Mendadak Menjadi Istri CEO

Mendadak Menjadi Istri CEO
Eps 122


__ADS_3

" Ya tuhan. Berarti waktu itu aku hampir saja merenggut kesucian nya citra, hanya karena ingin membuktikan kebenaran devina benar-benar masih perawan atau tidak" ucap vito dalam hati penuh penyesalan.


" Untung saja hal itu tidak sampai terjadi, kalau hal itu sampai terjadi aku tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan nya, perasaan pasti akan sangat hancur" ucap vito dalam hati.


Pak ardi yang melihat vito diam saja pun di buat heran, karena penasaran beliau memberanikan diri untuk memanggil vito.


" Pak vito!!" panggil papa sambil memegang tangan vito.


Hal itu membuat vito kembali tersadar.


" Hah! Ada apa?" vito terkejut.


" Maaf pak, saya sudah membuat anda terkejut" ucap papa meminta maaf karena sudah membuat vito terkejut.


" Hem" ucap vito dingin.


Vito berdiri sambil bertanya " Dimana wanita itu?"


Kedua orang tua citra dan devina di buat bingung dengan pertanyaan dari vito.


Karena bingung, akhirnya papa memberanikan diri untuk bertanya " Maaf pak, wanita yang anda tanyakan itu citra bukan ya pak?".


" Iya!" jawab vito dingin.


Mendengar anaknya di cari oleh vito, hal itu membuat pak ardi langsung berkata " Pak vito tolong jangan sakiti citra, biarkan saya saja yang bertanggungjawab atas apa yang telah saya lakukan kepada anda pak".


" Siapa yang akan menyakiti anak anda! " ucap vito heran.


" Jadi, anda tidak akan menyakiti citra pak?" tanya papa


" Tentu saja tidak" jawab vito.


" Sekarang beritahu saya dimana wanita itu berada!" ucap vito tegas.


" Kami tidak mengetahui sekarang citra ada dimana, kami juga sejak tadi pagi sedang mencari keberadaan citra pak vito" jawab papa dengan mata berkaca-kaca.


" Jangan berbohong!!" bentak vito


" Kami tidak berbohong, Kalau anda tidak percaya anda bisa melihat pesan dari citra yang tadi pak" jawab mama sambil memberikan handphone nya.


Karena penasaran, vito pun langsung mengambil handphone mama veronica dan membaca isi pesan yang di kirim oleh citra.


" Kenapa hati ini terasa seperti ada yang hilang ya" batin vito.

__ADS_1


Setelah membaca pesan tersebut, vito menaruh handphone tersebut di atas meja.


Vito berjalan mendekati devina dan berkata " Kamu!".


Devina mendongakkan kepalanya sambil berkata " Iya mas, ada apa?"


" Jangan pernah panggil saya dengan sebutan seperti itu. pahan!" bentak vito.


Devina langsung menganggukkan kepala sambil berkata " I... Iya".


Vito langsung pergi begitu saja tanpa bicara lagi, tetapi baru melangkahkan kakinya beberapa langkah dia berhenti di membalikkan badannya.


" Saya akan membuat perhitungan dengan kalian semua! Karena kalian sudah membohongi saya!" ucap vito dingin.


" Dan untuk kamu!" ucap vito sambil menunjuk ke arah devina.


" Saya ceraikan kamu, besok asisten saya akan memberikan surat cerai dari pengadilan" kata vito dingin.


Setelah mengatakan itu vito langsung pergi meninggalkan rumah pak ardi.


Melihat vito sudah pergi, kini mereka sudah bisa bernapas lega.


" Pokoknya kalau sampai aku kenapa-kenapa, aku tidak mau mengakui papa dan mama lagi!" kesal devina.


Sang mama yang melihat kejadian itu pun langsung mendekati suami nya sambil berkata " Sabar pa".


" Jika bukan karena ulah kamu yang kabur di hari pernikahan, mana mungkin hal seperti ini akan terjadi. Kamu paham!" bentak papa.


