
Ciuman itu berlangsung cukup lama, tangan vito pun bergerak bebas, tapi saat tangan vito akan melakukan turun kebawah, tiba-tiba...
Tok! Tok! Tok!
Terdengar suara seseorang mengetuk pintu kamar, mendengar suara ketukan pintu citra langsung mendorong tubuh vito agar vito menyudahi ciuman nya.
Vito mengerti maksud citra, dia pun langsung menyudahi ciumannya.
Citra langsung merapikan rambut dan pakaian nya yang acak-acakan setelah selesai citra langsung pergi untuk membuka pintu.
" Sial!! Siapa sih yang sudah mengganggu!!" umpat vito kesal.
" Awas saja kalau tidak penting!!" kesal vito.
" Sial!! Padahal sedikit lagi aku akan berhasil!!" gerutu vito.
Tidak lama kemudian, citra berjalan menuju suami nya yang sedang terlihat sangat kesal karena ada yang menggangu aktifitas nya.
" Pasti mas vito sangat marah dan kesal karena ada yang menggangu dirinya tadi!" pikir citra sambil tersenyum.
" Mas vito kenapa?" tanya citra berpura-pura tidak tahu apapun.
Mendengar pertanyaan sang istri, vito langsung merubah ekspresi wajah nya.
" Tidak kenapa-kenapa kok ra" jawab vito.
" Tadi siapa yang datang ra?" tanya vito.
" Orang yang mengantarkan makanan kita mas" jawab citra.
" Kita makan dahulu yuk mas! " ajak citra.
" Nanti kalau makanan nya dingin tidak enak mas!" ujar citra.
" Sudah! Jangan cemberut terus, kan hal yang seperti tadi bisa di lakukan lain waktu mas" ucap citra.
Mendengar itu, vito langsung bertanya " Benaran ra? Lain waktu aku boleh mencium kamu lagi ra?"
" Iya boleh mas" jawab citra sambil menganggukkan kepala.
" Mulai sekarang aku akan menjadi istri yang baik, istri yang selalu menghormati suami nya" ucap citra dalam hati.
__ADS_1
" Dan yang paling penting adalah aku harus mengingat pesan oma" ucap citra dalam hati.
Citra sudah bertekad untuk menjadi istri vito yang baik dan memenuhi kewajiban nya sebagai seorang istri.
Karena saking bahagianya vito langsung memeluk citra dengan erat.
" Mas, mas vito" panggil citra.
" Iya, ada apa ra?" jawab vito.
" Bisa tolong lepaskan pelukannya tidak, soalnya aku tidak bisa napas" ucap citra.
Mendengar itu vito langsung melepaskan pelukannya.
" Maafkan aku ya ra, karena saking bahagianya aku jadi tidak sadar memeluk nya terlalu erat" ucap vito.
" Iya tidak apa-apa kok mas" jawab citra sambil tersenyum manis.
" Kita makan terlebih dahulu yuk! Nanti makanan nya keburu dingin" ajak citra mengalihkan pembicaraan.
" Iya ra" jawab vito sambil menganggukkan kepala.
Mereka berdua langsung makan, setelah selesai makan citra membersihkan tempat makan bekas mereka pakai.
" Mau membuang sampah mas" jawab citra sambil menunjukkan kantong plastik yang dia pegang.
" Membuang sampahnya besok pagi saja ra, mending sekarang kita istirahat karena ini sudah malam!" ujar vito.
" Iya mas" jawab citra.
Citra pun mengurungkan niatnya untuk membuang sampah, dan dia meletakkan kantong plastik yang akan dia buang di samping pintu.
Citra berjalan mendekati sang suami.
" Tidur disini ra!" kata vito sambil menepuk-nepuk tempat tidur di sampingnya.
Citra hanya menganggukkan kepala sambil naik ke atas tempat tidur, citra langsung membaringkan tubuhnya di samping vito.
Vito langsung memeluk citra, sambil bertanya " Handphone kamu tadi rusak tidak ra?".
" Tidak tahu mas, tadi pagi masih belum bisa menyala mas" jawab citra.
__ADS_1
" Aku minta maaf ya ra, gara-gara aku handphone kamu jadi jatuh" ucap vito dengan ekspresi menyesal.
Mendengar ucapan vito, citra langsung meletakkan jari telunjuk di bibir vito.
" Sssttt.... Jangan di bahas lagi mas!" kata citra.
Vito hanya menganggukkan kepalanya.
Vito memegang tangan citra dan dia meletakkan tangan citra di pipi nya.
" Kamu tahu tidak ra, aku itu bahagia sekali karena akhirnya aku bisa menikah dengan kamu ra" ucap vito.
" Karena kamu satu-satunya wanita yang sudah berhasil membuat aku meluluhkan hati ku" ucap vito.
Mendengar itu pipi citra langsung merona karena tersipu malu.
" Mas vito aku boleh bertanya sesuatu tidak?!" kata citra sambil mendongakkan kepalanya menghadap vito.
" Boleh, memang kamu mau bertanya apa ra?!" kata vito.
" Hehe.. Tidak jadi deh" kata citra sambil nyengir kuda.
" Oh iya mas! Aku waktu kecil juga mempunyai janji dengan seseorang loh!" ujar citra.
" Janji dengan seseorang? Dengan siapa ra?" tanya vito penasaran.
" Ada deh! Dia itu seorang laki-laki, tetapi wajah nya tidak pernah tersenyum, ekspresi wajah nya itu seperti papan yaitu datar mas!" jawab citra.
" Dia waktu itu pernah menolong aku dan dia juga memberikan sesuatu untuk aku, aku juga memberikan dia sesuatu. Kata nya benda itu akan dia gunakan sebagai kenang-kenangan agar suatu saat jika mereka bertemu mereka bisa saling mengingat masa lalu mereka" ucap citra panjang lebar.
Vito mulai penasaran dengan apa yang di ceritakan oleh citra lalu, vito langsung bertanya " Memang apa yang di berikan oleh laki-laki itu ra?".
" Sebuah liontin mas" jawab citra.
" mas vito mau melihat liontin nya?" tanya citra.
Dengan cepat vito langsung menganggukkan kepala sambil menjawab " Iya, aku mau ra"
Citra pun langsung menunjukkan liontin tersebut kepada vito.
" Liontin itu!?" batin vito.
__ADS_1
Vito sangat terkejut saat melihat liontin yang di perlihatkan oleh citra.