Mendadak Menjadi Istri CEO

Mendadak Menjadi Istri CEO
Eps 73


__ADS_3

" Siapa ayah dari anak yang sedang kamu kandung?" tanya papa


Devina hanya tertunduk diam tidak berani menatap papa nya.


Karena tidak mendapat jawaban dari anak sulung nya, membuat sang papa murka.


" JAWAB!!!" bentak papa


Citra terkejut melihat papa nya marah dengan kakak nya.


" Devina tidak tahu pa" jawab devina


" Apa kamu bilang, kamu tidak tahu siapa ayah dari anak yang sedang kamu kandung?!" ujar papa


" Iya pa, soalnya waktu itu.." ucap devina tidak melanjutkan ucapannya.


" Kenapa tidak di teruskan?" tanya papa


Devina hanya tertunduk diam tidak berani menatap mata papa nya.


" Karena waktu itu kamu sedang mabuk kan?! kalimat itu kan yang mau kamu katakan tadi?!" bentak papa


Devina hanya menganggukkan kepalanya tanpa berani menatap mata papa nya.


" Pa, sabar pa!" ucap citra sambil mengusap bahu papa nya


" Duduk dulu pa!" ucap citra sambil tersenyum


Huft...


Papa menghela napas berat sebelum menganggukkan kepalanya.


" Minum dulu pa!" ucap citra sambil memberikan sebotol air mineral


" Terimakasih ya sayang" ucap papa sambil menerima air mineral pemberian citra


" Iya sama-sama pa" ucap citra sambil tersenyum


Papa pun langsung meminum air mineral pemberian citra.


" Kenapa papa jadi baik banget sama citra ya?" batin devina


" Apa yang sudah dilakukan citra sehingga membuat papa jadi baik sama dia" ucap devina dalam hati


" Sebenarnya apa yang sudah terjadi selama aku pergi ya?" tanya devina dalam hati


" Entah lah, yang penting sekarang aku harus mendapat kepercayaan dan kasih sayang dari papa dan mama lagi!" batin devina


Setelah melihat papa nya emosi nya sudah mereda citra merasa lega.


" Alhamdulillah, papa sekarang emosi nya sudah terkontrol" ucap citra dalam hati

__ADS_1


Baru saja citra merasa lega karena emosi papa nya sudah mulai reda, kini giliran mama yang berbicara dengan kakak nya.


" Devina sekarang jawab pertanyaan mama!" ucap mama


" Mama mau tanya soal apa?" tanya devina


" Selama kamu di sini, kamu tinggal dengan siapa?" tanya mama


Dengan santai nya devina menjawab " Devina tinggal bersama pacar devina ma"


" Tinggal dengan pacar kamu?" tanya mama dengan nada yang mulai naik


" Iya ma, devina bahkan tidur satu kamar dengan pacar devina ma" jawab devina


" Apa kamu bilang, kamu bahkan tidur satu kamar dengan pacar kamu?!" ucap mama terkejut dengan jawaban anak sulung nya


" Iya ma, memang kenapa ma?" ucap devina


" Memang nya salah ya ma?" tanya devina


" Bisa-bisa nya kamu masih tanya memang nya salah?!"ucap mama


" Kamu tahu kan kalau laki-laki dan perempuan yang belum menikah itu tidak boleh tinggal satu apartemen apalagi tinggal satu kamar?" tanya mama


" Iya, vina tahu ma" jawab devina


" Kalau kamu tahu, kenapa kamu melakukan nya vina!?" ujar mama


Mendengar jawaban dari devina, membuat papa kembali emosi, saat papa akan berdiri dengan cepat citra memegang tangan papa nya sambil menggelengkan kepalanya.


Papa pun akhirnya duduk kembali, baru saja citra dan papa nya duduk, tiba-tiba....


Plak!....


Terdengar suara tamparan yang cukup keras.


Citra terkejut saat melihat devina jatuh ke lantai.


Saat citra akan bertanya kenapa kakak nya jatuh, tiba-tiba terdengar suara devina bertanya " Mama kenapa menampar aku?"


Ternyata yang membuat devina jatuh ke lantai itu karena dia di tampar oleh sang mama, yang kesal dengan kelakuan anak sulung nya.


