
" Jadi, maksud non kita makan di..." pak satpam belum selesai mengatakan sesuatu citra langsung menyela pembicaraan nya. " Iya pak, makan bersama di ruang makan, soalnya kalau makan sendiri itu tidak enak pak!"
" Ayo pak, bi kita makan bersama!" ajak citra sambil tersenyum
Mereka semua pergi ke ruang makan, selesai makan citra langsung masuk kamar untuk membersihkan dirinya dan bersiap untuk pergi ke rumah orang tua nya.
Jam menunjukkan pukul 19.00 wib, waktu nya untuk citra berangkat ke pesta anniversary papa dan mama nya.
" Bi, aku berangkat dulu ya dan mungkin nanti malam aku tidak pulang ke sini" ucap citra pamit kepada art nya.
" Iya non, hati-hati di jalan ya non" ucap art
Citra berangkat ke rumah orang tua nya mengendarai taksi online, agar tidak ada yang mengetahui kedatangan nya.
Setelah 30 menit perjalanan akhirnya citra sampai di depan rumah orang tua nya, dan tidak lupa sebelum turun dari mobil dia memakai topeng terlebih dulu karena pesta anniversary papa dan mama nya bertemakan pesta topeng.
Tapi, saat dia baru saja turun dari taksi online tanpa sengaja dia mendengar ada seseorang yang sedang berbicara tentang rencana mereka mau membunuh orang tua nya.
" Berani-beraninya kalian akan menyakiti kedua orang tua ku!" batin citra sambil mengepalkan tangannya
" Sebelum kalian menyakiti orang tua ku, kalian akan berhadapan terlebih dahulu dengan aku!" ucap citra dalam hati
Citra pun langsung mengirim pesan kepada pelatih nya agar dia bisa membantu nya, setelah selesai dia harus bisa masuk ke kamar nya untuk mengambil peralatan yang dia butuhkan untuk melawan orang-orang itu.
Sambil menunggu untuk masuk, citra terus memperhatikan orang-orang yang mencurigakan di depan nya, kini giliran citra untuk masuk.
Setelah menyerahkan surat undangan citra mengirim pesan singkat ke art di rumah orang tua nya untuk mengambil sesuatu di kamar nya.
Karena sebelum nya citra sudah memberitahu art tersebut kalau dia sudah pulang dan akan memberikan kejutan untuk orang tua nya.
" Non!" panggil bibi sambil menepuk bahu nya
" Ibu!" ucap citra sambil menoleh.
" Mari non!" ajak bibi
Citra pun langsung berjalan menuju kamar nya untuk mempersiapkan segala sesuatu yang dia perlukan.
Setelah selesai citra langsung keluar kamar karena diluar, acara nya sudah mau di mulai.
Baru saja acara di buka oleh pembawa acara, orang-orang yang tadi dia temui di depan sudah beraksi, dengan cepat citra langsung melindungi kedua orang tua nya.
Tapi, ternyata mereka sudah mempersiapkan semua nya dengan matang, sehingga membuat citra kewalahan menghadapi mereka.
Citra kecolongan saat dia sedang melawan mereka, mama nya di sandera oleh salah satu dari mereka.
" Kalian semua mundur, kalau tidak ibu ini akan saya bunuh!!" ancam salah satu dari mereka
" Mama!" batin citra sambil mengepalkan tangan.
__ADS_1
" Berani nya mereka menyandera mama!" geram citra.
" Aku harus mencari cara agar mama bisa diselamatkan!!" ucap citra dalam hati
Citra memikirkan bagaimana cara nya agar dia bisa menyelamatkan mama nya dengan selamat.
Dengan perlahan dia mulai mendekati orang yang telah menyandera mama nya.
Sang mama yang hendak bicara pun di isyaratkan untuk tetap diam, agar dia tidak ketahuan oleh orang tersebut. Tapi sialnya orang tersebut menyadari kedatangan nya, dengan cepat citra langsung membuang senjata yang di pegang oleh orang tersebut.
Saat orang tersebut sedang lengah citra menarik sang mama agar beliau terlepas dari tangan orang tersebut.
" Mama baik-baik saja kan?" tanya citra saat dia berhasil menyelamatkan sang mama.
" Citra!" kata mama terkejut mendengar suara anak bungsunya
" Iya ma, ini citra, sebaiknya sekarang mama sembunyi terlebih dulu supaya mama tidak kenapa-kenapa!" ucap citra sambil memegang tangan mama nya.
