
" Oh iya kak! Di laci meja dekat televisi ada vitamin, kakak minum itu saat ada orang itu, supaya orang itu tidak curiga dengan kakak" kata citra sambil menoleh ke devina.
" Oke ra!" ucap devina sambil mengacungkan jempol.
Setelah memberitahu kakak nya, citra kembali melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar untuk istirahat.
Setelah masuk kamar citra langsung berjalan menuju tempat tidur nya dan dia langsung merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur nya yang selama ini dia rindukan.
Baru saja dia merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, dia langsung tertidur pulas.
Langit mulai gelap, jam menunjukkan pukul 19:00, devina yang mendengar suara mobil vito pun langsung berlari menuju kamar citra, begitu juga dengan axel yang juga ikut pergi ke kamar citra.
Tapi, sang pemilik kamar itu masih betah di alam mimpi nya.
" Ra! Citra bangun!" ucap devina mencoba untuk membangunkan adiknya.
Tapi, sia-sia saja karena citra masih belum bangun juga.
" Sayang ini bagaimana? Citra tidak mau bangun!" ucap devina kepada kekasih nya.
" Coba kamu goyang-goyangkan tangan nya, siapa tahu dia mau bangun!" ujar axel memberikan solusi.
" Oke sayang! Aku akan mencoba nya!" kata devina.
Devina pun langsung mengikuti perkataan axel.
" Citra! Ayo dong bangun! " kata devina sambil menggoyang-goyangkan tangan citra.
Ternyata rencana axel berhasil, citra mengganti posisi tidur.
" Ra! Bangun! Diluar ada vito!" kata devina sambil berusaha untuk membangunkan citra dari tidur nya.
" Hem! Ada apa kak?" tanya citra masih dalam keadaan mata tertutup.
" Bangun! Di luar ada vito!" jawab devina.
" Memang kenapa kak kalau ada vito?" tanya citra.
" Kakak temui orang itu terus kakak bilang kalau kakak ingin segera bercerai dengan orang itu! Gampang kan?!" ujar citra sambil duduk.
" Kamu sih enak bicara seperti itu tanpa ada dia di depan kamu, lah aku? Harus bicara seperti itu di depan dia!" ucap devina.
" Kak! Kakak tenang saja dia tidak memakan manusia kok!" ucap citra.
" Citra! Kamu malah bercanda sih!" kesal devina.
" Aku tidak bercanda kak, memang dia tidak makan manusia kan, dia makan nasi dan sayur kan" ucap citra.
" Terus ini bagaimana cara untuk bilang dengan vito ra?!" ucap devina.
Disaat devina sedang kebingungan mencari cara agar dia bisa bicara dengan vito Kalau dia ingin segera bercerai, tiba-tiba..
__ADS_1
" Mau bicara apa dengan saya?!" tanya vito sambil masuk kedalam kamar citra.
Citra yang melihat vito masuk kedalam kamar nya berkata " Stop! jangan masuk!".
" Kenapa kamu melarang saya masuk?" tanya vito penasaran.
" Pria dilarang masuk kedalam kamar ku!" jawab citra tegas.
" Kalau saya dilarang masuk, kenapa pria didepan kamu boleh masuk!" ucap vito dingin.
Citra pun langsung melihat ke arah axel.
" Sejak kamu ada disini?" tanya citra.
" Axel tadi masuk kedalam bersama kakak ra" jawab devina.
Citra pun langsung turun dari tempat tidur dan berjalan menuju pintu sambil berkata " Silahkan semua nya keluar!".
Vito melihat darah mengalir dari lengan citra.
" Ada darah di lengan kamu!" kata vito dengan ekspresi datar.
Citra yang mendengar nya pun langsung melihat ke arah lengan kanan nya.
" Loh! kenapa bisa keluar darah lagi?!" ucap citra.
" Ada apa sayang? Kok kamar kamu berisik sekali?" tanya mama sambil berjalan menuju kamar citra.
" Kenapa tangan kamu berdarah lagi? Pasti luka nya terbuka kembali ya!?" ujar mama saat melihat tangan anak nya berlumuran darah.
