
Tapi saat vito akan mengambil handphone citra tiba-tiba.....
Kriiing...kriiing.....
Handphone citra berdering, dan di layar handphone nya tertera nama coach mike, kemudian citra berkata " sorry aku angkat telpon nya dulu"
Tanpa menunggu persetujuan dari vito, citra langsung mengangkat panggilan telepon dari coach mike.
Setelah beberapa saat, citra sudah selesai berbincang dengan pelatih nya lewat sambungan telepon, dia pun kembali lagi ke tempat semula, dan dia kembali memberikan handphone nya ke vito dan vito pun langsung mengambil handphone tersebut.
" Tadi telepon dari siapa ra?" tanya mama
" Dari coach mike ma" jawab citra
" Beliau tanya mau berangkat ke tempat pertandingan kapan, terus citra jawab citra mau ijin ke kampus dulu" jelas citra
" Terus kata pelatih kamu bagaimana ra?" tanya mama
" Kata pelatih citra, pelatih sudah minta ijin ke pihak kampus kalau citra mau ikut pertandingan ma, dan pihak kampus sudah memberikan ijin untuk citra ikut pertandingan" jawab citra
" Yang benar sayang, jadi pihak kampus sudah memberikan ijin untuk kamu ikut pertandingan" tanya mama yang belum percaya bahwa anaknya sudah mendapatkan ijin dari pihak kampus
" Iya, benar ma" jawab citra sambil mengangguk kan kepala
Mama pun langsung memeluk putri bungsu nya, citra pun membalas pelukan hangat dari sang mama sambil berkata" Citra masih ada satu lagi ma yang belum citra katakan"
" Apa itu sayang?" tanya mama sambil melepaskan pelukannya
" Kata pelatih, orang tua dari peserta tanding dapat tiket gratis untuk melihat anak nya berlaga ma" jawab citra dengan nada pelan
" Mama akan usahakan untuk datang ke pertandingan kamu sayang" ucap mama
" Benar ma?" tanya citra
Dan di jawab dengan anggukan kepala dan senyuman dari mama, pertanda bahwa sang mama berkata iya.
Sedangkan papa, hanya melihat anak dan istri nya yang sedang mengobrol dan sesekali beliau ikut tersenyum bahagia melihat anak bungsunya itu bahagia.
__ADS_1
Sedangkan vito, dia masih memeriksa handphone citra untuk melihat percakapan antara citra dan devina untuk mengetahui keberadaan devina saat ini.
Tapi setelah cukup lama vito mencari, ternyata vito tidak menemukan apa yang dia cari, dia pun mengembalikan handphone citra, citra menerima handphone tersebut dan dia langsung pergi meninggalkan ruang makan, tapi sebelum pergi citra berpamitan dengan orang tua nya" ma, pa citra pergi ke kamar dulu"
" Iya sayang" jawab mama
" Huh, semoga dia percaya dengan perkataan ku tadi, kalau tidak habis lah aku" batin citra sambil bernapas lega
Sesampainya di kamar, citra bersyukur karena vito tidak curiga dengan alasan yang dia buat tadi.
" Untung orang itu (vito) percaya dengan kebohongan yang aku buat, kalau tidak mungkin aku tidak bisa ikut pertandingan" ucap citra
" Tapi untungnya aku sudah buat rencana terlebih dulu, takut kalau-kalau si vito itu datang ke rumah terus mencari kak devina, kalau aku tadi tidak membuat rencana aku tidak bisa bayangkan apa yang akan terjadi, mungkin dia akan curiga, kalau papa sengaja menyembunyikan kak devina" ucap citra lagi sebelum dia pergi untuk bersiap pergi ke tempat latihan.
Setelah selesai, citra keluar kamar dan melihat vito masih ada di rumah nya, setelah berpamitan dengan orang tua nya citra langsung pergi.
25 menit perjalanan yang di tempuh citra untuk sampai di tempat latihan, sesampainya di tempat latihan citra langsung mencari sang pelatih untuk memberikan surat persetujuan dari orang tua.
