Mendadak Menjadi Istri CEO

Mendadak Menjadi Istri CEO
Eps 21


__ADS_3

" Ya tuhan, hamba ingin sekali melihat anak bungsunya hamba bisa tertawa lepas ketika sedang bersama hamba, seperti saat dia bersama art dan supir di rumah kami" pinta papa kepada tuhan


Saat papa sedang melamun citra kembali ke meja makan, citra yang melihat papa nya sedang melamun pun mencoba untuk memanggil beliau " pa, papa" namun masih tidak ada respon dari sang papa.


" Pa, papa" citra pun kembali memanggil sang papa sambil memegang tangan papa nya.


" Hah, iya" ucap papa terkejut


" Papa kenapa, kok melamun?" tanya citra


" Papa baik-baik saja" jawab papa


" Citra" kata papa memanggil anak bungsunya


" Iya, ada apa pa?" tanya citra kepada papa nya


" Ada yang mau papa bicarakan dengan kamu" jawab papa


" Soal apa pa?" tanya citra ragu takut papa nya marah


" Papa akan kasih ijin kamu, untuk ikut pertandingan minggu depan ra" ucap papa


" Apa pa?" tanya citra untuk memastikan bahwa papa nya tidak salah bicara


" Kamu boleh ikut pertandingan minggu depan ra" jawab papa


" Jadi, maksud papa aku boleh ikut pertandingan minggu depan pa?" tanya citra untuk memastikan bahwa dia tidak salah dengar


" Iya, kamu boleh ikut pertandingan" ucap papa


" Benar pa?" tanya citra dengan raut wajah yang sedang menanti kata iya dari sang papa


Papa hanya menganggukkan kepala pertanda bahwa beliau berkata " iya benar".


" YEAH!" teriak citra karena dia sangat bahagia akhirnya sang papa memberikan ijin untuk dia ikut pertandingan, ya meskipun sebelumnya dia harus bertengkar dahulu dengan papa nya.


Citra pun berlari menuju mama nya dan langsung memeluk sang mama, mama pun membalas pelukan hangat dari sang anak.


" Alhamdulillah ya tuhan, akhirnya hamba bisa melihat raut bahagia dari putri hamba " ucap mama dalam hati mengucapkan syukur.


" Kamu boleh ikut pertandingan, tapi dengan syarat!" ujar papa yang membuat raut wajah citra berubah.


" Syarat nya apa pa?" tanya citra cemas dan khawatir dengan syarat yang diajukan oleh papa nya itu tidak bisa dia penuhi


" Syarat nya kamu harus pulang membawa piala kemenangan" ucap papa


" Citra janji pa, citra pasti akan membawa pulang piala"


ujar citra dengan semangat

__ADS_1


" Papa akan tunggu janji kamu" ucap papa


citra menganggukan kepala sambil tersenyum dan kembali memeluk mama nya.


Karena sangat bahagia, citra berlari ke arah papa nya untuk memeluk sang papa, tapi saat sudah ada di depan papa nya dan bersiap untuk memeluk papa nya, citra mengurungkan niatnya untuk memeluk karena dia takut papa nya akan marah, seperti saat dia masih kecil.


" Kamu mau apa?" tanya papa


" Bukan apa-apa pa" jawab citra takut


Citra kembali ke arah mama dengan wajah lesu.


" Bukan nya tadi kamu mau peluk papa?" tanya papa


" Kenapa tidak jadi" sambung papa


" Bu bukan begitu kok pa" jawab citra terbata-bata, sambil membalikkan badannya


" Sini peluk papa" ucap papa sambil merentangkan kedua tangannya.


Tanpa berkata-kata lagi citra langsung berlari ke arah papa nya dan memeluk papa nya dengan perasaan yang sangat bahagia.


" Akhirnya aku bisa merasakan pelukan hangat dari papa, yang selama ini selalu aku impikan" ucap citra dalam hati


Karena sangat bahagia citra sampai menitikan air mata, sang papa pun menyadari bahwa putri nya sedang menangis, beliau pun langsung melepaskan pelukannya dan bertanya kepada sang putri " Kamu kenapa menangis?"


