
Sayang nya ketika citra sampai di depan bandara, dia melihat ambulans yang membawa jenazah oma nya baru saja pergi meninggalkan bandara.
Citra pun langsung mengikuti mobil ambulans itu dari belakang.
" Oma, eca sudah pakai baju pemberian oma dan amel bilang eca cantik oma" ucap citra dalam hati
" Kalau saja oma masih bisa melihat eca pakai baju ini pasti oma akan bilang, kalau cucu oma yang cantik dan tidak ada dua nya" batin citra
Tanpa terasa air mata citra mengalir deras membasahi pipinya.
Citra terus berusaha agar dia tetap fokus mengendarai motor nya agar dia bisa segera sampai di rumah oma.
Perjalanan menuju rumah oma dari bandara membutuhkan waktu lebih 1 jam lamanya.
Air mata citra terus saja mengalir membasahi pipinya, padahal dia sudah berjanji kepada sang oma kalau dia akan mengiringi kepergian sang oma dengan tersenyum.
Saat di tengah perjalanan, tiba-tiba pandangan citra buram, dan.....
BRAK!!!.....
Motor citra menabrak sesuatu yang membuat citra jatuh dan tak sadarkan diri.
Untung saja ada seseorang yang langsung membawa citra ke rumah sakit terdekat, sesampainya di rumah sakit citra langsung di bawa ke ruang UGD untuk mendapatkan penanganan.
Setelah hampir 15 menit akhir nya dokter yang menangani citra keluar, seseorang yang membawa citra ke rumah sakit lalu menghampiri dokter tersebut.
" Bagaimana keadaan wanita itu dok?" tanya seseorang tersebut dengan raut wajah yang khawatir
" Pasien sekarang sudah baik-baik saja" jawab dokter tersebut
" Apakah anda keluarga dari pasien?" tanya dokter tersebut
" Iya, saya suami nya dok" jawab seseorang tersebut spontan
" Tunggu dulu, kenapa aku tadi bilang kalau aku ini adalah suami nya dia!?" batin seseorang tersebut
" Silahkan kalau anda ingin masuk kedalam, karena sekarang istri anda sudah sadarkan diri" ucap dokter tersebut
" Baik dok" kata seseorang tersebut
" Kalau begitu saya pamit, saya mau mengecek pasien yang lain, permisi" ucap dokter tersebut
Dan seseorang tersebut hanya menganggukkan kepalanya
Seseorang tersebut lalu membuka pintu ruangan UGD di sana dia melihat citra sedang mencoba melepas infus yang ada di tangan nya, dengan cepat seseorang tersebut langsung berlari kearah citra lalu dia memegang tangan citra agar dia tidak bisa melepas infus tersebut.
" Lepas! Lepaskan tangan ku! Aku harus pergi sekarang!" ucap citra sambil memberontak
Huft!..
Seseorang tersebut menghela napas panjang sebelum berkata " Nanti aku akan mengantar kamu ke pemakaman oma, tapi tidak sekarang karena kondisi kamu belum pulih"
" Kenapa suara orang ini tidak asing lagi di telinga ku ya" batin citra
Karena penasaran citra pun melihat kearah seseorang yang ada di samping nya itu.
" Kamu!!!" kata citra terkejut saat melihat seseorang yang ada disampingnya nya
" Pak vito! Kenapa kamu bisa ada disini?" tanya citra terkejut
Ya, sesuatu yang tadi di tabrak oleh citra ternyata adalah mobil vito, dan vito juga yang membawa nya ke rumah sakit terdekat.
Flashback on
Saat di perjalanan menuju rumah oma, tiba-tiba asisten pribadi nya menelepon dirinya dan mengatakan bahwa dia harus bertemu dengan klien sekarang juga. Vito lalu menghentikan mobilnya di pinggir jalan, vito lalu berkata " Maaf seperti nya saya tidak bisa pergi kesana bersama kalian, karena saya harus bertemu dengan klien terlebih dahulu"
" Memang harus sekarang vit?" tanya dokter raka
" Iya rak, soalnya tadi riko bilang kalau sekarang aku sudah di tunggu oleh klien" jawab vito
" Terus kamu kesana nya naik apa vit?" tanya dokter raka
" Nanti riko akan datang kesini untuk menjemput aku " jawab vito sambil turun dari mobil
" Kamu yakin vit, riko akan jemput kamu kesini?" tanya dokter raka memastikan bahwa riko benar akan menjemput vito
" Iya benar, sebentar lagi dia juga sampai " jawab vito
Benar saja yang di katakan oleh vito, baru saja menunggu kedatangan riko beberapa menit, mobil yang biasa nya di bawa oleh vito kini sudah berhenti di depan mobil yang tadi dia bawa bersama dengan dokter raka dan yang lain.
