Mendadak Menjadi Istri CEO

Mendadak Menjadi Istri CEO
Eps 165


__ADS_3

Pak ardi berdiri dan pindah tempat duduk di samping citra dan beliau langsung memeluk putri nya.


Citra terkejut saat papa nya tiba-tiba memeluk dirinya.


" Maafkan papa ya ra, karena papa sudah marah-marah dengan kamu tadi" ucap papa masih sambil memeluk citra.


" Seharusnya tadi papa minta penjelasan dari kamu terlebih dahulu, tentang apa yang di katakan oleh viona ra, tadi yang papa lakukan malah langsung memarahi kamu ra" kata papa sambil melepaskan pelukannya.


" Iya pa, citra juga salah pa, karena sebelumnya citra tidak pernah memberitahu papa dan mama jika citra kuliah nya di dua fakultas yang berbeda pa" ucap citra.


" Yasudah kita keluar lagi yuk!" ajak papa.


Citra menganggukkan kepalanya sambil berkata " Iya pa".


Mereka keluar dan berkumpul kembali dengan yang lain.


" Ca, aku mau tanya sesuatu dengan kamu boleh?!" kata viona saat citra baru saja duduk.


" Boleh, memang nya kamu mau tanya apa?!" jawab citra.


" Kamu kenal dengan orang ini tidak?" tanya viona sambil memperlihatkan sebuah foto yang ada di handphone nya.


Citra melihat wajah seseorang yang ada di handphone itu.


" Kenapa mirip manusia kutub ya?!" batin citra.


" Tapi tidak mungkin itu manusia kutub, masa viona bisa mempunyai foto nya manusia kutub!?" ujar citra dalam hati.


" Ca, eca!!" ucap viona memanggil citra.


" Hah! Iya ada apa vio?" tanya citra.


" Kamu kenal tidak dengan orang ini?" tanya viona.


Citra menggelengkan kepalanya sambil menjawab " Maaf tapi aku tidak kenal dengan orang itu vio".


" Memang itu siapa?" tanya citra penasaran.


Belum sempat viona menjawab pertanyaan yang dia ajukan, citra sudah bertanya " Orang yang ada di foto itu kekasih kamu ya vio??".


Viona hanya diam saja dan tidak menjawab pertanyaan dari citra.


" Kalau kamu diam, aku anggap tebakan ku benar!" ucap citra.


" Sayang, kamu ajak vio jalan-jalan biar tidak bosan!" ucap mama menyuruh citra untuk mengajak teman nya jalan-jalan.


" Iya ma!" ucap citra sambil menganggukkan kepala.


" Vio kita pergi ke depan yuk!" ajak citra.


" Iya ca" kata viona.


" Pa, ma! Om, tante! Kita pergi ke depan dulu!" pamit citra.


" Iya sayang" jawab mama.


Citra dan viona pergi keluar rumah untuk jalan-jalan.


" Kita duduk disana yuk!!" ajak citra sambil menunjuk ke sebuah kursi panjang di depan rumah.

__ADS_1


" Iya ca" ucap viona.


Mereka berjalan menuju kursi tersebut.


" Kamu kapan pulang ke Indonesia, dan kenapa kamu tidak menghubungi aku kalau kamu ada di Indonesia?!" tanya citra sambil berjalan menuju kursi di depan rumah.


" Tadi jam 06:30 ca, terus aku di ajak kesini jadi, maaf ya aku belum sempat menghubungi kamu ca" jawab viona.


" Santai saja, aku tidak marah kok vio. Yang penting sekarang kita sudah bertemu" kata citra sambil duduk.


" Kamu pulang ke Indonesia dengan siapa ca?" tanya viona.


" Aku pulang bersama samuel " jawab citra.


" Samuel??!" viona terkejut mendengar jawaban dari citra.


" Samuel itu siapa? Dia kekasih kamu ca?!" tanya viona.


" Bukan! Dia itu bukan kekasih ku, dia teman ku" jawab citra.


" Oh! Teman!" kata viona sambil menganggukkan kepala.


Disaat mereka sedang asik berbincang, tiba-tiba terdengar handphone nya citra berdering.


Citra langsung mengambil handphone nya untuk melihat siapa yang menelepon dirinya.


" Aku terima telepon dulu ya!" ucap citra


" Iya ca" kata viona.


Citra langsung menerima panggilan telepon dari dosen nya, setelah selesai berbincang dengan dosen nya melalui sambungan telepon, citra memasukkan kembali handphone nya ke dalam tas.


" Sorry ya! Pembicaraan kita jadi terputus gara-gara ada telepon masuk" ucap citra meminta maaf kepada viona.


" Dari dosen vio" jawab citra


" Aku disuruh ke kampus, beliau bilang ada beberapa hal yang mau di bicarakan dengan aku " kata citra.


" Terus kamu mau berangkat kapan?" tanya viona.


