
Citra terkejut mendengar jawaban vito, sehingga membuat dia yang sedang minum jadi tersedak.
Uhuk uhuk uhuk....
" Kalau minum itu pelan-pelan ca, tidak ada yang mau minta minuman kamu kok" ucap farel sambil menepuk punggung citra.
" Cuman min saja sampai tersedak, seperti anak kecil saja kamu ca!" lanjut farel sambil mencubit hidung citra.
" Aw! Sakit tahu!!" ucap citra sambil memukul tangan farel
" Kalau hidung ku sampai putus bagaimana!" kesal citra sambil mengusap-usap hidung nya yang masih terasa sakit.
" Heh! Lebih baik aku berangkat ke kampus, daripada disini aku di siksa sama kamu!" mendengus citra.
Citra berdiri dan berjalan menuju papa dan mama nya untuk berpamitan " Pa! Ma, citra berangkat dulu".
" Assalamualaikum" ucap citra sambil mencium kedua tangan orang tua nya.
Saat di ruang tamu citra berpapasan dengan riko asistennya vito.
" Itu tadi citra bukan ya?!" batin riko.
Karena penasaran riko pun menoleh ke belakang untuk memastikan apakah tadi yang berpapasan dengan nya citra atau bukan. Tapi, sayang nya saat menoleh kebelakang sudah tidak ada siapapun, riko kembali melanjutkan langkahnya untuk mencari keberadaan bos nya untuk memberikan pakaian untuk ke kantor.
Akhirnya dia sampai di ruang makan dimana bos nya berada, dia pun langsung berjalan mendekati bos nya sambil berkata " Pagi bos, ini pakaian yang anda minta!"
" Bawa kesini!" ucap vito
Riko pun langsung memberikan paper bag yang dia bawa kepada bos nya, belum sempat vito menerima paper bag itu, devina langsung mengambil paper bag tersebut sambil berkata " Biar aku saja yang memilihkan baju untuk mas vito!"
Riko yang mendapat kode dari bos nya pun langsung memberikan paper bag tersebut kepada devina.
Setelah mengambil paper bag tersebut devina langsung pergi ke kamar nya untuk memilih baju yang cocok untuk vito.
Selang beberapa menit vito naik ke atas untuk menyusul devina.
" Ini kamar siapa?" tanya vito sambil berjalan masuk
" Ini kamar kita mas" jawab devina dengan nada manja.
" Kamar kita? Bukan nya yang disebelah itu baru kamar kamu?!" ujar vito mulai curiga
" Dari dulu kamar aku itu ya disini mas, kalau kamar sebelah itu kamar citra, tapi jarang di tempati" jawab devina manja.
" Sial!! Berarti dari kemarin dia dan mas vito tidak tidur di kamar ini dong!" umpat devina dalam hati.
" Aku harus segera mengalihkan pembicaraan agar mas vito tidak curiga dengan aku!" batin devina
" Sebaiknya mas vito sekarang ganti baju saja ya" ucap devina sambil bergelayutan di tangan vito.
Vito yang merasa risih dengan devina pun berkata " Lepas!!"
Tapi, devina tidak mengindahkan ucap vito dia masih saja bergelayutan di tangan vito.
" Saya bilang lepas!!!" bentak vito sambil melepaskan tangannya
__ADS_1
" Ingat!! Kamu itu hanya istri kontrak!!" ucap vito sambil memegang dagu devina.
" Harus harus ingat! Jika tidak ada siapapun, kamu jangan berpura-pura menjadi istri yang baik. Ingat itu!!" ucap vito sambil pergi.
" Huh! Memang aku mau jadi istri kamu, kalau bukan karena ancaman dari papa aku tidak mungkin pulang dan menjadi istri kamu!" kesal devina
Selain mengganti pakaian vito langsung berangkat ke kantor tanpa berpamitan kepada devina.
Disisi lain
Citra dan amel sudah sampai di kampus, setelah selesai kuliah citra langsung pergi untuk mengurus surat pindah nya, setelah selesai semua dia langsung pulang tanpa menunggu amel terlebih dulu.
Satu bulan sudah berlalu, kini saat nya bagi citra untuk berangkat ke luar negeri untuk melanjutkan studinya.
Dia diantar ke bandara oleh kedua orang tua nya.
" Ca, kamu harus menjaga diri kamu baik-baik ya disana, kalau ada apa-apa kamu harus segera menghubungi papa dan mama ya!" pesan mama sambil memeluk anaknya
" Iya ma" jawab citra membalas pelukan hangat sang mama.
" Papa dan mama juga harus menjaga kesehatan, kalau ada apa-apa langsung bilang sama citra nanti kan citra bisa langsung pulang" ucap citra
" Iya sayang" jawab mama sambil melepaskan pelukannya
" Pa! Aku berangkat dulu ya!" pamit citra sambil mencium tangan papa nya.
