
" Terimakasih tuhan, kamu telah mengabulkan doa ku selama ini" ucap citra dalam hati.
Citra tersenyum senang akhirnya dia bisa merasakan kehangatan dan kasih sayang dari kedua orang tua nya, yang sejak dulu dia selalu inginkan.
" Pa! Ma!" panggil citra.
" Iya sayang, ada apa?" tanya mama.
" Pa, ma citra boleh tidak meminta satu permintaan dari papa dan mama?" tanya citra.
" Tentu saja boleh dong ra, memang nya kamu mau meminta apa dari papa dan mama?!" jawab papa.
" Citra cuman ingin di peluk papa dan mama. Boleh tidak?!" kata citra lirih sambil menunduk.
Papa dan mama yang melihat anak nya seperti itu membuat mereka semakin merasa bersalah dengan citra, karena sejak dulu mereka jarang sekali memperhatikan citra bahkan memeluk citra pun tidak pernah.
" Kalau tidak boleh juga tidak apa-apa kok pa, permintaan citra tadi lupakan saja pa!" kata kata takut papa nya akan marah sama seperti dulu saat citra masih kecil.
Papa dan mama nya pun langsung memeluk citra dengan penuh kehangatan.
" Alhamdulillah akhirnya aku bisa merasakan pelukan hangat dari papa dan mama" ucap citra dalam hati.
Disaat citra sedang tersenyum senang karena bisa bisa di peluk papa dan mama nya, tiba-tiba terdengar suara tangis dari mama nya.
" Mama kenapa menangis?" tanya citra khawatir.
" Mama tidak menangis kok ra" jawab mama sambil mengusap air mata nya.
" Citra tidak percaya, pasti mama sedang menangis kan!" ujar citra.
Karena tidak ingin membuat citra khawatir, sang mama pun langsung melepaskan pelukannya dan berkata " Tuh kan! Mama tidak sedang menangis".
" Mama bohong! Kalau mama tidak tidak sedang menangis, kenapa mata mama sembab?!" ucap citra.
" Oke! Mama akan bicara yang sebenarnya, mama menangis bukan karena mama sedang sedih, tapi mama menangis karena mama sedang bahagia ra" ucap mama.
" Bahagia??" kata citra bingung.
" Iya mama bahagia, karena mama bisa melihat kamu bisa ceria kembali" jawab mama sambil memegang hidung citra.
Citra tersenyum lega karena mendengar jawaban dari mama nya.
" Papa memang tidak ada apa-apa kalau tidak berangkat ke kantor pa?" tanya citra.
" Tidak ra, soalnya hari ini tidak ada meeting jadi, papa tidak pergi ke kantor juga tidak apa-apa" jawab papa sambil menggelengkan kepala.
Baru saja papa nya mengatakan kalau beliau tidak perlu ke kantor karena tidak ada meeting, tiba-tiba handphone beliau berdering.
" Pa, itu handphone nya ada yang menelepon!" kata citra.
" Biarkan saja ra, paling sekertaris papa yang menelepon" jawab papa santai.
" Papa jawab telepon nya saja dulu, siapa tahu itu penting pa?!" ujar citra.
__ADS_1
" Yasudah, iya papa angkat telepon nya" ucap papa pasrah.
" Yasudah, papa angkat telepon dulu ya" kata papa.
" Iya pa" jawab citra dan mama bersama.
Setelah mendapat persetujuan dari anak dan istri nya beliau langsung pergi untuk mengangkat panggilan telepon dari sekertaris nya.
Tidak lama kemudian beliau sudah kembali dengan wajah yang murung.
" Papa kenapa?" tanya citra penasaran saat melihat wajah papa nya murung.
" Tadi sekertaris papa bilang apa pa?" tanya mama
" Tadi sekertaris papa bilang kalau papa sekarang sudah di tunggu klein penting di kantor" jawab papa.
" Yasudah, papa sekarang ke kantor saja, temui klein papa itu dulu!" kata citra
" Bagaimana papa bisa pergi ke kantor ra, sedangkan kamu sekarang sedang sakit" kata papa.
" Papa tidak tega harus meninggalkan kamu di rumah sakit ra" lanjut papa.
" Citra tidak apa-apa pa, lagipula di sini ada mama yang selalu menemani citra" ucap citra sambil tersenyum.
