
Saat sang mama sudah mulai tenang, citra lalu melihat ke arah papa nya, yang kini sedang berada di samping sang mama sambil tersenyum bangga melihat anak nya.
" Ya tuhan, akhirnya aku dapat menyaksikan pertandingan citra secara langsung" ucap papa dalam hati.
Saat citra akan berjalan kearah papa nya, tiba-tiba terdengar suara seseorang memberitahukan supaya citra memasuki arena tanding untuk menerima piala atas kemenangan nya, melalui pengeras suara.
" Ca, ayo! kamu sudah di panggil!" ajak salah satu teman citra
" Tunggu sebentar ya, aku mau pamit dulu" ucap citra kepada teman nya
" Oke" ucap teman nya
" Papa mama, aku ke depan dulu ya" pamit citra
" Iya sayang, nanti papa dan mama nyusul" ucap mama
" Iya ma" ucap citra
"Ayo!" ajak citra
Mereka pun sampai di tempat para pemenang berkumpul.
Kini giliran citra maju untuk menerima penghargaan atas kemenangan hari ini, setelah semua proses telah selesai, citra kembali berkumpul bersama keluarga dan dan teman-temannya.
" Papa bangga sama ra, akhirnya kamu bisa membuktikan sama papa kalau kamu memang .."
Belum selesai papa bicara dengan citra, tiba-tiba ada seseorang yang memanggil " Ardi! "
Mereka pun langsung mencari seseorang yang memanggil nama papa nya
" Rian!" ucap papa saat melihat seseorang yang beliau kenal
" Apa kabar?" tanya papa
" Kabar aku baik" jawab om rian
" Bagaimana kabar mu?" tanya om rian
" Seperti yang kamu lihat, Alhamdulillah sehat" jawab papa
" Sudah lama tidak bertemu" ucap om rian
" iya, terakhir ketemu saat kita lulus sekolah kan" ucap papa
" Kamu salah di, terakhir kita ketemu ya di tempat ini 20 tahun yang lalu" ucap om rian
" Saat kamu memutuskan untuk berhenti dari dunia persilatan cuman karena wanita itu kan!" ujar om rian
" Hanya karena kakak nya ikut tanding, maka nya kamu memutuskan untuk tidak ikut pertandingan" sambung om rian
" Semua yang kamu lakukan buat dia ternyata sia-sia di, karena wanita itu selingkuh dengan pria lain bahkan dia sudah hamil dengan pria lain" ucap om rian
" Sudah jangan di bahas lagi, itu sudah menjadi masa lalu" ujar papa
" Kamu tahu tidak, ternyata anak dari wanita itu ikut tanding disini juga?" ujar om rian
" Aku tidak tahu, bukan urusan ku " ucap papa
Saat papa dan om rian sedang asik ngobrol ada seseorang yang berkata" Ca, selamat ya!"
__ADS_1
" Kamu tadi keren, bisa mengalahkan lawan terberat di pertandingan kali ini" ucap seseorang
" terimakasih" ucap citra
" Kamu tadi juga tadi hebat vin," sambung citra
Saat mereka sedang ngobrol, tiba-tiba....
" Vino!" panggil angel
kami pun menoleh kearah sumber suara.
" Selamat ya, kamu tadi hebat banget!" ucap angel
" Benar kata angel, anak mama memang hebat banget!" ujar seseorang yang datang bersama vito dan angel
" terimakasih ma, oh ya ma, ini eca dia yang tadi menang" ucap vino memperkenalkan citra kepada orang tua nya.
" Halo! selamat ya" ucap wanita tersebut
" Iya, terimakasih tante" jawab citra
" kenapa dia sangat mirip dengan Ardi?" batin wanita tersebut
" Apa jangan-jangan dia anak nya ardi" pikir wanita tersebut
" Ma.. mama!" panggil vino sambil menepuk bahu sang mama
" Eh iya vin, ada apa?" tanya wanita tersebut
" Mama kenapa melamun?" tanya vino
" Mama baik-baik saja vin" jawab wanita tersebut
" papa dan mama ada di sana" jawab Citra
" Kenapa tidak ada orang, bukan nya tadi papa dan mama ada di sana!" ujar citra
Saat citra sedang mencari keberadaan orang tua nya, tiba-tiba terdengar suara seseorang memanggil nama nya.