" Benar kan yang aku katakan" kata vito
" Iya vit" ucap dokter raka
" Yasudah aku pergi dulu" ucap vito pamit kepada sahabat nya sambil berjalan menuju mobil nya
Tanpa menunggu jawaban dari sahabat nya, vito sudah masuk kedalam mobil nya.
Setelah masuk mobil vito berkata " Ayo! Jalan!"
" Oke!" kata riko
Mobil mereka langsung melaju kencang meninggalkan mobil yang tadi vito bawa.
Setelah beberapa saat mereka sampai di sebuah restoran tempat dimana klien vito menunggu.
Sesampainya di depan restoran vito dan riko langsung masuk kedalam restoran dan menuju meja yang sudah di pesan oleh riko sebelumnya.
Ternyata klien yang akan bertemu dengan vito belum datang, mereka memesan minuman untuk membasahi tenggorokan nya yang terasa kering.
__ADS_1
Tidak butuh waktu lama klien yang di tunggu akhirnya datang, mereka langsung membahas tentang kerjasama yang akan mereka bahas.
Setelah selesai bertemu dengan klien vito menyuruh riko untuk kembali ke kantor dengan menggunakan taksi sedangkan dia akan pergi ke rumah oma.
Saat di perjalanan menuju rumah oma terlintas dipikirannya tentang yang terjadi tadi pagi.
" Kenapa tadi jantung ku berdegup kencang ya tapi, raka bilang jantung ku baik-baik saja" ucap vito
" Kalau jantung ku baik-baik saja, kenapa tadi saat citra jatuh ke pelukan ku jantung ku berdegup kencang banget" sambung vito
" Dia tadi mendengar suara detak jantung ku tidak ya?!" batin vito
"Dan tidak hanya terjadi sekali saja" ucap vito
Saat sedang berbicara dengan, tiba-tiba terdengar suara seseorang menabrak mobil nya dari arah belakang.
" Siapa sih yang mengendarai motor ugal-ugalan!?!" kata vito kesal
Vito pun langsung turun dari mobil dan berjalan kearah belakang sambil marah-marah
Saat vito sampai di depan motor orang yang menabrak mobil nya dia berkata " Kalau bawa motor yang benar, jadi nabrak mobil saya kan!"
Melihat orang yang menabrak mobil nya diam saja membuat vito semakin kesal, lalu dia berkata " Hey! Kamu jangan pura-pura pingsan, agar lolos dari tanggung jawab!!"
Tapi orang tersebut tidak bergerak sama sekali, hal itu membuat vito penasaran dia pun mencoba untuk menggoyangkan tangan orang tersebut, tapi tidak ada respon dari orang tersebut.
Karena penasaran vito pun membalikkan badan orang tersebut, betapa terkejutnya vito saat mengetahui siapa yang sudah menabrak mobil nya.
" Citra!!" ucap vito
" Hey! Bangun!" ucap vito mencoba membangunkan citra.
Vito pun mengecek denyut nadi citra
" Syukurlah dia hanya pingsan " ucap vito saat mengetahui denyut nadi citra masih ada
" Kalau sampai ada orang yang datang dan melihat kejadian ini, bisa-bisa lawan bisnis ku punya kesempatan untuk menjatuhkan bisnis ku!" pikir vito
Karena takut ada orang yang datang melihat kejadian itu, vito pun langsung membawa citra masuk ke dalam mobil nya dan langsung membawa citra ke rumah sakit terdekat.
Sebelum pergi vito menelpon orang suruhan nya untuk membawa motor citra ke bengkel.
" Dasar kepala batu! Sudah di larang masih saja mengendarai motor" ucap vito memarahi citra yang sedang pingsan
Saat vito sedang memarahi citra, citra mulai sadar hal itu membuat vito merasa lega.
