Mendadak Menjadi Istri CEO

Mendadak Menjadi Istri CEO
Eps 139


__ADS_3

" Aku lawan atau tidak ya orang ini! Kalau aku melawan terus dia membawa sajam bagaimana?!" ujar citra dalam hati.


" Tapi kalau aku diam saja, yang ada nanti mereka bisa bebas mau mengambil apa saja di rumah ini" batin citra.


Orang tersebut membawa citra menjauh dari tempat itu sambil menutup mulut citra.


Citra mencoba memberontak, tapi orang tersebut berkata pelan bahkan terdengar seperti berbisik " Aku mohon kamu nurut ya, nanti kita ketahuan oleh mereka".


" Kenapa aku merasa seperti pernah mendengar suara orang ini!" batin citra.


Citra tetap memberontak agar orang tersebut mau melepaskan nya.


" Aku akan melepaskan tangan ku, asal kamu jangan berteriak. Oke!" ujar orang tersebut


Citra hanya menganggukkan kepala, setelah merasakan gerakan kepala citra mengangguk, orang tersebut pun langsung melepaskan tangannya dari mulut citra.


" Kamu sebenarnya siapa?" tanya citra pelan.


" Nanti kamu akan mengetahui siapa aku, tapi sekarang kamu jangan berisik nanti kita akan ketahuan oleh mereka yang sedang memadu kasih" jawab orang tersebut.


" Memadu kasih?!" ucap citra dalam hati.


Mendengar hal itu membuat citra memikirkan kata-kata yang di ucapkan orang tersebut sehingga, dia tidak sadar jika kini dia sudah berada di gendongan orang tersebut.


Dengan susah payah orang tersebut membawa citra pergi dari tempat itu, dan kini mereka sudah sampai di kamar milik citra yang berada di lantai dua rumah orang tua nya.


Setelah sampai, orang tersebut langsung mendudukkan tubuh citra di atas tempat tidur, citra pun masih memikirkan kata-kata yang di ucapkan orang tersebut.


" Memadu kasih? Maksud nya apa ya?!" ucap citra memikirkan maksud dari kalimat itu.


Orang tersebut yang melihat citra sedang kebingungan mencari arti dari kalimat yang dia ucapkan pun tersenyum lebar.


" Akhirnya aku bisa melihat wanita yang sudah membuat aku bisa melupakan angel untuk selamanya" ucap orang tersebut.


" Aku tidak mengetahui apa dia akan senang bertemu dengan ku atau dia akan marah kepada ku" batin orang tersebut.


" Eh! Kenapa ada yang aneh ya?!" ucap citra mulai menyadari sesuatu yang aneh.


" Loh! Kok aku ada di kamar!" citra terkejut saat mengetahui kalau dirinya berada di kamar.


" Terus! Orang yang tadi mana dimana ya?!" ucap citra ingat dengan orang yang tadi membekap dirinya.


Citra pun langsung turun dari tempat tidur dan mencari keberadaan orang tersebut.


Citra pun berinisiatif untuk menghidupkan lampu kamar untuk mengetahui dimana orang yang tadi membekap nya, tapi saat citra akan menyalakan lampu tiba-tiba...

__ADS_1


" Mau pergi kemana?" tanya orang tersebut


Hal itu sontak membuat citra terkejut dan berteriak " astaghfirullah"


Melihat citra terkejut membuat orang tersebut tersenyum.


" Lucu juga jika dia sedang terkejut" ucap orang tersebut dalam hati.


" Ka... Ka... Kamu masih ada disini?!" citra terkejut


" Mau pergi kemana?" tanya orang tersebut dingin.


" Loh! Kenapa suara orang itu, seperti aku pernah mendengar nya tapi dimana ya?" batin citra.


" Sebenarnya siapa sih orang ini!?" batin citra.


Karena penasaran, citra pun langsung berlari untuk mencari dimana tombol untuk menyalakan lampu kamar itu.


Melihat citra berlari mengejar citra dan langsung memegang tangan citra.


" Lepas!! Lepaskan!!" teriak citra sambil terus memberontak agar orang itu mau melepaskan dirinya.


