
Semakin lama, jarak wajah mereka berdua semakin dekat, dengan perlahan vito menutup matanya dan...
Kring.. Kring... Kring...
Handphone vito berdering.
" Sial!! Mengganggu saja!!" kesal vito dalam hati.
Tetapi vito tidak menghiraukan handphone nya yang terus berdering, vito masih ingin mencium istrinya.
Citra yang mendengar handphone vito terus berdering pun langsung berkata " Itu handphone nya berdering mas"
Dengan kesal, vito langsung kembali ke posisi semula dan mengambil handphone nya.
" Riko!!" batin vito saat melihat nama sahabat nya itu tertera di layar handphone nya.
Vito pun langsung berjalan keluar dari ruangan itu.
Saat vito keluar dari ruangan itu citra berkata " Untung handphone nya berdering, kalau tidak..."
" Dia hanya mendekatkan wajahnya saja, jantung ku sudah berdegup kencang sekali, apalagi kalau sampai dia benar-benar mencium ku" ujar citra.
" Tidak bisa di biarkan ini! Dahulu saat aku berpura-pura menjadi kakak jantung ku berdegup nya tidak sekencang ini, tapi kenapa sekarang berdegup nya sangat kencang!?" pikir citra.
" Apa karena aku sudah mengetahui jika dia adalah orang yang aku tunggu sejak dulu!" imbuhnya.
" Ya, bisa jadi sih!" kata citra sambil mengangguk-anggukkan kepala.
Citra pun kembali menghabiskan makanan nya.
Sesampainya di luar ruangan itu, vito baru menerima panggilan telepon dari sahabat nya itu.
......* mode telepon on *......
" Ada apa?" tanya vito dingin.
" Itu bos, maaf sebelumnya karena malam-malam mengganggu" ucap riko.
" Hem!" jawab vito singkat.
" Ada klien yang ingin bertemu dengan anda bos" ucap riko dengan hati-hati.
" Saya kan sudah bilang jika selama beberapa hari ini kamu yang mengurus semua pekerjaan di kantor" kata vito dingin.
" Iya, saya tahu bos" jawab riko.
" Kalau sudah tahu, kenapa masih menghubungi saya malam-malam begini?" tanya vito dingin.
" Itu karena..."
__ADS_1
Belum juga riko menjawab pertanyaan dari dirinya, vito langsung berkata " Saya tidak membutuhkan alasan apapun dari kamu!!".
Mendengar itu riko langsung tidak berani berkata-kata apapun lagi.
" Kalau kamu tidak bisa mengurus semua pekerjaan di kantor, lebih baik kamu saya berangkatkan ke afrika untuk mengurus pekerjaan yang ada disana!!" ujar vito tegas.
Setelah mengatakan itu vito langsung memutuskan sambungan telepon secara sepihak.
...* mode telepon off *...
" Dasar pengganggu!!" kesal vito.
" Gara-gara riko, semua nya gagal!!" gerutu vito.
" Niatnya mau bermesraan dengan citra eh, malah diganggu!!" kesal vito.
Saat vito akan kembali ke ruangan yang tadi, dia melihat citra sudah berada di kamar dan sudah tertidur.
Dengan perlahan vito berjalan mendekati citra yang sedang tertidur di atas tempat tidur.
" Baru saja menikah eh, malah harus berpuasa! Nasib, nasib " ucap vito pelan sambil mengacak-acak rambutnya.
" Huh!! Sabar vit, sebentar lagi kamu sudah bisa meminta hak kamu sebagai seorang suami" ucap vito pelan sambil mengusap lembut pipi citra.
" Yang terpenting sekarang kan citra sudah sah menjadi istri kamu" imbuh vito memberikan semangat kepada dirinya sendiri untuk bersabar menanti.
Karena istri nya sudah tidur, dia pun memutuskan untuk ikut tidur juga karena sudah larut malam.
Cup!
Dengan perlahan vito mencium kening citra.
Setelah mencium kening sang istri, vito berdiri dan langsung berjalan ke sisi lain tempat tidur tersebut untuk ikut tidur bersama sang istri.
Dengan perlahan vito merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur agar sang istri tercinta tidak terbangun karena ulah nya.
