
Setelah pintu kamar terbuka mereka langsung masuk kedalam kamar, sang papa mendudukkan citra di atas tempat tidur.
Setelah mengantar citra ke kamar nya, beliau berkata " Papa keluar sebentar ya, nanti papa balik lagi"
" Iya pa" ucap citra sambil tersenyum
Selang beberapa menit setelah papa nya pergi, devina masuk kedalam
" Kak devina! Ada apa kak?" tanya citra terkejut melihat kehadiran kakak nya
" Heh! Jangan kira karena oma baru saja meninggal terus kamu bisa jadi anak kesayangan di rumah ini? Jangan mimpi!" ucap devina sinis
" Karena yang akan tetap jadi anak kesayangan di rumah ini adalah aku, devina. Kamu ngerti!!" ucap devina sombong
Citra sama sekali tidak peduli dengan ocehan kakak nya, karena menurut nya itu hanya akan membuat dia pusing.
Karena tidak mendapat respon dari citra, membuat devina kesal, lalu dia berkata " Heh! Kamu mendengar aku bicara tidak?!"
" Iya dengar semua yang tadi kakak bicarakan" jawab citra malas
" Tadi maksud nya apa minta gendong sama papa, manja banget!" kesal devina
" Ingat ra! kamu itu anak yang tidak diinginkan!" ucap devina
" Kalau sampai kamu berani merebut kasih sayang papa dan mama, aku akan memberitahu vito kalau kamu pernah pura-pura menjadi aku!" ancam devina
Setelah memperingati citra, devina langsung pergi meninggalkan citra, tapi belum juga sampai di depan pintu citra langsung berkata " Aku tadi juga tidak mau di gendong papa, hanya karena kaki ku sakit! Tapi papa tetap mau menggendong aku meskipun aku menolaknya"
" Asal kakak tahu meskipun kaki ku sedang sakit, tapi aku tidak mau bergantung kepada orang lain!" ucap citra
Devina langsung pergi meninggalkan kamar citra tanpa mengucapkan apapun.
Setelah kakak nya pergi, citra berusaha untuk berdiri agar dia tidak dituduh oleh kakak nya lagi.
Dengan susah payah citra berusaha untuk berjalan menuju kamar mandi untuk mengganti pakaian nya, setelah selesai dia berjalan ke tempat tidur karena kaki nya terasa sakit.
" Aw! Sakit banget kaki ku!" ucap citra sambil memegangi kaki nya
" Kenapa kamu pakai acara sakit segala, jadi nya susah buat jalan!" gerutu citra
Saat citra sedang berbicara sendiri tiba-tiba pintu kamar terbuka dan terlihat sosok pria yang tadi dibicarakan.
" Anak papa kenapa? Kok cemberut?" tanya papa
" Aku baik-baik saja kok pa" jawab citra
" Benar? Kamu baik-baik saja ra?" tanya papa lagi citra untuk memastikan
" Iya pa" jawab citra sambil tersenyum
" Yasudah, kita keluar yuk! Sudah waktunya untuk makan malam" ucap papa
"Iya pa" kata citra
__ADS_1
Papa nya yang melihat citra sedang berusaha untuk berdiri pun berkata " Papa gendong saja!"
" Tidak perlu pa, kaki citra sudah bisa buat jalan kok pa" ucap citra
" Kamu yakin tidak mau papa gendong?" tanya papa
Citra hanya menganggukkan kepalanya.
Huft...
Papa menghela napas berat sebelum berkata " Yasudah, papa papah kamu ya" ujar papa
" Iya pa" jawab citra sambil menganggukkan kepala
Citra keluar kamar di papah oleh sang papa, mereka pergi ke ruang makan karena mereka sudah di tunggu.
Saat sampai di ruang makan citra langsung di tarikan kursi oleh sang mama.
Papa yang melihat sang istri menarik kursi untuk citra lalu berkata " Kita duduk di sebelah sana"
Belum sampai di tempat duduk yang di tunjuk oleh sang papa, devina yang baru datang langsung menuju kursi yang akan di duduki citra.
" Kenapa kamu duduk di kursi itu!" kata papa
" Memang nya kenapa pa? Lagipula kursi nya juga kosong!" ujar devina
" Yasudah tidak apa-apa pa, kalau kakak mau duduk di sana, citra duduk di kursi ini saja pa" ucap citra sambil menarik kursi di depan nya.
