
" APAA!!!" citra terkejut saat mendengar ucapan vito.
" Bisa anda ulangi sekali lagi apa yang baru saja anda katakan!" ucap citra meminta agar vito mengulangi apa yang sudah dia katakan tadi.
Vito menganggukkan kepalanya pertanda dia mau mengulangi apa yang sudah dia katakan tadi.
" Di lantai satu tepat nya di ruang tengah ada kakak kamu yang sedang melakukan hubungan suami-istri dengan suaminya" kata vito mengulangi apa yang sudah dia katakan tadi.
Citra hanya bisa geleng-geleng kepala, karena dia tidak bisa percaya dengan apa yang baru saja dia dengar.
" Bisa-bisanya mereka berdua melakukan hal seperti itu di ruang tengah! Seperti tidak ada kamar saja!" ucap citra kesal.
Melihat citra kesal vito berusaha untuk mencari solusi agar citra tidak kesal.
" Mungkin mereka mengira karena sudah tengah malam, jadi tidak akan ada orang yang akan melihat mereka, jadi mungkin mereka ingin melakukan hal seperti itu selain di kamar nya" ujar vito.
Mendengar hal itu membuat citra berpikir sejenak.
" Masuk akal juga sih yang di katakan oleh manusia kutub itu, mungkin mereka mengira karena sudah tengah malam jadi mereka bisa bebas melakukan hal seperti itu dimana saja" ucap citra dalam hati.
" Dan sialnya, mereka melakukan hal seperti itu disaat aku sedang mengambil air minum di dapur" ucap citra kesal dalam hati.
" Terus tengah malam kenapa tadi anda bisa berada di tempat itu!" tanya citra penasaran.
" Saya haus jadi, saya pergi ke dapur untuk mengambil air minum" jawab vito.
" Dan saat saya akan kembali ke kamar saya melihat kamu pergi ke dapur jadi, saya berhenti dan menunggu kamu karena saya khawatir kamu akan melihat kejadian di ruang tengah" ucap vito.
" Kamu sendiri tadi kenapa berada di dapur?" tanya vito dengan wajah datar.
" Ya aku haus juga, dan sialnya aku tadi sebelum tidur aku lupa tidak membawa air minum, maka nya aku pergi ke dapur untuk mengambil air minum" jawab citra.
" Dan sekarang aku malah terjebak di kamar ini bersama manusia kutub!" gumam citra.
" Kamu bicara apa tadi?" tanya vito yang merasa seperti mendengar citra bicara.
" Aku tidak bicara apapun kok" jawab citra.
" Terus aku harus bagaimana ya? Masa iya aku harus tidur satu kamar dengan manusia kutub ini!" ucap citra dalam hati.
" Ayo dong ra! Cepat cari cara agar kamu bisa keluar dari kamar ini tanpa harus melihat adegan panas yang ada di ruang tengah itu" ucap citra sambil memukul-mukul kepala nya pelan.
__ADS_1
Vito yang melihat citra memukul-mukul kepala nya pun langsung memegang tangan citra dan berkata " Stop! Kamu jangan menyakiti diri kamu sendiri!".
Citra terkejut dengan apa yang dilakukan oleh vito.
" Saya minta kamu jangan menyakiti diri kamu sendiri ya" ucap vito dengan nada pelan.
Citra pun hanya bisa mengangguk, karena dia masih tidak percaya dengan apa yang saat ini dia lihat.
Tetapi dia kembali tersadar.
" Sekarang bagaimana cara nya agar aku keluar dari kamar ini tanpa harus melewati ruang tengah?!" ucap citra dalam hati sambil memikirkan cara untuk pergi dari kamar itu.
Lalu citra melihat sekeliling ruangan kamar tersebut dan dia baru menyadari sesuatu.
" Ini kan kamar ku!" ucap citra sambil melihat sekeliling.
" Iya, ini memang kamar kamu yang berada di lantai dua" kata vito tanpa ekspresi.
" Terus kenapa sejak tadi anda tidak bilang kalau ini adalah kamar ku!?" kesal citra.