" Lalu ini?" tanya papa sambil mengusap air mata citra


" Ini air mata bahagia pa, karena sekarang citra merasa sangat bahagia" jawab citra


" Oh ya pa, kertas yang tadi citra kasih sudah di tandatangani belum pa?" tanya citra


" Kertas nya masih ada di ruang kerja papa, nanti papa ambil dulu" jawab papa


" Iya pa" kata citra


Vito tanpa sadar juga ikut tersenyum saat melihat citra bahagia.


" Kenapa aku merasa senang saat melihat dia bisa tersenyum lepas, padahal dia bukan siapa-siapa bagi ku, dia hanya adik dari istri sementara ku" ujar vito dalam hati


" Tapi kalau dia sedang tertawa manis juga" gumam vito


" Eh, kenapa aku jadi seperti ini" pikir vito


Kini vito mulai merubah mimik wajah kembali seperti semula, mimik wajah datar dan bersikap dingin.


Tidak lama kemudian papa ardi keluar dari ruang kerja, dan kembali ke ruang makan sambil membawa sebuah map yang berisi kertas persetujuan dari orang tua.


" Ini kertas yang kamu maksud kan?" tanya papa saat sudah ada di depan citra

__ADS_1


" Iya pa" jawab citra sambil mengambil map yang ada di tangan papa nya.


Citra pun membuka map tersebut dan ternyata sudah di tandatangani oleh sang papa.


" makasih ya pa" ucap citra sambil tersenyum


Dan hanya di jawab dengan anggukan kepala dari sang papa, kemudian citra langsung pergi ke kamar nya untuk bersiap pergi ke tempat latihan.


Setelah kepergian citra, papa Ardi yang menyadari bahwa vito masih ada di samping nya pun berkata " Saya minta maaf ya pak vito karena bapak jadi melihat kejadian seperti ini"


" Iya tidak masalah" jawab vito


" Kedatangan saya kesini untuk bertanya apa devina ada di sini atau tidak" ujar vito


" Devina?" ucap papa dan mama bersama dengan raut wajah terkejut


Citra yang hendak membuka pintu kamar mendengar suara papa dan mama nya yang menyebutkan nama devina pun mengurungkan niatnya untuk membuka pintu kamar.


" Aduh, bagaimana ini kalau sampai papa bilang kalau kak devina tidak disini, yang ada nanti orang itu pasti akan menyuruh anak buahnya untuk mencari devina sampai ketemu, dan kalau sampai anak buahnya tahu kalau kak devina ada di luar negeri, yang ada nanti ketahuan kalau aku bukan kak devina". pikir citra


" Apa aku harus berpura-pura menjadi kak devina lagi, tapi kalau aku jadi kak devina lagi yang ada nanti aku tidak bisa ikut pertandingan beladiri" pikir citra


" pusing" ucap citra sambil menggaruk kepalanya


" Aku punya ide" ucap citra saat dia mempunyai cara untuk memecahkan masalah, agar dia tidak berpura-pura menjadi kakaknya untuk sementara waktu


Citra pun kembali lagi ke meja makan, saat sudah dekat dia berkata " Pa tadi citra lupa bilang kalau kak devina lagi ada kerjaan"


" Pekerjaan apa, kenapa nomor nya tidak bisa di hubungi?" tanya vito


" Mana aku tahu, mungkin sedang ikut bakti sosial di tempat terpencil yang tidak ada signal, maka nya nomor nya di bisa dihubungi" jawab citra


" Berapa lama?" tanya vito


" Apa nya, kak devina?" ucap citra


" hem" jawab vito


" mungkin 2 atau 3 minggu" ucap citra sambil membalikkan badannya


" Tunggu" ucap vito saat melihat citra akan pergi


" Lokasi nya dimana?" tanya vito


" Aku tidak tahu, soalnya kak devina tidak bilang" jawab citra


" Kalau tidak percaya, baca saja sendiri" ucap citra sambil memberikan handphone nya


Dengan ragu vito mengambil handphone yang ada di tangan citra untuk melihat percakapan antara citra dan devina, tapi saat vito akan mengambil handphone citra tiba-tiba.....

__ADS_1


__ADS_2