Mendadak Menjadi Istri CEO

Mendadak Menjadi Istri CEO
Eps 201


__ADS_3

Tiga hari kemudian.


Citra sudah di perbolehkan pulang oleh dokter, dia di jemput oleh farel dan kedua orang tua nya.


" Terimakasih banyak ya dok, selama ini sudah merawat aku" ucap citra.


" Iya sama-sama ca, jangan lupa untuk istirahat ya ca" ucap dokter diki.


" Pasti dok" kata citra sambil tersenyum.


" Oh iya ca! Tapi motor kamu masih ada di bengkel" kata dokter diki.


" Di bengkel? Memang siapa yang membawa nya ke bengkel?!" kata citra bingung.


" Apa jangan-jangan dokter yang membawa motor ku ke bengkel?!" lanjut citra menebak nya.


" Iya ca" jawab dokter diki.


" Sebenarnya motor ku tidak di bawa ke bengkel juga tidak masalah dok! Lagipula motor ku rusaknya tidak terlalu parah kok!" kata citra.


" Meskipun tidak parah, tetap saja saya harus bertanggung jawab karena saya yang sudah menabrak kamu" ujar dokter diki.


" Yasudah begini saja, aku minta alamat bengkel nya nanti biar farel yang mengambil motor ku dok" ucap citra.


" Kata montirnya, motor kamu belum selesai nanti biar saya saja yang mengantarkan motor kamu ke rumah kamu. Bagaimana?!" ucap dokter diki


" Yasudah deh, kalau begitu aku boleh minta nomor handphone nya dokter diki?!" kata citra.


" Iya boleh" jawab dokter diki cepat


Mereka langsung bertukar nomor handphone.


" Yasudah, kami pamit pulang terlebih dahulu" ucap papa.


" Iya pak" ucap dokter diki


" Iya dok" ucap papa.


Setelah berpamitan citra dam yang lainnya pergi.


45 menit perjalanan, akhirnya mereka sampai di depan rumah.


Setelah sampai di rumah citra langsung pergi ke kamar nya untuk istirahat.


" Alhamdulillah, akhirnya aku bisa pulang ke rumah lagi" ucap citra bersyukur.


Citra merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur yang sudah beberapa hari ini tidak dia tempati.


Saat citra sedang rebahan, tiba-tiba dia teringat sesuatu.


" Amel bagaimana kabar nya ya? Sejak aku pergi ke London aku jarang berkomunikasi dengan dia karena aku sibuk menyelesaikan pendidikan ku" kata citra.


" Apa aku hubungi dia saja dan tanya kabarnya! Tapi, nomor handphone nya dia kira-kira masih aktif tidak ya?!" pikir citra.


" Lebih baik aku buka medsos nya dia saja deh, siapa tahu dia sedang online!" ujar citra.


Citra langsung mengambil handphone nya di tas dan langsung membuka medsos nya untuk melihat apakah amel sedang online atau tidak.


" Ternyata amel dan kak raka sudah jadian!" citra terkejut saat melihat postingan di medsos amel yang sedang merayakan hari ulangtahun jadian mereka.

__ADS_1


" Coba aku DM dia, kira-kira dia bakal balas tidak ya?!" ujar citra.


Setelah citra nge DM amel, dia langsung memejamkan matanya untuk tidur, karena beberapa hari berada di rumah sakit dia tidak bisa tidur nyenyak.


Tanpa terasa hari sudah malam, waktu nya untuk makan malam.


Semua orang sudah siap di meja makan hanya citra saja yang masih belum datang.


" Bi, tolong panggil non citra untuk makan malam" ucap mama.


" Baik bu" jawab bi sum.


Setelah menjawab, bi sum langsung pergi ke kamar citra.


^^^Tok! Tok! Tok!^^^


Terdengar suara ketukan pintu, si empunya kamar masih menikmati mimpinya dan enggan untuk menyudahi mimpinya.


Karena tidak ada jawaban dari pemilik kamar, bi sum kembali mengetuk pintu kamar citra.


Tok! Tok! Tok!..


" Makan dulu non, sudah di tunggu bapak dan yang lain di meja makan" ucap bi sum dari luar kamar.


" Iya bu, nanti eca menyusul" jawab citra sambil menarik selimut.


Setelah mendengar jawaban citra, bi sum kembali ke ruang makan untuk menyampaikan jika citra nanti akan menyusul.


" Bagaimana bi, citra sudah bangun?" tanya mama saat melihat bi sum datang.


