
Kini citra sudah sampai di depan kamar sang oma, saat dia akan membuka pintu dia mendengar suara papa nya sedang bicara dengan oma tentang devina yang pergi dari rumah. Citra pun mengurungkan niatnya untuk membuka pintu, dia juga mendengar sang papa mengatakan bahwa beliau ingin citra agar menggantikan posisi kakak nya untuk menikah dengan seseorang yang akan dengan devina.
Saat citra sedang mendengarkan percakapan antara orang tua nya dan sang oma, tiba-tiba handphone nya berdering dengan terpaksa dia mengangkat telepon dari pelatih nya.
15 menit berlalu, citra sudah selesai berbincang dengan pelatih, citra pun kembali lagi ke kamar sang oma dia berniat ingin mendengarkan percakapan antara orang tua nya dan sang oma, tapi saat citra sampai di depan pintu kamar oma, pintu kamar nya sudah terbuka itu pertanda bahwa mereka sudah selesai berbincang masalah yang tadi sempat citra dengar.
" Tadi maksud nya papa bilang masalah kakak pergi dan aku di suruh menggantikan posisi kakak itu ke oma apa yah?" ucap citra dalam hati
" Sudahlah tidak perlu lagi di pikiran, yang terpenting sekarang oma sehat, dan semoga oma tidak jadi kepikiran gara-gara masalah yang papa bicarakan dengan oma" ujar citra dalam hati sambil melenggang masuk kedalam kamar oma nya.
" Oma!" sapa citra sambil tersenyum
" Sini, duduk dekat oma!" ucap oma sambil menepuk tempat disampingnya
Citra pun berjalan mendekati oma, dan dia duduk di samping sang oma.
" Kamu tadi darimana?" tanya oma setelah citra duduk disampingnya
" Tadi teman eca nelpon oma, jadi tadi eca tidak ikut menemani oma di periksa" jawab citra
" Iya tidak apa-apa sayang" ucap om
Saat kami sedang mengobrol papa dan mama keluar, beliau bilang ingin mencari angin.
" ca, oma mau tanya sama kamu boleh?" ucap oma saat papa dan mama sudah keluar kamar
" Boleh, Memang oma mau tanya apa?" ucap citra
" Apa benar kalau kamu menggantikan posisi kakak kamu untuk menikah dengan seseorang yang akan menikah dengan kakak kamu?" tanya oma
" Kenapa oma tanya sama citra, bukan nya papa tadi sudah memberi tahu masalah ini ke oma" jawab citra
" Iya memang, tapi oma pingin mendengar jawaban dari kamu ca" ucap oma
Citra menarik napas panjang sebelum menjawab pertanyaan dari oma
" Yang tadi papa bilang semua benar oma, citra memang menggantikan posisi kakak" ucap citra
" Lalu kuliah kamu bagaimana?" tanya oma
" Citra masih tetap bisa kuliah kok oma" jawab citra
" Terus sekarang dimana suami kamu sekarang ca?" tanya oma
" Dia mungkin sedang di kantor nya" jawab citra
" Terus bagaimana reaksi mertua dan suami kamu, setelah tahu kalau yang menikah dengan anak mereka itu bukan devina, tetapi kamu?" tanya oma
__ADS_1
" Oma, sebenarnya maksud papa tadi bilang kalau citra menggantikan posisi kakak untuk menikah itu adalah dengan citra menyamar atau berpura-pura menjadi diri kakak, dan yang mereka tahu menantu mereka adalah devina oma, bukan citra" jawab citra menjelaskan dengan sangat hati-hati takut sang oma jatuh sakit
" Dan kalau kak devina pulang, aku ya sudah tidak ada hubungan apapun dengan mereka oma, hubungan citra dengan mereka hanya sebagai adik nya kak devina saja oma" sambung citra
" Jadi maksud nya, kamu berpura-pura menjadi devina?" tanya oma
" Iya oma, tapi oma jangan khawatir, aku sama dia tidak melakukan apa-apa kok oma, bahkan kita tidur saja terpisah oma" jawab citra
" Benar kalian tidak melakukan apapun?" tanya oma menyelidik
" Benar dong oma, lagipula dia itu hanya cinta sama seseorang, tapi citra tidak tahu orang itu siapa" jawab citra
" Darimana kamu tahu kalau orang itu cinta sama seseorang ca?" tanya oma
" Ya citra tahu, soalnya waktu dia sakit dia mengigau oma, terus dia panggil nama cewek oma, kata-kata yang dia ucapkan itu seperti dia di tinggal oleh cewek itu oma" jawab citra menceritakan tentang apa yang terjadi saat vito sakit.
