
Ibu panti yang melihat citra yang sedang duduk di samping jenazah oma pun merasa sedih dan tidak tega, karena beliau tahu betapa dekat nya citra dengan sang oma, lalu beliau pun mencoba mendekati citra.
" Citra!" panggil ibu panti saat beliau sudah berada di dekat citra
" Eh, ibu" kata citra terkejut
" Ibu turut berduka cita atas kepergian oma" ucap ibu panti
" Terimakasih ya bu" ucap citra sambil berusaha untuk tersenyum
" Kamu yang tabah ya ra, ikhlaskan kepergian oma sekarang oma sudah tidak merasakan sakit lagi ra" ucap ibu panti
Citra hanya menganggukkan kepalanya
" Ibu juga mau minta maaf ya ra, karena ibu tidak memberitahu kamu tentang penyakit oma, ibu mengira oma sudah memberitahu kamu tentang penyakit beliau, maka nya ibu tidak memberitahu tahu ra" kata ibu panti
" Citra juga mewakili oma mau meminta maaf kalau selama oma berada di panti sering merepotkan karena ibu dan perawat yang lain" ucap citra
" Citra juga mau mengucapkan banyak terimakasih kepada ibu panti karena selama oma di panti ibu, aku selalu merepotkan ibu dan perawat yang lain untuk menjaga dan merawat oma" lanjut citra
" Ra, ibu sudah menganggap semua oma dan kakek yang ada di panti itu seperti orang tua ibu sendiri jadi, kamu jangan bicara seperti itu" ucap ibu
Lagi-lagi citra hanya menganggukkan kepalanya, hal itu membuat ibu panti merasa tidak tega.
" Ra, kita duduk disana yuk!" ajak ibu panti
" Citra disini saja bu, menemani oma" tolak citra
" Yasudah, kalau begitu ibu kesana dulu ya!" ucap ibu panti sambil meneteskan air mata
" Iya bu" ucap citra tanpa melihat kearah lawan bicara nya
" Oma lihat kan, semua orang menangis karena kepergian oma, tapi eca tidak menangis karena eca sudah janji dengan oma, kalau eca akan selalu tersenyum " ucap citra
Ibu panti yang mendengar nya pun tidak kuasa menahan tangis, beliau pun langsung pergi meninggalkan citra.
Amel dan ibu panti gagal membujuk citra, kini giliran mama dan papa nya citra yang mencoba untuk membujuk citra.
" Citra sayang" panggil mama sambil menepuk bahu citra
" Papa! Mama!" kata citra terkejut melihat papa dan mama nya sudah ada di belakang nya
" Ada apa pa, ma?" tanya citra
" Ada sesuatu yang ingin mama tanyakan sama kamu" jawab mama
" Soal apa ma?" tanya citra
" Lebih baik kita kesana dulu yuk!" ajak mama
" Memang tidak bisa bicara nya disini?" tanya citra
" Tidak bisa sayang, disini kan banyak orang" jawab mama
" Ngobrol nya nanti saja ya ma, soalnya citra mau di dekat oma sebelum oma di makamkan" ujar citra
Sang mama merasa tidak tega melihat anaknya sedih, meskipun citra terlihat tegar tapi, dalam hati nya pasti hancur karena kepergian sang oma.
Lalu beliau pun langsung memeluk citra.
" Ra, mama tahu kamu pasti sangat sedih karena kepergian oma, disini masih ada papa, mama, devina dan juga teman-teman kamu, yang sayang sama kamu" ucap mama
" Citra tidak sedih kok ma, mama lihat kan dari tadi aku tidak menangis" ucap citra dengan suara yang terdengar seperti sedang menahan tangis
Sang papa melihat ada seseorang yang sudah tidak asing lagi bagi beliau, lalu beliau pun menghampiri seseorang itu.
" Apa kabar om?" tanya seseorang tersebut
" Aku turut berduka cita atas meninggalnya oma ya om" lanjut seseorang tersebut
" Terimakasih karena sudah mau datang kesini, bukan nya kamu ada di luar kota ya?!" kata papa
" Iya om, saat aku dapat kabar kalau oma meninggal aku langsung datang kesini om" jawab seseorang tersebut
" Eca ada dimana ya om?" tanya seseorang tersebut
" Eca ada disana" jawab papa sambil menunjuk ke arah citra berada
" Farel, om minta tolong sama kamu untuk membujuk eca" kata papa meminta bantuan
__ADS_1
Ya, seseorang itu adalah farel, teman masa kecil citra karena usia farel lebih tua dari citra, saat kecil mereka sering bermain bersama, karena rumah oma nya citra dulu bertetangga dengan orang tua farel sebelum orang tua farel memutuskan untuk pindah ke luar kota.
Farel mengikuti kemana arah telunjuk papa nya citra menunjuk, kini farel sudah menemukan seseorang yang dia cari.
" Farel, om minta tolong sama kamu ya!" ucap papa
" Farel akan mencoba nya om" ucap farel
Farel berjalan mendekati citra dan mama nya, ketika sampai di samping mama veronica farel menepuk bahu beliau sambil berkata " Assalamualaikum tante"
" Walaikumsalam" jawab mama sambil menoleh kearah samping untuk melihat siapa yang menepuk bahu nya
" Farel!" kata mama terkejut melihat farel ada disampingnya
" Tante, boleh tidak farel ngobrol dengan eca!" ijin farel
" Iya boleh, silahkan!" jawab mama
" Sekalian tante juga minta tolong sama kamu, tolong bujuk citra ya" ucap mama
" Iya tante, farel akan mencoba untuk membujuk eca" jawab farel
Mama veronica menggeser posisi nya agar farel bisa lebih dekat dengan citra.
