
Setelah itu pemilik kafe langsung pergi, setelah pemilik kafe pergi citra di cerca berbagai macam pertanyaan dari keluarga nya.
" Itu tadi siapa ra?" tanya devina mengawali bertanya.
" Oh! Yang tadi kak?!" kata citra sambil menunjuk kearah pemilik kafe.
Devina langsung mengangguk sambil berkata " Iya, yang itu ra"
" Itu pemilik kafe kak, merangkap sebagai bos ku kak" kata citra santai.
" BOS!!!" teriak semua orang yang ada di depan nya.
" Iya bos ku, memang kenapa?" jawab citra bingung.
" Kamu kerja ra?" tanya papa terkejut mendengar jawaban anaknya.
" Iya pa, selama di London citra bekerja di kafe" jawab citra lirih takut papa nya akan marah.
Mendengar jawaban anak bungsunya, membuat pak ardi langsung berdiri dan berjalan menuju tempat duduk citra.
" Aduh! Pasti papa sangat marah karena aku bekerja paruh waktu di sini" batin citra melihat papa nya berjalan ke arah nya.
Citra semakin merasa takut saat papa nya sudah semakin dekat dengan dirinya.
Saking takut nya papa nya akan marah dengan nya, citra langsung menunduk dan tidak berani menatap ke arah papa nya.
" Citra kenapa ya? Kenapa dia terus menunduk?!" batin papa saat melihat anak bungsunya terus menunduk.
Pak ardi langsung menghentikan langkahnya saat melihat anak bungsunya terus menunduk dan tidak berani menatap ke arah beliau.
" Apa citra takut aku akan marah karena dia selama di sini dia bekerja di kafe" pikir papa.
Pak ardi langsung menghela napas panjang dan langsung tersenyum.
Beliau langsung melanjutkan langkahnya dan saat sudah ada di samping citra beliau langsung memeluk citra.
Betapa terkejutnya citra saat mendapat pelukan hangat dari sang papa.
" Papa kenapa ya? Kenapa tiba-tiba memeluk aku?!" batin citra
" Papa minta maaf ya ra, papa tidak tahu jika kamu selama ini bekerja paruh waktu di sini!" ucap papa sambil terus memeluk.
__ADS_1
" Papa kenapa ya?! Keapa papa tiba meminta maaf kepada ku" batin citra.
" Papa kenapa? Papa baik-baik saja kan?!" tanya citra memberanikan diri untuk bertanya kepada papa nya.
" Papa baik-baik saja ra, papa hanya merasa bersalah kepada kamu karena papa selama ini tidak mengetahui jika kamu di sini juga bekerja paruh waktu ra" jawab papa sambil melepaskan pelukannya.
" Pa, citra baik-baik saja kok, uang bulanan yang papa kirim itu sangat cukup untuk mencukupi kebutuhan citra sehari-hari pa" ucap citra sambil tersenyum.
" Tapi, citra merasa bosan dan jenuh karena citra setelah pulang dari kampus citra tidak ada kegiatan apapun jadi, saat ada teman citra yang menawarkan pekerjaan di kafe citra langsung mendaftar dan alhamdulillah citra langsung di terima bekerja di sini pa" lanjut citra.
" Bukan nya kamu juga kuliah di fakultas kedokteran juga ra, memang kamu bisa membagi waktu ra?" tanya papa penasaran.
" Citra bekerja di kafe setelah citra selesai kuliah kedokteran pa" jawab citra.
" Oh! Jadi kamu bekerja di kafe setelah kamu lulus dari universitas kedokteran ra?" tanya papa penasaran.
" Iya pa" jawab citra sambil menganggukkan kepalanya.
" Kenapa kamu tidak bekerja di rumah sakit dan malah memilih bekerja di kafe seperti ini ra?" tanya devina.
" Itu karena aku mau fokus menyelesaikan studi ku terlebih dahulu kak, kalau studi ku sudah selesai baru aku akan mendaftar pekerjaan di rumah sakit kak" jawab citra menjelaskan alasan kenapa dia tidak bekerja di rumah sakit.
