Mendadak Menjadi Istri CEO

Mendadak Menjadi Istri CEO
Eps 169


__ADS_3

Kini mereka sudah sampai di London, citra langsung pergi ke kampus tanpa mengajak vito ikut bersamanya.


Setelah semua urusan nya selesai, citra memutuskan untuk makan, karena memang sudah waktunya jam makan siang.


Citra memilih restoran yang menjadi tempat biasa nya dia dan viona sering makan saat mereka masih sering ketemu.


Restoran tersebut hanya berjarak 15 menit perjalanan dari kedua kampus tempat citra menimba ilmu.


Sesampainya di restoran, citra langsung memilih tempat duduk di dekat jendela agar dia bisa melihat pemandangan di luar restoran.


Citra langsung memesan makanan karena perutnya sudah keroncongan meminta untuk di isi.


Sambil menunggu makanan nya datang, citra membuka handphone nya untuk melihat apakah ada pesan atau panggilan telepon untuk dirinya atau tidak karena sejak tadi handphone nya dia silent.


" Ternyata tidak ada pesan dan panggilan masuk" ucap citra saat melihat tidak ada pesan dan panggilan masuk di handphone nya.


Citra meletakkan handphone nya di atas meja, di sela-sela menunggu makanan nya tiba-tiba citra teringat sesuatu.


" Astaghfirullahalazim, kenapa aku bisa lupa!" kata citra sambil menepuk dahi.


" Aku tadi berangkat ke sini kan bersama manusia kutub, tapi sekarang manusia kutub itu kemana ya?" ucap citra.


" Apa jangan-jangan orang itu masih ada di tempat itu ya?!" pikir citra.


" Bagaimana kalau benar vito masih ada di tempat itu ya! Dia kan belum tahu kampus ku" batin citra.


" Lebih baik aku hubungi dia untuk menanyakan sekarang dia ada dimana!" ucap citra sambil mengambil handphone nya yang dia letakkan di atas meja.


Citra pun langsung membuka handphone nya untuk mencari nomor handphone vito, dan citra baru ingat jika dia tidak mempunyai nomor handphone vito.


" Oh iya! aku kan tidak punya nomor handphone nya manusia kutub!" ucap citra pelan sambil meletakkan handphone nya di atas meja kembali.


" Terus bagaimana cara nya aku menghubungi dia ya?!" ucap citra dalam hati.


Disaat citra sedang memikirkan bagaimana cara dia untuk menghubungi vito, tiba-tiba....


Drrrtt.... Drrrttt...


Handphone citra bergetar, citra mengambil handphone nya untuk melihat siapa yang sedang menghubungi dirinya.


" Ini nomor siapa ya? Kenapa tidak ada nama nya?!" batin citra.


Citra pun membiarkan handphone nya terus bergetar tanpa ada niat untuk menerima panggilan telepon dari nomor tidak diketahui nama nya.


Selang beberapa menit handphone citra bergetar kembali, dan saat citra melihat handphone nya ternyata nomor yang sama yang sedang menghubungi dirinya.


" Siapa sih, dari tadi menelepon aku terus!" kesal citra.


Karena kesal dengan orang yang sejak tadi terus menelepon dirinya nya tanpa henti, citra pun menerima panggilan telepon dari nomor yang tidak diketahui nama nya itu.


......* Mode telepon on *......

__ADS_1


" Hallo!" ucap citra.


" Kamu sekarang ada dimana ra?" tanya seseorang diseberang sana.


Citra terkejut saat mendengar suara seseorang dari seberang sana.


" Manusia kutub!!" ucap citra dalam hati.


Ya, orang yang sejak tadi terus menghubungi nomor handphone citra ialah vito.


Karena tidak mendapat jawaban atas pertanyaan tadi, vito pun kembali bertanya " Citra, kamu baik-baik saja kan?!" dengan nada khawatir.


Mendengar suara vito, citra kembali tersadar dari keterkejutan nya.


" Hah! Iya apa?!" kata citra dengan ekspresi wajah bingung.


" Kamu sekarang sedang berada dimana ra?!" kata vito kembali bertanya kepada citra.


