
Citra hanya menggelengkan kepalanya.
Saat citra akan mengucapkan sesuatu, tiba-tiba...
Aaarrrggghhh!!!.....
Vito berteriak kesakitan sambil memegangi perutnya.
Mendengar teriakkan vito, citra langsung menoleh kearah vito.
" Anda kenapa pak?" tanya citra mulai panik.
" Perut saya.. " jawab vito sambil terus memegangi perutnya.
" Perut pak vito kenapa? Perut pak vito sakit?!" tanya citra mulai panik karena vito terus memegangi perutnya yang sedang sakit.
Vito hanya menganggukkan kepalanya sambil menahan rasa sakit.
Citra sangat panik saat melihat vito memegangi perutnya yang sedang kesakitan.
" Pak sudah makan?" tanya citra.
Vito menggelengkan kepalanya untuk menjawab pertanyaan dari citra.
" Anda sebaiknya duduk terlebih pak!" ucap citra sambil membantu vito untuk duduk di kursi.
" Pak vito tunggu sebentar, aku mau mengambil air hangat terlebih dahulu" ucap citra.
Saat citra akan pergi, tiba-tiba....
Grep!...
Tangan citra di pegang oleh vito.
Citra yang tangan nya di tahan oleh vito, citra pun langsung menoleh ke arah vito.
Melihat citra menoleh, vito langsung berkata " Jangan pergi!!" dengan suara seperti sedang menahan rasa sakit.
Citra berbalik badan menghadap vito lalu dia berjongkok.
" Pak vito jangan khawatir, aku tidak akan pergi jauh kok, aku hanya ingin pergi ke dapur untuk mengambil obat dan air minum untuk pak vito" ucap citra dengan lembut sambil menggenggam tangan vito.
" Kamu janji dengan saya terlebih dahulu jika kamu tidak akan pergi meninggalkan saya lagi!" ucap vito seperti anak kecil yang tidak mau di tinggal pergi oleh ibu nya.
" Iya, aku janji tidak akan pergi meninggalkan pak vito" ucap citra sambil tersenyum.
" Jadi, sekarang aku sudah boleh pergi?" tanya citra menunggu jawaban dari vito.
Vito menganggukkan kepalanya sambil menjawab " Iya, kamu sudah boleh pergi".
" Kalau begitu tolong lepaskan tanganku dong pak!" ucap citra.
Mendengar itu vito langsung melepaskan tangan citra, setelah vito melepaskan tangannya citra langsung pergi ke dapur untuk mengambil obat dan air minum untuk vito.
Tidak lama kemudian, citra kembali dari dapur dengan membawa segelas air minum dan obat.
" Obat nya di minum dulu pak!" kata citra sambil memberikan obat kepada vito.
Vito pun langsung meminum obat yang di berikan oleh citra.
" Kamu mau pergi kemana ra?" tanya vito saat melihat citra akan pergi.
" Mau membuatkan bubur untuk anda" jawab citra.
" Jangan lama-lama!" pesan vito.
" Iya" jawab citra sambil menganggukkan kepala.
__ADS_1
Citra langsung pergi ke dapur untuk membuatkan bubur untuk vito.
Sesampainya di dapur citra langsung menyiapkan bahan-bahannya dan langsung memasak nya.
" Kenapa tadi aku bisa lupa kalau aku ada janji dengan dia ya!" ucap citra.
" Apa jangan-jangan manusia kutub belum makan karena dia menunggu aku!?" ujar citra.
" Masa iya sih?! Dia rela tidak makan hanya karena menunggu seseorang! Itu bukan tipe dia!" ujar citra dalam mengambil mangkuk.
Setelah bubur nya matang, citra langsung membawanya ke vito agar vito bisa cepat sembuh.
Sesampainya di samping vito, citra langsung meletakkan nampan yang dia bawa dari dapur.
" Makan bubur dulu pak!" ucap citra sambil duduk di samping vito.
Vito mencoba untuk duduk, citra membantu vito untuk duduk sambil bersandar di bantal.
" Makan bubur dulu pak, aku suapin!" kata citra sambil meniup bubur yang masih panas.
" Buka mulut nya pak, a..aa" kata citra sambil membuka mulutnya.
Vito pun membuka mulutnya, dan citra langsung menyuapkan sesendok bubur ke mulut vito.
Dengan telaten citra menyuapi vito makan bubur.
" Saya sudah kenyang" kata vito.
" Oke!" kata citra sambil meletakkan mangkuk tersebut diatas meja.
" Mau minum?" tanya citra.
Vito hanya menganggukkan kepalanya.
Citra pun langsung mengambil segelas air putih yang dia bawa, dan membantu vito untuk minum.
" Kita pergi ke rumah sakit yuk pak!" ajak citra.
" Alhamdulillah aku sehat pak" jawab citra.
