Mendadak Menjadi Istri CEO

Mendadak Menjadi Istri CEO
Eps 243


__ADS_3

" Alasan aku yang sebenarnya yaitu aku ingin memenuhi kewajiban ku sebagai istri nya mas vito" ucap citra mengulangi jawabannya.


Mendengar itu vito terlihat sangat bahagia dan dia langsung memeluk citra.


" Terimakasih ya ra" ucap vito sambil memeluk citra.


" Terimakasih untuk apa mas?" tanya citra bingung.


" Seharusnya aku yang berterimakasih kepada mas, karena mas vito sudah mau bersabar menunggu aku" ucap citra sambil melepaskan pelukannya.


" Aku akan terus bersabar sampai kamu bersedia untuk melakukan hubungan suami-istri ra" kata vito sambil tersenyum.


Entah kenapa, suasana nya tiba-tiba berubah.


" Aduh! Pertama-tama apa yang harus aku lakukan ya?!" ucap citra dalam hati.


" Inikan pertama kali nya bagi ku untuk melakukan hal seperti ini" batin citra.


" Aku harus memulai nya dari mana ya? Aku bingung!" batin vito.


" Ini kan merupakan pertama kalinya aku dan dia melakukan hal itu, aku harus bagaimana ya?!" ucap vito dalam hati bingung.


" Apa aku mulai dengan mencium bibir citra dahulu ya? Apa aku langsung ke inti nya saja!" ujar vito dalam hati.


" Aku mulai dengan mematikan lampu kamar terlebih dahulu kali ya?!" batin vito.


" Ya! Aku mulai dari itu saja! Tapi, kalau lampu nya di matikan aku tidak bisa melihat wajah citra yang cantik dong!" pikir vito.


Mereka berdua larut dalam pikiran mereka masing-masing.


" Kita mulai sekarang saja ya ra?!" ujar vito sambil bersiap mencium bibir citra


" Tunggu dahulu mas!" Kata citra.


" Ada apa ra?" tanya vito bingung.


" Mas, lampu nya tolong di matikan dong" jawab citra.


Vito hanya menganggukkan kepalanya sambil bergegas menuju saklar untuk mematikan lampu.


Setelah itu dia langsung naik ke atas tempat tidur dan langsung mencium bibir citra dengan lembut.


Ciuman lama-lama berubah menjadi lebih intens yang memabukkan, tangan vito juga mulai aktif bergerak kesana-kemari dengan bebas.


Dengan perlahan vito membimbing citra untuk merebahkan tubuhnya dan vito kembali melancarkan aksinya.


Citra yang mulai kehabisan oksigen pun memukul-mukul dada bidang vito, vito yang mengerti maksud citra pun langsung mengakhiri ciuman mereka.


Hosh.. Hosh... Hosh...


" Maaf ya ra, aku tadi terlalu bersemangat " ucap vito.


" Aku tidak apa-apa kok mas" jawab citra sambil tersenyum.


" Mau di lanjutkan lagi tidak mas? Atau mau sampai disini saja?" goda citra.


" Lanjut!!!" seru vito dengan semangat.

__ADS_1


" Kalau mau di lanjutkan, jangan lupa untuk membaca do'a terlebih dahulu mas" kata citra.


Mendengar itu, vito langsung menganggukkan kepalanya sambil tersenyum. Setelah itu vito membaca do'a setelah selesai mereka masuk kedalam selimut.


Tanpa meminta ijin kepada citra, vito langsung mencium kembali bibir citra dan langsung melanjutkan aksi nya yang tadi sempat tertunda.


Citra mencoba untuk mengimbangi ciuman dari vito yang semakin membuat diri nya terbang melayang.


Vito kini melepaskan ciumannya dan kini vito mulai merangsang tubuh citra dengan sentuhan lembut di titik-titik tertentu dan hal itu mampu membuat tubuh citra semakin terangsang.


Setelah rangsangan tersebut dirasa cukup kini tubuh mereka berdua berhasil menyatu.


" Sssttt.. Aahh! Sakit!!" citra mengaduh kesakitan saat pertama kali nya vito berhasil memasuki dirinya.


Tanpa disadari oleh citra butiran bening meluncur bebas membasahi pipinya.


Vito yang mendengar citra kesakitan pun langsung berhenti dan menatap wajah citra.


Vito terkejut saat melihat citra menangis karena kesaktian.


" Maaf ya, aku tadi terlalu bersemangat sehingga sampai lupa jika ini adalah pertama kalinya untuk kita berdua ra" ucap vito sambil mengusap air mata citra.


Citra hanya menjawab nya dengan anggukan kepala.


Sudah cukup lama berdiam diri dan saat citra sudah mulai tenang, vito lalu bertanya kepada citra " Apakah masih sakit ra?".


" Masih sakit sedikit mas" jawab citra.


