Mendadak Menjadi Istri CEO

Mendadak Menjadi Istri CEO
Eps 168


__ADS_3

" Anda yakin, jika citra ada di bandara ?!" kata vito


" Iya saya yakin!!" jawab dokter ridwan dengan penuh percaya diri.


Mendengar itu, vito langsung pergi menuju bandara untuk menyusul citra.


Satu jam perjalanan yang harus di tempuh oleh vito untuk sampai di bandara.


Sesampainya di bandara vito langsung memarkirkan mobilnya, vito turun dari mobil dan langsung masuk kedalam bandara untuk mencari keberadaan citra.


Vito sudah mencari citra kemana-mana tapi dia belum bisa menemukan keberadaan citra. Dia mengambil handphone nya untuk menghubungi seseorang.


...* Mode telepon *...


" Kamu dimana sekarang?" tanya vito kepada seseorang di seberang sana.


" Saya sedang menjalankan tugas dari anda pak" jawab seseorang tersebut.


" Sekarang dia ada dimana?" tanya vito dingin.


" Non citra sekarang baru saja keluar dari toilet pak, dan saat ini sedang menuju ke ruang tunggu pak" jawab seseorang tersebut.


" Alhamdulillah, dia belum jadi berangkat" ucap vito dalam hati.


Vito merasa lega karena citra masih belum berangkat ke London.


" Yasudah! Kamu awasi terus kemana citra pergi!" perintah vito.


" Baik pak!" jawab seseorang tersebut.


" Sekarang anda masih berada di jalan atau sudah sampai di bandara pak?" tanya seseorang tersebut.


" Saya sudah sampai di bandara, saya sekarang sedang menuju ke ruang tunggu" jawab vito.


Setelah mengucapkan itu, vito langsung mematikan panggilan telepon nya secara sepihak.


Disisi lain


Citra sedang berjalan menuju ruang tunggu, sesampainya di ruang tunggu dia langsung duduk di kursi sambil memainkan ponselnya untuk mengusir rasa bosan saat menunggu pesawat nya berangkat.


Saat sedang memainkan ponselnya, tiba-tiba citra teringat sesuatu.


" Oh iya! Kemarin aku kan belum jadi memeriksa apakah liontin itu masih ada di tempat yang sama atau tidak!" ucap citra dalam hati.


" Kalau misalkan aku sekarang pergi ke rumah pohon untuk memastikan apakah liontin itu masih ada atau tidak, yang ada nanti aku ketinggalan pesawat lagi" ucap citra dalam hati.


" Sudah lah! Besok saja kalau semua urusan ku sudah selesai semua, baru aku cek kesana" ujar citra dalam hati.


Saat citra sedang sibuk dengan pemikiran nya sendiri, tiba-tiba..


" Kenapa kamu pergi tanpa berpamitan terlebih dahulu kepada saya" ucap seseorang didepan nya.


Mendengar suara seseorang di depan nya, citra merasa seperti mengenal suara orang tersebut.


" Kenapa suara nya mirip manusia kutub ya!" batin citra.


" Tapi tidak mungkin manusia kutub itu datang kesini" pikir citra.


" Mungkin saja manusia kutub saat ini sedang berkumpul dengan istri dan anak, karena tadi malam dia tidak pulang karena menjaga aku di rumah sakit" ucap citra dalam hati.


" Tapi kenapa aku merasa sedih ya, hanya karena aku tidak bisa mengucapkan selamat tinggal secara langsung dengan dia" gumam citra.

__ADS_1


" Kenapa kamu diam saja dan tidak menjawab pertanyaan dari saya?!" kata seseorang tersebut.


Citra masih tidak memperdulikan orang di depan nya.


Melihat citra diam saja membuat orang tersebut khawatir, lalu dia berkata " Hei! Kenapa kamu diam saja?!" sambil melambaikan tangan nya di depan wajah citra.


Hal itu membuat citra terkejut, dia pun langsung mendongakkan kepalanya.


" Manusia kutub!!" citra terkejut saat melihat seseorang di depan nya.


Betapa terkejutnya citra saat orang yang dia pikirkan ada di depan nya.


" Manusia kutub??" kata seseorang didepan nya


Mendengar ucapan orang di depan nya membuat citra langsung tersadar.


" Maaf, saya salah orang saya kira anda adalah seseorang yang saya kenal" ucap citra merasa bersalah karena sudah salah mengenali orang.


" Dia tidak mengenali aku" ucap seseorang tersebut.


Ya, orang tersebut adalah vito.


" Iya tidak apa-apa" jawab vito sambil tersenyum.


mendengar jawaban dari vito, citra langsung menoleh ke arah samping.


" Dasar! Mulut! Untung orang nya sangat baik, kalau tidak mungkin orang itu sudah marah-marah dengan ku karena aku mengatai dirinya manusia kutub" gumam citra sambil memukul-mukul pelan bibir nya.


" Lain kali kalau mau ngomong lihat-lihat siapa orang yang kamu ajak bicara ra, supaya tidak terulang kembali kejadian seperti ini!!" ucap citra dalam hati memarahi dirinya sendiri agar tidak salah bicara lagi.


