
" Kenapa aku jadi mikirin dia kedinginan atau tidak, dia kan bukan siapa-siapa bagi ku" pikir citra
"Tapi nanti kalau dia kedinginan terus sakit, aku juga yang ribet" pikir citra
Setelah lama dia bergelut dengan pikiran nya sendiri, dia akhirnya memutuskan untuk membawakan selimut untuk vito.
Saat keluar kamar dia melihat sekeliling apakah ada orang atau tidak, setelah memastikan tidak ada orang yang melihat, dia berjalan perlahan menuju sofa dimana vito sedang tidur.
sesampainya di depan vito, dia langsung menyelimuti tubuh vito dengan selimut yang dia bawa, sebelum dia kembali ke kamar dia melihat wajah vito yang sedang tertidur pulas lalu berkata" kalau sedang tidur kamu ganteng juga, tapi kalau sudah bangun seperti gunung es. dingin".
" coba saja waktu itu kak vina tidak menghilang, aku kan tidak mungkin ada di posisi saat ini" ucap citra pelan sambil mengusap kepala vito pelan.
Setelah selesai citra pun kembali ke kamar untuk tidur lagi, karena dia harus bangun pagi, setelah memastikan bahwa citra sudah pergi vito bangun dan berkata" Maksud omongan dia tadi apa ya?"
" Sudah lah, tidak perlu di pikirkan yang penting sekarang sudah tidak dingin lagi" ujar vito yang kembali memejamkan matanya.
Tepat pukul 04:00 wib. citra sudah bangun, lalu dia bersiap-siap untuk berangkat, setelah selesai semua citra keluar kamar untuk berangkat.
Tapi saat melewati vito, dia teringat pesan sang oma " saat kamu sudah menikah nanti ca, kemana pun kamu pergi kamu harus minta ijin dari suami kamu supaya apapun yang kamu kerjakan atau lakukan insyaallah akan di beri kelancaran oleh Allah"
Citra berhenti dan berbalik arah lalu duduk di depan vito sambil berkata pelan bahkan seperti berbisik " mas vito aku berangkat tanding dulu, do'a kan supaya aku dapat memenuhi syarat yang diberikan oleh papa"
Cup....
Citra mengecup kening vito sebelum dia pergi.
Semalam citra sudah bicara dengan orang tua nya, kalau dia besok akan berangkat pagi sekali, karena dia tidak ingin mengganggu tidur orang tua nya, jadi setelah citra berpamitan dengan vito dia langsung berangkat.
15 menit perjalanan yang di tempuh citra untuk sampai di tempat latihan, mungkin karena jalanan menuju ke tempat latihan sepi jadi dapat di tempuh dengan waktu yang singkat.
Setelah memarkirkan motornya citra langsung pergi mencari teman-temannya yang akan berangkat ke pertandingan.
Setelah semua peserta berkumpul dan di beri nasihat oleh pelatih, kini mereka semua berangkat ke tempat pertandingan.
Setelah menempuh perjalanan 4 jam kini mereka semua sampai di tempat tujuan, selama perjalanan mereka habiskan dengan tidur supaya setelah sampai di tempat tujuan mereka lebih terlihat fresh.
Kini coach dan para pendamping membangunkan mereka karena mereka sudah sampai di tempat tujuan.
" Ayo semua nya bangun, karena kita sudah sampai!" ucap pelatih dengan menggunakan pengeras suara.
Setelah semua peserta bangun, mereka turun dari bus dan berjalan menuju tempat pendaftaran untuk konfirmasi ulang.
Setelah selesai semua, mereka di ajak ketempat istirahat untuk meletakkan barang bawaan mereka.
Setelah selesai, mereka semua berkumpul untuk mencari tempat untuk latihan, setelah menemukan tempat untuk berlatih, mereka pergi mencari makan untuk sarapan.
__ADS_1
Selesai sarapan mereka bergegas menuju tempat berlatih sementara dan langsung berlatih.
