
Tanpa terasa mobil mereka sudah sampai di depan gerbang, mereka terkejut karena di depan rumah mereka ada farel dan yang lainnya, tidak terkecuali vito dan devina.
" Kenapa anak itu masih pulang ke rumah, bukan nya tadi aku sudah mengatakan kalau dia harus pulang ke rumah suaminya" gumam papa
" Citra yang merasa seperti mendengar suara papa pun langsung bertanya " Ada apa pa?"
Papa nya terkejut mendapat pertanyaan dari anak nya.
" Hah! Tidak ada apa-apa kok sayang" jawab papa
" Kamu jangan ikut turun dulu!" kata papa
" Memang kenapa pa, kok aku tidak boleh turun?" tanya citra
Papa tidak menjawab pertanyaan citra tapi beliau langsung keluar mobil dan berlari menuju pintu kursi belakang.
" Papa mau apa?" tanya citra penasaran
" Papa mau bantu citra untuk turun" lanjut citra
" Papa tidak mau membantu kamu turun tapi, papa mau gendong kamu sampai ke dalam rumah" jawab papa
" Mau gendong aku pa!?" citra terkejut dengan jawaban papa nya
" Tidak perlu pa, aku masih bisa jalan sendiri kok pa" tolak citra
Farel yang melihat om ardi berjalan kearah pintu belakang mobil dia langsung berlari kearah mereka.
Melihat farel berlari menuju mobil membuat dokter raka bertanya-tanya dalam hati " Dia mau ngapain ya?"
" Biar farel saja om yang menggendong citra" ucap farel
" Tidak apa-apa rel, om masih kuat untuk menggendong citra" tolak papa
" Benar tuh pa, mending biar citra di gendong farel saja pa" kata citra mendukung ucapan farel
"Tidak perlu ra, papa masih kuat untuk menggendong kamu sampai ke dalam rumah" ucap papa
Citra pun hanya bisa menuruti keinginan papa nya, dia pun di gendong oleh papa nya sampai ke depan pintu, saat di depan pintu beliau mempersilahkan tamu nya untuk masuk " Mari! Silahkan masuk!"
Devina merasa kesal saat melihat papa nya menggendong citra.
" Awas saja kamu ra!" gumam devina
Papa mendudukkan citra di sofa ruang tamu
" Terimakasih ya pa" ucap citra sambil tersenyum
" Iya ra" ucap papa sambil tersenyum
Setelah mendudukkan citra, beliau duduk di samping citra.
" Kenapa mobil nya om baru sampai, bukan nya tadi jarak antara mobil kita dengan mobil om dan tante tidak terlalu jauh?" tanya farel
" Tadi nya om mau pergi ke rumah sakit untuk memeriksa kaki nya citra, tapi citra nya tidak mau jadi, om putar balik lagi" jawab papa
__ADS_1
" Pantas saja kita sudah sampai di sini, mobil nya om dan tante belum sampai" kata farel
" Om kita boleh menginap disini tidak?" tanya farel pelan
" Tentu saja boleh dong, biar rumah ini jadi ramai" jawab papa
" Serius om, kita boleh menginap?" tanya farel antusias
" Iya boleh" jawab papa sambil menganggukkan kepala
" Silahkan di minum dulu!" ucap mama mempersilahkan mereka untuk minum
" Bi, tolong kamar tamu di bersihkan ya, soalnya farel dan teman nyab mau menginap" ucap papa
" Baik pak" ucap bibi
" Siapa saja yang mau menginap rel?" tanya papa
" Kita berempat om yang mau menginap" jawab farel
" Kalian mau tidur nya satu kamar empat orang atau satu kamar dua orang?" tanya papa
" Kita berempat tidur satu kamar saja om " jawab farel
" Yasudah, kalau kalian mau nya seperti itu, bi bersihkan kamar tamu ya bi" ucap papa
" Iya pak" jawab bibi
Baru saja bibi akan pergi, vito berkata " Kamar atas sekalian ya bi"
" Manusia kutub itu mau menginap di sini juga" batin citra
" Baik tuan" jawab bibi
Bibi merasa bingung saat melihat citra tidak langsung memeluk nya, sehingga bibi pun bertanya " Non citra kenapa kok diam saja?"