Melihat citra memukul-mukul bibir nya, vito memegang tangan citra.


" Kamu kenapa? Kenapa bibir nya di pukul-pukul?!" tanya vito.


" Maaf, tolong lepaskan tanganku!" ucap citra.


Mendengar itu, vito melepaskan genggaman tangan nya.


Vito langsung duduk di samping citra.


" Maaf, anda sedang menunggu juga pak?" tanya citra basa-basi.


" Tidak! saya sedang mencari seseorang" jawab vito.


Citra hanya mengangguk-anggukkan kepalanya.


" Seseorang itu istri anda ya pak?!" ucap citra.


" Bukan istri saya, tapi..." jawab vito tidak melanjutkan jawaban nya.


" Kekasih anda ya" tebak citra.


Vito hanya menggelengkan kepalanya.


" Apa aku beritahu sekarang saja ya, kalau sebenarnya aku itu vito" ucap vito dalam hati.


" Citra, sebenarnya saya adalah vit.. to" ucap vito sambil menoleh ke arah citra.


Betapa terkejut nya vito saat melihat citra sudah tidak ada di samping nya.


" Loh!! Kemana pergi nya citra??" ucap vito sambil melihat sekeliling nya.

__ADS_1


Vito mulai panik saat citra tidak ada di samping nya, dia pun langsung pergi mencari citra.


" Kamu pergi kemana ra? Aku tidak akan membiarkan kamu pergi dari sisi ku lagi!" kata vito sambil terus mencari.


Dari kejauhan dia melihat seseorang yang sedang dia cari, vito pun langsung menghampiri orang tersebut.


" Kamu kenapa ra?" tanya vito saat sudah sampai di depan citra.


Karena tidak mendapat jawaban dari citra, vito pun ikut duduk di depan citra, dia terkejut saat melihat citra menangis.


" Citra kamu kenapa menangis?" tanya vito khawatir.


Citra yang mendengar nama nya di sebut, citra pun melihat kearah orang di depan nya.


Citra mengusap air matanya, dan bertanya " Kenapa anda tahu nama saya?".


" Tentu saja saya tahu, karena sebenarnya saya adalah vito" jawab vito.


Citra terkejut saat mendengar jawaban orang di depan nya yang mengatakan dirinya adalah vito.


" Nama anda vito?!" ucap citra terkejut.


" Iya ra, nama saya vito si manusia kutub" jawab vito sambil tersenyum.


Mendengar itu, citra langsung memeluk vito tanpa meminta ijin terlebih dahulu.


Vito yang mendapat pelukan mendadak dari citra pun terkejut dan langsung membalas pelukan citra.


Setelah citra sudah cukup tenang, vito baru bertanya kepada citra " Sebenarnya kamu kenapa ra, kenapa kamu menangis di pojokan?".


" Hiks.. Hiks... Ternyata pesawat ke London untuk hari ini sudah berangkat semua" jawab citra sambil menangis.


" Padahal aku hari harus berangkat ke London untuk bertemu dengan dosen, tapi malah ketinggalan pesawat" kata citra masih sambil memeluk vito.


Mendengar jawaban citra membuat vito merasa sangat bersalah karena dia citra ketinggalan pesawat.


" Jadi, dia pergi dari rumah sakit itu karena dia mau pergi menemui dosen nya, bukan nya untuk pergi meninggalkan aku" ucap vito dalam hati.


" Maafkan saya ya ra, karena saya kamu jadi ketinggalan pesawat" ucap vito menyesal.


Citra terkejut mendengar vito meminta maaf kepada dirinya, dan langsung melepaskan pelukannya.


" Kenapa meminta maaf, memang nya kamu salah apa?" tanya citra penasaran.


" Saya yang sudah menyuruh seseorang untuk menahan kamu agar kamu tidak bisa pergi ra" jawab vito sambil menunduk.


Citra sangat terkejut mendengar jawaban vito.


" Kenapa kamu melakukan itu? Kalau aku tidak bisa menemui dosen ku dalam waktu 3 jam lagi aku tidak bisa lulus!" ucap citra marah.


Vito yang melihat citra marah langsung berkata " Sebagai permintaan maaf saya, saya akan mengantar kamu ke London dengan jet pribadi"


" Kamu mau kan ra?!" ucap vito dengan ekspresi penuh penyesalan.


Citra hanya diam, hal itu membuat vito merasa sangat bersalah.


" Please! Kamu mau ya, saya janji saya tidak akan berbuat macam-macam kepada kamu!" ucap vito sambil mengangkat tangan nya membentuk huruf V.


Citra yang melihat ketulusan vito ingin menebus kesalahannya, citra pun menganggukkan kepalanya pelan.


Melihat citra menganggukkan kepalanya membuat vito merasa sangat senang, dia pun langsung mengajak citra pergi menuju helikopter pribadi nya.

__ADS_1


Awalnya vito mau memeluk citra, tetapi dia takut citra akan marah kepada nya.


__ADS_2