Mendadak Menjadi Istri CEO

Mendadak Menjadi Istri CEO
Eps 86


__ADS_3

Saat dokter ridwan dan citra sedang berpelukan, tiba-tiba terdengar suara...


" Cie, cie yang sudah berbaikan" Teriak amel dari kejauhan


Citra tidak memperdulikan teriakan amel, dia tetap memeluk dokter ridwan.


Farel dan yang lainnya berjalan mendekati dokter ridwan dan citra, saat sudah sampai di depan citra dan dokter ridwan mereka berhenti, tapi tidak dengan farel.


Dia terus berjalan mendekati dokter ridwan dan citra, dan saat di depan mereka farel ikut memeluk citra dari belakang.


" Loh! Kok farel jadi ikutan sih!" kata amel terkejut melihat farel juga ikut memeluk citra


" Aku juga mau!!" rengek amel sambil berlari kearah citra.


Tapi, saat amel mau ikut memeluk citra dokter ridwan dan farel berkata " STOP!!!"


Hal itu membuat amel langsung menghentikan aktivitas nya.


" Kenapa? Kok aku tidak boleh ikutan, sedangkan kalian berdua boleh!" protes amel


" Ini di tempat umum!" kata dokter ridwan


" Sudah tahu ini di tempat umum, kenapa kalian berpelukan!" kesal amel


" Kalau kita tidak masalah, mau berpelukan ditempat umum mel" kata farel


" Kalau kamu mau berpelukan, sana pelukan sama pacar kamu saja!" kata dokter ridwan


" Oh iya! Aku lupa kamu kan jomblo" lanjut dokter ridwan


" Memang kenapa kalau aku jomblo?" tanya amel


Baru saja dokter ridwan dan farel akan menjahilin amel lagi, citra langsung menginjak kedua kaki mereka.


Aaaarrrrggg.....


Farel dan dokter ridwan teriak kesakitan akibat ulah citra.


" Kalian berdua kenapa?" bingung amel saat mendengar teriakkan dokter ridwan dan farel


" Kami tidak kenapa-kenapa" jawab dokter ridwan


" Kalau kalian baik-baik saja, kenapa tadi kalian teriak?" kepo amel


" Pingin saja" ucap farel


" Memang tidak boleh?" tanya dokter ridwan


Amel hanya terdiam karena bingung mau bicara apa lagi.


" Aduh! Sakit! Sakit! Sakit! " teriak farel dan dokter ridwan kesakitan


" Lepas dong ca, sakit nih telinga ku!" pinta farel


Telinga mereka berdua di tarik oleh citra.


" Tidak! Sebelum kalian berdua meminta maaf sama amel!" bentak citra


" Iya, iya kita akan minta maaf" pasrah farel dan dokter ridwan


" Mel, kita minta maaf ya, tadi kita hanya bercanda saja kok" ucap dokter ridwan


" Iya, aku sudah memaafkan kalian berdua kok" ucap amel

__ADS_1


" Lepas dong ca! kita kan sudah minta maaf, amel juga sudah memaafkan kita berdua" ucap farel


" Oke! " ucap citra sambil melepaskan tangan nya


" Jahat banget sih ca, sakit nih telinga ku" ucap farel dengan nada sedih


" Lebay kamu!" kata citra sambil berdiri


Citra berjalan mendekati mel, lalu memeluk nya.


Saat dokter ridwan dan farel akan mendekati mereka berdua, amel berkata " Stop!! Kalian bukan muhrim!"


Hahahha!....


Citra tertawa mendengar ucapan amel


Citra pun langsung melepaskan pelukannya dan berkata " Memang enak!"


Amel dan yang lainnya tersenyum bahagia melihat citra sedih lagi.


Tidak terkecuali dengan vito, sudut bibir nya pun ikut terangkat membentuk sebuah senyuman.


Dokter raka terlihat heran dengan sikap vito yang ikut tersenyum saat melihat citra tertawa, karena biasanya dia tidak pernah melihat wajah vito sebahagia ini.


Citra menghentikan tawanya saat perut mulai terasa sakit akibat tertawa.


