Mendadak Menjadi Istri CEO

Mendadak Menjadi Istri CEO
Eps 156


__ADS_3

" Terus sekarang apa yang harus aku lakukan agar citra cepat bangun?!" ucap dokter ridwan frustasi.


" Saya hanya ingin citra cepat bangun! Hanya itu saja!" lanjut dokter ridwan sambil menangis.


" Aku juga ingin agar citra cepat bangun dok, bukan hanya anda saja!" ucap vito dalam hati.


" Tapi kita boleh menyerah, kita tetap harus berusaha dan berdoa agar citra bisa cepat bangun!" ucap vito dalam hati.


" Saya tahu anda sangat menginginkan agar citra cepat bangun, tapi kita hanya manusia jadi, kita hanya bisa berusaha dan berdoa dan sisa nya kita serahkan kepada tuhan yang maha esa" ucap vito sambil memegang bahu dokter ridwan.


" Saya yakin citra bisa melewati semua ini dan dia bisa cepat bangun dan bisa berkumpul dengan kita semua" lanjut vito dengan ekspresi datar.


Saat vito mencoba untuk meyakinkan dokter ridwan jika citra akan baik-baik saja, dan akan segera bangun, tiba-tiba seorang perawat masuk dan berkata " Dok, ada pasien yang kejang dok!".


Mendengar itu dokter ridwan terkejut dan berkata " Ayo! Kita pergi ke sana sekarang!".


" Baik dok" jawab perawat tersebut.


" Ra, abang menjalankan tugas dulu ya, nanti abang akan datang lagi!" pamit dokter ridwan sambil mengusap kepala citra.


" Selama saya pergi, saya meminta tolong agar anda menjaga adik saya" ucap dokter ridwan kepada vito.


" Tanpa anda meminta pun saya akan menjaga citra" kata vito dingin.


Setelah mendengar perkataan vito, dokter ridwan tersenyum dan mengangguk.


Dokter ridwan merasa lega karena sekarang ada seseorang yang bersedia untuk menjaga citra.


"Mari sus!" ajak dokter ridwan.


" Baik dok" jawab perawat tersebut.


Mereka pun pergi meninggalkan ruangan citra.


" Ra, kamu tadi mendengarkan apa yang di katakan dokter ridwan, dia bahkan mau pergi mencari seseorang dari masa kecil kamu agar kamu cepat bangun ra" ucap vito.


" Jadi, aku minta agar kamu cepat bangun agar abang kamu tidak perlu mencari seseorang yang bahkan dia sendiri pun tidak mengetahui nama dan alamat nya" lanjut vito sambil tersenyum.


Saat vito sedang berbicara dengan citra, tiba-tiba handphone nya berdering, dia pun langsung mengambil handphone nya dan melihat siapa yang sedang menelepon dirinya.


" Riko!" ucap vito saat melihat nama sahabat sekaligus asisten pribadi nya ada di layar handphone nya.


" Ada apa ya, tumben sekali dia menelepon?!" imbuh nya.


" Citra, aku terima telepon dari riko dulu ya" ucap vito meminta ijin untuk menerima telepon.


Setelah meminta ijin kepada citra, vito keluar ruangan untuk menerima telepon dari riko.

__ADS_1


Setelah vito pergi, citra membuka mata nya.


" Huh! Akhirnya dia pergi juga!" gumam citra.


" Dari dong pergi nya, jadi aku tidak harus berpura-pura tidur!" kesal citra.


Ya, sebenarnya citra sudah sadarkan diri saat vito kembali dari ruangan dokter ridwan, tapi dia berpura-pura tidur karena dia masih marah dengan vito jadi, dia memilih untuk tetap berpura-pura belum sadarkan diri.


" Abang maafkan aku ya, karena aku sudah membuat abang jadi khawatir" ucap citra.


" Ini semua gara-gara manusia kutub! Gara-gara dia aku jadi harus memotong tangan ku sendiri!" kesal citra.


" Awas saja! Aku akan membuat perhitungan dengan dia!!" imbuhnya.


" Ternyata manusia kutub itu bisa menangis juga, aku kira dia hanya bisa bersikap dingin saja!" ucap citra sambil membayangkan bagaimana ekspresi wajah vito sedang menangis.