" Iya hati-hati!" ucap papa.
Saat citra akan melangkahkan kakinya, tiba-tiba tangan nya di pegang oleh papa nya.
Bukan nya menjawab pertanyaan citra, pak ardi langsung berjalan dan memeluk citra dengan erat sambil berkata" Papa minta maaf ya ra, karena papa kamu kuliah nya harus pindah ke luar negeri!"
" Papa bicara apa? Ini bukan salah nya papa kok!" ucap citra sambil membalas pelukan sang papa
" Pasti alasan kenapa kamu mau pindah ke luar negeri karena ancaman dari kakak kamu kan!" ujar papa
Citra terkejut dengan ucapan papa nya.
" Papa tahu darimana soal itu?" tanya citra penasaran.
" Kamu tidak perlu tahu papa tahu darimana, yang penting kamu jangan pikirkan omongan kakak kamu ya sayang!" jawab papa sambil melepaskan pelukannya
" Iya pa" ucap citra sambil menganggukkan kepala.
" Yasudah pa, ma citra berangkat dulu, soalnya pesawat citra sebentar lagi take off" pamit citra sambil mencium tangan kedua orang tua nya.
" Iya, hati-hati ya di jalan" ucap mama
" Jangan lupa, kalau sudah sampai kabari mama ya sayang!" lanjut mama
" Iya pa, ma" ucap citra sambil pergi.
" Bye-bye sayang" ucap mama dan papa sambil melambaikan tangan
Citra pun melambaikan tangannya juga.
__ADS_1
Benar saja pesawat yang akan membawa nya ke tempat tujuan akan segera take off.
Citra pun langsung naik ke dalam pesawat tersebut untuk berangkat ke tempat tujuan nya.
Setelah perjalanan jauh akhirnya citra sampai di negara tujuan nya, dia langsung menuju apartemen untuk istirahat, karena sebelum nya sang papa sudah memilihkan apartemen untuk citra selama dia berada di sana.
" Huh! Akhirnya nya bisa rebahan juga!" ucap citra sambil merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur nya.
Karena sangat lelah citra pun langsung tertidur pulas.
Pagi hari nya dia terbangun dengan badan yang segar, dia pun langsung bergegas pergi kamar mandi untuk membersihkan dirinya dan berangkat ke kampus.
Tanpa terasa waktu berlalu begitu cepat sudah hampir satu tahun citra berada negeri orang, kini waktu nya citra pulang ke indonesia untuk memberi kejutan kepada orang tua nya yang sedang merayakan anniversary mereka.
Setelah menempuh perjalanan yang jauh, akhirnya citra sampai juga di rumah peninggalan sang oma, agar orang tua nya tidak mengetahui kalau dirinya sudah pulang.
" Selamat sore non" ucap seorang wanita yang merupakan pengurus rumah peninggalan sang oma
" Sore bi, bibi apa kabar?" tanya citra sambil masuk ke dalam rumah
" Kabar bibi baik non" jawab bi nina tersebut
" Non mau langsung pergi ke rumah orang tua nya non, atau non mau makan dulu?" tanya bi nina
" Aku mau makan dulu bi, soalnya lapar banget" jawab citra sambil memegangi perutnya
" Kalau begitu mari non makan dulu, bibi juga tadi sudah masak!" ajak bi nina
" Ayo bi!" seru citra
Mereka pun langsung berjalan menuju ruang makan, saat menuju ruang maka citra bertanya " Bibi disini tinggal sendiri?"
" Bibi disini sama tukang kebun dan juga satpam non" jawab bi nina
" Terus sekarang mereka ada dimana bi?" tanya citra sambil celingukan
" Mungkin mereka ada di dapur non" jawab bi nina
Setelah mendengar jawaban dari art nya citra langsung pergi ke dapur, benar saja pak satpam dan tukang kebun di rumah itu sedang memegang piring.
" Bapak mau apa?" tanya citra
" Non, kami mau makan non" jawab pak satpam dengan gugup
" Siapa yang mengijinkan bapak makan disini! Keluar!" ujar citra tegas
" Kami minta maaf non, kami akan pergi sekarang non" ucap pak satpam sambil meletakkan piring yang beliau pegang.
" Siapa yang menyuruh kalian meletakkan piring disitu?!" ucap citra
" Maaf non" ucap tukang kebun
" Huh! Maksud saya, bapak-bapak jangan makan disini tapi, makan nya itu di ruang makan!" ucap citra
" Jadi, maksud non kita makan di..." pak satpam belum selesai mengatakan sesuatu citra langsung menyela pembicaraan nya " Iya pak, makan bersama di ruang makan, soalnya kalau makan sendiri itu tidak enak pak!"
__ADS_1
" Ayo pak, bi kita makan bersama!" ajak citra sambil tersenyum