" Aku baik-baik saja kok bu" jawab citra sambil memegang tangan bibi
" Nak citra yakin baik-baik saja?" tanya bibi memastikan apakah citra benar-benar dalam keadaan baik-baik saja
Mata citra berkaca-kaca saat mendengar pertanyaan dari bibi, bibir nya menjadi keluh, tidak sanggup untuk menjawab pertanyaan dari bibi, jadi citra hanya menganggukkan kepalanya.
Bibi yang melihat mata citra berkaca-kaca pun langsung mendekati citra, saat di samping nya bibi berkata " Yang sabar ya, sekarang oma sudah bahagia disana"
Citra langsung memeluk bibi sambil menganggukkan kepala.
" Ibu yakin, kamu pasti bisa melewati ini semua dengan tabah " ucap bibi sambil mengusap kepala citra
Lagi-lagi citra hanya menganggukkan kepala.
Tanpa disadari butiran bening mengalir membasahi pipinya.
" Nak citra jangan menangis ya, ibu yakin kamu pasti bisa" ucap bibi memberikan semangat kepada citra
Citra melepaskan pelukannya dan mengusap air mata nya lalu berkata " Terimakasih ya bu"
__ADS_1
" Iya sama-sama" jawab bibi sambil menganggukkan kepala
" Yasudah, kalau ibu mau membersihkan kamar tamu" ucap citra sambil tersenyum
" Yasudah ibu kembali bekerja lagi ya" ucap bibi
"Iya bu" kata citra sambil tersenyum
Mama yang melihat kedekatan antara citra dan art nya pun merasa iri dan bersalah kepada citra, karena sejak kecil beliau jarang dekat dengan citra sehingga citra lebih dekat dengan art nya daripada dengan dirinya.
" Ini semua karena devina, kamu jadi seperti ini ra" ucap mama dalam hati
Sang papa melihat citra yang hendak berdiri pun langsung bertanya " Kamu mau pergi kemana ra?"
" Mau ke kamar pa" jawab citra
" Sini biar papa gendong kamu lagi" ucap papa sudah bersiap untuk menggendong citra
" Tidak perlu pa, citra bisa jalan ke kamar sendiri kok pa" tolak citra halus
Kini sang papa menggendong citra seperti bayi, karena dia tahu kalau citra tidak mau merepotkan papa nya.
Saat berjalan menuju kamar citra mereka bertemu dengan bibi, karena penasaran kenapa citra di gendong oleh papa nya, beliau pun langsung bertanya " Pak, non citra kenapa?"
" Kaki nya citra sakit bi, maka nya saya gendong dia sampai kamar" jawab papa
" Kaki non citra sakit kenapa pak?" tanya bibi
Karena takut membuat ibu nya khawatir, citra pun langsung menjawab " Jatuh bu tadi"
" Jatuh dimana?" tanya bibi
" Di dekat rumah oma bu" jawab citra
" Ibu tidak perlu khawatir, kaki ku hanya terkilir saja kok bu" ucap citra sambil tersenyum
" Oh iya bu, kamar atas yang di bersihkan kamar nya kak devina saja ya bu" kata citra
" Memang kenapa non, kok hanya kamar nya non devina saja yang di bersihkan "
tanya bibi
" Kan aku tidur di kamar bawah bu, jadi kamar atas buat apa di bersihkan, menambah pekerjaan ibu saja" ujar citra
" Iya juga ya" ucap bibi
" Kunci kamar atas mana bi?" tanya citra
" Ini non" jawab bibi sambil memberikan kunci kamar citra
" Terimakasih ya bi" ucap citra
" Iya sama-sama non" jawab bibi
Citra langsung membuka pintu kamar nya agar papa nya bisa langsung masuk kedalam kamar.
__ADS_1