Mendadak Menjadi Istri CEO

Mendadak Menjadi Istri CEO
Eps 44


__ADS_3

Orang itu pun terkejut dengan kehadiran citra yang sudah berada di samping nya, sambil membawa baki/ nampan yang berisi dua porsi bakso dan citra juga mengajak dia untuk makan bakso bersama.


" Saya tahu, kamu sejak tadi pagi, terus saja mengikuti kemana saya pergi, pasti kamu belum sempat makan kan" ucap citra


Belum juga hilang keterkejutan akan kedatangan citra disampingnya, kini dia kembali di kejutkan dengan ucapan citra.


" Sudah tidak perlu di pikirkan darimana saya tahu kalau sejak tadi pagi kamu terus mengikuti kemana saja saya pergi, lebih baik sekarang kita makan dulu sebelum bakso nya dingin, kalau dingin pasti tidak enak lagi" ucap citra


" Baik nyonya" ucap laki-laki itu


" Biar saya saja yang membawa baki/nampan itu nyonya" sambung laki-laki itu


" Nah, begitu dong dari tadi, tangan saya jadi pegal kan karena sejak tadi membawa ini" ucap citra sambil menyodorkan baki/nampan yang sejak tadi dia pegang


" Ayo! duduk di sana!" ajak citra


Laki-laki itu pun hanya mengikuti kemana citra pergi.


Kini mereka sampai di tempat duduk citra tadi, laki-laki itu pun segera meletakkan nampan yang dia bawa di atas meja, mereka pun langsung memakan bakso yang sudah hampir dingin itu.


Di saat mereka sedang makan bakso, tiba-tiba terdengar suara handphone laki-laki itu berdering, dia pun bingung antara mau menjawab panggilan tersebut atau tidak.


" Telepon dari siapa?" tanya citra


" Telepon dari bos vito, nyonya" jawab laki-laki itu


" Oh, telepon dari manusia kutub" ucap citra


Citra melihat ekspresi wajah laki-laki itu yang seperti sedang bertanya " Manusia kutub, maksud nya siapa ya?!"


" Yang aku maksud manusia kutub itu ya bos kamu, mas vito" kata citra santai


Laki-laki itu pun terkejut dengan perkataan citra.


" Kok dia tahu ya, apa yang sebenarnya mau aku tanyakan" batin laki-laki itu


" Yasudah, tidak perlu di pikirkan lagi darimana aku tahu apa yang mau kamu tanyakan tadi" ucap citra

__ADS_1


" Mending sekarang kamu angkat saja telepon nya, daripada nanti kamu kenapa ocehan dari si manusia kutub itu" sambung citra


Saat laki-laki itu baru saja mau mengangkat telepon dari bos nya, tiba-tiba...


" Oh iya, satu lagi kamu jangan panggil saya nyonya, panggil saja devina, seperti nya umur kita sama" ucap citra sambil mengulurkan tangannya untuk memperkenalkan diri


" Baik nyonya, nama saya alvin" ucap laki-laki itu sambil menyambut uluran tangan dari citra


" Tuh kan, panggil nya masih nyonya, orang di suruh panggil devina saja apa susah nya sih, awas saja kalau kamu masih panggil nyonya aku akan bilang ke manusia kutub untuk pecat kamu" ancam citra


" Baik nyo... maksud nya baik devina" ucap alvin


" Yasudah, buruan di angkat telepon nya, nanti kamu kenapa marah sama manusia kutub" ucap citra


" Oke" ucap alvin


Alvin pun langsung mengangkat telepon dari bos nya, setelah selesai mengangkat telepon dari bos nya, dia pun kembali menghabiskan bakso nya.


" Manusia kutub bilang apa?" tanya citra


" Bos tanya saya sekarang sedang ada dimana?" jawab alvin


" Saya bilang kalau saya sedang makan" jawab alvin


" Bisa tidak, kalau kamu bicara nya pakai aku kamu saja, jangan pakai kata saya!" ujar citra


" Bisa kok" jawab alvin


" Soalnya kalau pakai kata saya, ketara baku banget, jadi kedengarannya kurang pas saja" ucap citra


Dan alvin hanya menganggukkan kepalanya.


