Mendadak Menjadi Istri CEO

Mendadak Menjadi Istri CEO
Eps 161


__ADS_3

" Tadi juga dia tidak membiarkan kamu di bawa masuk oleh para perawat, dia sendiri yang menggendong kamu turun dari mobil dan membawa kamu sampai ke ruangan UGD ra" imbuh nya.


Mendengar hal itu membuat citra hanya mengangguk-anggukkan kepalanya.


" Bang ijinkan aku pulang ya, please!" kata citra dengan ekspresi memohon agar dia diijinkan untuk pulang.


" Tidak boleh!!" kata dokter ridwan tegas.


" Tidak harus pulang kok bang, pulang ke rumah abang juga tidak apa-apa! Yang penting aku tidak berada di rumah sakit bang!" ucap citra mencoba membujuk dokter ridwan.


Dokter ridwan langsung menggelengkan kepalanya sambil berkata " Kalau belum sembuh, kamu tidak boleh pulang!".


" Masa calon dokter tidak suka berada di rumah sakit! Bagaimana sih!!" imbuhnya mengingatkan citra tentang profesi yang akan citra lakukan setelah selesai kuliah.


" Tentu saja berbeda bang! Kalau dokter kan memang bekerja di rumah sakit, kalau aku yang sekarang sebagai pasien yang tidak bisa pergi kemana-mana bang! " kata citra


" Kan aku bosan, jika aku terus berada di rumah sakit selama beberapa hari bang!!"imbuh nya.


" Kalau kamu tidak suka menjadi pasien kenapa kamu melakukan hal yang membuat kamu menjadi seorang pasien ra?!" ujar dokter ridwan.


" Ya aku tadi nya tidak bermaksud untuk melukai tangan ku sendiri bang, tapi dasar manusia kutub menyebalkan! " jawab citra kesal.


" Karena ulah nya aku jadi melakukan hal yang merugikan diri sendiri!!" kesal citra.


" Memang sebenarnya apa yang di lakukan vito sehingga membuat kamu melakukan hal yang merugikan diri kamu sendiri ra?" tanya dokter ridwan penasaran.


" Dia itu mau memperkosa aku bang!" jawab citra.


Dokter ridwan terkejut mendengar jawaban citra, lalu beliau berkata " Apa!! Dia mau memperkosa kamu ra?!"


" Suara nya jangan keras-keras bang, ini di rumah sakit!!" kata citra mengingatkan.


" Oh iya! Maaf abang lupa!" ucap dokter ridwan sambil menutup mulutnya.


" Jadi, orang itu mau memperkosa kamu ra?" tanya dokter ridwan


Citra menganggukkan kepala nya lalu dia menjawab" Iya bang, maka nya aku memilih untuk melakukan hal itu bang".


" Tadi nya aku hanya mau mengancam orang itu agar dia menjauh, tapi malah orang itu tidak mau pergi ya terpaksa aku memotong tangan ku sendiri, dan aku tidak menyangka darah nya akan keluar banyak sehingga membuat aku lemas dan pingsan" ujar citra menceritakan awal mula kenapa dia bisa melakukan percobaan bunuh diri.


" Yasudah! Kamu tidak perlu memikirkan masalah itu lagi, yang penting sekarang kamu harus makan terus minum obat supaya cepat sembuh!" kata dokter ridwan.


Citra hanya menganggukkan kepalanya.


" Ayo buka mulut nya, aa!" ucap dokter ridwan sambil memegang sendok berisi makanan.


Citra pun membuka mulutnya.


" Ra, kamu sudah wisuda belum sih?" tanya dokter ridwan penasaran.

__ADS_1


" Kalau yang kedokteran nya sih sudah wisuda, tapi yang satunya lagi bulan ini wisuda" jawab citra sambil mengunyah makanan.


" Itu berarti sekarang kamu sudah menjadi ibu dokter dong ra" tanya dokter ridwan.


" Iya bang, alhamdulillah aku sudah bisa menuruti keinginan oma bang" jawab citra sambil tersenyum.


Saat dokter ridwan sedang menyuapi citra makan, tiba-tiba handphone citra berdering.


" Bang boleh minta tolong ambilkan handphone ku tidak!?" kata citra sambil menunjuk ke arah handphone nya.


Dokter ridwan pun mengambil handphone tersebut dan melihat nama orang yang sedang menelepon citra.


" Siapa yang menelepon bang?" tanya citra penasaran.


" Tidak tahu ra, ini seperti kode telepon luar negeri ra" jawab dokter ridwan.


Mendengar jawaban dari dokter ridwan, citra langsung mengetahui siapa yang sedang menelepon dirinya.