Disisi lain, vito yang sedang berada di ruang kerja nya, sedang memikirkan apa yang alami tadi malam itu hanya mimpi atau kenyataan.
" Kenapa aku merasa semalam ada yang mengecup kening ku dan membelai rambut ku, apa itu hanya mimpi?" ujar vito
" Tapi kenapa aku merasa itu bukan mimpi, melainkan kenyataan" pikir vito
" Tapi kalau itu memang kenyataan, kenapa saat aku bangun tidak ada siapapun di sekitar ku" pikir vito
( ya, memang setelah citra pergi vito bangun, karena dia merasa ada yang mengecup kening nya)
Tok...tok...tok
Lamunan vito buyar saat mendengar ketukan pintu, dia pun mempersilahkan seseorang yang sedang mengetuk pintu untuk masuk.
Masuk lah seorang wanita cantik dengan membawa dokumen di tangan nya.
" Selamat pagi pak" sapa wanita tersebut
" Hem, ada apa Clara?" tanya vito pada wanita tersebut
Ya, wanita itu bernama Clara sekertaris vito yang paling dipercaya selain asisten pribadi yaitu sahabatnya.
" Ini pak, ada dokumen yang harus bapak tandatangani" ucap Clara sambil meletakkan dokumen yang dia bawa di atas meja
" Usia kandungan kamu sudah berapa bulan?" tanya vito sambil membaca berkas yang sejak dia datang hanya dia pegang.
" Sudah memasuki usia kandungan 9 bulan pak" jawab Clara
" Kamu sudah ambil cuti?" tanya vito
" Belum pak, rencana nya saya mau mengambil cuti 5 hari sebelum melahirkan pak, karena di kantor sedang sangat sibuk pak" jawab Clara
Vito terkejut dengan jawaban Clara yang lebih mementingkan pekerjaan daripada kondisi kesehatan nya.
" Kamu sekarang kembali ke rumah, karena mulai sekarang kamu tidak boleh berangkat ke kantor sampai kamu melahirkan, mulai sekarang kamu saya kasih cuti" ucap vito
" Tapi pak" jawab Clara
" Saya paling tidak suka ada orang yang membantah perintah saya!" ucap vito
" Baik pak, saya permisi" pamit Clara
" Iya" ucap vito
__ADS_1
Setelah Clara keluar, vito menghubungi asistennya untuk datang ke ruang kerja nya.
Tidak lama sang asisten pun datang, dia melihat bos nya sedang melamun dia pun mempunyai ide jahil untuk mengagetkan bos nya itu.
" Huwah" ucap asisten nya sambil memakai topeng seram tepat di depan wajah vito
Bugh...
Dengan refleks vito memukul orang yang ada di depan nya.
Aw..
Teriak seseorang yang ada di depan nya. sambil membuka topeng.
" Riko!" ucap vito saat tahu orang yang ada dia pukul adalah asisten nya.
" Sial, niat nya mau ngerjain kamu, malah aku yang terkena pukul" ujar Riko
" rasakan, siapa suruh bikin kaget" ucap vito
" Mau ngapain kamu?" tanya vito sambil duduk kembali
" Kan kamu yang suruh aku kesini" jawab riko
" Oh iya, kamu gantikan posisi clara selama dia cuti" ujar vito
" Clara cuti?" tanya riko
" Iya " jawab vito.
" Yah, tambah lagi kerjaan ku" gumam riko tapi masih dapat didengar oleh vito
" Tidak mau?" tanya vito
" Huh! iya mau" jawab riko
Melihat riko yang masih berdiri vito pun berkata" ngapain masih disini?"
" Iya-iya, ini mau kembali kerja" ujar riko
" Bagus" ucap vito
Baru saja riko akan membuka pintu Terdengar vito berkata" Tunggu dulu"
" Ada apa lagi?" tanya riko dengan hanya menoleh kan kepala.
__ADS_1
" Ini berkas nya sekalian di bawa" ujar vito sambil menunjuk ke arah berkas yang ada di meja.