
" Tapi kan ra.." belum selesai vito berbicara citra langsung menyela.
" Jangan mencari alasan lagi mas!" ucap citra tegas.
" Terimakasih ya vio untuk hadiah nya" ucap citra sambil tersenyum.
" Iya sama-sama eca" jawab viona sambil tersenyum bahagia karena akhirnya hadiah nya tidak jadi di buang.
" Oh iya ca, besok kalau kamu pakai yang satu nya lagi pasti vito akan terpesona melihat nya" ucap viona.
" Yang satu nya? Memang isi nya ada berapa?" tanya citra bingung.
" Ada tiga ca" jawab viona semangat.
" Tiga!!??" citra terkejut mendengar jawaban viona.
Viona hanya menganggukkan kepala.
" Memang kenapa ca? Masih kurang ya? Kalau masih kurang aku belikan lagi untuk kamu yang lebih hot dan sexy!!" ujar viona.
" Tidak!! Tidak perlu!! Ini sudah sangat cukup vio, jangan di tambah lagi!" jawab citra sambil memberikan isyarat dengan tangan jika dia tidak mau.
" Tidak apa-apa ca, aku pesankan lagi untuk kamu ya!" kata viona.
" Viona kamu itu masih tidak mengerti juga ya! Citra kan tadi sudah tidak perlu! Itu artinya sudah cukup!" ucap vito.
" Kamu pasti juga suka kan kalau eca memakai hadiah pemberian ku kan?!" ujar viona.
" Memang benar sih yang di katakan viona, tapi aku tidak boleh egois! Aku sudah berjanji pada diriku sendiri kalau aku tidak akan membuat citra memiliki pemikiran yang buruk terhadap ku!" ucap vito dalam hati.
Melihat vito diam saja, viona pun langsung berkata " Benarkan ucapan ku! Kamu pasti suka jika eca memakai hadiah dari ku!"
" Tidak!!" ucap vito mengelak perkataan viona.
" Aku itu suka citra memakai pakaian apa saja! Tidak harus memakai lingerie yang kamu berikan itu!" ujar vito.
Ya, hadiah yang diberikan oleh viona yaitu lingerie.
" Ya iya deh! Yang bucin parah! Mau eca memakai pakaian apa saja pasti di mata kamu eca terlihat cantik dan seksi kan?!" kata viona meledek vito.
" Diam tidak! Atau mau aku kirim kamu ke kutub utara?!" ancam vito.
Mendengar ancaman vito, viona pun langsung diam seribu bahasa.
Citra yang melihat hal itu pun langsung berkata " Sudah cukup! Jangan ribut lagi! Oh iya, terimakasih ya vio untuk hadiah nya suatu saat nanti insyaallah akan aku pakai!".
Mendengar itu viona langsung berkata " Tuh! Dengar baik-baik vit, kata eca dia akan memakai hadiah dari ku"
Vito pun langsung melihat ke arah citra dengan ekspresi wajah penuh tanda tanya besar.
Citra yang menyadari vito sedang melihat kearah nya, citra langsung memalingkan wajahnya.
Di saat mereka sedang mengobrol, tiba-tiba handphone citra kembali berdering...
Citra langsung mengambil handphone nya dan melihat siapa yang menelepon dirinya.
__ADS_1
" Nomor ini lagi!" batin citra saat melihat layar handphone nya.
" Sebenarnya ini nomor siapa sih?! Dari tadi terus saja menghubungi ku!" gumam citra.
Citra meletakkan kembali handphone nya, baru saja citra meletakkan handphone nya di atas tempat tidur handphone nya berdering kembali.
" Siapa yang menelepon ca?" tanya viona saat melihat handphone citra berdering tetapi di biarkan saja oleh citra.
" Bukan siapa-siapa" jawab citra.
Karena handphone nya terus berdering, citra pun langsung mengambil handphone nya dan menerima panggilan telepon tersebut.
* Mode telepon on *
" Halo!" ucap citra.
" Maaf ini dengan siapa?" tanya citra.
Tetapi tidak ada jawaban dari seseorang yang berada di seberang sana.
Hal itu membuat citra merasa bingung.
