Mendadak Menjadi Istri CEO

Mendadak Menjadi Istri CEO
Eps 144


__ADS_3

Setelah 45 menit perjalanan akhirnya mereka berdua sampai di tempat tujuan.


" Ca ayo kita turun!" ajak farel.


" Kita ada dimana rel?" tanya citra sambil melihat kearah luar jendela mobil.


" Nanti kamu juga akan tahu ca" jawab farel sambil membuka pintu mobil.


Citra pun langsung menyusul farel yang sudah terlebih dahulu turun dari mobil.


" Ayo jalan!" ajak farel saat melihat citra sudah turun dari mobil.


Citra pun hanya mengangguk dan mengikuti kemana farel berjalan.


Mereka berdua berjalan beriringan menuju ke suatu tempat yang akan menjadi tujuan utama mereka berdua, yang bahkan citra pun belum diberitahu kemana mereka akan pergi, karena penasaran citra pun bertanya kembali kepada farel.


" Sebenarnya kita mau pergi kemana rel?" tanya citra penasaran.


" Sudah kamu ikut saja! Nanti kamu juga akan tahu kalau sudah sampai ca" jawab farel.


" Beritahu aku dong rel sebenarnya kita mau pergi kemana, biar aku tidak penasaran!" ujar citra kesal.


Farel hanya diam saja, hal itu membuat citra kesal.


" Sejak tadi di tanya bukan nya di jawab yang benar ini malah hanya di jawab nanti kamu juga akan tahu kalau sudah sampai. Dasar menyebalkan!!" gerutu citra.


" Kalau sudah sampai tidak diberitahu pun aku juga akan tahu!" kesal citra.


Farel yang mendengar nya pun hanya tersenyum, karena dia bisa membuat sahabat nya itu kesal.


Setelah berjalan cukup lama, akhirnya mereka berdua sudah sampai di tempat yang dulu pernah menjadi tempat bermain bersama saat mereka masih kecil.


" Tadaah!! Sekarang kita sudah sampai ca!" seru farel dengan senyuman manis.


" Bagaimana menurut kamu tempat ini bagus tidak?" tanya farel penasaran dengan jawaban apa yang akan di ucapkan oleh sahabat nya itu.


Tetapi dia tidak mendengar jawaban apapun yang keluar dari mulut citra, hal itu membuat farel penasaran dia pun langsung menoleh ke arah samping dan mendapati sahabat nya sedang asik main ponsel.


" Ca!" panggil farel.


" Hem!" jawab citra.


" Sudah dong jangan main handphone terus, kita sudah sampai nih!" ujar farel.


" Hem!" jawab citra sambil mata nya terus fokus pada handphone nya.


Melihat sahabatnya terus saja main handphone terus membuat farel harus mencari cara agar sahabat nya itu mengalihkan pandangannya dari handphone dan melihat apa yang ada di depan mereka sekarang.


" Kamu sedang melihat apa sih serius sekali, aku mau melihat nya juga dong!" kata farel sambil mengambil handphone citra.

__ADS_1


Citra yang handphone nya di ambil oleh sahabat nya pun marah.


" Kembalikan handphone ku!" kata citra sambil mencoba untuk mengambil kembali handphone nya dari tangan farel.


" Ayo ambil ca! Kalau kamu bisa" kata farel sambil pindah posisi agar citra bisa melihat kejutan yang sudah dia persiapkan untuk citra.


Citra pun masih berusaha untuk mengambil handphone nya dari tangan farel.


" Kembalikan handphone ku rel!" kata citra.


Citra terkejut saat mata nya melihat sesuatu di depan nya.


Farel yang menyadari kalau sahabat nya itu sudah melihat apa yang akan dia tunjukkan pun berkata " Surprise!! Bagus tidak tempat nya ca?"


" Kamu suka tidak ca?" tanya farel.


" Rel! Ini aku sedang bermimpi tidak sih?" tanya citra mata nya terus menatap kearah objek di depan nya.


" Tidak ca! Sekarang kamu tidak sedang bermimpi,


kamu suka tidak ca?" jawab farel.


" Ini benar-benar bagus rel, aku sangat suka" ucap citra dengan mata berkaca-kaca.


Melihat mata citra berkaca-kaca, farel langsung merentangkan kedua tangannya agar citra bisa memeluk nya.


" Terimakasih untuk apa ca?" tanya farel sambil membalas pelukan citra.


