Mendadak Menjadi Istri CEO

Mendadak Menjadi Istri CEO
Eps 110


__ADS_3

" Tidak perlu pa! Tangan kanan citra tidak sakit sama sekali pa" kata citra mencegah papa untuk pergi.


" Kamu pasti sedang berbohong kan?!" ujar papa tidak percaya dengan perkataan citra.


Citra menggelengkan kepalanya sambil berkata " Benar pa, citra tidak sedang berbohong"


" Kalau tangan kamu tidak sakit, terus kenapa kamu menangis ra?" tanya mama


" Citra hanya sedang rindu dengan almarhumah oma ma, pa" jawab citra sambil mengusap air mata nya.


" Semoga papa dan mama percaya dengan alasan yang aku katakan" ucap citra dalam hati


" Sejak oma meninggal citra belum pernah ziarah ke makam oma pa" lanjut citra.


" Oma eca meminta maaf karena sudah pakai nama oma untuk berbohong kepada papa dan mama" ucap citra dalam hati


" Eca hanya tidak mau papa dan mama tahu kalau saat seperti ini yang selalu eca inginkan sejak eca masih kecil" ucap citra dalam hati


" Yasudah, setelah kamu sembuh kita pergi ke makam oma ya" ucap mama.


" Tapi, citra ingin pergi ke makam oma bukan sebagai kakak tapi citra pergi ke makam oma nya ya sebagai diriku sendiri ma" ucap citra.


" Iya, besok kalau kamu sudah sembuh, kamu bisa pergi ke makam oma bersama papa dan mama" ujar papa.


" Papa serius? Mau ikut ke makam oma juga?" tanya citra dengan raut wajah sedang menunggu papa nya berkata "iya".


" Iya ra, papa ikut " jawab papa sambil menganggukkan kepala.


" Yeah!!!" teriak citra kegirangan.


" Ra, tangan kamu kan masih sakit jangan di gerakkan terlebih dahulu!" ujar mama khawatir.


" Maaf ma, citra lupa kalau tangan citra masih sakit" ucap citra sambil cengengesan.


" Habis nya citra senang banget, karena papa dan mama mau menemani citra pergi ke makam oma" kata citra.


" Senang boleh saja ra tapi, kamu harus ingat kalau tangan kamu masih sakit!" kata papa sambil memegang hidung citra.


Citra hanya tersenyum sambil berkata " Iya pa, lain kali citra akan mengingatnya.


" Papa, mama pasti belum makan siang kan?!" ujar citra.


" Belum ra, papa belum lapar " jawab papa.


" Mama juga belum lapar ra" ucap mama.


" Pokoknya papa, mama harus makan! Nanti citra keluar dari rumah sakit, malah papa, mama yang masuk rumah sakit karena telat makan" ucap citra.


" Yasudah, nanti mama beli makanan terus mama bawa kesini!" kata mama.

__ADS_1


" Tidak perlu ma, lebih baik papa, mama makan di restoran atau di kantin rumah saja ma" ucap citra memberi pendapat


" Nanti kalau papa, mama pergi terus yang menjaga kamu disini siapa?" tanya mama khawatir.


" Kan masih ada suster ma, yang bisa menjaga citra ma" ucap citra sambil tersenyum.


" Mama tetap tidak tenang ra, kalau kama hanya di jaga oleh suster saja" ujar mama


" Yasudah, bagaimana selama mama, papa pergi citra tidur" kata citra mencari solusi untuk kedua orang tua nya.


" Nah! Ide bagus ra" kata papa.


" Sejak tadi kamu belum mau tidur, sekarang waktunya untuk kamu istirahat supaya kamu bisa cepat sembuh" ucap papa


Melihat sang mama masih belum setuju, citra pun berkata " Nanti kalau ada apa-apa, citra langsung menelpon papa, mama" .


" Kamu yakin? " tanya mama penasaran..


" Citra janji akan langsung menelepon mama" jawab citra masih berusaha untuk meyakinkan mama nya.


" Ayolah ma! Kita biarkan citra untuk istirahat, kalau kita tetap disini citra tidak mungkin akan tidur ma!" ujar papa


Huft!....


