran.
" Citra mengirimkan pesan suara ( voice note) kepada mama pa" jawab mama.
" Isi voice note nya apa ma?" tanya papa semakin penasaran.
" Mama juga tidak tahu pa, soalnya voice note dari citra belum mama buka pa" jawab mama.
Mama pun langsung membuka pesan suara dari citra.
...* Isi voice note *...
" Assalamualaikum pa, ma citra sekarang sudah sampai di asrama, mama dan papa tidak perlu khawatir dengan keadaan citra disini" ucap citra.
" Citra disini baik-baik saja, lengan citra juga sudah tidak sakit lagi ma" lanjut citra.
" Sekarang citra ingin fokus menyelesaikan pendidikan citra disini, do'akan saja semoga citra bisa cepat lulus dan bisa hadir di pernikahan kakak" kata citra.
" Papa dan mama jaga kesehatan selalu, citra disini baik-baik saja, sudah dulu ya pa, ma citra mau istirahat, Assalamualaikum" ucap citra.
" Jadi, citra benar-benar sudah berangkat ke luar negeri pa!?" ucap mama sambil memeluk handphone nya.
" Iya ma, citra sudah berangkat jadi, tugas kita sekarang hanya mendoakan citra agar dia sehat disana" jawab papa.
Mama hanya menganggukkan kepalanya seraya meneteskan air matanya.
" Yasudah, sekarang kita pulang ke rumah saja ya ma!"ujar papa.
" Iya pa" jawab mama.
Papa langsung melajukan mobilnya ke rumah, 35 menit perjalanan akhirnya mobil kedua orang tua citra sampai di depan rumah.
Dengan lesu, mama keluar dari mobil beliau melihat ada mobil vito sudah ada di depan rumah mereka.
Papa dan mama pun langsung berjalan masuk kedalam rumah, di dalam rumah vito sedang menunggu seseorang.
" Vito!?" batin papa saat melihat vito.
" Apa mungkin ini adalah waktu yang tepat untuk memberitahu vito kalau dulu aku sudah membohongi dirinya" ucap papa dalam hati.
" Karena keegoisan ku, citra menjadi korban dan sekarang dia pergi jauh dari sisi ku" batin papa.
" Pokoknya aku harus menceritakan semua nya kepada vito, aku sudah tidak peduli jika nanti vito akan melaporkan aku ke polisi" ucap papa dalam hati.
" Terserah jika nanti vito tidak terima dan dia akan melakukan hal yang buruk bagi keluarga ku, aku sudah tidak peduli dengan itu semua" pikir papa.
Dengan tekad yang bulat papa melangkahkan kakinya mendekati vito.
" Vito!" sapa papa.
__ADS_1
" Iya om, ada apa?" tanya vito.
" Ada yang ingin om bicarakan dengan kamu" jawab papa sambil duduk.
" Bicara soal apa?" tanya vito penasaran.
" Tunggu sebentar!" kata papa.
Vito hanya menganggukkan kepalanya.
" Mama juga duduk!" perintah papa.
Sang istri pun hanya bisa menuruti perintah suami nya itu.
" Bi! Bibi!" teriak papa memanggil art mereka.
" Iya pak, ada apa?" tanya bi sum saat sudah sampai di depan orang yang memanggil nya.
" Tolong panggil non devina untuk datang kesini bi" ucap papa memberikan perintah.
" Baik pa" kata bi sum.
" Saya harap anda bisa menunggu sebentar lagi!" ucap papa.
" Papa kenapa tiba-tiba menyuruh kita semua kumpul ya, apa jangan-jangan papa mau memberitahu vito semuanya" batin mama.
" Pa! Papa sebenarnya mau membicarakan tentang apa sih pa?" tanya mama.
" Nanti mama juga akan mengetahui nya" jawab papa singkat.
" Tapi mama penasaran pa!" ujar mama.
