Mendadak Menjadi Istri CEO

Mendadak Menjadi Istri CEO
Eps 65


__ADS_3

Karena tidak melihat rama dimana-mana, citra memutuskan untuk masuk kedalam, tapi saat membuka pintu dia tidak melihat kearah depan karena karena sedang fokus kearah handphone nya, sehingga dia tidak tahu di depan dia ada apa, dan....


Bruk!....


Benar saja saat citra melangkahkan kakinya masuk kedalam dia menabrak sesuatu.


Untung saja ada seseorang yang dengan sigap langsung menangkap tubuh citra agar tidak jatuh ke ubin.


" Alhamdulillah, aku tidak jatuh ke lantai"ucap citra dalam hati


Saat citra akan mengucapkan terimakasih, dia terkejut saat mengetahui siapa orang yang sudah menolong dirinya.


" Manusia kutub!" ucap citra keceplosan


" Apa kamu bilang?" tanya vito dengan nada dingin


" Tidak bilang apa-apa kok" jawab citra takut


" Terimakasih ya kak, kak vito sudah menangkap aku, kalau tidak ada kak vito mungkin aku sudah jatuh ke lantai" ucap citra


" Hem!" kata vito


Saat vito akan membantu citra berdiri, tiba-tiba vito di tabrak seseorang dari arah belakang, sehingga membuat vito terdorong ke arah depan dan....


Bruk!....


Vito jatuh tepat di atas tubuh citra, akibat dari di tabrak oleh seseorang bibir mereka saling bersentuhan.


Untung nya sebelum jatuh, sedang sigap tangan vito di letakkan di belakang kepala citra, agar kepala citra tidak langsung terbentur ke lantai.


" kok berat ya?!" batin citra


" Apa nih, kok bibir ku seperti bersentuhan dengan sesuatu yang lembut ya?" pikir vito


Karena penasaran vito pun membuka mata nya, dan dia terkejut saat mengetahui bahwa bibir nya mencium bibir citra.


" Sial! Kenapa bibir nya sangat lembut dan manis banget ya!?" ujar vito dalam hati


" Buat aku ingin terus mencium nya" batin vito


Vito pun menekan kepala citra untuk memperdalam ciuman mereka.


Ciuman mereka berlangsung tidak lama.


Citra yang merasa sesak napas pun membuka mata nya untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi, saat dia mata nya terbuka dia terkejut saat mengetahui bahwa vito sedang mencium bibir nya.


" Apa-apaan ini! kenapa dia malah mencium bibir ku!" ujar citra dalam hati


Citra pun berusaha untuk mendorong tubuh vito, agar vito melepaskan ciumannya tapi, usaha nya sia-sia tubuh vito sama sekali tidak bergerak.


" Aduh! kalau dia terus mencium bibir ku yang ada aku bakalan kehabisan napas nih!" batin citra

__ADS_1


Citra kini memukul dada bidang vito agar vito mau melepaskan ciumannya, tapi usaha nya gagal juga, malah vito kembali menekan kepala citra untuk memperdalam ciuman mereka.


" Sial! Kenapa aku ingin terus mencium dia?!" ucap vito dalam hati


Karena kesal dengan sikap vito yang tidak mau melepaskan ciumannya, citra akhirnya menggigit bibir bawahnya vito agar vito melepaskan ciumannya.


Ternyata kali ini usaha nya berhasil, vito akhirnya melepaskan ciumannya.


Hosh....hosh....hosh...


Citra menghirup udara sebanyak mungkin, karena tadi dia hampir kehabisan napas akibat ulahnya vito.


Vito meringis kesakitan akibat bibir nya di gigit oleh citra.


Citra yang melihat vito sedang kesakitan pun bergumam "Memang enak aku gigit! siapa suruh main cium anak orang sembarangan, sudah punya istri masih suka ciuman dengan orang lain!"


Citra pun berusaha berdiri sebelum ada orang yang melihat dirinya dengan vito.


" Kamu tidak apa-apa ra?" tanya dokter raka


" Ti.. Tidak apa-apa kok dok" jawab citra gugup takut dokter raka dan yang lainnya melihat dia dan vito berciuman.


