Mendadak Menjadi Istri CEO

Mendadak Menjadi Istri CEO
Eps 133


__ADS_3

" Kalau citra menerima baju ini secara gratis terus karyawan nya di butik kasihan ma, jadi citra sempat kesal dengan amel ma" kata citra.


" Kamu ini memang selalu saja memikirkan orang lain, mama bangga dengan kamu ra" kata mama sambil mencium kening putri nya.


Sang papa hanya tersenyum bangga melihat anak nya yang selalu memikirkan orang lain.


" Kita jalan lagi yuk pa, ma!" ajak citra.


Dijawab dengan anggukan kepala oleh papa dan mama nya.


Saat berjalan tangan citra genggam oleh kedua orang tua nya.


" Alhamdulillah, akhirnya aku bisa merasakan kehangatan seperti ini lagi" ucap citra dalam hati.


Kini mereka sudah sampai di tempat acara pernikahan kakak nya.


" Pa, aku pergi ke amel dulu ya pa" pamit citra.


" Iya ra" jawab papa.


setelah mendapat persetujuan dari kedua orang tua nya dia langsung pergi mencari amel dan samuel.


Citra mencari keberadaan teman-teman nya, saat sedang berkeliling dia melihat orang yang dikenal.


" Kenapa mereka datang kesini juga!" batin citra.


" Jangan-jangan orang itu juga datang kesini" batin citraa kata amel sambil menepuk bahu citra.


" Astaghfirullahalazim!" kata citra.


" Amel! kamu ini membuat aku terkejut saja!" kata citra.


" Sorry! Habisnya kamu bengong saja!" ucap amel.


" Sedang melihat apa sih?!" tanya amel sambil melihat kearah citra melihat.


" Bukan siapa-siapa kok mel" jawab citra.


" Kalian darimana tadi?" tanya citra mengalihkan pembicaraan.


" Dari cari makanan lah ra, sambil menunggu kekasih ku " jawab amel.


" Mana kekasih kamu mel? Sudah datang belum?" tanya citra sambil melihat sekeliling.


" Dia belum datang ra" jawab amel.


" Yang sabar ya mel, dia pasti datang" ucap citra.


" Kalian berdua sudah makan belum?" tanya citra.


" Sudah ra" jawab amel.


" Kok aku di tinggal sih" kata citra.


" Kan tadi kamu pergi ra" ucap amel.


" Hai!" sapa citra sambil melambaikan tangan saat melihat seseorang.


" Siapa ra?" tanya amel kepo.


" Kepo" kata citra.


" sini!" kata citra sambil melambaikan tangan.

__ADS_1


" Apa kabar?" tanya citra saat seseorang tersebut sudah di dekat mereka.


" Baik, kamu bagaimana kabar nya?" kata orang tersebut.


Amel yang penasaran pun langsung menoleh kearah belakang, dia pun terkejut saat melihat seseorang yang ada di belakang nya.


" Sayang! Kok kamu tidak bilang kalau kamu sudah datang!" ujar amel terkejut.


" Ra, kok kamu tidak bilang kalau kekasih ku sudah datang!" kata amel.


" Sorry! Aku kira dia sudah memberitahu kamu kalau dia sudah sampai" jawab citra.


" Dia siapa mel?" tanya rama.


" Aku kira dia itu kamu" lanjut rama.


" Ya ampun sayang! Jadi, kamu mengira citra itu adalah aku" jawab amel


" Citra! Jadi, dia sudah pulang!" batin rama.


" Dan dia benar-benar berbeda sekali, dia terlihat sangat cantik" batin rama.


" Jadi, dia citra?" rama terkejut mendengar jawaban amel.


" Iya kak, aku citra" kata citra membenarkan jawaban amel.


" Jangan bilang kalau kak rama lupa dengan aku?!" kata citra.


" Hehe, maaf ra aku pangling dengan kamu, soalnya sudah lama tidak bertemu" jawab rama sambil terus tersenyum malu.


" Kamu apa kabar ra?" tanya rama


" Alhamdulillah kabar aku baik kak" jawab citra sambil tersenyum.


" Alhamdulillah baik ra" jawab rama.


" Sudah berapa lama kita tidak bertemu ya ra?" tanya rama.