" Mama tidak perlu khawatir, lagipula luka nya kan sudah beberapa hari juga ma, pasti nanti akan segera sembuh" ucap citra mencoba menenangkan mama nya.
" Jangan-jangan luka di lengan nya itu, akibat sayatan pisau saat acara anniversary waktu itu!" pikir vito.
Devina dan axel pun langsung keluar dari kamar citra, kini tinggal vito saja yang masih berada di dalam kamar citra.
" Kasihan sekali, kenapa dia tidak di bawa ke rumah sakit saja! Terus selama ini dia ada dimana?" batin vito.
Vito yang sedang melamun di kejutkan dengan suara...
Ehem!!!....
Vito pun langsung tersadar dari lamunannya dan bertanya " Ada apa?".
" Anda kenapa masih ada disini?" tanya citra.
Bukan nya keluar, vito malah bertanya kepada citra
" Maksud kamu apa?"
" Maksud aku, kenapa anda masih ada di dalam kamar ku sedangkan, yang lain sudah keluar dari kamar" jawab citra sambil menunjuk ke arah axel dan kakak nya.
__ADS_1
" Atau jangan-jangan anda mau berbuat mesum ya!" imbuhnya.
Vito yang tidak terima atas tuduhan citra pun langsung berjalan mendekati citra dan berkata " Enak saja bilang saya mesum!" sambil mendorong kepala citra pelan.
Citra yang tidak terima di perlakukan seperti langsung memajukan bibirnya kesal.
" Keluar sana! Dasar mesum!" usir citra sambil mendorong tubuh vito keluar dari kamar nya.
Bukan nya marah vito malah tersenyum melihat tingkah citra.
Hal itu membuat kedua orang tua citra merasa heran dengan sikap vito.
" Kenapa dia malah tersenyum?!" batin papa.
" Setelah apa yang dilakukan oleh citra kepada nya" batin papa.
" Pa!" panggil mama.
" Iya ma, ada apa?" tanya papa.
" Kita ikuti mereka yuk! Mama takut vito akan marah kepada devina dan axel" jawab mama khawatir.
Papa hanya mengangguk dan mengikuti kemana langkah kaki istri nya pergi.
" Sekarang mau kamu apa?" tanya vito to the point.
" Saya ingin bercerai dengan anda" jawab devina gugup.
" Tidak bisa!" sarkas vito menolak keinginan devina.
" Kenapa tidak bisa?" tanya devina.
" Pokoknya saya tetap minta bercerai dengan anda, karena saya mau menikah dengan kekasih saya" lanjut devina.
" Dan itu sudah ada di surat perjanjian kita, kalau anda tidak akan melarang saya untuk bercerai dengan anda dan menikah dengan pria yang saya cinta!" imbuhnya.
Vito tidak bisa berkata apa-apa, dia ingat kalau dia pernah mengucapkan kalimat itu.
" Baik! Saya akan mengabulkan keinginan kamu" kata vito.
" Tapi, setelah kedua orang tua saya kembali dari perjalanan" lanjut vito.
Karena sangat bahagia mendengar ucapan vito, devina langsung memeluk kekasihnya.
" Akhirnya, kita bisa segera menikah sayang" ucap devina sambil memeluk axel.
" Aku ini kenapa, jelas-jelas aku tidak ingin bercerai dengan dia tapi, kenapa tadi aku sangat mudah untuk mengatakan hal itu tadi" batin vito.
" Aku itu bukan lagi anak ABG, kenapa aku jadi labil seperti ini" pikir vito.
Citra yang sedang lewat mendengar pembicaraan mereka pun ikut merasa senang, karena dia tidak harus berpura-pura menjadi kakak nya lagi.
__ADS_1
" Alhamdulillah, jika orang itu mau bercerai dengan kakak, jadi kakak bisa segera menikah dengan pria yang dia cinta" ucap citra dalam hati.
" Sekarang aku akan bersiap untuk berangkat ke bandara untuk pergi dan menyelesaikan pendidikan ku disana" ucap citra sambil tersenyum.