
Sesampainya di depan ruangan yang dikatakan oleh asisten nya dia melihat para dokter dan perawat sedang mengobati citra.
" Ya tuhan, hamba mohon selamatkan citra, orang yang paling cinta" ucap vito sambil terus melihat kearah citra yang sedang terbaring lemah.
Tanpa sadar air mata vito mengalir membasahi pipinya.
Disaat vito sedang menunggu dokter keluar dari ruangan, datanglah kedua orang tua citra dan kedua orang tua nya.
" Bagaimana kondisi citra vit?" tanya papa dimas.
Mendengar pertanyaan dari sang papa, vito langsung mengusap air mata nya dan memasang wajah datar.
" Belum tahu, karena dokter nya juga belum keluar" jawab vito dengan ekspresi datar.
" Vito menunggu dokter nya keluar sambil duduk saja!" ujar mama elisa sambil duduk.
" Tidak perlu ma, aku mau menunggu disini!" jawab vito kekeuh ingin menunggu sambil berdiri di depan ruangan.
Tidak lama kemudian, pintu ruangan terbuka dan keluar para dokter dan perawat.
" Bagaimana keadaan pasien dok?" tanya vito dingin.
" Kalau boleh saya tahu anda siapa nya pasien?" tanya dokter.
" Saya calon suami dari pasien!" jawab vito dingin.
" Lalu dimana keluarga pasien?" tanya dokter.
__ADS_1
" Kami orang tua nya pasien dok" jawab papa ardi.
" Bagaimana kondisi putri kami dok?" tanya papa ardi.
" Pasien sudah melewati masa kritis pak" jawab dokter.
" Alhamdulillah" ucap semua orang saat mendengar jawaban dari dokter.
Baru saja mereka merasa senang karena citra sudah melewati masa kritis, tiba-tiba...
" Tapi di karenakan terjadi benturan keras pada kepala nya itu bisa mengakibatkan pasien mengalami amnesia " ucap dokter.
" Apa dok, amnesia??" semua orang terkejut dengan ucapan dokter.
" Iya pak amnesia" jawab dokter.
" Kami belum bisa memastikan apakah pasien mengalami amnesia total atau tidak sebelum hasil pemeriksaan medis keluar" jawab dokter.
" Apakah kami boleh masuk kedalam dok?" tanya bu veronica.
" Tentu saja boleh bu, tapi hanya satu orang saja yang boleh masuk, karena pasien masih belum sadarkan diri" jawab dokter.
" Baik dok, terimakasih banyak dok" ucap pak ardi.
" Kalau begitu saya permisi" ucap dokter.
" Iya, silahkan dok! Sekali lagi terimakasih banyak dok" ucap pak ardi.
__ADS_1
Kemudian dokter itu pun pergi, setelah dokter itu pergi bu veronica yang masuk ke dalam ruangan citra terlebih dahulu.
" Sayang, bangun!" ucap bu veronica di samping putri nya.
" Mama mohon, kamu cepat bangun ra" ucap bu veronica sambil menangis.
" Bukan nya tadi kamu baru saja berkata kalau kamu akan datang ke acara ulangtahun farel sayang, tapi kenapa kamu bisa seperti ini" ucap bu veronica sambil menangis tersedu-sedu melihat putri nya terbaring lemah.
Karena tidak kuat melihat kondisi sang putri, bu veronica langsung pergi keluar menemui sang suami.
Pak ardi yang melihat sang istri keluar dari ruangan citra di rawat sambil menangis pun langsung menghampiri sang istri.
" Ada apa ma?" tanya pak ardi sambil memeluk sang istri.
" Citra pa! " jawab bu veronica sambil menangis.
" Citra kenapa ma?" tanya pak ardi khawatir.
Bukan nya menjawab pertanyaan dari sang suami, bu veronica malah menangis sambil berkata " Hiks! Hiks! Hiks! Citra pa"
" Iya ma, tapi citra kenapa ma? Beritahu papa putri kita Kenapa?" ujar pak ardi dengan nada lembut.
" Hiks! Hiks! Hiks! Citra tidak mau mendengarkan ucapan mama pa!" jawab bu veronica sambil menangis.
" Maksud mama apa? Coba jelaskan kepada papa?!" tanya pak ardi sambil melepaskan pelukannya.
" Tadi mama sudah menyuruh citra untuk bangun tapi, citra tetap saja tidak bangun pa!" jawab bu veronica menjelaskan.
__ADS_1
Vito yang mendengar jawaban bu veronica langsung masuk kedalam ruangan citra.