" Tamparan itu memang pantas kamu dapatkan, karena kamu sudah membuat papa dan mama malu" jawab mama


" Maksud mama apa?" tanya devina tidak mengerti mengapa mama nya menampar dirinya begitu keras hingga membuat nya jatuh kelantai.


Mendengar percakapan antara kakak dan mama nya membuat citra terperangah dan tidak percaya dengan apa yang dia lihat dan dia dengar.


" Maksud mama, untung saja tadi mama hanya menampar wajah kamu, kalau bisa lebih baik mama tidak pernah mempunyai anak seperti kamu vina, yang hanya bisa membuat malu papa dan mama!" jawab mama


" Mama menyesal karena sejak dulu, mama selalu menuruti keinginan dan kemauan kamu vina, sampai-sampai mama menelantarkan anak mama yang satunya lagi!?" ujar mama

__ADS_1


" Jadi, mama menyesal karena mama sudah menelantarkan citra?" tanya devina


" Iya kami menyesal, karena dulu papa dan mama selalu menuruti keinginan kamu!" jawab papa


" Heh, bukan nya sejak masih dalam kandungan citra itu memang tidak pernah papa inginkan" ucap devina


" Apa maksud kamu?" tanya papa dengan nada yang mulai tinggi


" Setahu aku, bukan nya papa dari dulu pingin mempunyai anak laki-laki tapi, sayang nya yang ada di dalam kandungan mama saat itu adalah anak perempuan, papa bahkan pernah menyuruh mama untuk menggugurkan kandungan nya. Iya kan pa!" jawab devina


" Iya, papa akui memang papa dulu pernah menyuruh mama kamu untuk menggugurkan kandungan nya karena anak yang ada di dalam kandungan saat itu berjenis kelamin perempuan tapi, mama untung nya waktu itu mama kamu menolak nya, kalau saja waktu itu mama kamu setuju, papa pasti akan sangat menyesal" ucap papa mengakui kesalahannya


Sekarang citra tahu, mengapa sejak kecil dia diperlakukan berbeda dengan kakak nya, itu semua karena dari dulu papa nya sudah tidak menginginkan kehadiran nya.


" Darimana kamu tahu semua itu?" tanya papa penasaran


" Aku tahu, saat papa bilang kalau papa tidak mau aku mempunyai adik perempuan" jawab devina


" Jadi, karena itu kamu menyuruh papa dan mama menitipkan adik kamu di rumah oma?" tanya mama


" Iya ma" jawab devina


Citra yang sejak tadi hanya diam saja kini dia bersuara.


" Jadi, dari dulu papa tidak menginginkan aku ada pa?" tanya citra


" Itu dulu sayang, sekarang papa bersyukur karena papa memiliki kamu ra" jawab papa


" Tidak seperti kakak kamu yang bisa nya hanya malu dan kecewa papa dan mama!" imbuhnya


" Aku membuat papa dan mama malu? Tidak salah pa?!" ujar devina


" Bukan nya yang sering membuat papa malu sejak kecil itu citra ya pa!" ucap devina


" Mungkin karena citra dulu ingin mencari perhatian dari papa dan mama saja" kata papa


" Oh iya, aku lupa! Dari dulu kan citra tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari papa dan mama" ucap devina


" Ya, memang dari dulu aku jarang sekali di perhatikan oleh papa dan mama, tidak seperti kakak" kata citra


" Bagus deh, kalau sadar diri" ucap devina


" Meskipun aku dari dulu jarang sekali diperhatikan oleh papa dan mama tapi, aku tidak seperti kakak yang tega membunuh bayi yang tidak berdosa, hanya karena tidak tahu siapa ayah dari bayi itu" ucap citra


Ucapan citra mampu membuat devina diam seribu bahasa.


Papa dan mama nya ikut terkejut dengan ucapan yang baru saja di ucapkan oleh citra.


" Maksud kamu ra?" tanya papa dan mama


" Lebih baik papa dan mama baca saja sendiri surat yang aku ambil saat aku tanpa sengaja bertabrakan dengan kakak tadi" ucap citra sambil memberikan surat dari rumah sakit

__ADS_1


__ADS_2