
" Karena saya ingin segera bertemu dengan citra jadi saya malam-malam datang ke sini om" kata vito.
" Oh iya om! Apakah citra sudah sembuh om?" tanya vito penasaran.
" Alhamdulillah ingatan citra sedikit demi sedikit sudah mulai pulih" jawab pak ardi.
" Tapi kenapa dia belum ingat dengan saya ya om?!" ujar vito.
" Kata dokter memang ada ada beberapa hal yang sama sekali tidak ingin citra ingat kembali, misalnya seperti kejadian yang membuat dia sedih dan hal-hal yang menyakitkan untuk dia" jawab pak ardi.
" Membuat dia sakit hati? Apa mungkin aku sudah menyakiti dia maka nya dia tidak ingat dengan aku?!" batin vito.
Disisi lain
Citra dan sang mama sedang berada di ruang makan.
" Terimakasih ya ma" ucap citra di sela-sela makan.
" Terimakasih untuk apa sayang?" tanya mama bingung.
" Terimakasih untuk yang tadi ma" jawab citra sambil tersenyum.
" Oh iya ma, menurut mama sebaiknya aku bicara jujur kepada vito kalau aku sebenarnya tidak amnesia atau aku tetap berpura-pura masih amnesia ma?!" ucap citra meminta solusi dari sang mama.
" Kalau menurut mama, sebaiknya kamu bicara yang sejujurnya saja kepada vito jika kamu sebenarnya tidak amnesia " kata mama.
" Begitu ya ma! Tapi nanti kalau dia marah bagaimana ma?!" kata citra.
" Ya kamu harus bisa menerima resiko nya, dan kamu juga harus sampaikan alasan kamu melakukan itu apa!" kata mama.
Citra menganggukkan kepalanya sambil berkata " Iya ma, nanti citra akan bicara dengan dia ma".
" Habiskan dulu makanan nya, setelah itu baru kamu bicara dengan vito!" kata mama.
" Iya ma" jawab citra.
Setelah selesai makan, citra minum obat terlebih dahulu setelah itu dia menemui papa nya dan juga vito.
" Kamu sudah makan ra?" tanya papa.
" Sudah pa" jawab citra sambil mengangguk.
Citra langsung duduk di samping papa nya.
" Saya meminta maaf ya ra" ucap vito.
" Meminta maaf untuk apa?" tanya citra bingung.
" Memang anda salah apa?" imbuhnya.
" Karena saya sudah membuat kamu takut seperti tadi" jawab vito.
" Saya yang seharusnya meminta maaf kepada anda" kata citra.
" Kamu kan tidak salah ra, kenapa kamu meminta maaf" kata vito bingung.
" Aku mau meminta maaf kepada anda karena aku sudah berbohong kepada anda" ucap citra.
" Berbohong? Memang kamu berbohong apa kepada saya ra?!" tanya vito bingung.
" Iya, aku sudah berbohong kepada anda dengan mengatakan kalau aku mengalami amnesia paskah kecelakaan kemarin" jawab citra.
__ADS_1
" APAA!!" vito terkejut mendengar jawaban dari citra.
" Jadi, kamu tidak mengalami amnesia dan kamu hanya berpura-pura saja ra?!" ujar vito.
Citra hanya menganggukkan kepalanya sambil menunduk.
Vito berjalan mendekati citra, sedangkan citra tidak berani menatap wajah vito.
Karena dia tahu pasti vito akan sangat marah jika dia mengetahui kebenaran nya.
" Siapa saja yang telah kamu bohongi ra?" tanya vito sambil berjalan mendekati citra.
" Semua orang yang kemarin ada di rumah sakit" jawab citra sambil menunduk.
" Lalu sejak kapan mereka mengetahui jika kamu harus berpura-pura amnesia?" tanya vito dingin.
" Pagi harinya setelah anda dan viona sudah pergi" jawab citra.
" Lalu kenapa kamu tadi masih berpura-pura tidak mengenal saya ra?" tanya vito.
Belum sempat citra menjawab pertanyaan dari vito, tiba-tiba...
Grep!!
Vito langsung memeluk citra tanpa meminta ijin terlebih dahulu.
Citra yang mendapat pelukan mendadak dari vito pun langsung mematung.
Tidak hanya citra saja yang terkejut saat vito tiba-tiba memeluk citra pak ardi dan bu veronica pun ikut terkejut saat melihat vito tiba-tiba memeluk putri nya.
" Orang ini kenapa tiba-tiba memeluk aku! Seharusnya kan dia marah karena aku sudah berbohong kepada dia ini malah memeluk aku!" batin citra.
