
Setelah selesai makan citra dan vito menyusul yang lain nya ke ruang tamu untuk bergabung bersama mereka.
" Sini duduk di sebelah mama sayang!" kata mama sambil menepuk-nepuk kursi kosong di samping beliau.
Citra pun langsung menuruti perintah mama nya.
Sedangkan vito di suruh duduk di samping papa nya.
" Kira-kira mama mau bicara apa ya? Kenapa aku di suruh duduk di samping mama!" ujar citra dalam hati.
" Apa jangan-jangan mama dan papa mau membahas tentang honeymoon untuk aku dan mas vito?!" batin citra.
" Kalau boleh jujur, aku sebenarnya tidak ingin pergi kemana-mana! Pasti nanti aku akan ingat dengan farel dan acara honeymoon nya tidak akan sesuai dengan harapan!" pikir citra.
" Sebenarnya kamu itu pergi kemana sih rel?! Tidak biasanya kamu seperti ini!" batin citra.
Bu veronica yang melihat sang putri melamun beliau pun langsung memegang tangan sang putri.
Hal itu membuat citra terkejut.
" Ada apa ma?" tanya citra refleks.
" Kamu kenapa sayang?" tanya mama.
Bukan nya menjawab pertanyaan dari sang mama, citra malah kembali bertanya kepada mama nya " Memang aku kenapa ma?".
" Kamu itu dari tadi melamun sayang" jawab mama.
" Memang kamu sedang memikirkan apa ra?" tanya mama.
" Aku baik-baik saja kok ma" jawab citra.
" Aku sedang memikirkan pekerjaan saja kok ma" imbuh citra.
" Sekarang kamu jangan memikirkan pekerjaan dahulu ra, karena sekarang kalian berdua akan pergi honeymoon" ucap mama elisa.
Citra terkejut saat mendengar ucapan mama mertua nya.
" Kan benar dugaan ku!" batin citra.
" Pasti mereka semua tadi sedang merencanakan honeymoon untuk aku dan mas vito" pikir citra.
" Seperti nya kita tidak perlu honeymoon deh ma" ucap citra.
Semua orang terkejut mendengar ucapan citra yang menolak untuk pergi honeymoon.
" Kenapa kamu tidak mau sayang?" tanya mama elisa.
" Soalnya citra masih ada pasien yang harus citra rawat di rumah sakit ma" jawab citra mencari alasan.
" Semoga mereka semua bisa percaya dengan alasan ku" ucap citra dalam hati.
" Kamu jangan memikirkan pekerjaan dahulu ra, kan kamu sudah cuti ra!" ujar papa.
" Oh iya! Kenapa aku bisa lupa kalau aku sudah mengambil cuti sih!" ucap citra dalam hati.
" Pokoknya sekarang kamu siapkan semua keperluan kamu dan suami kamu selama kalian berdua pergi honeymoon!" kata papa.
Dengan malas citra masuk kedalam kamar untuk menyiapkan keperluan mereka selama honeymoon.
Saat citra sedang mengemasi barang-barang, tiba-tiba...
Drrttt.... Drrrtttt....Drrttt....
Handphone nya bergetar, citra pun langsung mengambil handphone nya dan melihat siapa yang menelepon dirinya.
" Ini nomor nya siapa ya? Kenapa tidak ada namanya?!" batin citra.
Citra pun meletakkan handphone nya kembali, baru beberapa menit handphone nya di letakkan di atas meja, handphone nya kembali bergetar.
__ADS_1
Drrrtttt.... Drrrtttt.... Drrrtttt...
Citra hanya melihat siapa yang menelepon dirinya tanpa menyentuh handphone nya.
" Nomor yang tadi" kata citra setelah melihat handphone nya.
" Biarkan saja lah! Nomor tidak dikenal, malas!!" ucap citra sambil kembali melanjutkan kegiatan nya.
Tidak lama kemudian, handphone nya kembali bergetar, citra pun tidak menghiraukan panggilan telepon tersebut dia tetap mengemasi barang-barang.
" Alhamdulillah akhirnya selesai juga" ucap citra.
Tok! Tok! Tok!...
" Masuk!" kata citra mempersilahkan orang yang berada di luar kamar untuk masuk.
" Hai ca!" sapa viona sambil menjulurkan kepalanya.
" Ternyata kamu vio! Sini masuk!" kata citra.
Viona langsung masuk ke dalam kamar citra.
" Kamu sudah selesai mengemasi barang-barang ca?" tanya viona sambil duduk di samping citra.
" Iya sudah" jawab citra sambil menganggukkan kepala.
" Ada apa vio?" tanya citra.
Viona hanya menggelengkan kepalanya.
" Ini untuk kamu!" kata viona sambil memberikan paper bag kepada citra.
" Ini untuk aku?" tanya citra sambil menerima paper bag tersebut.
" Iya ca, itu untuk kamu" jawab viona sambil menganggukkan kepala.
" Apa ini vio?" tanya citra penasaran.
Karena penasaran citra pun langsung membuka paper bag tersebut dan mengambil nya, lalu...
" VIONA!!!" teriak citra sambil memegang sesuatu.
