Mendadak Menjadi Istri CEO

Mendadak Menjadi Istri CEO
Eps 25


__ADS_3

Saat vito sedang ngobrol dengan riko, tiba-tiba terdengar suara handphone vito berdering, vito segera melihat siapa yang menelepon nya.


" Mama" ucap vito saat mengetahui siapa yang menelepon dirinya


vito pun langsung mengangkat panggilan telepon dari mama nya.


Belum sempat vito bertanya kepada mama nya kenapa beliau menelepon, mama nya sudah terlebih dahulu bertanya kepada vito.


" Dimana menantu kesayangan mama?"


" Memang menantu kesayangan mama siapa?" tanya vito


" Memang menantu mama ada berapa?" tanya mama


" Menantu mama cuman satu" jawab vito


" Ya itu kamu tahu, kalau menantu mama cuman satu, terus kenapa masih tanya menantu kesayangan mama siapa?" ucap mama


" Jadi, maksud mama devina?" tanya vito


" Iya devina, menantu kesayangan mama" jawab mama


" Sekarang devina sedang ada dimana kenapa di rumah tidak ada?" tanya mama


" Atau dia ikut kamu ke kantor?" sambung mama


" Dia tidak ikut vito ke kantor, dia kata nya sedang ikut bakti sosial ma" jawab vito


" Bakti sosial dimana?" tanya mama


" Kata nya di desa terpencil ma" jawab vito


" Apa dia ikut bakti sosial karena ada acara pemotretan, istri kamu kan model?" ujar mama


" Vito tidak tahu ma, lagipula vito juga tidak tahu pekerjaan dia apa" ucap vito


" Jadi, kamu tidak tahu pekerjaan istri kamu itu apa?" tanya mama


" Tidak, vito juga tidak peduli pekerjaan dia apa" jawab vito


Karena geram dengan jawaban anaknya mama pun berteriak memanggil nama anaknya " Vito!!!!"


Vito yang sudah hafal dengan mama nya saat dia membuat sang mama marah atau kesal, dan sang mama baru mulai teriak memanggil nama nya, dengan cepat dia segera meletakkan handphone nya di atas meja.


Sang mama merasa sangat kesal dengan sikap anak semata wayangnya itu, apalagi saat beliau mengetahui bahwa vito masih memiliki kekasih walaupun dia sudah menikah.


Beliau pun langsung mengakhiri panggilan telepon dengan vito, dan beliau langsung menghubungi seseorang untuk terus mengawasi gerak-gerik anak nya itu.


Setelah selesai menghubungi orang suruhan nya, beliau langsung menghubungi orang tua devina, untuk mengetahui apakah benar kalau menantu nya itu sedang melakukan kegiatan bakti sosial seperti yang di katakan oleh vito.

__ADS_1


Setelah mendengar jawaban dari orang tua devina ( besan) itu sama dengan apa yang di katakan oleh vito sang mama berkata" tumben jawaban dia benar, biasa nya kalau di tanya pasti jawaban nya selalu asal-asalan"


" Atau dia sudah mulai bisa menerima devina sebagai istri nya" ucap mama


" Semoga devina bisa membuat vito melupakan pacar nya, yang hanya menginginkan kekayaan vito saja" pinta mama pada tuhan.


Setelah puas dengan jawaban orang tua devina, beliau pun melanjutkan kegiatan beliau di salon.


Disisi lain


Vito yang mengetahui panggilan telepon dari mama nya telah berakhir, vito pun melanjutkan pekerjaannya kembali.


Setelah selesai semua pekerjaan nya, dia menyerahkan berkas-berkas yang sudah dia periksa dan sudah dia tandatangani kepada Riko.


Kini jam menunjukkan pukul 18:00 wib, setelah semua pekerjaan selesai vito pun bersiap-siap untuk pulang.


Hari berganti dengan sangat cepat, sehingga tidak terasa waktu pertandingan sudah ada di depan mata.


Citra dan kawan-kawan sedang bersiap untuk pergi ke tempat pertandingan untuk bertanding.


Sesampainya di tempat pertandingan, mereka di kumpulkan terlebih dahulu oleh sang pelatih untuk memberikan arahan dan taktik sebelum mereka bertanding.


Setelah selesai memberikan arahan mereka semua berdo'a sebelum bertanding.


Disaat teman-teman nya bersiap untuk tanding, citra masih berdiri menunggu kedatangan orang tua nya.