" Assalamualaikum coach" ucap citra saat melihat pelatih nya
" Walaikumsalam, bagaimana apakah berhasil?" tanya caoch Mike
" Syukur deh, kalau papa kamu sudah setuju dengan persyaratan yang tercantum pada surat ini" ucap coach mike sambil menunjukan surat tersebut.
" Jadi, kita berangkat besok coach?" tanya citra
" Iya, kita berangkat ke tempat pertandingan besok pagi, untuk itu coach menyuruh kalian semua kesini untuk memberikan informasi tentang apa saja yang akan dibawa, jam berapa kita akan berangkat dan satu lagi kita tidak boleh menganggap lawan kita itu mudah untuk di hadapi dengan kata lain kita menganggap remeh lawan kita. mengerti!" ucap coach mike memberikan penjelasan kepada seluruh peserta tanding.
" Mengerti coach" jawab mereka kompak
Setelah mendengar penjelasan dari sang pelatih, mereka semua di suruh untuk pulang ke rumah masing-masing untuk melakukan persiapan sebelum berangkat ke tempat pertandingan besok pagi.
Sesampainya di rumah, citra melihat papa nya masih mengobrol dengan vito, tidak ingin mengganggu pembicaraan mereka, citra pun berjalan pelan agar tidak diketahui oleh papa nya, tapi rencana nya gagal karena sang papa sudah melihat anak nya pulang dan memanggilnya " citra kesini sebentar, ada yang papa mau bicarakan dengan kamu"
" Ada apa pa?" tanya citra sambil berjalan menuju papa nya.
" Duduk sini!" perintah papa
__ADS_1
Citra pun menuruti keinginan papa nya, dia duduk di samping vito
" Ada masalah apa pa?" tanya citra saat sudah duduk
" Begini ra, papa mau tanya kamu kuliah nya semester berapa? jawab papa
" Semester 5 pa" jawab citra
" Kalau tahun ini usia kamu berapa?" tanya papa
" Tahun ini umur citra 19 tahun pa, memang ada apa sih pa" jawab citra
" Tidak ada apa-apa, papa cuman mau tahu saja" jawab papa
Citra hanya mengangguk kan kepala
" Yasudah, citra mau ke kamar dulu papa, mau tidur" ucap citra
" iya " jawab papa
Citra langsung pergi ke kamar nya, sesampainya di kamar citra langsung mengemas barang yang akan dibawa.
Selesai mengemas barang citra langsung tidur, karena dia hari ini merasa sangat lelah.
01:10 wib malam citra merasa haus dan sial nya dia lupa membawa minum ke kamar, sehingga mau tidak mau dia harus pergi ke dapur.
Saat melewati ruang tengah, dia melihat ada seseorang yang sedang tertidur pulas, karena penasaran citra pun mendekati orang tersebut, dan betapa terkejutnya citra saat dia mengetahui orang yang sedang tertidur pulas di sofa yaitu vito.
" Kenapa dia tidur di sini, bukannya tidur di kamar kak devina malah tidur disini" pikir citra
" Sesuka hati dia saja lah, mau tidur dimana apa urusan ku" ujar citra sambil berjalan menuju dapur untuk mengambil air minum.
Setelah mengambil air minum, citra kembali ke kamar nya, sesampainya di kamar citra memilih tidur lagi karena dia masih mengantuk.
Sudah 15 menit berlalu, citra mencoba untuk memejamkan mata nya kembali, tetapi dia tidak bisa tidur, dia juga sudah mengganti posisi tidur nya dengan harapan dengan mengganti posisi tidur dia bisa tidur pulas nya kembali.
Karena kesal tidak bisa tidur, akhirnya citra bangun dan duduk bersandar pada kepala ranjang.
__ADS_1
Citra bingung apa yang akan dia lakukan untuk membuat nya merasa kantuk lagi, saat dia sedang memikirkan cara untuk membuat nya merasa kantuk, tiba-tiba dia teringat dengan vito yang tidur tidak menggunakan selimut padahal kalau malam dingin.