" Ada apa sih ca?" tanya viona santai.
" Ini maksudnya apa?" tanya citra.
" Kan kamu dan vito mau pergi honeymoon jadi, belikan itu untuk kamu" jawab viona santai.
" Seharusnya aku memberikan itu untuk kamu kemarin untuk malam pertama kalian, tapi aku lupa membawa nya jadi, baru sekarang deh aku memberikan nya" ucap viona.
Ekspresi wajah citra terlihat marah saat mendengar penjelasan viona.
Saat viona sedang menjelaskan alasan kenapa dia baru memberikan hadiah tersebut kepada citra, vito masuk kedalam kamar.
" Ada apa ra?" tanya vito.
Mata vito tertuju pada apa yang di pegang oleh citra, citra yang menyadari mata vito sedang melihat kearah apa yang dia pegang, dia pun langsung memasukkan barang tersebut ke dalam paper bag.
" Mas vito! Mas vito kenapa masuk ke kamar?" kata citra gugup.
" Tadi aku mendengar teriakkan kamu jadi, aku langsung kesini ra" jawab vito.
" Tadi papa dan mama menyuruh aku kesini karena takut terjadi sesuatu dengan kamu ra" ucap vito mencoba menjelaskan kenapa dia datang ke kamar.
" Maaf ya mas, ini semua gara-gara viona!" ucap citra kesal.
" Kamu ya! Apa yang sudah kamu lakukan kepada citra?!" kata vito dingin.
" Aku tidak melakukan apapun kok, aku hanya memberikan hadiah untuk eca" jawab viona.
__ADS_1
" Hadiah? Memang hadiah apa yang kamu berikan kepada citra sehingga membuat citra berteriak seperti tadi?" tanya vito dingin.
" Kamu yakin mau melihat hadiah nya?" tanya viona dengan menyipitkan mata.
" Iya!" jawab vito tegas.
Viona lalu mengambil paper bag yang dipegang oleh citra, tetapi citra mempertahankan paper bag tersebut agar viona tidak bisa mengambil paper bag tersebut.
" Ca, lepas dong ca! Vito mau melihat hadiah nya!" kata viona sambil menarik paper bag tersebut.
" Tidak boleh!!" ucap citra tegas.
" Memang apa sih ra yang ada di dalam paper bag itu?" tanya vito penasaran.
" Ini barang yang tidak pantas untuk di lihat dan di pakai!!" jawab citra sambil memegangi paper bag tersebut dengan kuat.
" Ca, ayo dong ca lepas! Tidak baik loh membiarkan suami kamu menunggu!" ujar viona.
" Biarkan saja! Lebih mas vito tidak melihat nya!!" ucap citra tegas.
" Apa jangan-jangan itu barang yang saat aku masuk terus kamu sembunyikan ya ra?" tanya vito lembut.
Citra membulatkan matanya saat mendengar pertanyaan dari vito.
" Jadi, mas vito tadi sudah melihat?" tanya citra dengan ekspresi wajah terkejut.
Vito menganggukkan kepalanya sambil berkata " Maaf ya ra, aku tadi tidak sengaja melihat nya".
" Hem!" jawab citra kesal.
" Ini semua gara-gara viona!!" batin citra kesal.
" Tidak apa-apa ra, kalian kan sudah menikah kenapa harus malu?!" ucap viona.
Vito berjalan mendekati citra lalu duduk di samping citra.
" Boleh aku pinjam hadiah nya?" tanya vito lembut.
" Untuk apa mas?" tanya citra penasaran.
" Nanti kamu juga akan mengetahui nya ra" jawab vito.
Dengan ragu-ragu memberikan paper bag yang dia pegang kepada vito.
Vito pun menerima paper bag tersebut.
Setelah mendapatkan paper bag tersebut, vito langsung membuang paper bag tersebut ke tempat sampah yang ada di samping meja rias.
Citra terkejut saat melihat vito membuang paper bag tersebut.
" Mas vito!!" ucap citra terkejut.
" Vito!!!" teriak viona kesal.
Citra langsung berjalan dan berjalan menuju tempat sampah dan mengambil paper bag yang di buang oleh vito.
Vito terkejut saat melihat citra mengambil kembali paper bag yang sudah di buang oleh nya.
" Kenapa di ambil lagi ra?" tanya vito bingung.
Citra tidak menjawab pertanyaan dari vito, dia hanya berjalan mendekati viona dan suaminya.
Vito duduk di samping suami nya dan berkata " Mas vito tidak boleh seperti itu, mas vito tidak boleh membuang pemberian dari orang".
" Tapi kan ra, kamu tidak suka dengan hadiah itu jadi ya mending di buang saja kan?!" kata vito.
Citra langsung menggelengkan kepalanya dan berkata " Mau kita suka atau tidak dengan hadiah nya, kita tetap tidak boleh membuang nya mas".
" Karena itu saja kita membuang rezeki mas" imbuh nya.
__ADS_1
" Tapi kan ra.." belum selesai vito berbicara citra langsung menyela.
" Jangan mencari alasan lagi mas!" ucap citra tegas