" Seperti nya kita tidak bertemu kurang lebih 2 tahun deh kak" jawab citra sambil mengingat berapa lama dia tidak bertemu dengan rama.


" Sudah lama juga ya ra" ujar rama.


" Iya kak" jawab citra.


" Sekarang kamu sudah mempunyai kekasih atau kamu masih sendiri ra?" tanya rama penasaran.


" Aku masih sendiri, memang kenapa kak?" jawab citra.


" Terus dia siapa kamu ra?" tanya rama penasaran.


" Oh dia, dia teman ku kak" jawab citra.


" Padahal aku ingin lebih dari sekedar teman ra" ucap samuel dalam hati.


Meskipun dia kecewa dengan apa yang di katakan oleh citra, tetapi dia tetap berusaha untuk tetap tersenyum.


" Kenalkan kak, dia namanya samuel dan sam kenalkan dia kak rama, kakak tingkat ku di kampus yang dulu" ucap citra memperkenalkan samuel kepada rama.


Samuel dan rama saling bersalaman.


" Kita duduk disana yuk! Capek tahu berdiri terus!" ucap citra.


" Ayo!" seru amel semangat.

__ADS_1


Mereka semua pergi untuk duduk di kursi yang tersedia untuk menyaksikan jalannya acara pernikahan devina.


Citra melihat bi sum pun langsung berkata kepada teman-teman nya " Aku pergi kesana sebentar ya"


" Kamu mau kemana ra?" tanya amel penasaran.


" Mau ke ibu sebentar mel" jawab citra.


" Oke ra" kata amel sambil mengangguk.


Citra langsung pergi menuju bi sum yang sedang memeriksa kondisi di lokasi acara pernikahan kakak nya.


Citra tersenyum jahil saat terlintas sebuah ide untuk menjahili bi sum.


" Permisi!" kata citra saat sudah di belakang bi sum.


" Iya ada apa non?" tanya bi sum tidak menyadari kalau yang berbicara dengan nya adalah citra.


" Saya mau tanya toilet ada dimana ya" jawab citra.


" Kalau toilet ada didalam non" kata bi sum.


" Bisa tolong antar saya kesana!" kata citra.


" Baik non, mari ikut saya" ujar bi sum.


Citra pun langsung mengikuti kemana bi sum pergi, dan saat sudah ada di dalam rumah citra berkata " Ibu".


Bi sum yang mendengar nya pun tidak berpikir jika yang memanggil nya adalah citra.


" Iya ada apa non?" tanya bi sum sambil menoleh.


" Pak ardi itu mempunyai anak berapa ya?" tanya citra.


" Beliau mempunyai dua orang anak non" jawab bi sum.


" Eem.. Tapi kenapa saya sejak tadi hanya melihat devina saja, anak satu nya ada dimana bu?" tanya citra.


" Itu karena, anak bungsunya pak ardi sedang tidak ada di rumah non" jawab bi sum.


" Tidak ada di rumah! Memang nya dia pergi kemana bu?" tanya citra.


" Saya juga tidak tahu non, dan saya juga sangat rindu dengan dia non" jawab bi sum dengan mata yang berkaca-kaca.


" Bu, saya lihat anda seperti nya sangat menyayangi anak bungsu dari pak ardi!?" ujar citra.


" Iya non, soalnya saya yang mengurus dia sejak kecil non" jawab bi sum.


Kini air mata bi sum sudah tidak bisa di bendung lagi, beliau pun menangis saat mengingat citra.


Citra tidak tega melihat ibu nya menangis, dia pun langsung memeluk bi sum dan berkata " Maafkan citra ya bu".


Bi sum yang mendapat pelukan mendadak dari orang di depan nya pun tertegun.


Setelah mendengar ucapan orang di depan nya mengatakan kalau dia ada citra pun langsung membalas pelukan hangat dari citra sambil menangis.


" Jadi, ini citra nya ibu?" tanya bi sum sambil melepaskan pelukannya.


Citra hanya menganggukkan kepala sambil berkata " Iya bu, ini aku"


Bi sum kembali memeluk citra dengan erat sambil menangis.


" Ibu kira kamu tidak akan pulang ra" kata bi sum sambil menangis sesenggukan.

__ADS_1


__ADS_2