Baru saja devina akan kembali bicara, mama nya langsung berkata " Sudah cukup! Kalau papa dan devina terus berdebat, kapan kita akan mencari jalan keluar dari masalah ini"


" Sudah cukup! mama sekarang sudah kehilangan citra, mama tidak mau sampai keluarga kita terpecah belah" ucap mama sambil menangis.


" Mama ingin keluarga kita bersatu kembali" lanjut mama sambil terus menangis.


Melihat istrinya menangis membuat pak ardi langsung memeluk istrinya untuk menenangkan istri nya.


Begitu pula dengan devina yang berjalan mendekati mama dan papa nya dan langsung memeluk kedua orang tua nya.


" Pa! Ma, devina minta maaf ya karena tadi devina sudah berbicara sedikit kasar dengan papa dan mama, devina takut kalau sampai vito melakukan hal-hal buruk kepada keluarga kita" ucap devina sambil menangis.


" Ma, mama jangan menangis lagi ya, devina akan berusaha untuk memperbaiki diri ma" ucap devina.


" Ma, mama sudah dong jangan menangis lagi, papa akan berusaha keras untuk mencari citra " ucap papa membujuk istri nya.

__ADS_1


Disisi lain


Vito berada di dalam mobil dia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


untung saja jalanan sedang dalam keadaan sepi.


Aaaarrrrggg!!....


" Berani-beraninya mereka membohongi ku!" ucap vito marah.


" Devina! Berani sekali kamu kabur dari pernikahan dan pergi bersama pria lain!" lanjut vito.


" Citra! Berani nya kamu mempermainkan saya!" ucap vito kesal.


" Saya akan mencari keberadaan kamu!" ucap vito.


Aaarrrggg!!...


Teriak vito sambil memukul-mukul stir mobil.


Vito terus melajukan mobilnya sambil terus meluapkan emosi dengan terus berbicara.


Setelah hampir satu jam, akhirnya vito sampai di tempat biasa nya dia menghabiskan waktu jika dia sedang banyak pikiran.


Vito langsung keluar mobil dan berjalan menuju tempat tujuan nya, vito langsung duduk di rumput.


Vito langsung menghubungi asisten nya untuk mencari dimana keberadaan citra sekarang berada, dan dia juga menyuruh asisten nya untuk mengurus perceraian nya dengan devina secepat mungkin agar dia bisa terlepas dari pernikahan ini.


" Jadi, yang selama ini di sisi ku adalah citra, pantas saja waktu saat dia mengigau dia menyebut dirinya sendiri dengan nama citra" ucap vito sambil mengingat kembali kejadian itu


" Tapi kenapa saat aku menyuruh riko menyelidiki hal itu, kenapa riko tidak mendapatkan informasi yang mencurigakan tentang keluarga citra" lanjut vito penasaran.


" Dan kenapa aku bisa tidak curiga dengan citra, padahal kalau di lihat-lihat terdapat perbedaan yang jelas untuk membedakan antara keduanya" ucap vito


" Apa mungkin ya citra mengoleskan madu ke bibir nya, soalnya bibir nya itu rasanya sangat manis" ucap vito sambil memegangi bibir nya.


" Berbeda dengan bibir devina dan angel, bibir mereka tidak ada rasa manis nya sama sekali" lanjut vito.


" Ingin rasanya aku terus mencium bibir nya, karena bibir nya itu seperti candu bagi ku" ucap vito sambil tersenyum.


" Aku merasa hidup ku jadi berubah saat dia ada disini ku, dulu aku yang tidak pernah tersenyum tetapi setelah dia ada disisi ku aku sering tersenyum melihat tingkah laku nya yang terkadang membuat orang geleng-geleng kepala" kata vito mengingat kejadian saat citra sedang menari dan menyanyi di dapur.


" Omong-omong, tanpa aku sadari aku sudah tidak meminta papa dan mama untuk memberikan restu untuk aku menikah dengan angel, setelah aku membuat perjanjian tertulis dengan citra waktu itu" ucap vito yang baru menyadari hal itu.

__ADS_1


__ADS_2