Mendadak Menjadi Istri CEO

Mendadak Menjadi Istri CEO
Eps 164


__ADS_3

Setelah 45 menit perjalanan, akhirnya citra sampai di rumah kedua orang tua nya, citra langsung turun dari taksi tersebut dan berjalan menuju pintu.


" Ini mobil siapa ya, kok bisa ada disini?!" ucap citra saat melihat ada sebuah mobil di depan rumah orang tua nya.


" Apa mungkin ini mobil keluarga nya kak axel ya?!" pikir citra.


" Entah lah ini mobil nya siapa, aku juga tidak peduli!" kata citra sambil berjalan menuju pintu rumah.


Saat masuk rumah dia tidak melihat ada orang atau tidak, dia berniat untuk langsung pergi ke kamar nya agar dia bisa istirahat.


" Citra!" kata mama memanggil putri nya.


Citra yang mendengar namanya di panggil pun terkejut.


" Siapa yang memanggil nama ku ya?" batin citra.


Citra pun langsung mencari siapa yang memanggil nama nya, dan saat menoleh ke arah belakang dia terkejut saat melihat ada banyak orang yang sedang duduk di ruang tamu.


Sang mama kembali memanggil namanya " Citra, kesini sebentar!" sambil memberikan isyarat tangan agar citra menghampiri beliau.


" Kira-kira ada apa ya, kenapa ada banyak orang di rumah?!" ucap citra dalam hati.


Citra berjalan mendekati mama nya sambil berpikir " Ada apa yang? Kenapa mama memanggil aku ya?!".


Saat sampai di dekat mama nya, citra bertanya kepada sang mama " Ada apa?" sambil mencium tangan mama nya.


" Duduk dulu sayang!" kata mama sambil menepuk kursi kosong di samping nya.


Citra pun menuruti perintah mama nya, dia langsung duduk di samping mama nya.


" Citra ini om romi dan tante yuli mereka tetangga kita dulu, sebelum kita pindah kesini!" kata papa memperkenalkan dua orang di depan mereka.


Citra pun langsung bersalaman dengan mereka.


" Mas romi kenalkan ini anak bungsu ku, namanya citra" ucap papa berbicara dengan pria di depan nya.


" Tetangga kita yang rumah nya dimana ya pa?" tanya citra penasaran.


" Rumah nya berada di depan rumah kita yang dulu" jawab papa menjelaskan.


" Bukan nya itu rumah nya pak ustadz ya pa!" kata citra.


" Iya memang benar itu rumah nya pak ustadz, tapi sebelum nya itu menjadi rumah nya om romi ra" jawab papa.


" Maaf om, tante citra tidak tahu kalau dulu rumah itu adalah rumah nya om dan tante" ucap citra sambil tersenyum.


" Iya tidak apa-apa" kata tante yuli.


Saat mereka semua sedang berbincang-bincang, tiba-tiba...


" Eca!!" kata seseorang.


Mendengar ada yang memanggil nama nya, citra pun langsung melihat ke arah depan dan betapa terkejutnya dia saat melihat seseorang yang dia kenal.

__ADS_1


" Viona!!" kata citra sambil berdiri.


Ya, dia adalah viona teman satu fakultas dengan citra.


" Viona kenapa kamu ada disini?" tanya citra sambil menghampiri viona.


Viona langsung memeluk citra saat citra sudah ada di depan nya.


" Ternyata kamu sudah pulang ke Indonesia terlebih dahulu ca dari pada aku!" kata viona sambil melepaskan pelukannya.


" Iya viona, tapi aku baru beberapa hari di rumah kok " jawab citra.


" Loh! Bukan nya setelah kita wisuda kamu langsung pulang ke Indonesia ca?!" viona terkejut saat mendengar jawaban citra.


" Wisuda?? Memang kamu sudah wisuda ra? Bukan nya bulan ini kamu akan wisuda ra?!" kata papa terkejut mendengar ucapan viona.


" Iya om, sekarang eca sudah resmi menjadi dokter om" kata viona


" Dokter??!!" kata papa terkejut.


Citra hanya terdiam dan menundukkan kepalanya, karena takut papa nya akan marah.


" Citra!! Kamu ikut papa sebentar, ada yang ingin papa bicarakan dengan kamu!" ucap papa.


Hal itu membuat wajah citra semakin pucat, karena dia sudah mengetahui apa yang akan terjadi setelah ini.


" Iya pa" jawab citra sambil menganggukkan kepala tanpa berani melihat wajah papa nya.


" Iya, silahkan!" kata om romi.


