Mendadak Menjadi Istri CEO

Mendadak Menjadi Istri CEO
Eps 160


__ADS_3

" Maaf!" ucap vito pelan.


Citra terkejut mendengar vito meminta maaf.


" Manusia kutub meminta maaf kepada ku?!" ucap citra dalam hati.


Melihat citra diam saja membuat vito penasaran Sdengan apa yang sedang di pikirkan oleh citra.


" Ra! Are you ok?!" tanya vito sambil memegang bahu citra.


" Hah! Apa?!" citra terkejut saat bahu nya ada yang pegang.


" Are you okay?!" ucap vito mengulangi pertanyaannya.


" Iya, aku baik-baik saja kok" jawab citra seperti orang kebingungan.


" Aku hanya tidak percaya saja, seorang bapak vito yang terhormat meminta maaf kepada ku hanya karena masalah yang sepele!?" ujar citra.


" Menurut saya itu masalah yang sepele ra" jawab vito.


" Huh! Yasudah! Tidak perlu membahas tentang masalah itu lagi, sekarang aku harus istirahat jadi anda mau disini saja atau mau pulang terserah anda!" ucap citra menyudahi perselisihan antara mereka berdua.


" Saya akan tetap disini untuk menjaga kamu" jawab vito singkat.


" Oke!" kata citra sambil mencoba merebahkan tubuhnya.


Dengan sigap vito membantu citra agar citra bisa merebahkan tubuhnya di hospital bed.


" Terimakasih" ucap citra.


" Iya sama-sama" jawab vito sambil tersenyum.


Saat citra baru saja memejamkan mata nya untuk istirahat, tiba-tiba terdengar suara handphone nya berdering.


" Handphone ku ada dimana ya?!" ucap citra sambil mencari keberadaan handphone nya.


" Ini handphone kamu ra" kata vito sambil memberikan handphone milik citra.


" Aku boleh minta tolong tidak?!" kata citra pelan.


" Minta tolong untuk apa?" tanya vito.


" Tolong coba lihat siapa yang menelepon aku" jawab citra.


" Oke!" kata vito sambil menganggukkan kepala.


Setelah mengatakan itu vito langsung melihat siapa yang menelepon citra.


" Samuel! Mau apa dia menelepon citra?!" batin vito.


Melihat ekspresi vito yang kesal membuat citra penasaran, sebenarnya siapa yang menelepon dirinya.


" Siapa yang menelepon?" tanya citra penasaran.


" Samuel!" jawab vito ketus.

__ADS_1


" Manusia kutub kenapa ya, kok dia berubah menjadi dingin lagi??" tanya citra dalam hati.


Citra mengulurkan tangannya untuk mengambil handphone nya dari tangan vito, tapi saat tinggal sedikit lagi, vito langsung melihat hal itu langsung menjauhkan handphone itu dari hadapan citra.


Citra yang melihat vito menjauhkan handphone milik nya membuat citra merasa kesal.


" Kenapa handphone di jauhkan!" kesal citra.


" Kesini kan handphone ku dong!" ujar citra.


" Tidak! Saya tidak akan memberikan handphone ini kepada kamu!" kata vito tegas.


" Kenapa??" tanya citra penasaran.


" Tangan kamu kan masih terluka!" jawab vito dengan wajah datar.


" Kan aku masih bisa menggunakan tangan yang satunya" ujar citra.


" Tangan kamu yang satu nya masih di infus ra" jawab vito.


" Oh iya! Tangan ku kan masih di infus!" batin citra.


Melihat citra murung membuat vito merasa bersalah.


" Kalau kamu mau menerima telepon dari samuel, biar saya yang akan membantu kamu memegangi handphone nya!" ujar vito.


" Anda serius?!" citra terkejut mendengar ucapan vito.


" Iya ra!" jawab vito sambil menganggukkan kepala.


Melihat citra tersenyum sumringah membuat vito merasa sangat senang.


Vito pun langsung mengeluarkan handphone nya agar citra bisa menerima telepon dari samuel.


" Yah! Sudah mati telepon nya" ucap citra kecewa.


" Kenapa dia terlihat sangat kecewa ya saat mengetahui telepon dari samuel mati" ucap vito dalam hati.


" Mau saya telepon kan samuel kembali?" tanya vito dengan nada lembut.