" Oh kalau begitu syukur deh, oma jadi lega ca mendengar nya" ucap oma
" Omong-omong, sampai kapan kamu berpura-pura menjadi devina ca?" tanya oma
" Ya sampai kak devina ketemu oma" jawab citra
" Oma berdo'a semoga devina cepat ketemu, jadi kamu bisa menjadi diri kamu sendiri ca" ucap oma
" Amin, semoga kakak cepat ketemu" ucap citra
" Tapi ca..."
Belum selesai oma bicara citra langsung berkata " oma tenang saja, eca akan terus mencari informasi tentang keberadaan kak devina "
" Dan eca menganggap orang itu sebagai kakak ipar eca, dan bukan sebagai suami eca, oma" ucap citra
" Yasudah, kalau memang begitu oma jadi merasa tenang ca" ucap oma
" Oh ya, tadi kamu ketemu sama dokter pengganti nya dokter ridwan tidak?" tanya oma
" Iya, tadi saat eca mau ke kamar oma, eca ketemu sama dokter raka di jalan arah ke kamar oma" jawab citra
" Memang ada apa oma?" tanya citra penasaran
" Ganteng kan orangnya?" ujar oma
" Lumayan ganteng sih" jawab citra
" Kok cuman lumayan ca, dokter nya kan memang gantengnya" ujar oma
Belum sempat citra menjawab, oma sudah berkata " Kamu mau tidak sama dokter ganteng itu?"
__ADS_1
" Oma ini ada-ada saja" jawab citra
" Pokoknya, mulai dari sekarang kalau kamu ke sini harus pakai baju yang rapi, soalnya dokter ganteng untuk sementara akan menggantikan posisi dokter ridwan"
" Terus kalau dokter raka menggantikan dokter ridwan disini, jadi eca kalau mau kesini harus pakai baju yang rapi begitu oma?" ujar citra
" Iya" jawab oma
" Supaya apa dokter raka melirik eca begitu?" tanya citra
" Iya dong sayang" jawab oma dengan entengnya
" Kalau dokter raka sudah mempunyai istri bagaimana?" tanya citra
" Masa eca di suruh merusak rumah tangga orang sih oma, kan kasihan" ujar citra
" Ya tidak, ya siapa tahu saja dokter ganteng nya itu belum menikah ca" ucap oma
" Oke lah, kalau misalnya dokter raka belum menikah, tapi kan kalau dia sudah mempunyai kekasih, bagaimana oma" ucap citra
" Iya juga yah" ucap oma
" Sudahlah, oma tidak perlu memikirkan masalah jodoh buat eca, yang harus oma pikirkan yaitu kesehatan oma, mengerti!" ucap citra
" Iya-iya, oma akan jaga kesehatan, tapi kamu harus janji dulu sama oma" ucap oma
" Janji untuk apa oma?" tanya citra bingung
" Janji kalau kamu kesini harus pakai baju yang rapi, jangan pakai baju yang seperti ini lagi, paham!" ucap oma
" Memang baju yang biasa eca pakai kenapa oma, perasaan eca selalu pakai baju yang bersih, sopan dan wangi oma" ucap citra sambil memandangi pakaian yang dia pakai.
" Benar bau wangi?" tanya oma
" Iya, benar lah oma" jawab citra
" Coba di cium baju nya, wangi tidak" ucap oma
Citra pun saat mencium baju nya, tapi saat dia mencium baju nya, dia berkata " hehe kalau untuk sekarang baju nya eca bau lah oma, kan eca baru pulang tanding belum sempat mandi".
" Jadi, kamu belum mandi ca" ucap oma
" sudah kok oma, tapi tadi pagi" ucap citra sambil tertawa
Sang oma hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah cucu kesayangan.
Ternyata ada seseorang yang melihat dan mendengar percakapan antara oma dan citra dari balik pintu, dan seseorang itu pun tersenyum melihat tingkah citra yang dia anggap menggemaskan.
__ADS_1