" Tidak!! Kalau saya melepaskan kamu yang ada nanti kamu akan pergi meninggalkan saya seperti waktu itu!" kata orang tersebut.


Citra terkejut mendengar perkataan orang tersebut.


" Kenapa orang ini bicara seperti itu ya!" ucap citra dalam hati.


" Dan kenapa orang ini mengatakan kalau aku akan pergi meninggalkan orang ini seperti waktu itu! Maksud nya apa coba?!" batin citra penasaran.


" Sebenarnya kamu siapa sih?!" kesal citra


" Kenapa anda bilang kalau aku akan pergi meninggalkan anda seperti waktu itu. Maksud nya apa?!" teriak citra.


" Hiks.. Hiks.." Citra menangis.


Mendengar citra menangis membuat orang tersebut tidak tega, orang tersebut pun langsung melepaskan tangannya.


Orang tersebut pun langsung berjalan untuk menghidupkan kembali lampu kamar tersebut.


Setelah menghidupkan kembali lampu kamar tersebut, lalu orang tersebut kembali menghampiri citra dan berkata " Ra! Sudah dong jangan menangis" sambil mengusap air mata di pipi citra.


Mendapat perlakuan seperti itu membuat citra langsung mendongakkan kepalanya.


Betapa terkejutnya citra saat mengetahui siapa orang yang ada di depan nya.

__ADS_1


" Kamu!!!" ujar citra sambil melangkah mundur.


" Iya, ini saya ra vito" jawab orang tersebut.


Ya, orang itu adalah vito.


" Kamu kenapa ada disini?" tanya citra


" Ada yang ingin saya tanyakan kepada kamu" jawab vito.


" Mau tanya soal apa?" tanya citra sambil waspada


" Kenapa kamu waktu itu pergi begitu saja tanpa mengucapkan apapun kepada saya!" jawab vito.


" Maksud kamu apa? Aku tidak mengerti?!" tanya citra.


" Memang ada hubungan apa aku dengan kamu, sehingga saat aku mau pergi aku harus bilang dengan kamu!" lanjut citra.


" Kamu tanya apa hubungan antara saya dan kamu? Kamu itu istri saya" jawab vito.


" Heh! Istri? Anda itu adalah suami kakak ku, bukan suamiku. Jadi, aku bukan istri anda!" kata citra.


" Siapa bilang kalau kamu itu bukan istri saya?!" kata vito.


" Aku yang bilang, karena memang kenyataannya anda itu mantan suami kakak ku devina" jawab citra


" Ya, memang saya akui saya memang pernah menikah dengan orang yang bernama devina, tapi bukan devina yang hari ini telah melakukan pernikahan" ucap vito.


Citra terkejut mendengar ucapan vito, lalu dia bertanya " Maksud anda apa?".


" Anda kan memang menikah nya dengan devina yang hari ini telah melakukan pernikahan" lanjut citra heran.


" Saya memang tidak pernah menikah dengan wanita yang bernama devina yang hari ini menikah, tapi saya pernah menikah dengan seorang wanita yang berpura-pura menjadi devina" jawab vito.


Citra terkejut saat mendengar jawaban vito.


" Hah! Kenapa orang itu bicara seperti itu, apa mungkin dia sudah mengetahui kebenaran nya?!" ucap citra dalam hati.


Vito pun mengerti maksud dari ekspresi wajah citra, vito pun langsung berkata " Kamu pasti terkejut mendengar jawaban saya tadi!?".


" Aku tidak boleh panik, mungkin orang itu hanya asal bicara supaya aku mengatakan yang sebenarnya" ucap citra dalam hati.


Citra pun langsung mengubah ekspresi wajah, dan berkata " Kata siapa aku terkejut, maaf tapi saya sama sekali tidak terkejut!".


" Terserah anda mau bicara seperti apa, tapi aku tidak pernah peduli!" ucap citra sambil bersiap untuk pergi.

__ADS_1


Tapi saat citra akan pergi, tangan nya di tarik oleh vito karena vito menarik tangan citra secara mendadak, hal itu membuat citra tidak siap dan akhirnya dia jatuh ke dalam pelukan vito.


__ADS_2