Tapi, saat melihat kondisi citra membuat vito khawatir dengan kondisi citra.
" Kamu harus kuat, sebentar lagi kita akan sampai di rumah sakit" ucap vito sambil fokus ke depan.
Karena khawatir dengan kondisi citra, vito pun menambah kecepatan mobilnya agar bisa sampai di rumah sakit terdekat.
Ada seorang suster yang melihat vito menggendong citra yang sedang tidak sadarkan diri, lalu dia pun langsung mengajak temannya untuk langsung pergi menuju vito.
Saat suster dan perawat menghampiri dirinya, bukan nya meletakkan citra di brankar agar segera di bawa ke ruang UGD oleh para perawat yang ada di sana, tetapi vito malah bertanya " Ruang UGD ada dimana?"
" Biar kami saja pak, yang akan membawa pasien ke ruang UGD" ucap salah satu perawat
" Tidak perlu! Saya bisa membawa dia sendiri!" ucap vito dengan nada dingin
" Saya tanya sama kalian ruang UGD ada dimana!" bentak vito
" Ada di sebelah sana pak!" ucap salah satu perawat dengan nada ketakutan
Setelah mengetahui ruang UGD ada dimana, vito langsung pergi menuju ruang UGD.
Sesampainya di sana vito langsung meletakkan citra hospital bed, saat vito akan pergi untuk memanggil dokter dia terkejut saat dia melihat sudah ada dokter di belakang nya yang sudah siap untuk menangani citra.
Vito di suruh untuk keluar ruangan agar tidak menggangu tugas dokter untuk menangani pasien.
Dengan terpaksa vito harus keluar dari ruangan itu.
Setelah beberapa saat dokter yang menangani citra keluar dari ruang UGD, vito pun langsung menghampiri dokter tersebut.
" Bagaimana kondisi wanita itu dok?"
" Pasien sekarang sudah baik-baik saja" jawab dokter tersebut
" Apakah anda keluarga dari pasien?" tanya dokter tersebut
" Iya, saya suami nya dok" jawab seseorang tersebut spontan
Setelah mendengar citra sudah sadar, vito langsung masuk kedalam dan dia melihat citra yang sedang mencoba melepaskan infus.
Vito langsung berlari kearah citra untuk mencegah citra melepas infus.
" Kamu!! ucap citra kesal
"Kenapa pak vito ada disini?!" tanya citra
...Flashback off...
" Apa yang sedang kamu lakukan?" tanya vito sambil tetap memegang tangan citra
Bukannya menjawab pertanyaan dari vito, citra malah berkata "Lepaskan tangan ku!!"
" Tidak akan!!" ucap vito
" Jika saya lepaskan tangan kamu, yang ada pasti kamu akan mencabut infus itu!" imbuhnya
__ADS_1
" Iya!!" kata citra ketus
" Maka nya cepat lepaskan tangan ku!!" ucap citra kesal
" Saya tidak akan lepaskan tangan kamu, sebelum kamu sembuh!" ucap vito tegas
" Memang nya aku sakit? Aku tuh tidak sakit, malah di bawa kesini" ujar citra kesal
" Tadi kamu mengalami kecelakaan!" kata vito
" Untung saja yang kamu tabrak tadi itu mobil saya jadi, saya langsung membawa kamu ke rumah sakit, coba tadi yang kamu tabrak mobil orang lain kamu pasti tidak akan di bawa ke rumah sakit" ujar vito
" Seharusnya anda tidak membawa aku ke rumah sakit pak!" ucap citra
" maksud kamu, saya harus membawa kamu pulang ke rumah oma kamu. Iya ra" tanya vito
" Bukan pak, tapi seharusnya anda membiarkan aku pergi menyusul oma, supaya aku bisa terus bersama oma " jawab citra mata nya berkaca-kaca
Mendengar jawaban citra membuat hati vito ikut sedih
" Oke! Kalau kamu mau menyusul oma, kamu tidak perlu menabrakkan diri kamu dengan kendaraan lain, yang ada itu akan merugikan orang lain, lebih baik kamu pakai ini saja!" kata vito sambil mengambil sesuatu dari kantong jas milik nya
" Ini ambil!!" kata vito sambil memberikan sebuah pisau lipat
" Kenapa diam? Bukan nya tadi bilang mau menyusul oma kan?!" tanya vito
" Ayo ambil!!" bentak vito
Dengan ragu citra mengambil pisau lipat tersebut dari tangan vito, lalu citra membuka pisau lipat tersebut.
