
Citra masih belum menyerah dia masih berusaha untuk terlepas dari kungkungan pria itu.
Disaat pria itu sedang kesakitan, citra mengambil kesempatan untuk terlepas dari kungkungan pria itu.
Lagi-lagi usaha nya gagal, karena ketika dia akan meloloskan diri dari kungkungan pria itu ternyata pria itu sudah menyadari nya.
" Mau kabur?" tanya Mr X saat melihat citra sedang berusaha meloloskan diri.
" Siapa bilang aku mau kabur" jawab citra ketus.
" Kalau kamu tidak mau kabur, apa yang sedang kamu lakukan sekarang?" tanya Mr X sambil menahan salah satu tangan citra.
" Aku itu cuman ingin pulang, bukan nya kabur!" jawab citra ketus.
" Seharusnya kamu bisa membedakan antara aku ingin pulang dan ingin kabur! Itu saja tidak mengerti!!" kesal citra.
" Itu sama saja, sama-sama ingin pergi dari sini. Iya kan?!" kata Mr X.
" Ya tentu saja makna nya berbeda, antara ingin pulang dan ingin kabur!!" ucap citra.
" Huh! Percuma jadi bos, kalau tidak bisa membedakan antara ingin pulang dan ingin kabur!!" kesal citra.
" Sudah jangan membahas tentang itu lagi, kamu mau pergi kemana? Kamu mau bertemu dengan kekasih kamu itu. Iya?!" ujar Mr X mengalihkan pembicaraan.
" Ya aku mau pulang ke rumah, bukan untuk bertemu dengan samuel!" jawab citra ketus.
" Saya tidak percaya dengan jawaban kamu, kamu pasti mau bertemu dengan kekasih kamu dan kalian berdua akan memadu kasih. Iya kan?!" ucap Mr X.
" Maksud anda apa bicara seperti itu?!" tanya citra.
" Maksud saya, kamu dan kekasih kamu akan melakukan intim layaknya suami istri, seperti saat kalian berdua sedang berada di London" jawab Mr X.
Citra mulai merasa kesal dan marah setelah mendengar jawaban dari pria itu.
" Atas dasar apa dia mengatakan kalau aku telah melakukan hubungan intim dengan pria yang bukan suamiku!" ucap citra dalam hati sambil mengepalkan tangannya karena emosi.
Pria tersebut semakin membuat citra emosi karena perkataan, dan saat pria itu sedang berbicara, tiba-tiba...
Plak!!!
Satu tamparan keras mendarat di pipi pria tersebut.
" Berani nya kamu!!" ucap Mr X menahan amarahnya.
__ADS_1
" Ya! Aku berani! Jangankan hanya menampar wajah anda, bahkan membuat anda menjadi cacat pun aku berani!!" jawab citra tegas.
" Yang perlu anda ketahui, aku selama ini berada jauh dari keluarga hanya untuk menuntut ilmu, bukan untuk melakukan apa yang sudah anda tuduhkan kepada ku!!" ucap citra.
" Saya tidak akan mempercayai ucapan kamu, sebelum saya membuktikan kebenaran nya sendiri!" ujar Mr X.
" Maksud anda bicara seperti itu apa? Apakah anda menyuruh aku untuk menyerahkan kesucian ku kepada anda?!" kata citra.
" Iya!" jawab Mr X singkat.
" Daripada menyerahkan kesucian ku kepada anda, lebih baik aku mengakhiri hidup ku!" ancam citra
" Siapa yang mengijinkan kamu untuk mengakhiri hidup?! Saya hanya ingin kamu membuktikan kalau kamu masih perawan!" ujar Mr X.
" Aku tidak mau!" sarkas citra.
" Aku hanya akan menyerahkan kesucian ku kepada suami kelak. Ingat itu pak vito!" ucap citra tegas.
Ya, orang yang menyuruh citra untuk menyerahkan kesucian nya adalah vito.
" Aku tahu, kalau aku mempunyai salah dengan anda, kesalahan ku yaitu, aku pernah membohongi anda dengan berpura-pura menjadi kak devina, tetapi bukan dengan cara seperti ini anda membalas dendam kepada ku!!" ucap citra mengakui kesalahannya.