" Tapi sampai kapan ya aku harus begini, aku kan lelah jika harus berpura-pura seperti ini" pikir citra.


" Nanti saja deh, ketika dia tidak ada disini! " ucap citra.


" Malas kalau melihat wajah nya, rasa nya ingin sekali aku hajar dia karena sudah membuat aku menjadi seperti ini!" ujar citra kesal.


Saat citra sedang kesal, tiba-tiba pintu ruangan nya terbuka.


Citra langsung bersiap untuk berpura-pura tidur lagi agar dia tidak melihat wajah vito, tapi belum sempat citra memejamkan matanya kembali vito sudah melihat jika citra sudah bangun, dia pun langsung berlari kearah hospital bed.


Citra yang mendapat pelukan mendadak dari vito hanya bisa diam mematung, karena heran dengan sikap vito yang tiba-tiba memeluk nya.


" ini orang kenapa ya? Tiba-tiba memeluk aku!" batin citra.


" Alhamdulillah, akhirnya kamu juga bangun ra!" ucap vito sambil memeluk citra.


" Kamu tahu tidak ra, saya sangat takut jika kamu terus saja seperti tadi" lanjut vito sambil meneteskan air mata.


" Saat saya melihat wajah kamu sangat pusat saya sangat takut, saya takut kamu meninggalkan saya seperti waktu itu ra!" kata vito sambil mengusap air mata nya.


Setelah mengusap air mata nya, vito langsung melepaskan pelukannya dan menatap wajah citra.


" Dia menangis?!" batin citra.


" Jadi, dia benaran menangis! Ternyata pria sedingin kutub Utara bisa menangis juga!" ujar citra dalam hati.


Vito yang melihat citra diam saja membuat vito, lalu dia pun bertanya " Kamu kenapa ra?"


" Hah! Aku tidak apa-apa!" jawab citra ketus.


Bukan nya marah karena citra menjawab pertanyaan dengan ketus, vito malah tersenyum.

__ADS_1


" Manusia kutub ini kenapa ya? Kenapa dia malah tersenyum" ucap citra dalam hati bingung.


" Anda kenapa tersenyum?" tanya citra ketus.


" Saya tersenyum karena, akhirnya saya bisa melihat kamu seperti sekarang" jawab vito sambil tersenyum.


" Anda kenapa ada disini?" tanya citra ketus.


" Saya disini untuk menjaga kamu" jawab vito.


" Aku tidak mau di jaga oleh anda!" kata citra.


" Lebih baik anda pergi saja!" usir citra.


" Meskipun kamu mengusir saya, saya tidak akan pergi dari sini!" tegas vito.


" Kalau anda tidak mau pergi, biar aku saja yang pergi!" ucap citra sambil mencoba untuk pergi.


Vito yang melihat citra berusaha keras mau pergi, vito langsung berkata " Saya mohon! Kamu jangan banyak bergerak nanti luka nya terbuka lagi!"


Baru saja vito selesai bicara, tiba-tiba...


" Aw!.." citra mengaduh kesakitan.


Vito yang melihat nya pun langsung bertanya " Kamu kenapa?" dengan raut wajah khawatir.


" Apa nya yang sakit? Kan saya sudah bilang kamu jangan banyak bergerak, tangan kamu masih terluka!" lanjut vito.


" Jangan mendekat!" ucap citra.


Mendengar larangan citra, vito pun langsung menghentikan langkahnya.


" Oke! Saya tidak akan mendekat tapi, kamu jangan banyak bergerak!" kata vito dengan nada lembut.


" Manusia kutub kenapa ya? Apa mungkin dia lupa minum obat?!" batin citra heran.


Melihat citra yang diam saja membuat vito bertambah khawatir.


" Kamu kenapa? Apa tangan kamu sakit lagi atau ada bagian dari badan kamu yang sakit?" tanya vito dengan raut wajah khawatir.


" Tidak ada yang sakit" jawab citra ketus.


" Kamu yakin? Tidak ada yang sakit?" tanya vito sekali lagi untuk meyakinkan kalau citra baik-baik saja.


" Iya, memang kenapa?" tanya citra bingung.


Vito hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.

__ADS_1


" Dasar aneh!" gumam citra melihat sikap vito.


__ADS_2