" Halo! Maaf ini dengan siapa ya?" tanya citra.
" Selamat pagi, maaf ini dengan siapa?" tanya citra kembali.
Sudah berulang kali citra bertanya kepada seseorang ditelepon tetapi tidak ada jawaban sama sekali.
Tut...Tut..Tut...
* Mode telepon off *
" Dasar orang aneh!" ucap citra setelah mengetahui sambungan telepon telah terputus.
" Siapa yang aneh ra?" tanya vito penasaran.
" Ini mas, orang yang baru saja menelepon aku" jawab citra.
" Memang itu nomor siapa ra?" tanya vito.
" Tidak tahu mas" jawab citra sambil menggelengkan kepalanya.
" Yasudah, jika orang itu menghubungi kamu lagi langsung di reject saja ra!" kata vito.
" Iya mas" jawab citra.
" Yasudah! Sana kalian berdua berangkat, nanti kalian berdua ketinggalan pesawat lagi!!" ujar viona mengingatkan vito dan citra.
" Iya bawel!!" kata vito dengan ekspresi wajah datar.
" Kamu sudah selesai mengemasi barang-barang ra?" tanya vito.
" Iya, aku sudah selesai kok mas" jawab citra sambil menunjuk ke arah dua koper yang ada di samping nya.
" Yasudah, kita berangkat sekarang yuk!" ajak vito.
__ADS_1
Citra menganggukkan kepala sambil menjawab " Iya mas".
Vito langsung menggandeng tangan citra dan tangan yang satunya dia gunakan untuk menarik dua koper.
Citra yang melihat vito seperti kesulitan membawa dua koper, citra langsung berkata " Koper nya yang satu biar aku yang membawa nya mas".
" Tidak perlu ra, biar aku saja yang membawa nya!" kata vito menolak tawaran citra.
" Tidak apa-apa mas, koper nya yang satu biar aku membawa nya, dan tidak boleh ada penolakan. Titik!!" ucap citra tegas.
Vito pun hanya bisa memberikan satu koper yang dia pegang untuk di bawa oleh citra.
Citra tersenyum puas setelah vito memberikan satu koper untuk dia bawa.
" Terimakasih mas vito" ucap citra sambil tersenyum.
" Iya sama-sama ra, kalau berat bilang saja kepada ku nanti biar viona yang membawa nya ke depan!" ujar vito sambil melirik kearah viona yang berada di samping citra.
" Enak saja aku yang di suruh membawa koper kamu! Ya, kamu bawa sendiri lah! Kamu kan pria!" protes viona.
" Sudah vio, kamu jangan dengarkan mas vito aku masih bisa membawa koper ini sendiri kok" ucap citra.
" Ayo! Lanjut jalan lagi!!" ajak citra.
Vito dan viona hanya menganggukkan kepalanya.
Mereka semua keluar kamar dan pergi ke ruang keluarga untuk berkumpul bersama dengan kedua orang tua mereka.
" Kalian berdua sudah siap?" tanya mama.
" Iya ma, kita sudah siap ma" jawab citra sambil menganggukkan kepala.
" Yasudah, ayo kita berangkat sekarang!" ajak papa.
Mereka semua pergi ke mobil untuk berangkat ke bandara.
30 menit kemudian, mereka semua sudah sampai di bandara.
" Kalian berdua hati-hati dijalan ya, kalau sudah sampai jangan lupa memberi kabar " pesan mama.
" Iya ma" jawab citra sambil tersenyum.
" Kami berangkat dahulu ya ma" pamit citra sambil memeluk sang mama.
" Kamu harus hati-hati ya ra" ucap mama.
" Iya ma" jawab citra.
Setelah itu bu veronica melepaskan pelukannya.
" Aku berangkat dahulu ya pa" pamit citra sambil mencium tangan papa nya.
Citra pun tidak lupa berpamitan dengan mama elisa dan papa dimas, setelah berpamitan dengan kedua orang tuanya dan juga viona mereka berdua langsung masuk karena pesawat yang akan mengantarkan mereka berdua akan segera take off.
author :
__ADS_1
Siapakah yang tadi menghubungi citra???