Pak ardi langsung berjalan menuju ruang kerja nya di ikuti citra di belakang.


" Semoga citra tidak di marahi oleh mas ardi, amin" ucap mama dalam hati.


Kini mereka sudah sampai di depan ruang kerja sang papa, citra mengikuti papa nya masuk kedalam ruangan tanpa berani bertanya apapun kepada sang papa.


" Duduk!!" kata papa saat mereka sudah berada di dalam ruang kerja.


Citra langsung mengikuti perintah papa nya untuk duduk.


" Apa benar yang dikatakan oleh viona tadi ra?!" tanya papa dengan wajah seperti sedang menahan amarah.


Citra hanya diam sambil menundukkan kepalanya dan tidak berani menjawab pertanyaan dari sang papa.


Melihat anak nya diam saja tanpa menjawab pertanyaan beliau, membuat pak ardi marah.


" Kenapa diam?! Jawab pertanyaan papa! Apa benar yang dikatakan oleh viona tadi, jika kamu mengambil fakultas kedokteran?!" bentak papa.


Hal itu semakin membuat citra ketakutan dan tidak berani menatap wajah papa nya.


" Papa itu sedang bertanya kepada kamu ra! Seharusnya kamu menjawab pertanyaan dari papa bukan nya hanya diam sambil menundukkan kepala!!" bentak papa.


Citra langsung mendongakkan kepalanya.

__ADS_1


Huff!!...


Pak ardi menarik napas berat sebelum berkata " Sekarang jawab pertanyaan papa, apa benar jika kamu mengambil fakultas kedokteran dan bukan fakultas bisnis ra?!"


Citra hanya menganggukkan kepala dan langsung menunduk kembali.


Pak ardi yang melihat anggukan kepala putri nya membuat pak ardi semakin emosi.


" Bukan nya waktu itu kamu bilang kepada papa dan mama jika kamu mengambil fakultas bisnis ra, kenapa sekarang kamu mengganti fakultas kamu ra?!"kata papa sambil berusaha meredam emosi nya.


" Ini yang aku takutkan jika papa mengetahui jika aku kuliah mengambil fakultas kedokteran" ucap citra dalam hati.


" Aduh!! Aku harus menjawab apa lagi?!" ucap citra dalam hati.


" Apa aku katakan yang sebenarnya ya!" batin citra.


" Ya, lebih baik aku katakan yang sebenarnya saja kepada papa" ucap citra dalam hati.


Citra pun bertekad ingin berbicara jujur kepada papa nya.


" Pa, citra mau meminta maaf" kata citra sambil melihat kearah papa nya.


" Meminta maaf untuk apa?" tanya papa tegas.


" Citra mau meminta maaf kepada papa, karena citra selama ini citra mengambil dua fakultas yang berbeda dan di kampus yang berbeda juga pa" jawab citra.


Pak ardi terkejut saat mendengar jawaban citra.


" Coba kamu ulang sekali lagi apa yang tadi kamu katakan!" kata papa.


Citra hanya menganggukkan kepalanya, lalu dia mengulangi jawabannya " Citra mau meminta maaf kepada papa, karena citra selama ini citra mengambil dua fakultas yang berbeda dan di kampus yang berbeda juga pa"


" Fakultas apa saja yang kamu pilih?!" tanya papa tegas.


" Fakultas kedokteran dan fakultas bisnis pa" jawab citra dengan ekspresi wajah yang ketakutan.


Mendengar jawaban citra, membuat raut wajah pak ardi yang tadi terlihat sangat marah, kini berubah menjadi senang karena ternyata anak nya masih menuruti keinginan nya.


" Kenapa kamu memilih dua fakultas yang berbeda?" tanya papa.


" Karena citra ingin menuruti keinginan papa dan juga keinginan oma, pa" jawab citra.


" Keinginan oma? Maksud kamu apa?" tanya papa penasaran.


" Dulu oma pernah berkata, jika aku harus mengambil fakultas kedokteran agar aku bisa menjadi dokter dan bisa menyembuhkan orang-orang yang sedang sakit pa" jawab citra.


Pak ardi merasa sangat senang, karena putri nya bisa menuruti keinginan dari sang oma.


Pak ardi langsung berdiri dan berjalan mendekati citra, lalu beliau duduk di samping citra.


" Aduh!! jangan-jangan papa mau memarahi aku seperti waktu itu!" batin citra takut.


Pak ardi pun langsung memeluk citra, hal itu membuat citra terkejut.

__ADS_1


__ADS_2