Dia pun menoleh kearah belakang, dan ternyata yang memanggil nama nya ialah sang mama, dan di belakang nya ada papa dan om rian
" Mama" ucap citra saat sang mama sampai di dekat nya
" Oh iya tante,ini mama nya eca" ucap citra kepada wanita tersebut
Tapi wanita tersebut tidak mendengar ucapan yang citra katakan, beliau hanya fokus pada seseorang yang ada di belakang mereka
" Ardi! rian! ucap wanita tersebut
" Bela!" ucap papa dan om rian bersamaan
" Jadi ini istri dan anak kamu di?" tanya Tante bela
" Iya" jawab papa dengan nada dingin
" Papa dan tante bela saling kenal?" tanya citra
" Dia dulu teman om rian" jawab papa
__ADS_1
Citra hanya mengangguk
Melihat sang anak hanya memeluk mama nya, hal itu membuat sang papa iri.
" Dari tadi yang di peluk cuman mama saja, papa tidak di peluk juga nih?!" ujar papa
" Kenapa aku merasa senang ya, saat papa nya citra menyuruh citra memeluk beliau?" batin vito
" Mungkin aku hanya merasa kasihan dengan dia " pikir vito
Citra pun langsung memeluk papa nya, dan berkata" terimakasih ya pa, papa sudah datang ke pertandingan terakhir citra"
sang papa langsung melepaskan pelukannya dan bertanya " pertandingan terakhir?"
" Iya pa, ini adalah pertandingan terakhir citra, kan sebelum kesini citra sudah janji dengan papa, kalau ini terakhir kali nya citra ikut pertandingan" jawab citra
" Yah, sayang banget kalau kamu tidak ikut pertandingan lagi ca!" ujar om rian
" Jangan mendengarkan perkataan papa kamu, dia berhenti tanding hanya karena seorang wanita, tapi ujung-ujungnya papa kamu juga yang di khianati" ucap om rian
" Tidak masalah om, citra sudah ikhlas kalau papa suruh citra berhenti " ujar citra
" Kalau kamu masih ingin ikut pertandingan, papa tidak akan melarang kamu" ujar papa
" Papa serius, membolehkan aku ikut pertandingan lagi?" tanya citra untuk memastikan kalau papa benar-benar memberikan ijin ke dia untuk ikut pertandingan
" Iya, papa tidak akan melarang kamu ikut pertandingan lagi" jawab papa
" Yeah" ucap citra dan langsung memeluk sang mama
Baru saja citra merasa senang, karena akhirnya papa nya tidak melarang dia ikut pertandingan, tapi tiba-tiba sang papa berkata" tapi..."
Hal itu membuat citra kembali merasa sedikit kecewa, karena sang papa mungkin saja sudah berubah pikiran.
" tapi apa pa?" tanya citra
" Tapi kamu harus janji sama papa, nilai sekolah kamu tidak boleh turun" jawab papa
" Iya pa, citra janji, citra akan berusaha supaya antara sekolah dan latihan akan seimbang" ucap citra
" Papa akan tunggu pembuktian dari kamu" ujar papa
" oke pa!" ucap citra
Citra kembali memeluk papa dan mama nya.
Tanpa mereka sadari, ternyata ada seseorang yang tersenyum melihat kebahagiaan citra dan keluarga nya.
Tetapi ada juga yang sedih, melihat kebahagiaan citra dan keluarga nya.
" Ca, kami pulang dahulu ya!" pamit vino
" Oh iya, hati-hati! " ucap citra
"Citra!" sapa coach mike
" Coach!" ucap citra
" Selamat ya, coach bangga sama kamu, dan kalian semua yang ada di sini" ucap coach mike
__ADS_1
" Kalian semua sudah berusaha keras, dan untuk mengapresiasi usaha kalian, coach akan traktir makan kalian semua!" ujar coach mike
" Yeah!!" seru semua orang murid