
Setelah perjalanan yang melelahkan, akhirnya mereka berdua sampai di hotel.
" Alhamdulillah akhirnya bisa merebahkan tubuhnya juga" kata citra sambil merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.
Vito ikut merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.
" Lelah ya ra?" tanya vito.
" Lumayan mas" jawab citra.
" Memang kenapa mas?" tanya citra.
" Tadi nya aku mau m ngajak kamu jalan-jalan ke menara eiffel ra, tapi kelihatannya kamu sangat lelah..."
Belum selesai vito menjawab pertanyaan citra, citra langsung menyela nya " Ayo mas! Kita pergi sekarang!" langsung duduk.
Vito sampai terkejut mendengar ucapan citra.
" Astaghfirullahalazim" ucap vito lirih.
" Memang kamu tidak lelah ra?" tanya vito sambil mengubah posisi tidur nya.
__ADS_1
" Ya capek sih mas, tapi kalau mas vito mau mengajak aku jalan-jalan ke menara eiffel, aku mau mas!!" jawab citra semangat 45.
Vito tersenyum saat melihat istrinya sangat bersemangat saat dia akan mengajak nya jalan-jalan ke menara eiffel.
" Yasudah, sekarang kita mandi dahulu setelah itu kita jalan-jalan!" kata vito.
" Oke! Aku yang mandi dahulu ya mas, setelah itu baru mas vito yang mandi!" kata citra.
" Iya ra, yasudah kamu mandi dahulu sana!" ujar vito.
" Aku mau istirahat sebentar!" imbuhnya.
Mendengar itu citra langsung mengambil koper milik nya dan langsung membuka nya untuk mengambil pakaian yang akan dia pakai untuk pergi jalan-jalan bersama vito. Karena terburu-buru tanpa sengaja citra menjatuhkan lingerie yang di berikan oleh viona.
Dengan cepat citra langsung mengambil lingerie tersebut dan memasukkan nya kembali ke dalam koper milik nya.
" Untung mas vito tidak melihat nya, kalau tidak! Bisa gawat!" ujar citra sambil melihat ke arah vito.
Setelah selesai mengambil pakaian yang akan dia pakai, citra langsung pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Apa yang di khawatirkan oleh citra ternyata benar terjadi. Saat citra mengambil lingerie ternyata kurang cepat, vito sudah sempat melihat lingerie tersebut sebelum citra mengambil nya, tetapi vito berpura-pura tidur agar citra tidak mengetahui jika sebenarnya dia sudah melihat lingerie itu.
__ADS_1
" Kira-kira bagaimana ya jika citra mengenakan lingerie itu, pasti dia akan terlihat sangat sexy dan menggoda" ucap vito setelah citra pergi.
" Aku membayangkan lekuk tubuhnya pasti akan terlihat sangat menggoda jika dia memakai lingerie itu" kata vito sambil membayangkan citra.
" Yang di katakan viona memang benar, aku juga pasti akan merasa sangat senang jika citra mengenakan lingerie itu" batin vito mengingat kembali ucapan viona.
" Sadar vit! Jangan mimpi di siang bolong! Tadi pagi citra kan hanya menghargai pemberian viona, hanya itu saja. Tidak lebih!!" ujar vito mengingatkan dirinya sendiri untuk tidak berhayal yang tidak-tidak.
" Citra itu tidak mungkin mau memakai pakaian seperti itu vit! Dia bilang kepada viona jika suatu saat dia akan memakai nya itu hanya agar viona merasa senang vit! Jadi, kamu jangan terlalu berharap banyak citra akan memakai lingerie itu" ucap vito sambil menepuk-nepuk kedua pipinya agar dia tidak berhayal terlalu tinggi.
Vito tiba-tiba teringat sesuatu " Oh iya! Tadi bukan nya handphone citra berdering ya? Kira-kira tadi siapa yang menghubungi dirinya ya?!"
" Apa mungkin yang menghubungi citra tadi itu orang tua nya ya?!" batin vito.
" Ya! Bisa jadi yang menghubungi citra tadi adalah orang tua nya!" imbuhnya.
Karena penasaran, vito mulai mengulurkan tangannya ke arah tas citra, tapi dia menghentikan nya.
" Tapi, kalau tadi itu bukan orang tua citra yang menelepon citra, terus siapa yang tadi menelepon citra??" pikir vito.
" Tapi kenapa selama di perjalanan handphone nya terus saja berdering ya, apa itu memang orang tua nya citra yang ingin mengetahui apakah kami sudah sampai atau belum?!" batin vito.
__ADS_1
Karena penasaran, vito pun kembali mengulurkan tangannya ke arah tas citra, dan ketika tangan nya hampir menggapai tas citra, tiba-tiba....