" Tapi kan ra!" ucap papa sambil melihat kearah citra
" Untung saja kamu mau mengalah ra" ucap papa pelan sambil membantu citra duduk
Sang mama yang melihat nya pun langsung mendekati citra dan langsung ikut membantu citra duduk.
Devina yang melihat nya semakin merasa kesal.
" Sialan kamu ra!" umpat devina
" Ternyata kamu tidak mendengarkan kata-kata ku tadi, kamu kira aku hanya bercanda!!" gumam devina sambil mengepalkan tangan.
Pak ardi yang melihat kejadian itu pun di buat beliau geram dengan sikap devina, sehingga setelah membantu citra duduk, beliau langsung berjalan menuju kursi nya tapi saat di belakang devina dia mendengar gumaman devina, hal itu membuat pak ardi semakin marah dengan sikap anak nya.
" Setelah selesai makan, kamu ikut papa!!" ucap papa tepat di telinga devina
Devina terkejut mendengar suara papa.
" Sejak kapan papa ada di belakang ku?" batin devina
" Kira-kira tadi papa dengar tidak ya?!" batin devina
Devina hanya mengangguk tanpa berani menatap mata papa nya.
" Mau ibu ambilkan nasi non?" tanya bibi
__ADS_1
" Tidak perlu bu, aku bisa ambil sendiri kok bu" jawab citra sambil tersenyum
" Baik, kalau begitu ibu kembali bekerja lagi non" ucap bibi
Citra hanya menganggukkan kepala sambil tersenyum.
Saat citra akan mengambil nasi dia terkejut karena tangan nya di pegang oleh seseorang.
" Maaf!" ucap citra sambil menarik kembali tangan nya.
" Hem" ucap vito
Citra terkejut saat mendengar suara seseorang yang sudah tidak asing lagi di telinga nya, lalu dia pun langsung menoleh kearah samping.
" Manusia kutub!" ucap citra dalam hati
" Tenang! Kamu harus tetap tenang ra!" ucap citra dalam hati
" Silahkan kak, kalau kak vito mau ambil nasi nya!" ucap citra mempersilahkan vito untuk mengambil nasi terlebih dulu
" Duluan saja!" kata vito dingin
Karena tidak mau berdebat dengan vito, citra langsung mengambil nasi tapi, saat dia akan mengambil lauk, dia mendengar mama nya berkata " Ra, tadi mama memasak sesuatu buat kamu"
" Mama masak apa?" tanya citra penasaran
" Nanti kamu juga akan tahu ra" jawab mama sambil berjalan menuju dapur.
Semua orang sudah mulai makan, hanya tinggal citra saja yang masih belum makan karena dia masih menunggu masakan mama nya datang.
Citra yang melihat mama nya keluar dari dapur pun langsung bertanya " Mama masak apa?"
Huft...
Sang mama hanya menghela napas panjang sambil berkata " Kamu makan pakai lauk yang ada di meja saja ya sayang"
Citra yang melihat wajah mama nya merasa seperti ada sesuatu yang sedang di sembunyikan dari dirinya.
" Memang lauk yang mama masak sudah habis? Kok citra di suruh makan sama lauk yang ada di meja ma!" ujar citra
" Belum sih ra tapi,..." jawab mama tidak melanjutkan jawabannya
Karena penasaran citra berusaha berdiri dan berjalan untuk pergi ke dapur. Dia tidak memperdulikan larangan mama dan papa nya dia terus berjalan ke dapur meskipun kaki nya masih terasa sakit.
Selang beberapa waktu citra keluar dari dapur dengan membawa sebuah mangkuk yang memiliki tutup yang berisi lauk masakan sang mama ke meja makan.
Melihat citra membawa sesuatu, sang mama langsung berkata " Ra, mending kamu makan dengan lauk yang ada di meja makan saja ya!"
" Citra mau makan pakai lauk ini saja" ucap citra
Setelah sampai di meja makan citra langsung makan dengan lauk yang di masak oleh sang mama, yang dia bawa langsung dari dapur.
" Heh! Makan tuh makanan yang sudah aku beri sesuatu " batin devina
__ADS_1
Meskipun masakan sang mama kali ini terasa sangat asin, tapi citra tetap makan dengan lahap.
Sehingga membuat devina terheran-heran melihat citra makan dengan sangat lahap.