" Kalian tahu kalau kita ada di sini darimana?" tanya dokter ridwan


" Dari aku lah bang, memang dari siapa lagi yang tahu tempat ini kan cuman kita bertiga!" jawab farel


" Yasudah, kita masuk ke dalam dulu sebelum hujan!" ajak dokter ridwan sambil menunjuk ke arah sebuah rumah yang ada di belakang nya


Baru saja mereka akan masuk kedalam rumah yang di tunjuk oleh dokter ridwan, hujan turun dengan derasnya sehingga mereka berlari kedalam rumah agar tidak kehujanan.


" Huh! Untung tidak kehujanan" ucap farel


" Loh! Citra kok tidak ada!" kata dokter ridwan terkejut mengetahui citra tidak ada di tengah-tengah mereka


Mereka semua panik mencari keberadaan citra.


" Citra!!" teriak amel terkejut melihat citra masih ada di luar


" Citra dimana?" tanya dokter ridwan


" Itu disana dok" jawab amel sambil menunjuk ke arah luar rumah


" Ya ampun citra, kamu sedang apa disitu?!" kata dokter ridwan mengetahui citra masih ada di luar


Tanpa menunggu lama, farel langsung memakai jas hujan yang ada disana dan langsung berlari menghampiri citra yang sedang kehujanan diluar.


" Kamu kenapa masih disini ca?" tanya farel


" Aku pingin main hujan rel" jawab citra


" Kita masuk saja yuk! Nanti kamu sakit" bujuk farel


Citra hanya menggelengkan kepalanya


" Aku masih mau disini rel" kata citra


Tanpa meminta persetujuan dari citra, farel langsung menggendong citra.


" Farel!!" teriak citra terkejut dengan apa yang di lakukan farel

__ADS_1


" Kamu boleh main hujan-hujanan tapi, kalau kaki kamu sudah sembuh ca" ucap farel dengan nada lembut


Citra baru ingat kalau kaki nya belum sembuh total jadi, dia hanya bisa pasrah di gendong oleh farel.


Farel langsung mendudukkan tubuh citra di kursi.


" Kamu ganti baju dulu supaya kamu tidak sakit" ucap farel sambil memberikan paper bag.


" Terimakasih ya rel" ucap citra sambil menerima paper bag pemberian farel


" Iya sama-sama ca" ucap farel sambil tersenyum


Citra lalu pergi ke dalam kamar untuk mengganti baju, setelah selesai dia keluar untuk berkumpul di depan bersama dengan yang lain.


Vito yang mendengar suara langkah kaki pun menoleh ke belakang betapa terkejutnya dia saat melihat citra.


" Ra, ini benar kamu?!" kata amel sambil berjalan mendekati citra


" Iya, ini aku. Memang kenapa mel?!" jawab citra


" Kenapa tidak dari dulu kamu tidak seperti ini ra!" kata amel


" Maksud kamu?" tanya citra bingung dengan perkataan amel


" Maksud aku, kenapa dari dulu kamu tidak berdandan seperti ini ra" jawab amel


" Malas, ribet!" ucap citra


Amel hanya bisa geleng-geleng kepala mendengar ucapan citra


" Terus kita mau ngapain disini?" tanya citra


" Tidak tahu ra" jawab dokter ridwan


" Yasudah, mending aku tidur saja daripada bengong" ucap citra sambil balik badan


" Ayo mel!" ajak citra


" Mau kemana ra?" tanya amel


" Tidur" jawab citra


" Masa tidur sih ra, kita duduk di sini saja ya" pinta amel


Huft...


Citra menghela napas berat sebelum berkata " Iya "


Citra memilih duduk di lantai karena dia malas untuk berjalan lagi, karena kaki nya terasa sakit.


" Kok kamu duduk disitu ca?" tanya farel


" Malas jalan kesana rel, kaki ku sakit" jawab citra


Mereka semua ngobrol banyak hal, dimulai dari pekerjaan sampai pasangan.


Disisi lain


" Papa kenapa melarang aku ikut mereka sih pa?" tanya devina


" Dan kenapa tadi papa membentak aku di depan orang banyak pa, aku kan malu" protes devina


Sejak farel dan teman-temannya pergi menyusul citra dan dokter ridwan devina terus saja bicara dan tidak memberi kesempatan untuk papa nya bicara.

__ADS_1


Hal itu membuat sang papa geram, dan.....


PLAK!....


__ADS_2