Karena kesal dengan sikap suami nya, akhirnya mama pun berbisik " Atau jangan-jangan papa ingin membongkar semua nya ya!".
Mendengar bisikan dari istri nya, papa pun hanya tersenyum untuk menanggapi bisikan dari istri nya.
Melihat sang suami hanya tersenyum, membuat mama semakin kesal dengan sikap suami nya itu.
Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya devina datang juga.
" Devina duduk!" kata papa saat melihat devina datang.
Devina pun langsung menuruti perintah papa nya.
" Ada apa ya pa? bukan nya tadi papa dan mama sedang mencari citra!" ujar devina setelah duduk.
" Iya tapi tidak jadi" jawab papa.
" Citra sudah ketemu pa?" tanya devina penasaran.
" Belum" jawab papa sambil menggelengkan kepala.
" Yasudah pa! telepon farel saja, siapa tahu dia ada disana!" kata devina.
" Tidak perlu!" kata papa.
" Kenapa pa?" tanya devina penasaran.
__ADS_1
" Karena sekarang ada hal yang lebih penting yang ingin papa katakan!" jawab papa.
" Hal penting apa pa?" tanya devina penasaran.
" Papa mau bicara apa ya? kenapa wajah papa terlihat serius sekali!" batin devina.
" Vito! Ada sesuatu yang ingin bapak sampaikan kepada kamu!" ucap papa.
" Tentang apa pak?" tanya vito dengan ekspresi datar.
Baru saja papa akan membuka mulutnya nya, tiba-tiba handphone vito berdering vito langsung berkata " Maaf saya harus menjawab telepon terlebih dahulu"
Papa hanya mengangguk sambil berkata " silahkan!".
Vito langsung pergi untuk menjawab telepon.
Melihat vito sudah pergi, mama pun langsung berkata " Papa jangan macam-macam!"
" Maksud mama apa?" tanya papa bingung.
" Mama tahu kalau papa sekarang ingin memberitahu vito yang sebenarnya kan pa!" jawab mama.
" Iya ma" jawab papa singkat.
Devina yang mendengar nya pun langsung terkejut.
" Apa!!!"
" Papa mau bilang kepada vito kalau...." Belum selesai devina bicara papa nya langsung menyela.
" Iya, papa mau memberitahu vito tentang semua nya!" kata papa.
" Tapi pa, nanti kalau vito marah bagaimana pa?!" kata devina khawatir.
" Kamu dan mama tenang saja, papa sudah berpikir tentang konsekuensi dari apa yang akan papa katakan nanti!" kata papa.
" Papa tidak boleh gegabah dalam mengambil keputusan pa, karena papa belum mengetahui sifat asli nya vito" ucap mama.
" Yang di katakan mama benar pa, kita tidak bisa menebak setelah papa memberitahu vito tentang semua ini, akan marah atau tidak pa!" ucap devina membenarkan ucapan mama nya.
" Kalian berdua tenang saja, papa sudah siap dengan segala hal akan papa terima, setelah papa memberitahu vito tentang semua nya" ucap papa agar istri dan anaknya tidak perlu khawatir.
" Sekarang papa harap mama dan kamu jangan mencoba untuk menghalangi papa untuk memberitahu kepada vito" lanjut papa.
Istri dan anaknya hanya bisa diam, saat mendengar ucapan papa nya.
Semua orang kembali diam saat melihat vito datang.
" Maaf! Sudah membuat kalian menunggu!" ucap vito sambil duduk.
" Iya tidak masalah" kata papa sambil menganggukkan kepala.
" Bukan nya tadi anda mau bicara sesuatu dengan kami semua pak!?" ucap vito.
" Iya, memang ada sesuatu yang ingin saya sampaikan kepada anda" kata papa.
" Apapun resiko nya, aku tetap harus membongkar rahasia ini, agar citra mau pulang ke rumah!" ucap papa dalam hati
__ADS_1
Huft....
Papa menghela napas panjang dan membulatkan tekad nya.