" Papa tadi sudah bilang dengan sekertaris papa, kalau papa tidak bisa bertemu dengan klien itu sekarang karena kamu masih di rumah sakit" kata papa.
Huft!!...
Citra menghela napas panjang dan tidak bisa berkata apa-apa selain menuruti keinginan papa nya.
Sang papa tersenyum bahagia karena citra tidak memaksa nya untuk pergi lagi.
Jam menunjukkan pukul 14:45 menit, saat citra dan kedua orang tua nya sedang asik mengobrol, tiba-tiba...
Tok.. Tok... Tok...
Terdengar suara seseorang mengetuk pintu.
" Siapa pa?" tanya citra penasaran.
" Papa juga tidak ra" jawab papa
" Biasanya kalau suster atau dokter yang akan masuk itu tidak mengetuk pintu terlebih dahulu kan pa!?" ujar mama
" Iya ma, dari tadi tidak pernah mengetuk pintu kamar" kata citra
" Yasudah, papa cek terlebih dahulu siapa yang sedang mengetuk pintu!" kata papa sambil berjalan menuju pintu.
Belum juga papa sampai di depan pintu, tiba-tiba terdengar suara...
" Selamat sore pak ardi" sapa seseorang yang sejak tadi mengetuk pintu.
" Pak wiliam" papa terkejut saat melihat orang yang ada di depan nya.
__ADS_1
Ya, seseorang yang tadi mengetuk pintu ruangan citra adalah Wiliam Saputra, klein penting yang harus di temui oleh papa nya citra.
" Pak wiliam silahkan masuk pak!" kata papa
Mereka pun langsung berjalan masuk.
" Saya dengar kalau putri anda sedang sakit, maka nya anda tidak bisa ke kantor!?" kata pak wiliam
" Iya pa, itu putri saya" jawab papa.
" Kenapa wajah nya tidak asing ya" batin pak wiliam
Pak wiliam memperhatikan citra dengan seksama, sambil berjalan mendekati citra dan mama nya.
" Ma!" panggil papa saat sudah di belakang istri nya.
" Iya pa, ada apa?" tanya mama sambil menoleh ke belakang.
Baru saja papa akan memperkenalkan pak wiliam kepada istri dan anak nya, tiba-tiba pak wiliam berkata " Eca!".
Citra yang mendengar nama nya di panggil pun langsung menoleh ke arah sumber suara.
" Om wiliam!" citra terkejut saat melihat seseorang yang dia kenal.
" Om, kenapa ada disini?" tanya citra bingung.
" Jadi, kamu anaknya pak ardi ca?" tanya pak wiliam terkejut.
" Iya om, aku anak nya papa ardi" jawab citra sambil menganggukkan kepala.
" Ra! Kamu kenal dengan pak wiliam?" tanya papa penasaran karena pak wiliam kenal dengan citra.
" Tentu saja saya kenal dengan eca pak, karena eca sudah pernah membantu saya saat saya di rampok oleh orang pak" jawab pak wiliam menjelaskan bagaimana beliau bisa kenal dengan citra.
" Apa benar itu sayang?" tanya mama penasaran.
" Iya itu benar pa, ma" jawab citra sambil menganggukkan kepala.
" Tapi saya tidak pernah mengetahui kalau eca ini adalah putri pak ardi, karena saat saya berkunjung ke rumah anda yang ada hanya devina saja" kata pak wiliam.
" Itu karena eca jarang di rumah om, eca sering tinggal di asrama om" jawab citra.
" Sudah lama om tidak bertemu dengan kamu, eh malah saat bertemu kamu, kamu nya sedang sakit!" ucap pak wiliam.
" Iya om, sudah satu tahun kita tidak bertemu" kata citra.
" Oh iya! Sudah satu tahun ya kita tidak bertemu?!" kata pak wiliam.
Citra hanya menganggukkan kepala.
" Pak ardi, kalau boleh saya tahu kenapa eca bisa berada di rumah sakit?" tanya pak wiliam.
" Waktu di pesta anniversary saya terjadi kerusuhan dan mengakibatkan lengan citra terluka pak, maka nya citra bisa ada di sini sekarang pak" jawab papa.
__ADS_1
Pak wiliam hanya mengangguk-anggukkan kepala.