" Terimakasih karena kamu sudah membawa aku ke tempat ini, dan maaf karena aku tadi sudah marah-marah dengan kamu" jawab citra sambil menangis di pelukan farel.


" Kamu tidak perlu mengucapkan terimakasih kepada aku ca, karena ini adalah janji aku dengan kamu saat kita masih kecil" ucap farel.


Farel melepaskan pelukannya dan berkata " Aku kan pernah berjanji dengan kamu kalau aku akan berusaha untuk mempertahankan tanah ini agar kita bisa bermain disini lagi ca"


" Kamu jangan menangis lagi, aku membawa kamu tempat ini agar kamu senang, bukan malah membuat kamu sedih" ucap farel sambil mengusap air mata di pipi citra.


" Ca, kamu mau tidak naik ke rumah pohon?" tanya farel.


Ya farel mengajak citra ke rumah pohon yang dulu pernah menjadi tempat mereka bermain saat mereka masih kecil.


Citra langsung menganggukkan kepalanya sambil berkata " Iya, aku mau rel".


" Yasudah! Ayo naik!" ajak farel.


Citra pun langsung berlari kearah rumah pohon dan langsung naik keatas rumah pohon tersebut.


" Wah!! Pemandangan sangat indah dari sini" kata citra saat sampai di rumah pohon.


" Kamu suka ca?" tanya farel.

__ADS_1


" Iya rel, aku sangat suka. Terimakasih ya" jawab citra sambil menganggukkan kepalanya.


" Terimakasih untuk apa ca?" tanya farel bingung.


" Terimakasih karena kamu sudah memenuhi janji kamu " jawab citra.


Farel hanya tersenyum melihat sahabatnya bahagia.


" Andai saja kamu tahu siapa pemilik tanah ini sebenarnya ca, apa kamu akan sebahagia ini" ucap farel dalam hati.


" Rel, aku boleh masuk kedalam rumah pohon nya tidak?" tanya citra sambil menyenggol lengan farel.


Hal itu membuat farel terkejut dan berkata " Hah! Apa ca?"


" Sorry ca! Tadi kamu tanya apa?" ucap farel


" Kamu sedang memikirkan apa rel, kenapa kamu melamun?" tanya citra penasaran.


" Aku tidak sedang memikirkan apa-apa kok ca" jawab farel.


" Yakin? Kamu sedang tidak memikirkan apa-apa rel?" tanya citra.


" Iya ca, aku tadi sebenarnya tidak melamun tapi sebenarnya aku itu hanya sedang memperhatikan kamu" jawab farel.


" Memperhatikan aku? Memang aku kenapa?" tanya citra bingung.


" Aku bahagia karena aku bisa melihat kamu seperti saat ini ca" jawab farel.


" Maksud kamu biasa nya aku tidak bahagia rel?" tanya citra.


Farel hanya mengangguk lalu menjawab " Semenjak oma meninggal aku tidak pernah melihat kamu sebahagia ini ca"


Citra terdiam sejenak saat mendengar jawaban farel, lalu dia berkata " Kamu benar rel, semenjak oma meninggal aku dunia ku berubah"


" Meskipun papa dan mama sekarang juga menyayangi aku sama seperti mereka menyayangi kak devina, tapi tetap saja aku tidak bisa bahagia seperti saat oma masih ada dulu" ucap citra dengan mata berkaca-kaca.


" Sampai akhirnya aku memutuskan untuk mewujudkan impian oma agar aku bisa menyelesaikan pendidikan ku di London" lanjut citra.


" Jadi, kamu selama ini di London ca?" tanya farel terkejut dengan ucapan citra.


" Iya rel" jawab citra.


" Tapi, kenapa saat aku pergi ke London bersama vito aku tidak bisa menemukan keberadaan kamu ya ca, kamu serius selama ini berada di London ca?!" kata farel untuk memastikan kalau dia tidak salah mendengar.


" Iya rel, aku serius! Selama ini aku berada di London, kalau kamu tidak percaya kamu tanya samuel saja, dia satu kampus sama aku hanya beda fakultas saja" jawab citra.


" Oke! Nanti aku akan tanya langsung ke samuel" kata farel.


Citra sudah tidak memperdulikan ucapan farel, dia sedang fokus melihat rumah pohon yang pernah menjadi kenangan dia dengan seseorang saat dia masih kecil.

__ADS_1


__ADS_2