Mendengar pertanyaan vito, citra langsung menganggukkan kepalanya berkali-kali sambil tersenyum senang.


Vito langsung menelpon samuel agar citra bisa mengobrol dengan samuel.


Vito melihat citra terlihat senang saat sedang mengobrol dengan samuel melalui sambungan telepon.


" Andai saja dia bisa seperti ini saat mengobrol dengan ku, aku pasti akan sangat bahagia" ucap vito dalam hati.


" Pak vito! Pak!!" panggil citra saat dia sudah selesai menelepon samuel.


" Hah! Apa?!" vito terkejut saat tangan nya di pegang oleh citra.


" Itu! Aku sudah selesai" kata citra sambil menunjuk ke handphone nya.


" Oh! Iya!" jawab vito sambil menyimpan handphone citra.

__ADS_1


" Sekarang saat nya untuk kamu istirahat!" lanjut vito pelan.


" Iya" kata citra sambil menganggukkan kepala.


Citra kembali memejamkan mata nya untuk istirahat.


Setelah melihat citra tertidur pulas, vito keluar dari ruangan dengan sangat hati-hati agar tidak menggangu citra yang sedang tidur.


Saat citra sedang tertidur, dokter ridwan masuk kedalam untuk memeriksa kondisi citra.


" Ra, kamu selama ini pergi kemana saja! Abang mencari kamu kemana-mana tapi tidak pernah ketemu!" ucap dokter ridwan pelan.


" Kamu tahu tidak ra, abang baru melihat pak vito terlihat sangat khawatir saat melihat kamu terkulai tak berdaya seperti tadi" lanjut dokter ridwan bercerita.


Saat dokter ridwan sedang bercerita tentang vito, citra membuka mata nya dan melihat dokter ridwan sedang duduk ada di dekat nya.


" Bang ridwan!?" kata citra.


" Ra! Maaf ya, abang sudah membuat kamu terbangun" ucap dokter ridwan merasa bersalah.


" Abang tidak perlu merasa bersalah, lagipula aku sudah tidur cukup lama kok bang" kata citra.


" Oh ya bang! Tadi abang bilang kalau manusia kutub terlihat sangat khawatir karena melihat aku terkulai tak berdaya seperti tadi, memang benar ya bang?!" lanjut citra penasaran.


" Manusia kutub??" tanya dokter ridwan bingung.


" Iya manusia kutub bang!" jawab citra.


" Manusia kutub yang kamu maksud itu siapa ra?" tanya dokter ridwan penasaran.


" Jadi, abang tidak tahu manusia kutub itu siapa?!" kata citra.


" Iya, abang tidak tahu ra, memang yang kamu panggil dengan sebutan manusia kutub itu siapa ra?!" jawab dokter ridwan.


" Jadi, orang yang aku sebut manusia dan itu adalah pak vito bang" kata citra.


" Pak vito?!!" dokter ridwan terkejut mendengar perkataan citra yang mengatakan jika manusia kutub itu ialah vito.


" Kenapa kamu memanggil pak vito dengan sebutan itu ra?" tanya dokter ridwan penasaran.


" Ya tentu saja karena sikap nya yang dingin seperti es, maka nya aku panggil dia manusia kutub" jawab citra santai.


" Kenapa jadi abang yang kepada aku, kan tadi aku yang sedang bertanya kepada abang tentang maksud ucapan bang ridwan tadi!?" kata citra menyadari ada sesuatu yang salah.


" Memang tadi kamu bertanya masalah apa ra?" tanya dokter ridwan.


" Aku tadi tanya memang benar tadi manusia kutub terlihat sangat khawatir saat aku tidak sadarkan diri" jawab citra.


" Oh! Ternyata ucapan abang yang itu?!" ujar dokter ridwan


Citra hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.


" Iya ra, tadi abang baru melihat pak vito terlihat sangat khawatir melihat kondisi kamu ra" ucap dokter ridwan.


" Tadi saat dia membawa kamu ke rumah sakit, dia terlihat sangat sedih" ucap dokter ridwan

__ADS_1


" Tadi juga dia tidak membiarkan kamu di bawa masuk oleh para perawat, dia sendiri yang menggendong kamu turun dari mobil dan membawa kamu sampai ke ruangan UGD ra" imbuh nya.


__ADS_2