" Saya meminta kepada kamu, kamu jangan melakukan hal seperti itu lagi ya ra" ucap vito sambil memeluk citra..
" Kamu jangan pernah membuat saya khawatir seperti kemarin ya ra" jawab vito sambil melepaskan pelukannya.
" Memang nya anda tidak ingin mengetahui alasan kenapa aku berbohong?!" kata citra.
" Memang apa alasannya kamu melakukan itu ra?" tanya vito penasaran.
" Agar kamu bisa menikah dengan seseorang yang sangat mencintai anda" jawab citra.
" Aku tidak boleh menangis, aku harus kuat!" ucap citra dalam hati menguatkan hati nya.
" Maksud kamu apa?" tanya vito tidak mengerti maksud ucapan citra.
" Maksud aku, aku sengaja melakukan kebohongan itu agar anda dan kekasih anda bisa menikah" jawab citra.
" Kekasih? Saya tidak mempunyai kekasih?!" kata vito dengan ekspresi wajah bingung.
" Anda bohong! Jelas-jelas anda memiliki kekasih, masih saja berbohong!" ucap citra.
" Saya tidak berbohong, saya benar-benar tidak memiliki kekasih ra!" ucap vito.
" Kalau kamu tidak percaya kamu bisa tanya kepada viona!" ujar vito.
" Mana mungkin aku tanya hal itu kepada viona, viona itu kan kekasih kamu vito!" geram citra dalam hati.
" Kenapa aku harus tanya kepada viona?" tanya citra penasaran.
" Ya, karena hanya dia yang mengetahui aku memiliki kekasih atau tidak" jawab vito.
__ADS_1
Citra menatap wajah vito dengan tatapan penuh tanda tanya.
" Kamu mau tanya apa ra?!" kata vito membaca tatapan mata citra.
" Kok anda tahu jika aku mau bertanya?!" kata citra penasaran.
" Ya tentu saja saya tahu ra" jawab vito.
" Darimana anda tahu?" tanya citra penasaran.
" Dari tatapan mata kamu ra" jawab vito sambil mencolek hidup citra.
" Dari tatapan mata? Memang ketara ya?!" ucap citra bingung.
" Iya" jawab vito.
" Kamu mau bertanya tentang apa?" tanya vito dengan lembut.
" Viona itu bukan nya kekasih anda ya?!" jawab citra dengan polos.
Ppfftt... Hahahaha..
Tawa renyah vito pecah saat mendengar jawaban citra.
Melihat vito tiba-tiba tertawa membuat citra dan kedua orang tua nya bingung dan heran.
Vito yang melihat citra dan kedua orang tua citra menatap kearah dirinya dengan tatapan heran pun langsung menghentikan tawanya.
" Maaf, tadi saya kelepasan" ucap vito.
" Iya, tidak apa" ucap citra dan kedua orang tua nya kompak.
" Habisnya jawaban citra membuat saya ingin tertawa" kata vito.
Mendengar itu citra langsung bertanya " Memang ada yang lucu ya dari jawaban ku?".
" Iya" jawab vito singkat.
" Lucu nya dimana??" tanya citra bingung.
" Saat kamu mengatakan kalau viona itu kekasih saya" jawab vito.
" Memang benar kan jika viona itu kekasih anda?!" kata citra dengan ekspresi wajah polos.
" Iya benar" jawab vito.
" Terus apa yang membuat anda tertawa?!" kata citra bingung.
" Yang membuat aku tertawa yaitu saat kamu bilang jika viona kekasih saya" jawab vito menggoda citra.
" Iihh! Maksud bagaimana sih! sebal!!" kesal citra.
Melihat citra mulai kesal dan marah, vito langsung berkata " ra, viona itu bukan kekasih saya tapi, dia adalah sepupu saya"
" Hah! Apa?!" citra terkejut mendengar perkataan vito.
" Jadi, viona sepupu anda?!" ucap citra tidak percaya dengan apa yang dia dengar.
" Iya ra, viona itu sepupu saya bukan kekasih saya" jawab vito.
" Kalau viona sepupu anda terus kenapa tadi anda mengatakan jika jawaban ku tadi benar! Maksud bagaimana sih!?" ucap citra.
__ADS_1
" Maksud saya jawaban kamu tadi benar-benar salah jika kamu mengatakan aku dan viona itu sepasang kekasih" ucap vito sambil mengacak rambut citra.
" Jadi, viona itu adalah sepupu nya vito! Itu berarti aku selama ini sudah salah paham dong!" ucap citra dalam hati.