Mama menghela napas berat sebelum berkata " Yasudah, papa dan mama pergi makan siang dulu ya sayang, ingat! Kalau ada apa-apa langsung telepon papa atau mama"


" Papa sama mama pergi dulu ya ra" pamit papa


" Iya pa, ma " ucap citra.


Setelah berpamitan dengan citra, papa dan mama pun langsung pergi untuk mencari makan.


Setelah papa dan mama nya pergi, citra mencoba nya untuk memejamkan mata nya.


Mungkin karena efek samping obat nya sedang bereaksi, hal itu membuat citra langsung tertidur pulas.


Disisi lain.


Vito sedang mengendarai mobil nya menuju rumah sakit, setelah menempuh perjalanan selama 45 menit, akhirnya kini vito sampai di depan pelataran rumah sakit.


Setelah memarkirkan mobilnya, vito langsung masuk kedalam, tapi saat di sudah masuk dia baru menyadari kalau dia tidak tahu istri nya ada di kamar nomor berapa.


" Wanita itu di pindah ke kamar nomor berapa ya?" batin vito.


Saat vito sedang bingung, tiba-tiba dia melihat dokter yang tadi menangani devina (citra), dia pun langsung menghampiri dokter tersebut.


" Selamat siang dok!" ucap vito saat sampai di dekat dokter tersebut.


" Selamat siang, ada yang bisa saya bantu pak?" tanya dokter tersebut.

__ADS_1


" Saya mau tanya pasien yang tadi pagi yang tangan nya terluka di pindahkan ke ruangan apa dok?" ucap vito dengan wajah datar.


Dokter tersebut berpikir sejenak lalu berkata " Maksud anda pasien yang tadi pagi yang di antar oleh kedua orang tua nya itu?!"


" Iya" jawab vito.


" Kalau boleh saya tahu, anda siapa nya pasien ya?" tanya dokter.


" Maaf sebelumnya, soalnya kedua orang tua pasien tadi berpesan kepada saya, kalau pasien tidak boleh di jenguk kecuali oleh pihak keluarga nya saja" ucap dokter tersebut mencoba menjelaskan.


" Saya suami nya" jawab vito.


Mendengar itu, dokter tersebut pun langsung bertanya " Apa benar anda suami dari pasien?"


" Iya" jawab vito singkat.


" Kalau memang anda suami nya, kenapa bukan anda sendiri yang membawa pasien ke rumah sakit?" tanya dokter.


" Atau jangan-jangan pasien terluka karena anda melakukan KDRT terhadap istri anda?" tanya dokter tersebut curiga.


" Saya tidak melakukan KDRT terhadap istri saya" jawab vito tegas.


" Kalau anda tidak percaya silahkan anda bertanya langsung kepada pasien!" ujar vito kesal.


" Jadi, sekarang beritahu saya dimana istri saya berada!" kata vito dengan nada dingin.


Dokter tersebut melihat wajah vito terlihat cemas, hal itu membuat sang dokter tidak tega.


" Pasien ada di kamar nomor xxx" kata dokter tersebut.


"Terimakasih dok" ucap vito sambil berjalan menuju tempat yang di beritahu oleh dokter tersebut.


Setelah mencari-cari akhirnya vito sampai di depan ruangan devina (citra).


Sebelum masuk, vito melihat kedalam untuk melihat apakah pria yang tadi membawa devina (citra) ke rumah sakit ada didalam atau tidak.


" Ternyata pria itu sudah pergi" batin vito


Dengan perlahan vito membuka pintu.


" Dia sedang tidur?!" kata vito saat melihat citra sedang tertidur.


Dengan langkah pelan vito mendekati hospital bed citra, saat sudah ada di samping citra vito berkata " Syukur lah, jika dia sudah baik-baik saja"


" Kira-kira siapa yang sudah mendonorkan darah untuk nya?" ucap vito penasaran.


" Kalau dilihat dari dekat, dia sangat cantik " kata vito pelan sambil merapikan rambut yang menutupi wajah citra.


Tanpa disadari oleh vito ternyata citra terbangun karena mendengar suara langkah kaki nya.

__ADS_1


__ADS_2