" Hari ini, karena kata dosen nya secepatnya aku harus datang kesana" jawab citra.


" Yasudah, aku akan membantu kamu menyiapkan barang-barang yang akan kamu, bagaimana?!" kata viona.


" Serius? Kamu mau membantu aku vio?" tanya citra tidak percaya dengan apa yang dia dengar.


" Iya, aku serius" jawab viona sambil berdiri.


" Ayo!!" ajak viona sambil menarik tangan citra yang sedang terluka.


" Aw!" citra meringis kesakitan saat tangan nya yang sedang terluka di tarik oleh viona.


Viona yang mendengar citra berteriak, viona pun langsung melepaskan genggaman tangannya.


" Kamu kenapa ca?" tanya viona khawatir.


" Aku baik-baik saja, hanya saja tangan ku yang tadi kamu tarik sedang sakit" jawab citra sambil memegangi tangan nya yang sedang terluka.


Mendengar itu, viona langsung duduk kembali dan melihat tangan kiri citra.

__ADS_1


" Ini kenapa ca?" tanya viona sambil menunjuk ke arah tangan kiri citra.


" Tidak ada apa-apa, kemarin ada insiden kecil saja yang membuat tangan ku seperti ini vio" jawab citra.


" Coba kamu ceritakan, kenapa tangan kamu bisa seperti ini!" kata viona meminta citra untuk menceritakan kejadian yang membuat tangan citra terluka.


" Jadi, kemarin ada orang yang mau berbuat jahat kepada ku, terus aku melakukan pertahanan diri terus, saat aku mau kabur tangan ku terkena sesuatu yang tajam jadi, tangan ku terluka" jawab citra bohong.


" Terus, terus! Orang tua kamu sudah mengetahui kalau ada orang yang mau berbuat jahat kepada kamu ca?!" tanya viona.


Citra menggeleng-gelengkan kepalanya.


" Yasudah, sekarang kita masuk dan kita beritahu papa dan mama kamu kalau ada orang yang mau berbuat jahat kepada kamu!" kata viona sambil berdiri.


Melihat viona berniat membeli ingin memberitahu papa dan mama nya tentang hal itu citra langsung menghentikan viona.


" Jangan vio!!" ucap citra sambil memegang tangan viona.


" Kamu jangan beritahu papa dan mama ku ya, please!!" kata citra dengan ekspresi wajah memohon.


" Kenapa kamu tidak membolehkan aku untuk memberitahu papa dan mama kamu ca?" tanya viona penasaran.


" Apa orang itu mengancam kamu ca?!" tebak viona.


Citra menggelengkan kepalanya sambil berkata " Orang itu tidak mengancam ku vio, hanya saja aku tidak mau membuat papa dan mama khawatir, lagipula luka nya sudah di obati kok vio".


Mendengar hal itu membuat viona berkata " Yasudah, kalau itu sudah menjadi keputusan kamu ca, aku tidak bisa berbuat apa-apa".


" Tapi, kalau ada orang yang mau berbuat seperti itu lagi kamu langsung lapor polisi ya!" lanjut viona.


" Iya vio, terimakasih ya" ucap citra sambil tersenyum.


" Yasudah, kita masuk kedalam!" ajak viona.


" Ayo!!" seru citra.


Mereka langsung masuk ke dalam rumah.


" Sudah selesai jalan-jalan nya ra?" tanya mama saat melihat putri nya masuk kedalam rumah.


" Sudah ma, kita berdua tadi hanya duduk di depan rumah saja ma" jawab citra sambil berjalan menuju kearah kedua orang tua nya.


" Pa, ma tadi citra mendapat telepon dari dosen, beliau berkata kalau citra hari ini harus berangkat ke sana" ucap citra setelah duduk


" Kenapa mendadak sekali ra?!" kata papa.


" Citra juga tidak tahu pa kenapa mendadak sekali, sebenarnya tadi pagi dosen nya sudah menghubungi citra terus, tadi saat citra dan viona sedang duduk di depan dosen nya menghubungi citra lagi, mungkin ada hal penting pa yang berhubungan dengan skripsi citra" jawab citra.


" Yasudah, kalau begitu kamu persiapkan apa saja yang mau kamu bawa!" kata papa.


" Vio, kamu bantu eca untuk menyiapkan barang-barang yang akan dia bawa ya, sayang!" ucap tante yuli menyuruh anak nya untuk membantu citra.


" Iya ma, tadi vio sudah ngomong kalau vio mau membantu citra" jawab viona


" Iya tante, viona tadi juga ngomong kalau dia mau membantu aku untuk mempersiapkan apa saja yang mau aku bawa" ucap citra.


" Yasudah, kalau begitu kamu ajak viona ke kamar saja ra!" ujar mama.


" Iya ma, kita ke kamar dulu ma" ucap citra.

__ADS_1


" Iya" jawab mama.


Citra dan viona langsung berjalan menuju kamar citra.


__ADS_2