Mendadak Menjadi Istri CEO

Mendadak Menjadi Istri CEO
Eps 98


__ADS_3

" Saya obati terlebih dulu luka kamu ya?!" ucap vito


Citra yang mendengar ucapan vito, citra langsung menganggukkan kepalanya, karena tangan nya terasa sangat sakit.


Setelah mengucapkan hal itu, vito pun langsung turun dari tempat tidur dan langsung pergi mencari kotak obat.


" Alhamdulillah, akhirnya aku tidak jadi di perkosa oleh manusia kutub itu" ucap syukur citra dalam hati.


" Dimana wanita itu menaruh kotak obat nya!" ucap lirih vito.


Karena tidak mengetahui dimana kotak obat tersebut, vito pun langsung memutar badannya dan berjalan menuju citra yang sedang duduk di tempat tidur.


" Kamu menaruh kotak obat nya dimana?" tanya vito


Citra hanya diam saja sambil menahan rasa sakit di lengan nya.


" Kalau kamu tidak memberitahu saya dimana kamu meletakkan kotak obat nya, terus bagaimana cara saya mengobati luka kamu!" ucap vito frustasi.


Bukan nya menjawab citra malah menangis lagi.


Hiks... Hiks.... Hiks....


" Loh! Kenapa kamu malah menangis lagi" ucap vito terkejut.


" Sudah dong jangan menangis lagi, saya minta maaf tadi saya hanya bercanda saja kok" ucap vito sambil mengusap air mata di pipi citra.


" Apa?? Dia bilang tadi hanya bercanda!!" batin citra.


" Dia tadi hampir saja merenggut kesucian ku, dan dengan seenaknya saja dia bilang tadi dia hanya bercanda. Keterlaluan!!" ucap citra dalam hati.


Ketika mendengar ucapan vito yang mengatakan dia tadi hanya bercanda saja, citra merasa marah dan berniat untuk meninggalkan kamar tersebut tapi, di tahan oleh vito.


" Kamu mau pergi kemana?" tanya vito lembut.


" Bukan urusan kamu!" jawab citra ketus.


" Minggir!!" ucap citra ketus.


Bukan nya membiarkan citra pergi, eh ini malah vito langsung memeluk tubuh citra yang tertutup selimut.


" Saya minta maaf ya, saya janji saya tidak akan mengulangi kesalahan saya lagi" ucap vito sambil memeluk citra.

__ADS_1


" Enak saja kamu minta maaf, setelah semua yang telah kamu lakukan tadi!" ucap citra dalam hati.


" Saya akui, kalau saya memang salah karena saya telah melanggar kontrak yang telah kita sepakati, tapi saya juga bingung karena kedua orang tua saya terus mendesak saya agar kamu cepat hamil dan mereka mempunyai cucu" ucap vito sambil melepaskan pelukannya.


" Eh! Kenapa aku tadi bilang seperti itu ya! Kan kamu istri saya jadi, saya berhak atas diri kamu seutuhnya" ucap vito menyadari ucapan nya tadi.


" Memang benar yang mas vito katakan, aku memang istri mas vito, tapi bukan nya mas vito itu sangat menyayangi dan mencintai pacar nya mas vito" kata citra membenarkan ucapan vito.


" Jadi, saya berhak dong meminta hak saya sebagai seorang suami?!" ujar vito


" Tidak bisa! " jawab citra ketus


" Kenapa tidak bisa?" tanya vito bingung.


" Karena aku tidak mau di sebut sebagai perebut pacar orang!" jawab citra ketus.


" Lebih baik, mas vito buat pacar mas vito hamil biar kalian cepat mendapatkan restu dari papa dan mama!" ucap citra.


" Apa kamu bilang?!" tanya vito pura-pura tidak mendengar.


" Aku bilang, mas vito buat pacar mas vito hamil saja biar kalian berdua cepat mendapatkan restu dari papa dan mama" jawab citra mengulangi ucapan nya tadi.


" Mas vito harus ingat, selama mas vito masih memiliki pacar, jangan harap mas vito akan mendapatkan hak mas vito sebagai seorang suami!" ucap citra tegas.