" Kata non eca, nanti dia akan menyusul bu" jawab bi sum.


" Terimakasih bi, yasudah bibi bisa melanjutkan pekerjaan bibi" ucap mama.


Dan di jawab dengan anggukan kepala dari bu veronica.


" Kita tunggu citra atau kita makan terlebih dahulu pa?" tanya devina.


" Kita makan terlebih dahulu saja, mungkin citra masih mau istirahat nanti biar bibi yang mengantarkan makanan ke kamar citra" jawab papa.


Mereka memulai makan malam tanpa citra.


Saat mereka baru saja selesai makan, tiba-tiba....


Ting... Tung... Ting.... Tung....


Terdengar suara bel rumah.


Pak ardi yang akan pergi ke ruang kerja pun mengurungkan niatnya karena mendengar suara bel, beliau pun langsung berjalan menuju pintu.


" Ya, tunggu sebentar!!" kata papa sambil berjalan menuju pintu.


Klik!...


Terdengar suara kunci pintu di putar.


" Kamu!!" papa terkejut saat melihat seseorang yang sedang berdiri di depan nya.


" Selamat malam om" sapa seseorang tersebut.

__ADS_1


" Selamat malam" jawab papa terkejut saat orang di depan nya memanggil beliau dengan sebutan om.


" Citra sekarang ada dimana om?" tanya seseorang tersebut.


" Citra sekarang ada di..." jawab papa tidak melanjutkan ucapannya.


" Ada dimana om?" tanya seseorang tersebut bingung.


" Aku harus bagaimana ini! Aku harus menjawab apa ya!?" ujar papa dalam hati bingung.


Saat pak ardi sedang kebingungan mencari jawaban yang tepat untuk pertanyaan orang didepan nya, tiba-tiba..


" Ada siapa pa?" tanya bu veronica dari arah dalam.


" Saya tante" jawab seseorang tersebut sambil menjulurkan kepalanya agar bu veronica bisa melihat dirinya.


Betapa terkejutnya bu veronica saat melihat seseorang yang menjawab pertanyaan. Karena saking terkejutnya beliau sampai-sampai beliau bibir nya membentuk huruf O.


" Kenapa mereka sangat terkejut setelah melihat aku, bahkan mereka sampai mematung seperti itu" batin Mr X.


Orang tersebut merasa bingung dengan apa yang sedang terjadi dengan dua orang yang ada di depan nya.


Karena bingung, orang tersebut pun sampai menggaruk kepalanya sambil melihat ke arah pak ardi dan bu veronica yang masih mematung setelah melihat dirinya.


" Om, tante!" panggil Mr X.


Disisi lain.


Citra terbangun dari tidurnya karena perutnya terus berbunyi menandakan minta untuk diisi dengan makanan.


" Kenapa perut ku berbunyi terus ya?!" pikir citra.


" Padahal aku sedang malas makan dan masih ingin tidur!" ucap citra sambil menarik selimut menutupi seluruh tubuhnya.


Saat dia mencoba untuk tidur kembali, tiba-tiba...


Kruyuk! Kruyuk!!


Lagi-lagi perut nya kembali berdemo meminta untuk segera diisi.


Dengan kesal citra membuka selimut nya dan langsung bangun dan duduk.


" Iissh! Ini perut kenapa tidak bisa di ajak kompromi sih!!" kesal citra.


Karena perutnya terus berbunyi, dengan malas citra pun bangun dan berjalan keluar untuk mencari makanan untuk mengisi perut nya yang sudah keroncongan.


Saat melewati ruang tamu citra melihat papa dan mama nya berdiri di depan pintu dan ada seseorang yang sedang mengajak papa dan mama nya mengobrol.


" Orang itu siapa ya? Kenapa papa dan mama diam saja saat di ajak bicara oleh orang itu!?" batin citra.


" Jangan-jangan itu orang yang berniat jahat kepada papa dan mama!" pikir citra.


Karena penasaran, dengan langkah kaki pelan citra berjalan mendekati papa dan mama nya.


Dia mendekati papa dan mama nya sambil membawa sapu yang dia gunakan sebagai senjata jika orang tersebut memiliki niat jahat kepada papa dan mama nya.


" Papa dan mama sedang apa?" tanya citra sambil berjalan mendekat.


Mendengar suara citra, Mr X langsung menjulurkan kepalanya.

__ADS_1


Citra sangat terkejutnya saat melihat seseorang yang sedang mengajak papa dan mama nya bicara.


" KAMU!!!"


__ADS_2