" Saya memang ingin membalas dendam kepada kamu, tetapi bukan dengan cara seperti ini. Paham!" ucap vito.
" Saya tidak akan membiarkan kamu pergi sebelum saya mendapatkan apa yang saya inginkan!!" kata vito tegas.
" Sebenarnya apa yang anda inginkan dari saya?" tanya citra.
" Saya hanya ingin membuktikan apa yang tadi kamu katakan kepada saya" jawab vito dingin.
" Perkataan aku yang mana?" tanya citra tidak mengerti maksud ucapan vito.
" Perkataan kamu yang mengatakan jika kamu tidak pernah melakukan hubungan intim dengan kekasih kamu!!" jawab vito dingin.
Citra terkejut mendengar jawaban vito.
" Jika anda ingin membuktikan aku masih perawan atau tidak, maaf aku tidak akan pernah memberikan nya kepada anda!!" ucap citra tegas.
" Baik, jika kamu tidak ingin memberikan nya kepada saya, tapi kamu tahu kan jika saya akan mendapatkan apa yang saya inginkan!!" ucap vito dingin.
Vito mendorong tubuh citra hingga terjatuh keatas tempat tidur, dan menindih tubuh citra hal itu membuat citra merasa panik.
" Aapa yang anda lakukan?" tanya citra terbata-bata.
__ADS_1
" Saya sudah mengatakan kalau saya akan memeriksa kebenaran yang kamu katakan!" jawab vito berbisik di telinga citra.
Hal itu membuat citra ketakutan, tapi citra tidak ingin terlihat ketakutan di depan vito.
Vito mendekatkan wajahnya ke wajah citra, tetapi saat jarak wajah mereka tinggal beberapa sentimeter citra langsung memalingkan wajahnya, agar vito tidak bisa mencium nya.
Vito yang melihat nya pun langsung berkata " Kamu berani memalingkan wajahnya dari saya, jangan salahkan jika saya akan bersikap kasar kepada kamu!!".
Citra tidak perduli dengan ancaman vito, dia tetap memalingkan wajahnya dari vito.
Karena kesal dengan sikap citra, vito mencengkram dagu citra dengan erat agar wajah citra bisa menghadap ke arah dirinya.
Vito langsung mencium bibir citra secara paksa, meskipun bukan cara seperti ini yang dia inginkan saat dia bertemu kembali dengan citra.
Vito kali ini mencium citra dengan kasar dan tidak ada kelembutan nya sama sekali, tidak seperti tadi.
Citra masih tetap memberontak tidak ingin di cium oleh vito, tapi semakin citra melakukan pemberontak hal itu membuat vito semakin bergairah.
Citra mendorong tubuh vito agar menjauh dari nya tapi, itu tidak berhasil.
" Ya tuhan, apa mungkin kesucian ku akan hilang di tangan pria ini" batin citra.
" Aku tidak ingin sampai kesucian ku direnggut paksa oleh pria ini, aku harus segera mencari cara agar aku bisa terlepas dari pria ini" ucap citra dalam hati
Bibir citra membuat vito tidak ingin melepaskan ciumannya bahkan dia ingin melakukan hal yang lebih dari sekedar ciuman, tangan vito yang tadi dia gunakan untuk mencengkram dagu citra kini tangan itu sudah berada di bagian dada citra.
Kini ciuman vito bergerak turun, dan saat tangan vito sedang berusaha untuk membuka kancing baju citra, tiba-tiba dia mendengar...
Hiks... Hiks... Hiks
Vito mendengar suara tangisan pun langsung menghentikan aktivitas nya.
" Kenapa saat melihat citra menangis hati ku juga sedih" ucap vito dalam hati.
" Aku lanjutkan saja atau tidak ya, tapi kalau aku lanjutkan aku takut dia akan semakin membenci ku, tapi kalau aku berhenti aku harus berendam air dingin malam ini" batin vito.
Melihat citra menangis, vito langsung pergi meninggalkan citra dan bicara apapun.
BRAK!!!
Vito membanting pintu kamar mandi.
Citra yang mendengar suara itu pun langsung menarik selimut untuk menutupi tubuhnya sambil menangis tersedu-sedu.
__ADS_1
Citra terus menangis sambil memegangi baju nya yang tadi kancing nya di buka oleh vito, citra menangis hingga dia tertidur.