Tapi saat citra akan membuka selimut, dia terkejut melihat dirinya sendiri sudah tidak memakai pakaian yang lengkap, dia pun langsung menutup kembali selimut tersebut sampai menutupi seluruh badannya.


Vito merasa heran saat melihat citra mengurungkan niatnya untuk mengambil kotak obat nya, karena penasaran vito pun langsung bertanya " Kenapa tidak jadi?".


Karena kesal dengan vito yang telah melepas paksa pakaian nya, citra pun hanya diam saja sambil memajukan bibirnya.


" Kenapa kamu diam saja?" tanya vito bingung.


" Bagaimana aku mau ambil kotak obat, aku saja tidak memakai pakaian yang lengkap, ini pasti ulah nya mas vito kan!?" jawab citra kesal.


" Oh iya! Aku lupa, aku tadi melepas paksa pakaian kamu" ucap vito merasa bersalah.


" Tapi aku belum melihat semua nya kok! Percaya deh!" kata vito menjelaskan.


" Yasudah, bagaimana kalau kamu kasih tahu saya dimana kamu menyimpan kotak obat nya!?" ujar vito mengalihkan pembicaraan.


Dengan terpaksa citra pun memberitahu dimana dia menyimpan kotak obat nya.

__ADS_1


" Kotak obat nya ada di dalam tas, di belakang mas vito" kata vito sambil menunjuk sebuah meja samping tempat tidur


Vito langsung menoleh kearah citra menunjuk.


" Yasudah, aku ambil dulu" ucap vito sambil berusaha untuk meraih tas milik citra yang terletak di atas meja.


Dengan susah payah, akhirnya vito berhasil meraih tas milik citra.


Saat vito hendak membuka tas itu, citra baru ingat jika di dalam tas nya masih ada paspor atas nama nya bukan atas nama kakak nya.


Citra pun langsung merebut tas milik nya dari vito sambil berkata " Biar aku saja yang ambil!"


" Tidak apa-apa, biar saya saja yang ambil lagipula tangan kamu kan masih sakit!" ucap vito.


" Tetap tidak boleh, karena di dalam tas ini ada sesuatu yang sangat penting untuk wanita!" tolak citra sambil memeluk tas nya agar tidak di ambil oleh vito.


" Memang sesuatu yang penting untuk wanita apa?" tanya vito tidak mengerti.


" Sesuatu yang penting itu, sesuatu yang selalu di pakai oleh setiap wanita jika dia kedatangan tamu" jawab citra sambil mengambil kotak obat.


" Maksud kamu baju?!" Tanya vito


" Bukan baju tapi, sesuatu yang lain" jawab citra bingung menjelaskan nya kepada vito.


" Terus apa kalau bukan baju?" tanya vito penasaran.


" Intinya, sesuatu itu berbentuk sebuah barang yang menjadi kebutuhan penting bagi wanita jika dia sedang kedatangan tamu" jawab citra


" Sudahlah, tidak perlu lagi di bahas! Kalau kamu mau tanya saja sama pacar anda!" ucap citra kesal


" Bagaimana cara ku mengobati luka ku, kalau manusia kutub ini masih ada disini!" pikir citra


Disaat citra yang sedang bingung bagaimana cara nya untuk mengobati luka nya, vito mengambil kotak obat tersebut dari tangan citra.


" Sini, biar saya bantu mengobati luka kamu!" ucap vito pelan.


" Terimakasih tapi tidak perlu! Nanti yang ada bukan nya mengobati luka ku, yang ada nanti mas vito melakukan hal yang macam-macam lagi!" ucap citra sambil menyilangkan kedua tangannya di depan dada.


" Saya janji, saya tidak akan melakukan hal seperti tadi lagi" ucap vito sungguh-sungguh.


Hufh....

__ADS_1


Citra menghela napas panjang sebelum berkata " Yasudah deh, tapi jangan macam-macam ya!"


" Iya, kamu tenang saja" jawab vito


__ADS_2