Vito dengan perlahan memeluk tubuh citra dari belakang, tidak lama vito langsung pergi ke alam mimpi.
Setelah vito tertidur pulas, citra membalikkan badannya menghadap vito sambil berkata " Maaf ya mas, aku belum bisa memenuhi kewajiban ku sebagai seorang istri"
Sebenarnya citra sudah terbangun saat vito berteriak kesal setelah mengakhiri sambungan telepon dengan riko.
Tetapi citra tetap berpura-pura tidur agar vito tidak malu karena dirinya melihat vito kesal karena ulah riko.
" Terimakasih ya mas karena sudah mau menunggu dan bersabar " ucap citra lirih sambil mengusap wajah sang suami.
Setelah mengucapkan itu, citra langsung pergi sambil memeluk vito.
Sinar matahari pagi menyapa sepasang pengantin baru melalui sela-sela jendela yang tidak tertutup tirai yang masih betah dengan kasur mereka.
__ADS_1
Vito mulai terganggu dengan sinar matahari yang masuk ke kamar nya sehingga membuat dia terbangun dari tidurnya.
Saat membuka mata vito langsung tersenyum bahagia karena, saat dia terbangun dari tidurnya orang yang pertama kali dia lihat adalah citra yang kini telah resmi menjadi istri nya.
" Cantik" ucap vito sambil teri memandangi wajah citra.
" Terimakasih tuhan, karena engkau telah mengabulkan doa hamba. Akhirnya citra kini sudah resmi menjadi istri hamba" ucap vito dalam hati.
" Kamu tahu tidak ra, aku itu sangat bahagia akhirnya aku bisa menikah dengan kamu ra" ucap vito lirih sambil menyentuh pipi citra.
Citra pun terbangun dari tidurnya saat dia merasakan ada sesuatu yang menyentuh pipinya.
Citra mengerjapkan mata berkali-kali untuk menyesuaikan cahaya yang masuk ke dalam retina mata nya.
" Mas vito" ucap citra saat terbangun dari tidurnya.
" Maaf ra, gara-gara tadi aku menyentuh pipi kamu, kamu jadi terbangun" ucap vito dengan ekspresi menyesal.
Citra menggelengkan kepalanya sambil berkata " Bukan karena itu, tapi karena ini memang sudah waktunya untuk bangun mas".
" Coba saja tadi aku tidak menyentuh pipi kamu, pasti sekarang kamu masih tidur nyenyak tanpa terganggu" ujar vito masih tetap menyalahkan dirinya sendiri.
" Mas vito tidak boleh menyalahkan diri sendiri, karena ini memang bukan salah nya mas vito" ucap citra sambil menyentuh pipi vito.
" Mas vito mau mandi sekarang?" tanya citra.
Vito langsung menggelengkan kepalanya.
" Boleh tidak ra, kalau kita tidur sebentar lagi, lagipula ini juga sepi belum ada yang bangun" pinta vito.
Citra menjawab nya dengan anggukan kepala sambil tersenyum.
" Boleh tidak aku memeluk kamu ra?" ucap vito meminta ijin untuk memeluk sang istri.
" Iya mas, boleh" jawab citra sambil tersenyum.
Saat mendengar jawaban citra yang mengijinkan dia memeluk citra, dia langsung memeluk tubuh citra.
Citra yang mendapat pelukan hangat dari sang suami pun dengan ragu membalas pelukan hangat dari sang suami.
" Kamu tahu tidak ra, aku itu sangat bahagia sekali?!" ujar vito.
" Mas vito bahagia karena apa?" tanya citra bingung.
" Aku bahagia karena akhirnya aku bisa menikah dengan kamu ra" jawab vito sambil memeluk citra.
Citra hanya tersenyum mendengar jawaban sang suami.
" Aku juga senang mas, karena aku bisa bertemu dengan kamu setelah kita terpisah jarak dan waktu selama bertahun-tahun" ucap citra dalam hati.
__ADS_1
30 menit berlalu dan mereka masih berpelukan.
" Aduh! Mana aku ingin pergi ke kamar mandi lagi!?" kata citra dalam hati.