" Kan studi kamu sudah selesai,. itu artinya kamu akan pulang ke Indonesia dan bekerja disana kan?!" ujar devina.
" Kalau aku bekerja di Indonesia dan manusia kutub mengetahui nya pasti akan..." pikir citra.
" Tidak! Aku tidak boleh menyakiti perasaan dan hati wanita yang sangat mencintai manusia kutub! " pikir citra.
" Kamu harus ingat ra, kamu itu tidak boleh merebut kekasih orang!!" batin citra memperingatkan diri untuk tidak berdekatan dengan vito.
Melihat citra diam saja, membuat devina bingung. Lalu dia bertanya kepada kedua orang tua nya " Citra kenapa pa, ma!" menggunakan tatapan mata.
Sang mama yang mengerti maksud dari tatapan anak bungsunya, beliau pun langsung menjawab "Mama juga tidak tahu, citra kenapa diam saja.
Karena khawatir dan penasaran, devina pun langsung memegang tangan citra sambil bertanya " Kamu kenapa ra??".
" Hah!! Ada apa kak?!" citra terkejut ketika tangan nya di pegang oleh devina..
".Apa apa kak?" tanya citra bingung.
" Kamu kenapa sejak tadi diam saja dan tidak menjawab pertanyaan ku ra" jawab jawab
__ADS_1
" Aku baik-baik saja kok kak, aku hanya sedang berpikir setelah ini aku akan bekerja dimana" kata citra
" Kamu bekerja di kantor atau di rumah sakit di Indonesia saja ra, daripada kamu bingung" ujar devina memberikan solusi untuk citra.
" Benar yang di katakan kakak kamu ra, mending setelah ini kamu bekerja di kantor papa atau kamu kamu bekerja bersama dokter ridwan ra!" kata papa membenarkan ucapan devina.
" Kalau untuk saat ini citra belum kepikiran untuk bekerja dimana!" ujar citra bohong
" Karena untuk saat ini aku ingin refreshing untuk memenangkan pikiran setelah di kuras" lanjut citra
" Memang nya kamu mau pergi jalan-jalan kemana ra?" tanya papa penasaran
" Kalau aku sih ingin jalan-jalan ke tempat yang belum pernah aku kunjungi pa" jawab citra.
" Yasudah, setelah ini kita akan pergi jalan-jalan ke berbagai tempat yang belum pernah kamu kunjungi. Bagaimana?!" ujar papa.
" Apa pa??" tanya citra saat mendengar ucapan papa nya.
" Kita akan jalan-jalan ke berbagai tempat yang belum pernah kamu kunjungi ra" jawab papa.
" Alhamdulillah, eca sekarang sudah tidak seperti dulu, karena sekarang dia mendapatkan kasih sayang dari kedua orang tua nya dan kakak nya." ucap farel dalam hati sambil tersenyum.
" Aku juga ikut bahagia, jika eca juga bahagia seperti ini " batin farel
" Papa serius??! Papa mau mengajak kita semua untuk berlibur ke berbagai yang belum pernah aku kunjungi pa?!" tanya citra memperjelas apa yang dia dengar tidak salah.
" Iya ra, papa serius!" jawab papa sambil tersenyum bahagia.
Mendengar itu, citra sangat bahagia karena mereka akan pergi berlibur bersama lagi, seperti yang dulu selalu diinginkan.
Karena saking bahagianya dia, citra langsung memeluk papa nya.
Mendapat pelukan dari sang anak bungsu membuat pak ardi langsung membalas pelukan nya.
" Alhamdulillah, citra akhirnya bisa sembuh" ucap mama melihat anak nya sangat bahagia saat suaminya berkata beliau akan mengajak jalan-jalan keluarga nya.
" Sudah kali berpelukan nya! Kalau berpelukan terus kapan makan nya, aku sudah lapar ra" sindir devina.
Mendengar itu, citra langsung melepaskan pelukannya dan berkata " Iya maaf kak, yasudah kita makan?"
Pak ardi langsung kembali ke tempat duduk nya dan mereka langsung memulai makan siang.
__ADS_1