Bukan nya menjawab pertanyaan vito, citra malah bertanya kepada vito " Ini benar pak vito kan?!" untuk memastikan jika yang sedang berbicara dengan nya melalui sambungan telepon adalah vito.


" Iya saya vito" jawab vito dengan nada lembut.


" Saya minta maaf ya pak, karena tadi saya pergi begitu saja tanpa mengajak anda pergi" ucap citra dengan nada merasa bersalah.


" Iya tidak masalah ra" kata vito.


" Kamu tadi jadi bertemu dengan dosen ra?" tanya vito.


" Sekarang kamu ada dimana ra?" tanya vito dengan nada lembut.


" Aku sekarang sedang ada di restoran pak" jawab citra.


" Kamu sedang makan siang ra?!" ujar vito.


" Iya pak, aku sedang makan siang" jawab citra.


" Sekarang kamu beritahu saya, kamu sekarang ada di restoran apa nanti biar saya jemput kamu" ucap vito.


" Sekarang aku ada di restoran dekat kampus pak" jawab citra.


" Kamu bisa share lokasi kamu saat ini tidak ra?" tanya vito.


" Bisa pak" jawab citra.


" Yasudah, sekarang kamu share lokasi kamu, nanti saya kesana" ujar vito.


" Iya pak" jawab citra.


" Sekarang ya!!" kata vito tegas.


" Iya pak" kata citra.

__ADS_1


Citra pun langsung share lokasi nya saat ini kepada vito.


Setelah selesai mengirim lokasi nya saat ini kepada vito, citra langsung memutuskan sambungan telepon secara sepihak karena pesanan nya sudah datang.


...* Mode telepon off *...


Disisi lain.


Vito yang mengetahui sambungan telepon nya di putus secara sepihak oleh citra pun hanya bisa pasrah.


Vito lalu mengecek lokasi citra saat ini, setelah mengetahui dimana citra saat ini berada dia langsung pergi menyusul citra dengan naik taksi.


15 menit kemudian akhirnya vito sampai di lokasi yang di share oleh citra, vito langsung turun dari taksi dan berjalan menuju restoran.


Saat baru berjalan beberapa langkah mata nya melihat seseorang yang sedang dia cari.


" Cantik" ucap vito sambil melihat ke arah seseorang yang berada di dalam restoran yang saat ini sedang makan.


Vito langsung menghentikan langkahnya untuk melihat seseorang tersebut dari kejauhan.


" Ternyata selama ini kamu ada di negara ini ra, tapi kenapa saat aku datang kesini aku tidak bertemu dengan kamu " ucap vito dalam hati.


Karena tidak mau citra menunggu nya terlalu lama, vito pun langsung berjalan masuk kedalam restoran.


Saat di dalam restoran vito melihat sekeliling untuk mencari tempat duduk citra.


" Citra duduk dimana ya?!" ucap vito dalam hati.


" Oh iya! Tadi dia duduk nya di dekat jendela!" ujar vito dalam hati.


Vito pun kini mengalihkan pandangannya kearah meja yang berada di dekat jendela, setelah melihat sekeliling kini sudut bibir vito terangkat ( tersenyum) saat seseorang yang dia cari sudah ketemu.


Vito pun langsung berjalan mendekati seseorang yang sedang menikmati makan siang nya.


Saat sampai di depan citra, vito tidak langsung duduk tapi dia tetap berdiri dan terus memandangi wajah seseorang yang sudah membuat nya frustasi.


" Aku tidak akan membiarkan kamu pergi jauh lagi dari ku ra" ucap vito dalam hati.


Setelah puas memandangi wajah citra, vito pun duduk di kursi samping citra.


" Makanan nya enak ya?" tanya vito.


Hal itu membuat citra tersedak.


Uhuk! Uhuk!...


Melihat hal itu vito langsung memberikan minum untuk citra.


" Ini ra minun dulu!" kata vito sambil memberikan minuman yang ada di depan citra.


" Pelan-pelan ra!" imbuhnya sambil menepuk pelan punggung citra.

__ADS_1


__ADS_2