" Citra!" panggil coach mike yang melihat citra sedang berdiri di depan pintu masuk


" Kamu sebentar lagi akan tanding, sebaiknya kamu bersiap dulu!" ujar coach mike


" Baik coach" ucap citra tapi mata nya masih memandang ke arah pintu masuk


" Coach yakin mereka pasti akan datang ra!" ucap coach mike


" Mereka tidak datang juga tidak apa-apa coach, kan biasanya juga saat aku bertanding papa dan mama tidak pernah datang" ucap citra sambil tersenyum


" Kamu yang sabar ya, coach yakin orang tua kamu sebenarnya bangga mempunyai anak seperti kamu, yang tidak pernah mengeluh, prestasi di sekolah juga bagus dan kamu jago dalam beladiri" ucap coach mike yang berusaha untuk menghibur citra


" Iya coach" ucap citra sambil tersenyum


" Kalau begitu, citra bersiap-siap dulu ya coach!" sambung citra


" Iya, kamu sebaiknya bersiap-siap dulu sebentar lagi giliran kamu" ujar coach mike


Setelah kepergian citra coach mike berkata" kasihan banget kamu ra, disaat semua orang tua peserta datang untuk melihat anaknya bertanding, tapi orang tua kamu tidak pernah datang"


" Seharusnya mereka bangga mempunyai anak seperti kamu ra, belum tentu orang tua yang hadir disini anak-anak nya menjadi juara" sambung coach mike


Coach mike pun kembali untuk melihat anak didik nya bertanding.

__ADS_1


Benar saja kata coach mike, kini giliran citra bertanding, sebelum masuk arena tanding coach mike berkata" kamu harus fokus, jangan memikirkan tentang orang tua kamu datang atau tidak, yang terpenting kamu bisa memenuhi syarat dari ayah kamu"


" Iya coach" ucap citra


Citra berjalan menuju arena tanding, dan dia mendengarkan perkataan dari sang pelatih untuk tidak memikirkan tentang orang tua nya datang atau tidak, yang terpenting dia bisa membuktikan bahwa dia bisa menjadi juara dan membawa pulang piala.


Selama pertandingan, citra hanya fokus untuk mengalahkan lawan dan mendapatkan nilai( poin) dari para juri.


Akhirnya babak penyisihan telah selesai, dan citra dinyatakan masuk semifinal.


Disaat citra baru saja meninggalkan arena tanding, vito dan pacar nya serta riko memasuki tempat pertandingan untuk menyaksikan teman dari pacar vito bertanding.


Vito langsung di ajak menemui teman dari pacarnya yang sedang berada di ruang istirahat, tapi saat akan masuk ruangan dia berpapasan dengan citra dan mata mereka sempat bertatapan, tetapi tiba-tiba....


" Eca!!!" sapa seseorang


Hal itu membuat vito dan citra memutus tatapan mata mereka.


" Maaf anda siapa ya?" tanya citra kepada seseorang yang tidak dia kenal


" Masa kamu tidak kenal aku?" tanya seseorang tersebut


" Maaf, tapi aku kenal siapa anda" jawab citra


" Maaf aku sudah ditunggu oleh pelatih, permisi" ucap citra sambil berjalan meninggalkan riko yang masih berdiri mematung mendengar jawaban dari citra


Pffttt ha...ha...ha...ha....ha


Tawa vito pecah saat citra bilang kalau dia tidak kenal dengan riko.


" Kamu kenapa sayang?" tanya angel saat melihat kekasihnya tertawa keras


Vito melihat sekeliling dan dia melihat orang-orang sedang memperhatikan dia.


Dengan cepat vito merubah mimik wajahnya dan berkata" aku baik-baik saja"


" Ayo, kata nya kamu mau bertemu teman kamu, dimana dia sekarang?" tanya vito untuk mengganti topik pembicaraan.


" Dia masih diruang ganti sayang, dan ternyata kita tidak bisa masuk sayang" jawab angel


" Yasudah, kita pergi ke bangku penonton saja, sambil menunggu teman kamu bertanding" ajak vito


" Yasudah deh, ayok sayang" ucap Angel


Mereka kembali ke bangku penonton, dan saat vito baru saja duduk, dia melihat ada seseorang yang dia kenal.


" Kenapa aku merasa orang itu kelihatan tidak asing lagi ya?" pikir vito


Saat vito hendak berdiri untuk melihat orang itu lebih dekat, tetapi tangan vito di pegang oleh angel sambil berkata" sayang kamu mau kemana?"

__ADS_1


" Tidak kemana-mana sayang" ucap vito


__ADS_2