" Kan pak vito yang sedang sakit, kenapa pak vito malah bertanya apakah aku sakit. Bagaimana sih!"ujar citra heran.
" Syukurlah jika kamu tidak sakit" ucap vito lega.
" Pak vito aneh!" kata citra ketus.
" Saya aneh kenapa ra?" tanya vito bingung.
" Iya aneh saja! Jelas-jelas pak vito yang sedang sakit, pak vito malah mengkhawatirkan aku!" jawab citra.
" Kalau aku sakit seperti ini sudah biasa ra!" kata vito sambil memegangi perutnya.
" Biasa?? Maksud nya?!" tanya citra bingung.
" Saya sudah sering sakit seperti ini ra" jawab vito.
" Sering sakit seperti ini?" tanya citra penasaran.
" Iya ra" jawab vito sambil menganggukkan kepala.
" Terus kata dokter, pak vito sakit apa?" tanya citra penasaran.
" Kata dokter lambung nya bermasalah ra" jawab vito pelan.
" Sudah tahu punya sakit lambung, malah makan nya tidak teratur!" gerutu citra.
" Bukan nya anda itu telat makan hanya tadi siang kan! Kenapa bisa kambuh?!" ujar citra penasaran.
__ADS_1
" Sebenarnya sejak kembali dari restoran tadi malam, saya tidak makan dan kurang tidur, maka nya sakit saya kambuh" jawab vito.
Mendengar jawaban vito, yang mengatakan jika dia belum makan sejak pagi dan di juga kurang tidur, hal itu membuat citra terkejut.
" Kenapa anda tadi malam bisa kurang tidur pak?" tanya citra penasaran.
" Saya semalam mencari kamu ra" jawab vito.
" Mencari aku?" tanya citra bingung.
" Iya ra, karena kamu tadi malam pergi begitu saja meninggalkan saya seorang diri di restoran" jawab vito
" Iya aku minta maaf, karena sudah pergi tanpa berpamitan kepada anda" ucap citra.
" Tadi nya aku mau berpamitan dengan anda tapi, aku melihat anda sedang berbicara dengan seseorang melalui sambungan telepon pak" ucap citra.
" Aku takut jika aku berpamitan dengan anda, aku takut akan mengganggu anda pak" ujar citra.
" Jadi karena itu ra, maka nya kamu meninggalkan saya?" tanya vito.
Citra menganggukkan kepalanya sambil menjawab " Iya ".
" Terus waktu aku mau menghubungi anda untuk memberitahu anda jika aku sudah pulang terlebih dahulu, tapi aku baru ingat jika aku tidak mempunyai nomor handphone nya pak vito" ujar citra.
Baru saja vito akan membuka mulutnya untuk bicara, citra mengajukan pertanyaan kembali.
" Terus, tadi pagi tidak sarapan?" tanya citra penasaran
" Saya tidak nafsu makan " jawab vito.
" Saya khawatir kalau kamu akan meninggalkan saya seperti dulu lagi ra!" ujar vito
" Kenapa anda mengkhawatirkan aku?" tanya citra penasaran.
" Itu karena saya..." jawab vito terpotong.
" Kenapa tidak di teruskan jawaban nya pak?" tanya citra penasaran.
" Itu karena saya tidak mau kehilangan kamu seperti waktu itu ra" jawab vito.
Citra membulatkan matanya saat mendengar jawaban vito yang mengatakan jika dia tidak mau kehilangan dirinya.
" Kenapa anda takut kehilangan aku? sedangkan aku kan bukan siapa-siapa bagi anda pak!" ujar citra.
" Aku kan hanya orang yang pernah membohongi anda saja pak!" lanjut citra
" Lagi pula, bukan nya anda sudah menikah dengan angel ya pak!" imbuhnya.
" Saya menikah dengan angel??!" tanya vito tidak percaya dengan apa yang dia dengar.
Citra hanya menganggukkan kepalanya.
" Siapa yang mengatakan jika saya sudah menikah dengan angel?" tanya vito penasaran.
Citra menggelengkan kepalanya.
" Maksud apa ra?" tanya vito penasaran.
" Maksud ku, tidak ada yang mengatakan jika anda sudah menikah dengan angel pak" jawab citra.
" Terus kenapa kamu bisa berpikir jika aku sudah menikah dengan wanita itu?!" kata vito.
" Iya aku hanya menebak nya saja pak, bukan nya waktu itu anda berkata akan menikah dengan angel jika anda sudah bercerai dengan kak devina pak" jawab citra.
" Kamu salah ra" kata vito.
" Maksud anda bicara seperti itu apa pak?" tanya citra bingung.
__ADS_1
" Sebenarnya saya sudah putus dengan wanita itu ra" jawab vito
" Apa pak?? " citra terkejut saat mendengar jawaban vito