Mendadak Menjadi Istri CEO

Mendadak Menjadi Istri CEO
Eps 94


__ADS_3

" Heh! Wanita seperti kamu memang bisa!!" ucap orang tersebut meremehkan citra.


" Oke!!! Aku akan buktikan kalau wanita juga bisa mematahkan kaki dan tangan seseorang bahkan membunuh orang dengan sadis!!" bisik citra.


Citra pun langsung memutar tangan orang tersebut sehingga membuat orang tersebut berteriak kesakitan.


Aaarrrgg......


" Masih tidak mau bicara!!" ucap citra sambil


Aaarrrggg.....


Teriak orang itu sambil berkata " Orang itu adalah axel, dia yang menyuruh kami untuk membunuh mereka".


" Membunuh mereka siapa?!" bentak citra sambil menendang kaki orang tersebut.


" Pak ardi dan ibu veronica" jawab orang tersebut.


Setelah mendapat jawaban yang dia inginkan citra pun memukul leher belakang orang tersebut, sehingga orang tersebut pingsan.


" Axel!! Berani nya kamu!! Tunggu pembalasan ku!!!" ucap citra sambil mengepalkan tangan.


" CITRA!!!" teriak mama sambil berlari kearah citra dan vito.


Begitu sampai beliau langsung memeluk citra dengan erat, sambil bertanya " Kamu baik-baik saja kan sayang??".


Karena saking erat nya pelukan sang mama membuat citra merasa sesak dan susah untuk bernafas.


" Ra, kok kamu diam saja?" tanya mama sambil melepaskan pelukannya


Sang mama khawatir melihat anaknya susah bernafas.


" Kamu kenapa ra?" tanya mama


Setelah merasa lebih baik citra baru berkata " Aku baik-baik saja kok ma, tadi mama peluk citra terlalu erat jadi nya citra susah untuk bernafas".


" Mama minta maaf ya ra" ucap mama merasa bersalah.


" Iya ma" jawab citra sambil melepaskan topengnya.


" Citra!!" ucap papa sambil berjalan mendekati citra dan istri nya.


" Bagaimana kabar papa?" tanya citra sambil mencium tangan papa nya.


" Kamu kok ada disini, bukan nya waktu itu kamu bilang kamu tidak bisa pulang karena kamu ada ujian ra!?" ujar papa


" Hehehe, sebenarnya ujian nya sudah selesai pa, itu hanya alasan citra saja pa" jawab citra sambil tertawa


" Rencana citra mau memberikan kejutan papa dan mama eh, waktu citra baru turun dari taksi citra mendengar ada orang yang mau mencelakakan papa dan mama, terus citra minta tolong sama coach mike, terimakasih ya coach" ucap citra sambil tersenyum


" Iya sama-sama ra" jawab coach mike.


" Sayang, kita ke rumah sakit sekarang!" ujar mama khawatir


" Ke rumah sakit, memang siapa yang sakit?" tanya citra penasaran


" Kita pergi ke rumah sakit bukan untuk menjenguk orang sakit tapi, kita ke rumah sakit untuk mengobati luka di tangan kamu sayang" jawab mama


Vito terkejut mendengar ucapan mama veronica yang mengatakan kalau tangan citra terluka, dia pun langsung melihat kearah tangan citra.

__ADS_1


" Jadi, tadi dia bertarung dengan lengan kanan yang terluka" ucap vito dalam hati.


" Tidak perlu kok, kan disini sudah ada 2 dokter ma, buat apa kita pergi ke rumah sakit ma!" ujar citra


" Yasudah, kalau citra tidak mau pergi ke rumah sakit biar kita saja tante yang mengobati luka nya citra" ucap dokter ridwan


Citra duduk sambil menunggu dokter ridwan mengambil obat untuk mengobati luka citra.


Selama di obati citra mencari keberadaan kakak nya tapi, dia tidak menemukan nya juga. Karena penasaran dia pun bertanya " Pa, kok aku tidak melihat kak devina, dia ada dimana pa?"


" Dia sedang ada pekerjaan sayang" jawab mama


" Kakak kamu masih sibuk ra, maka nya dia tidak bisa pulang" ucap mama


" Memang sesibuk apa sih, sampai-sampai tidak bisa datang ke acara anniversary papa dan mama?!" ucap citra dalam hati


Citra hanya menganggukkan kepalanya, tapi sebenarnya dia masih tidak puas dengan jawaban mama nya.