" Saya kira kamu sudah tahu kalau sekarang kini sedang berada di kamar kamu yang berada di lantai dua" ujar vito dengan ekspresi wajah datar.
Citra merasa sangat kesal dengan vito yang tidak memberitahu dirinya kalau sekarang mereka sedang berada di kamar nya.
Vito yang melihat citra pergi pun langsung bertanya " Kamu mau pergi kemana?".
" Mau mencari jalan keluar dari kamar ini!" jawab citra ketus.
" Mencari jalan keluar? Memang nya ada selain lewat pintu itu" gumam vito.
Kini citra sudah berada di sebuah lemari kecil, dia pun langsung menggeser lemari kecil tersebut dan saat lemari tersebut di geser terlihat ada sebuah pintu.
" Akhirnya aku bisa keluar dari kamar ini juga" ucap citra sambil tersenyum.
Dia pun langsung mencoba untuk membuka pintu tersebut, tapi sialnya pintu tersebut tidak bisa dibuka.
" Kenapa pintu nya tidak bisa di buka ya!?" ucap citra sambil masih berusaha untuk membuka pintu tersebut.
Vito yang melihat citra sedang kesulitan pun langsung berjalan mendekati citra sambil bertanya " Ada apa?"
" Pintu nya tidak bisa dibuka" jawab citra ketus.
__ADS_1
" Pintu?!" kata vito sambil raut wajah kebingungan mencari pintu yang dimaksud oleh citra.
" Iya pintu" jawab citra.
" Kalau kamu mau membuka pintu dan mencari jalan keluar kenapa kamu malah jongkok disitu?!" ujar vito penasaran.
Citra merasa semakin kesal dan geram dengan ucapan vito.
" Pintu yang aku maksud itu pintu ini! Bukan nya pintu yang itu!" kesal citra sambil menunjuk ke arah pintu masuk.
" Oh! Jadi, itu pintu!" ucap vito tanpa ekspresi.
" Hem!" jawab citra sambil terus mencoba untuk membuka pintu.
" Memang pintu itu menuju kemana?" tanya vito.
" Ke kamar ku yang ada di lantai satu" jawab citra ketus.
" Mungkin pintu nya memerlukan kata sandi untuk membuka nya atau mungkin pintu yang berbeda di kamar kamu yang di lantai satu itu masih terkunci" ujar vito.
" Oh iya! Kenapa aku bisa lupa, kan waktu aku pergi pintu nya memang aku kunci agar papa dan mama tidak mengetahui kalau kamar ku ini bisa terhubung dengan kamar ku yang ada di lantai satu" ucap citra baru mengingat sesuatu.
Citra terduduk lemas saat mengingat hal itu.
" Ya tuhan, sekarang bagaimana cara nya agar aku bisa keluar dari kamar ini!" ucap citra.
" Aku tidak mau satu ruangan dengan manusia kutub itu apabila setelah dia mengetahui semua nya, aku takut dia akan melampiaskan amarah nya kepada ku karena aku telah membohongi dirinya dengan berpura-pura menjadi kak devina dan menikah dengan nya" ucap citra dalam hati.
Saat citra sedang memikirkan cara untuk bisa keluar dari kamar, tiba-tiba....
Ah.. Ah.. Ah.
( maaf author tidak tahu bagaimana suara mendesah).
Citra terkejut saat mendengar suara seseorang dari kamar sebelah.
Baru saja citra akan membuka mulutnya untuk bicara, dengan cepat vito langsung menutup mulut citra menggunakan tangan nya sambil berkata " Sshhtt! Jangan bersuara! Saya tahu apa yang ingin kamu katakan" dengan nada lembut.
" Nanti setelah situasi nya aman kamu bisa pergi" ucap vito lirih bahkan terdengar suara sedang berbisik.
" Saya akan melepaskan tangan saya, tapi kamu harus janji kalau kamu tidak akan bersuara!" lanjut vito.
__ADS_1
Citra langsung menganggukkan kepalanya berkali-kali.