" Iya, tapi kamu?" kata mama mengkhawatirkan anak nya.
" Aku akan membantu coach mike dan yang lainnya ma" ucap citra sambil tersenyum.
" Mama tidak perlu khawatir, nanti aku akan menyusul mama" lanjut citra.
" Mas, tolong bawa mama saya sana" ucap citra meminta tolong kepada seseorang yang dia kenal.
Baru saja mama nya pergi beberapa langkah, tiba-tiba dari arah samping ada seseorang yang membawa pisau sedang mengarah ke arah mama nya.
SLASH, SLASH....
Satu sayatan pisau menggores lengan citra.
Sambil menahan sakit di lengan nya citra langsung menendang orang tersebut agar orang tersebut menjauh dari mama nya.
Sang mama yang melihat anak nya berdarah langsung berteriak " CITRA!!!"
Orang-orang yang ada di tempat itu pun menoleh kearah mama.
Meskipun lengan nya terkena pisau, tapi dia masih berusaha melawan agar mereka tidak bisa mendekati mama nya.
" Bu, tolong bawa mama ke dalam! Jangan hiraukan citra, citra baik-baik saja!!" teriak citra sambil menahan serangan.
" Ayo bu! Kita harus pergi sekarang!" ujar bibi
" Tapi citra bi!" ucap mama
" Saya tahu kalau ibu khawatir dengan non citra, tapi kalau kita tidak pergi itu akan membuat non tidak fokus bu!" ucap bibi
Setelah berpikir, akhirnya sang mama mau ikut pergi bersama bibi.
__ADS_1
Setelah melihat mama sudah pergi citra merasa lega, kini saat nya dia mengatasi orang-orang itu.
Sreek.....
Citra merobek baju bagian bawah dia gunakan untuk membalut luka sayatan pada lengan nya.
Setelah membalut luka dia langsung berlari untuk membantu teman-teman nya.
" Kamu tidak apa-apa ra?" tanya coach mike di sela-sela berkelahi
" Aku baik-baik saja coach" jawab citra sambil menghindar dari pukulan lawan.
Setelah berkelahi cukup lama akhirnya lawan bisa di kalahkan.
Citra melihat ada seseorang yang akan menyerang vito, citra langsung berlari untuk mencegah orang tersebut.
" AWAS!!!" teriak citra saat hampir sampai di dekat vito.
Mendengar teriakkan citra, vito langsung menoleh ke belakang dan langsung menendang wajah orang itu.
" Di belakang mu!!" teriak citra sambil berlari dan menendang nya.
" Siapa kamu sebenarnya, kenapa kamu menolong saya?!" tanya vito
" Sekarang bukan waktu nya untuk bertanya siapa saya, yang lebih penting sekarang bagaimana caranya kita melawan mereka semua!" jawab citra
" Oke! Tapi, saya akan tetap tahu siapa kamu sebenarnya!!" ucap vito
Citra tidak menjawab ucap vito, dia fokus untuk melawan orang-orang yang ada didepannya.
Vito dan citra kini terkepung.
" Apa kamu siap melawan mereka?" tanya vito bisik
" Siap!!" jawab citra penuh semangat.
Mereka berdiri saling memunggungi satu sama lain.
Vito dan citra mulai melawan mereka, vito pun melakukan gerakan bersama citra untuk melawan mereka.
Setelah cukup lama mereka bertarung akhirnya semua lawan nya bisa mereka kalahkan, begitu juga dengan yang lain nya yang sudah berhasil mengalahkan mereka semua.
Citra merasa penasaran sebenarnya siapa yang ingin mencelakakan orang tua nya.
" Siapa yang menyuruh kalian?" tanya citra sambil menarik kerah baju salah satu dari mereka.
" Percuma! Karena kamu tidak akan mendapatkan jawaban apapun" jawab orang tersebut.
" Oke! Kalau kamu masih keras kepala tidak mau memberitahu, akan aku buat tangan dan kaki kamu patah!!" ancam citra
__ADS_1
" Heh! Wanita seperti kamu memang bisa!!" ucap orang tersebut meremehkan citra.
" Oke!!! Aku akan buktikan kalau wanita juga bisa mematahkan bahkan membunuh orang dengan sadis!!" bisik citra.