
Aaarrrggghhh.....
Semua orang terkejut mendengar teriakkan citra dan mereka langsung berlari kearah sumber suara.
" Ada apa sayang?" tanya mama sambil berlari kearah dapur.
Semua orang terkejut melihat vito sedang memeluk citra.
Mereka mengira terjadi sesuatu terhadap citra.
" Vito, citra tadi kenapa berteriak? Kamu apakan dia?" tanya pak dimas.
Vito tidak menjawab pertanyaan dari sang papa, hal itu membuat kedua orang tua citra semakin khawatir.
Saat mendengar suara kedua orang tua nya citra langsung mencoba untuk lepas dari pelukan vito.
" Vito, kamu apakan citra? Cepat lepaskan dia!!" kata ibu elisa saat melihat citra mencoba untuk lepas dari pelukan vito.
" Iya ma" ucap vito sambil melepaskan pelukannya.
" Terimakasih ya ra" ucap vito.
Citra hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.
" Terimakasih untuk apa vit?" tanya viona penasaran.
" Terimakasih karena citra mau menerima lamaran ku" jawab vito.
Semua orang yang mendengar nya pun merasa senang.
" Kamu serius ca, mau menerima lamaran manusia ini?!" tanya viona tidak percaya dengan jawaban vito.
__ADS_1
Belum sempat citra menjawab pertanyaan viona, vito langsung berkata " Maksud kamu apa bicara seperti itu?!"
" Siapa tahu tadi eca sedang khilaf, maka nya dia mau menerima lamaran kamu?!" kata viona.
" Enak saja bilang citra khilaf!!" kata vito dingin.
" Ca, betulkan tadi kamu saat menjawab sedang khilaf?!" tanya viona.
Citra hanya tersenyum saat melihat vito terlihat marah saat viona menjahili vito.
" Jawab dong ca, jangan hanya tersenyum saja!" kata viona saat melihat citra hanya tersenyum.
" Memang nya aku harus menjawab apa vio?!" kata citra bingung.
" Ya, setidaknya kamu jawab iya atau tidak ca, jangan hanya tersenyum saja ca!" geram viona.
" Oh, begitu ya, maaf?!" ucap citra dengan ekspresi wajah polos.
Vito yang melihat pipi citra di cubit pun langsung memukul tangan viona sambil berkata " Calon istri ku ini!!".
" Sebelum jadi calon istri kamu, dia itu sahabat ku!?" ujar viona sambil tangan di letakkan di pinggang.
" Yang aku katakan benar kan ca?" tanya viona sambil melihat kearah citra.
" Iya, yang kamu katakan benar" jawab citra sambil menganggukkan kepala.
" Tuh! Kamu dengarkan apa yang di katakan eca?!" kata viona sambil menjulurkan lidahnya kearah vito.
Citra yang melihat vito dan viona terus bertengkar pun langsung berkata " Sudah cukup!! Jangan bertengkar terus!!"
Mendengar hal itu vito dan viona langsung diam.
__ADS_1
" Kalian saling meminta maaf satu sama lain!" ucap citra tegas.
Mereka berdua pun menuruti perintah citra, melihat hal itu citra langsung tersenyum.
" Nah! Kalau seperti itu kan bagus, sesama saudara itu tidak boleh bertengkar seperti tadi!!" ucap citra.
" Iya-iya" jawab vito dan viona kompak.
Setelah vito dan viona saling berbaikan, kini giliran tante elisa bertanya " Citra, yang di katakan vito tadi itu apa benar?".
Mendengar pertanyaan bu elisa, citra langsung berpikir " Yang manusia kutub tadi katakan? Apa mungkin yang dia bilang aku sudah menerima lamaran nya?!"
" Ya! Mungkin itu yang di maksud tante elisa?!" batin citra.
" Ra, citra!" panggil vito sambil menepuk bahu citra.
" Hah! Iya, apa?" tanya citra terkejut.
" Mama tadi bertanya kepada kamu, yang tadi saya katakan itu benar atau tidak soal kamu menerima lamaran saya" jawab vito menjelaskan.
" Iya, yang di katakan oleh pak vito benar tante" ucap citra sambil mengangguk.
" Alhamdulillah, syukur lah kalau kamu menerima lamaran anak tante ra" ucap tante elisa.
" Kamu tahu tidak ra, dari kemarin dia tidak bisa tidur karena kamu belum menjawab lamaran nya, sedangkan dia sudah dua kali menyatakan perasaannya kepada kamu ra!" ujar tante elisa.
Vito yang mendengar sang mama membongkar rahasia nya kepada citra pun langsung berkata " Ih! Mama, jangan di bongkar dong! Nanti citra tahu semuanya!!"
" Memang kenapa kalau citra mengetahui nya vit?" tanya tante elisa.
" Ya, aku kan malu ma" jawab vito sambil tersipu malu.
__ADS_1
Citra yang melihat hal itu langsung tersenyum manis, vito yang melihat citra tersenyum manis semakin membuat dia menjadi salah tingkah.