" Setelah ini kamu mau pergi kemana?" tanya citra


" Aku kan cuman mengikuti kemana saja kamu pergi dev" jawab alvin


" Oh iya-iya, yasudah mending sekarang kamu pulang, karena aku juga mau pulang karena hari juga sudah mulai gelap vin" ucap citra

__ADS_1


" Oh iya, kamu jangan kasih tahu bos kamu tentang lokasi yang tadi ya" ucap citra sambil bangun dari duduknya


" Kenapa?" tanya alvin penasaran


" Ya, aku cuman tidak mau, orang itu tahu tempat itu saja " jawab citra


" Oke! aku tidak akan kasih tahu tentang lokasi itu kepada bos" ucap alvin


" Yasudah, aku pulang dulu, kamu hati-hati dijalan" ucap citra sebelum pergi


" Siap!" ucap alvin


" Oh iya, hari ini aku yang traktir kamu, lain kali kamu yang harus traktir aku makan, Oke!" ucap citra


" Oke! Siap!" ucap alvin


Citra pun langsung pergi meninggalkan alvin yang sedang menghabiskan makan bakso milik nya, setelah habis alvin pun pergi meninggalkan penjual bakso tersebut, kemudian dia pergi mengikuti citra.


Citra Yang mengetahui bahwa alvin mengikuti dirinya, dia pun hanya bisa menggelengkan kepalanya.


" Pasti dia takut, manusia kutub itu tahu kalau dia tidak menjalankan tugas nya dengan baik, maka nya dia tetap mengikuti kemana saja aku pergi" batin citra


" Dasar manusia kutub, suka banget memarahi orang" pikir citra


Setelah perjalanan yang panjang akhirnya citra sampai di rumah vito sebelum pukul 19:00 waktu yang dia janjikan kepada vito.


Tapi, saat citra membuka pintu dia terkejut melihat pemandangan yang luar biasa, citra pun menghentikan langkahnya dan berkata " Uups, sorry! ganggu ya!"


Tanpa menghiraukan perbuatan dua sejoli itu, citra pun kembali melanjutkan perjalanan ke kamar, tapi saat akan menaiki tangga dia berhenti sejenak sambil menoleh ke belakang dan berkata " Lain kali, kalau mas vito dan mba angel mau bermesraan di dalam rumah, pintu jangan lupa di kunci, untung saja yang tadi masuk itu aku, coba saja tadi yang masuk itu mama atau papa, aku tidak tahu apa yang akan terjadi deh!"


Setelah berkata seperti itu, citra kembali melanjutkan perjalanan ke kamar sambil mendengarkan musik melalui headset.


Setelah citra tidak terlihat lagi, vito pun melepaskan pelukannya, dan berkata " Lain kali, jaga sikap kamu, jangan sampai mama tahu kalau kamu sering ke sini"


" Lebih baik, sekarang kamu pulang dulu, aku takut ada orang suruhan mama yang melihat kejadian seperti ini, terus orang itu melaporkan kepada mama, kamu tahu sendiri kan ancaman mama seperti apa, kalau kita masih bersama!" ucap vito memperingatkan kembali tentang ancaman mama nya vito


Setelah mendengar ucapan vito, angel pun langsung mengambil tas nya dan pergi dari rumah itu, setelah angel pergi vito langsung menyusul citra ke kamar.

__ADS_1


Saat vito baru sampai di depan pintu kamar nya, dia mendengar suara seseorang dari balik pintu kamar sedang memarahi dirinya, dia pun mengurungkan niatnya untuk membuka pintu kamar, tetapi dia mencoba mendengarkan apa yang sedang di bicarakan seseorang yang ada di dalam kamar tentang dirinya.


__ADS_2