Tapi, saat citra akan mengakhiri hidupnya dengan cepat vito membuang pisau tersebut sambil berkata " Kamu sudah gila ya!!"
" Oma kamu saja belum di makamkan, kamu sudah mau membuat beliau sedih. Iya?!!" bentak vito
Citra hanya tertunduk diam sambil menahan air matanya agar tidak menangis.
Karena kesal dengan sikap vito citra pun bertanya " Sebenarnya mau anda itu apa sih pak?"
" Tadi anda yang menyuruh aku untuk mengakhiri hidup dengan pisau itu, tapi saat aku mau mengakhiri hidup ku anda membuang pisau nya!!" kesal citra dengan sikap vito
" Aku itu hanya mau pergi ke pemakaman oma saja, tapi kenapa anda melarang aku pergi pak" ucap citra sambil menangis
Melihat citra menangis membuat vito tidak tega untuk memarahi nya lagi.
" Kasihan juga dia" batin vito
Vito lalu pergi meninggalkan citra sendiri, setelah beberapa saat vito kembali ke ruangan citra, dia melihat citra sedang menangis tersedu-sedu.
Vito juga mendengar suara citra lirih " Oma, eca minta maaf karena eca tidak bisa menepati janji eca"
" Eca tidak bisa menahan air mata ini supaya tidak jatuh oma, maafkan eca oma" ucap citra pelan
Dengan langkah kaki pelan vito mendekati citra lalu dia duduk di samping citra sambil berkata " Sebentar lagi dokter akan datang kesini untuk melepaskan infus ini, sekarang kamu jangan menangis lagi ya" sambil mengusap kepala citra
" Setelah infus nya di lepas, saya akan kamu antar ke tempat pemakaman oma " ucap vito pelan sambil mengusap air mata citra
Citra yang mendapat perlakuan seperti itu hanya menatap mata vito
Benar saja yang dikatakan oleh vito, dokter dan perawat masuk ke dalam ruangan itu sambil bertanya " Bagaimana kondisi nya bu?"
" Ibu benar mau pulang sekarang?"tanya dokter lagi
" Iya dok, soalnya kita mau pergi ke pemakaman oma kami dok" jawab vito
" Baiklah kalau seperti itu, ini resep obat yang harus bapak tebus di apotek" ucap dokter tersebut
" Iya dok" kata vito
" Kalau begitu saya permisi dulu, nanti biar perawat yang akan melepaskan infus nya" ucap dokter tersebut
" Semoga cepat sembuh ya bu, lain kali lebih hati-hati lagi" ucap dokter tersebut
" Iya dok, terimakasih dok" ucap citra sambil tersenyum
" Terimakasih dok" ucap vito sambil bersalaman dengan dokter tersebut
" Itu sudah menjadi kewajiban bagi kami pak" ucap dokter tersebut
Setelah dokter nya keluar, vito juga pergi untuk menebus obat di apotek
" Saya lepas infus nya ya bu!" ucap perawat tersebut
" Iya sus" ucap citra
" Suami ibu pasti sayang banget ya sama ibu" ujar perawat tersebut
" Suami??!!" kata citra terkejut
" Iya bu, laki-laki yang tadi mengantar ibu ke sini" ucap suster tersebut
" Maksud suster laki-laki yang tadi baru saja keluar?" tanya citra
" Iya bu, beliau yang menggendong ibu dari dalam mobil sampai ke ruang UGD bu" jawab suster tersebut sambil melepas infus dari tangan citra
Citra terkejut dengan jawaban suster tersebut
" Masa sih, manusia kutub itu yang sudah menggendong aku sampai ke sini" batin citra
" Suster serius? kalau laki-laki tadi yang menggendong aku sampai ruang UGD sus?" tanya citra tidak percaya
__ADS_1
" Saya serius bu, waktu beliau baru tiba, kami sudah menyuruh suami ibu untuk meletakkan ibu di brankar tapi, suami ibu bersikeras untuk tetap menggendong ibu sampai di ruang UGD bu" jawab suster tersebut