" Kalau memang masih sakit, aku tidak akan melakukan apapun dahulu sampai kamu sudah tidak sakit lagi!" ujar vito.


Mendengar itu vito langsung bertanya " Kamu yakin ra?" tidak percaya dengan apa yang dia dengar.


Citra hanya menganggukkan kepala sambil menjawab " Iya mas, lakukan saja! Aku tidak apa-apa" sambil tersenyum.


Mendengar jawaban citra, vito dengan perlahan mulai bergerak karena dia khawatir jika citra akan kesakitan karena ulah nya yang terbawa hawa nafsu.


Lama kelamaan vito mulai menambah tempo gerakan pinggulnya, hal itu membuat citra mendesah lirih karena takut akan ada yang mendengar suara ******* nya.


Mereka berdua melakukan olahraga malam sampai beberapa ronde.


Karena kelelahan mereka berdua memutuskan untuk istirahat sejenak.


" Sudah dahulu ya mas, aku capek mau istirahat" ucap citra dengan nada lirih.


" Yah!! Baru saja aku mau meminta sekali lagi, tapi ternyata citra sudah kelelahan" ucap vito dalam hati kecewa.


Citra yang melihat perubahan ekspresi vito pun langsung berkata " Besok pagi kita harus kembali ke Indonesia, jika ingin lagi besok jika kita sudah sampai di rumah ya mas"


" Kalau kita melakukan nya di rumah, kita lebih bebas jika ingin berteriak atau mau melakukan nya kapan saja mas" bujuk citra.


" Benar juga ya ra, kalau di rumah kita bisa lebih bebas tidak seperti di sini ya ra!" kata vito.


Dan di jawab dengan anggukan kepala dari citra.


" Terimakasih ya ra, karena kamu sudah mengijinkan aku untuk menunaikan hak ku sebagai seorang suami" ucap vito sambil mencium kening citra.


" Iya mas, sama-sama" jawab citra sambil tersenyum.

__ADS_1


" Aku mau mandi dahulu ya mas" ucap citra sambil mencoba untuk turun dari tempat tidur.


" Biar aku membantu kamu untuk pergi ke kamar mandi ya ra" ucap vito menawarkan diri.


" Tidak perlu mas, aku bisa sendiri kok" jawab citra menolak tawaran dari suaminya itu.


Baru saja mengucapkan itu, citra masih berusaha untuk turun dari tempat tidur, tapi tiba-tiba...


BRUK!!!


" Aw... Sssttt... "


Citra terjatuh dari tempat tidur, di karenakan tubuh bagian bawah nya masih terasa sakit.


Vito yang mendengar suara citra pun langsung bergegas membantu citra untuk duduk di tempat tidur.


( Posisi nya, citra turun dari tempat tidur lewat belakang tubuhnya vito yang sedang duduk di dekat nya).


" Apa nya yang sakit ra?" tanya vito khawatir.


" Yang sakit itu nya mas" jawab citra lirih karena malu.


Mendengar itu, vito langsung berkata " Maaf ya ra, gara-gara aku kamu jadi kesakitan".


" Iya tidak apa-apa mas, besok juga pasti akan sembuh mas" jawab citra sambil tersenyum.


" Yasudah, aku gendong kamu ke kamar mandi ra" ucap vito.


" Tidak perlu mas, aku masih bisa berjalan menuju kamar mandi sendiri mas" ucap citra menolak tawaran Vito.


" Ini mah gawat kalau mas vito benaran mau mengantar aku ke kamar mandi" pikir citra.


" Kamu tenang saja ra, aku janji aku tidak akan melakukan hal seperti itu di dalam kamar mandi kok!" kata vito.


Citra terkejut mendengar perkataan vito.


" Kenapa mas vito bisa mengerti apa yang aku khawatir kan ya?!" pikir citra.


" Jangan-jangan mas vito bisa membaca pikiran ku lagi" batin citra.


Tanpa menunggu persetujuan dari citra, vito langsung menggendong citra ala bridal style menuju kamar mandi.


Citra yang terkejut pun langsung memeluk vito erat agar dia tidak jatuh.


Sesampainya di kamar mandi mereka berdua mandi bersama karena tubuh mereka berdua sangat lengket.


Apa yang di katakan vito benar-benar dia tepati, dia dan citra hanya mandi bersama tanpa melakukan apapun.


Setelah selesai, vito kembali menggendong citra kembali ke kamar untuk mengambil pakaian untuk di pakai mereka berdua.


Setelah selesai vito membantu citra untuk merebahkan tubuhnya dan dia juga ikut merebahkan tubuhnya di samping citra.


" Sekali lagi terimakasih ya ra" ucap vito sambil mengecup kening citra.


" Iya mas sama-sama" jawab citra sambil tersenyum.


Mereka berdua langsung tidur karena mereka sangat kelelahan. Mereka berdua tidur saling berpelukan satu sama lain.

__ADS_1


__ADS_2