" Ca! Eca!" panggil farel sambil mengusap kepala citra
Citra yang merasa kepala nya di usap oleh seseorang langsung menoleh untuk melihat siapa yang sudah mengusap kepala nya.
Citra terkejut saat melihat seseorang yang ada di samping nya, lalu dia berkata " Farel!!"
Farel langsung tersenyum sambil memberikan isyarat kalau citra boleh memeluk nya.
Citra pun langsung memeluk farel dengan erat dan berkata " Farel, oma sudah pergi meninggalkan aku rel"
Tangis citra pecah saat berada di pelukan farel.
" Ca, kita pindah saja yuk!" ucap farel pelan
Citra hanya menggelengkan kepalanya
" Memang kamu tidak malu ca, disini banyak banget orang loh!" bisik farel
" Yasudah, ayo kita pindah!" bisik citra
Farel tersenyum senang, akhirnya dia bisa membujuk citra.
Farel juga memberi kode kepada papa dan mama nya citra kalau dia berhasil membujuk citra.
Orang tua citra dan semua orang yang ada disana ikut senang akhirnya ada yang bisa membujuk citra.
Mereka berdua langsung pergi ke tempat yang tidak begitu banyak orang.
Saat sampai di tempat yang tidak banyak orang farel berkata " Kalau kamu mau menangis bahu aku selalu siap untuk jadi sandaran buat kamu"
Citra memilih memeluk farel, daripada menangis di bahu farel.
" Farel, dokter ridwan jahat banget sama aku!" ucap citra disela tangis nya
" Jahat kenapa ca?" tanya farel bingung
" Dia tahu tentang penyakit oma tapi, dia tidak memberitahu aku rel" jawab citra sambil menangis
" Memang oma sakit apa ca?" tanya farel sambil membalas pelukan citra
" Oma sakit kanker darah" jawab citra sesenggukan
" Kanker darah?!" ucap farel terkejut dengan jawaban citra
" Iya rel" jawab citra sambil menganggukkan kepalanya
" Sejak kapan ca?" tanya farel sambil melepaskan pelukannya
" Kata nya sejak aku masih sekolah menengah atas rel" jawab citra sesenggukan
" Kamu yang sabar ya ca, sekarang aku ada disini jadi, kamu bisa berbagi kesedihan kamu dengan aku, jangan di pendam sendiri. Oke!" ucap farel sambil mengusap air mata di pipi citra
Citra menganggukkan kepala sambil berkata " Iya rel"
" Sekarang, kamu hapus air mata kamu karena sebentar lagi oma akan di antar ke tempat peristirahatan terakhir" ucap farel
__ADS_1
Citra pun menghentikan tangisnya
" Tuh kan, baju ku jadi kotor gara-gara terkena ingus kamu!" kata farel
" Mana? tidak ada kok" ucap citra sambil mengecek baju milik farel yang dia bilang terkena ingus nya
" Jangan-jangan kamu bohong ya!" lanjut citra
Hahahaha...
" Tuh kan! Kamu bohong!" kesal citra sambil memukul tangan farel pelan
" Aduh! Sakit! " ucap farel mengaduh kesakitan
" Syukurin!" ucap citra sambil tersenyum manis
Dari kejauhan terlihat seseorang yang sedang melihat kearah mereka berdua dengan raut wajah kesal.
" Memang benar sih, kalau ibu-ibu tadi tidak bilang aku ganteng tapi kan ibu-ibu tadi bilang kalau kita mirip Romeo and Juliet, itu berarti kan aku ganteng dan kamu cantik ca" ucap farel
" Terus, ibu-ibu itu juga bilang kalau kita cocok jadi suami istri ca" lanjut farel
Vito yang sedang minum tersedak saat mendengar ucapan farel
Uhuk..... Uhuk
" Kamu kenapa vit?" tanya dokter raka
Vito hanya menggelengkan kepala
" Mel, bang ridwan mana?" tanya citra sambil celingukan mencari keberadaan dokter ridwan
" Dokter ridwan? Bukan nya kamu bilang kalau kamu mau ketemu sama dokter ridwan ya ra!" ujar amel
" Oh iya! Kok aku bisa lupa sih!" ucap citra sambil menepuk dahi
" Huh, kebiasaan kamu ca!" mendengus farel
" Yasudah, aku pergi dulu ya rel!" kata citra
" Tunggu ca!" cegah farel sambil memegang tangan citra
" Ada apa rel?" tanya citra
" Kamu mau pergi kemana ca?" tanya farel
" Mau ketemu bang ridwan farel" jawab citra
" Ini kan sudah mau hujan ca, nanti kamu bisa sakit ca" ucap farel
" Tapi aku harus tetap pergi rel, karena aku yang membuat janji sama dia" Keukeh citra
Huft!...
Farel hanya menghela napas panjang sebelum berkata
" Yasudah, hati-hati ca!"
" Terimakasih rel" ucap citra sambil memeluk farel
" Tapi, kamu harus ingat jangan sampai kamu sakit. Oke!" pesan farel
" Oke! Siap!" ucap citra sambil melepaskan pelukannya
" Assalamualaikum" ucap citra sambil pergi menemui dokter ridwan
Baru saja citra melangkahkan kakinya beberapa langkah, farel sudah berkata " Tunggu ca!"
Citra pun menghentikan langkahnya tanpa menoleh kearah belakang dan bertanya " Ada apa sih rel?"
" Kaki kamu kenapa ca?" tanya farel sambil berjalan mendekati citra
" Pasti kamu tadi naik motor nya kebut-kebutan kan ca?!" lanjut citra
" Tidak kok rel!" elak citra
" Kamu pasti bohong ca!" tebak farel
Citra hanya cengengesan karena dia tidak bisa berbohong kepada farel.
__ADS_1