" Kenapa aku merasa ada sesuatu yang di sembunyikan oleh papa dan mama ya?!" batin citra.


" Kalau kakak sedang sibuk kerja, kenapa pacar nya sampai menyuruh orang untuk membunuh papa dan mama" ucap citra dalam hati


" Pasti ada sesuatu yang terjadi selama aku tidak ada disini!" batin citra


" Sudah selesai nih ra" ucap dokter ridwan


Tetapi tidak ada respon dari citra, hal itu membuat dokter ridwan merasa heran.


" Ra! Citra!" panggil dokter ridwan sambil melambaikan tangan di depan wajah citra.


" Ada apa bang?" tanya citra terkejut.


" Tidak ada kok, cuman itu saja " jawab citra.


" Pa, ma citra ke kamar dulu ya mau istirahat" pamit citra


" Iya sayang" ucap mama.


Citra langsung pergi ke kamar nya, baru saja citra selesai mengganti pakaian nya, dia di kejutkan dengan kehadiran papa dan mama nya.


" Astaghfirullahalazim, papa, mama" ucap citra terkejut.


" Ada apa pa, ma?" tanya citra penasaran


" Ra, papa sudah tidak tahu mau bagaimana mengatakan ini semua sama kamu " kata papa


" Papa kenapa ya, kok kelihatan nya gelisah banget!" batin citra


" Memang ada masalah apa pa?" tanya citra semakin penasaran


" Kakak kamu kabur lagi ra" jawab papa


" APA? KAKAK KABUR LAGI PA??" kata citra terkejut


" Iya ra, devina kabur lagi" jawab mama sambil menangis


" Sejak kapan ma?" tanya citra


" Tidak lama setelah kamu pergi ra" jawab papa

__ADS_1


" Kenapa papa tidak pernah memberitahukan kepada citra kalau kak devina kabur pa?" tanya citra


" Papa dan mama tidak mau mengganggu kamu ra" jawab papa.


" Terus suami nya tahu kalau kak devina kabur pa?" tanya citra.


papa hanya menggelengkan kepalanya.


" Terus dia tidak tanya soal kak devina pa?" tanya citra


" Dia tidak tanya ra, mungkin vito sedang sibuk ra maka nya dia tidak tanya soal devina" jawab papa


" Ra, kamu mau ya berpura-pura menjadi devina lagi" pinta mama sambil menangis


" Tapi, ma" ucap citra


" Mama minta tolong banget sama kamu ra!" ucap mama sambil menangis.


" Mama tidak bisa seperti itu, kasihan citra ma!" ujar papa


" Kalau mama tidak minta tolong sama citra, yang ada vito nanti akan curiga pa" ucap mama


" Kalau soal itu ya tinggal bilang saja kalau devina kabur" kata papa


" Apa susah nya sih ma!" ucap papa


" Tapi kalau vito sampai tahu, nanti vito pasti akan marah sama kita pa!" kata mama


" Biarkan saja vito marah ma!" ucap papa


" Devina bisa nya hanya menyusahkan orang saja!!" geram papa


" Sebaiknya kamu tidak perlu menuruti keinginan mama kamu ra!" kata papa


" Tapi pa, vito sekarang sudah mulai curiga pa!" ucap mama


Citra bingung harus berbuat apa, untuk mencari titik terang dari masalah yang sedang terjadi.


Jika dia menolak, dia khawatir vito akan marah jika tahu kakak nya kabur.


Jika dia menerima, maka dia akan berurusan dengan vito untuk waktu yang belum dia ketahui berapa lama nya.


Huft...


Citra menghela napas berat sebelum berkat " Citra akan berpura-pura menjadi kakak lagi pa, sampai kakak ketemu lagi"


" Apa ra?!!" ucap papa dan mama terkejut dengan ucapan citra.


" Citra akan berpura-pura menjadi kakak untuk sementara pa, sampai kak devina ketemu pa" kata citra.


" Tapi kan ra, nanti kuliah kamu bagaimana?!" ujar papa


" Citra sekarang masih libur pa, jadi tidak akan menggangu kuliah pa" jawab citra.


" Citra baik-baik saja kok pa" ucap citra meyakinkan kepada papa nya.


Hufh...


Papa nya hanya bisa menghela napas berat sebelum berkata " Yasudah, kalau itu sudah menjadi keputusan kamu sayang".

__ADS_1


Citra langsung mendapatkan pelukan hangat dari kedua orang tua nya.


__ADS_2