" Syukur lah kalau kamu baik-baik saja" ucap dokter raka


" Yasudah, dok aku permisi dulu mau ke oma" ucap citra


" Oh iya, silahkan!" ucap dokter raka mempersilahkan citra untuk pergi menemui sang oma


" Terkena duri" jawab vito sambil mengelap darah yang keluar dari bibir nya


" Duri? Dimana ada duri?" tanya dokter raka bingung


" Duri bunga mawar yang di bawa citra tadi" jawab vito


Dokter raka kemudian melihat ke arah citra untuk memastikan apa yang di katakan oleh vito benar atau salah.


" Dia dapat bunga darimana?" gumam dokter raka


Melihat teman nya diam saja membuat vito penasaran, lalu muncul sebuah ide untuk menjahili teman nya itu.


" Awas nanti pacar nya marah loh! kalau kamu melihat citra seperti itu!" ucap vito


" Hah! apa kamu bilang?" tanya dokter raka


" Aku bilang, awas pacar nya marah, kalau kamu melihat citra seperti itu!" jawab vito


" Memang siapa pacar nya?" tanya dokter raka


" Orang yang memberi bunga dan coklat itu " jawab vito sambil menahan tawa melihat ekspresi wajah dokter raka.


" Haha! Memang enak aku bohongi!" ucap vito dalam hati

__ADS_1


" Vit, kira-kira siapa ya kasih bunga dan coklat itu ke citra?" tanya dokter raka


" Mana aku tahu, tanya saja sendiri sama orang nya!" jawab vito.


" Yasudah deh!" ucap dokter raka sambil berjalan


" Mau kemana dia?" batin vito sambil terus memperhatikan kemana raka pergi


" Mau apa dia disana?" batin vito


" Jangan bilang, dia mau tanya ke citra siapa yang sudah memberikan bunga dan coklat itu kepada dirinya!?" gumam vito


Karena penasaran vito pun mengurungkan niatnya untuk keluar, dia akhirnya berjalan mendekati raka.


" Bunga nya bagus beli dimana ra?" tanya dokter raka


" Bunga ini dok?" tanya citra sambil memperlihatkan bunga yang dia bawa


" Iya, bunga itu ra" jawab dokter raka


" Kalau bunga ini aku tidak beli dok, ini di kasih sama kak rama dok" ucap citra


" Kak rama?" tanya dokter raka


" Ini loh dok yang nama nya kak rama, dia senior aku di kampus" jawab citra sambil berdiri di samping rama


" Oh, senior kamu di kampus" kata dokter raka


Citra hanya menganggukkan kepala


Ternyata benar dugaan vito, raka ternyata benar-benar menanyakan ke citra dia dapat bunga itu darimana.


Ketika vito baru sampai di samping raka, dia mendengar raka sedang menanyakan ke citra, dia membeli bunga dan coklat dimana.


" Aduh! Raka, raka dari dulu kamu tidak pernah berubah ya!" gumam vito sambil menggelengkan kepalanya


" Oh iya, dokter raka kenalkan ini kak rama dan kak rama ini dokter raka beliau yang merawat oma ku" kata citra sambil menunjuk ke arah rama dan dokter raka


Dokter raka pun bersalaman dengan rama.


" Oh iya kak rama, kenalkan itu kakak ipar ku namanya kak vito" ujar citra tidak lupa memperkenalkan vito kepada rama


Rama dan vito saling bersalaman, dan saat citra sedang memperkenalkan vito dan dokter raka, papa dan mama nya citra masuk kedalam.


" Pak vito, saya minta maaf tadi saya tidak sengaja menabrak anda, soalnya tadi saya dan istri saya sedang terburu-buru" ucap papa saat sampai di depan vito


" Iya pak, tidak apa-apa" ucap vito


" Lagipula saya juga tidak apa-apa" imbuh nya


" Maafkan papa ya ra, karena tadi sudah buat kamu jatuh, ini semua papa lakukan untuk membuktikan bagaimana sikap vito kepada kamu ra!" ucap papa dalam hati

__ADS_1


__ADS_2