" Jangan-jangan itu dosen aku bang!" kata citra.


" Bisa jadi sih, yasudah ini handphone kamu" kata dokter ridwan sambil memberikan handphone yang di pegang kepada citra.


Citra langsung mengambil handphone nya dan melihat apakah benar itu telepon dari dosen nya atau bukan.


Setelah melihat siapa yang menelepon dirinya, citra langsung menerima panggilan telepon tersebut sembari makan.


Akhirnya citra pun mengakhiri sambungan telepon tersebut.


" Bang kata dosen ku, aku harus segera kembali ke London" kata citra sambil meletakkan handphone nya di samping nya.


" Untuk apa kamu di suruh kembali kesana terburu-buru ra?" tanya dokter ridwan penasaran.


" Ya darimana aku mengetahui nya bang, tadi saja dosen nya hanya berkata kalau aku secepatnya harus kembali ke London lagi bang" jawab citra sambil menggedikan bahu nya.


" Kamu tetap tidak bisa pulang sebelum luka di tangan kamu sembuh, titik!" kata dokter ridwan tegas.


" Tapi kalau ini menyangkut kuliah ku bagaimana?!" kata citra dengan ekspresi wajah sedih.


Dokter ridwan berpikir sejenak kemudian berkata " Begini saja, kalau luka di tangan dan kondisi kesehatan kamu memungkinkan untuk pulang, ya besok kamu bisa pulang!"


Wajah citra langsung terlihat senang saat mendengar kalau besok dia sudah bisa pulang.


" Terimakasih ya bang, terimakasih sekali. Aku berjanji aku akan menuruti perintah dari dokter ridwan!" ucap citra dalam tersenyum senang.


" Akhirnya, aku bisa menghindar dari manusia kutub itu" batin citra sambil terus tersenyum senang.


" Kamu kenapa ra, kelihatan nya senang sekali?!" tanya dokter ridwan penasaran.


" Iya aku senang karena aku tidak lagi di infus seperti sekarang bang" jawab citra bohong.

__ADS_1


" Oh iya ra, kamu tahu tidak? Tadi karena sangat panik dan khawatir karena kamu tidak bangun-bangun juga, aku tadi rencana nya mau pergi mencari seseorang yang pernah kamu ceritakan saat kita masih kecil" kata dokter ridwan.


" Maksud nya bang ridwan anak laki-laki waktu itu?" tanya citra.


" Iya ra" jawab dokter ridwan.


" Untuk apa bang ridwan mencari anak itu?" tanya citra penasaran.


" Ya siapa tahu, dengan ada nya anak laki-laki itu kamu bisa cepat bangun ra" jawab dokter ridwan.


" Memang bang ridwan sudah mengetahui dimana alamat anak laki-laki itu?" tanya citra dengan tatapan mata menyelidik.


Dokter ridwan hanya bisa menggelengkan kepala sambil menjawab " Belum tahu ra".


" Terus bang ridwan mau mencari anak laki-laki itu kemana?" tanya citra.


Dokter ridwan hanya bisa menggelengkan kepalanya, karena dia tidak mengetahui dimana alamat anak laki-laki itu.


" Hadeh!! Bagaimana sih bang! Belum mengetahui dimana alamat rumah anak itu, eh malah tadi bang ridwan mau mencari anak itu!" kata citra sambil menepuk dahi.


Dokter ridwan hanya tersenyum malu karena dia tidak mengetahui dimana alamat orang yang dia cari.


Saat citra dan dokter ridwan sedang duduk bersama vito masuk kedalam ruangan sambil membawa buah-buahan.


" Dokter ridwan juga ada disini!" kata vito sambil berjalan mendekati citra dan dokter ridwan.


" Kamu sudah makan ra?" tanya vito sambil meletakkan buah-buahan di atas meja samping citra.


" Sudah makan, tadi di suapin oleh bang ridwan" jawab citra.


" Syukurlah, kalau kamu sudah makan ra" ucap vito.


" Kamu sudah minum obat ra?" tanya vito


" Sudah" jawab citra singkat.


" Kamu mau makan buah tidak ra?" tanya vito.


" Memang buah nya apa saja?" tanya citra.


" Ada apel, jeruk, anggur " jawab vito


" Kamu mau makan buah apa ra?" tanya vito.


" Buah apel " jawab citra.


" Kamu tunggu dulu ya, aku kupas buah apel nya dulu ya!" ucap vito sambil mengambil buah apel.


" Manusia kutub mengupas apel untuk aku" batin citra sambil melihat vito yang sedang mengupas apel

__ADS_1


__ADS_2