
" Aku bingung harus bagaimana? Disatu sisi aku senang karena vito menepati janjinya dia saat kami masih kecil dan di sisi lain aku juga merasa sedih karena farel yang sudah aku anggap seperti kakak ku sendiri sekarang dia entah berada dimana" batin citra
" Bagaimana ra, apakah kamu mau menerima lamaran vito anak nya om?" tanya pak dimas.
Saat pak dimas bertanya kepada citra, citra hanya diam saja.
Karena tidak mendengar jawaban apapun yang keluar dari mulut citra, bu veronica memanggil putri nya.
" Ra! Citra sayang!!".
Meskipun bu veronica sudah memanggil namanya beberapa kali, tapi tetap saja citra tidak menjawab nya, viona yang tepat di samping citra, dia memegang tangan citra sambil memanggil namanya " Ca!"
" Hah! Iya!" citra terkejut.
" Ada apa vio?" tanya citra bingung.
" Kamu di panggil mama kamu" jawab viona.
" Ada apa ma?" tanya citra kepada sang mama.
" Kamu kenapa sayang? Kenapa mama perhatikan sejak tadi kamu terus melamun. Sebenarnya kamu kenapa?!" jawab mama.
" Sampai-sampai tadi om dimas bertanya kepada kamu, kamu nya diam saja!" ujar mama.
" Citra minta maaf karena tidak fokus, soalnya beberapa hari ini banyak sekali hal yang sedang citra pikirkan" ucap citra meminta maaf kepada semua orang yang ada di ruangan tersebut.
" Iya tidak apa ra, seharusnya saya yang meminta kepada kamu" ucap vito.
Citra menjawab nya dengan menggelengkan kepalanya.
" Maaf om, tadi om dimas bertanya apa ya kepada citra?" tanya citra.
" Om tadi tanya, kamu mau tidak menerima lamaran anak om" jawab pak dimas.
" Bagaimana ra, kamu mau menerima lamaran saya atau tidak?" tanya vito cemas.
Belum juga citra menjawab vito kembali berkata " Kalau kamu tidak mau juga tidak apa ra, saya akan menerima semua jawaban yang kamu berikan" dengan ekspresi wajah pasrah.
" Kasihan sekali, seperti nya aku baru melihat manusia kutub dengan ekspresi seperti itu" batin citra.
Huft...
Citra menghela napas panjang lalu berkata " Ekspresi wajah nya biasa saja dong" sambil tersenyum.
__ADS_1
" Jadi, jawabannya apa ra?" tanya vito sambil menatap kearah mata citra.
Citra menggelengkan kepalanya.
Vito yang melihat citra menggelengkan kepalanya pun langsung merasa kecewa dan langsung menunduk.
Citra yang melihat ekspresi wajah kecewa vito pun merasa bingung.
" Ini orang kenapa lagi sih!" batin citra.
" Apa mungkin karena tadi aku menggelengkan kepala ku, jadi dia kecewa?!" pikir citra.
" Saya ijin ke toilet sebentar" ucap vito sambil pergi meninggalkan ruangan tersebut.
Citra yang melihat vito pergi dengan ekspresi kecewa, dia pun langsung berkata " Om, tante maaf citra ijin ke dapur sebentar mau ambil air minum, haus!".
Tanpa menunggu persetujuan dari semua orang yang ada di ruangan itu, citra langsung pergi menuju dapur.
Citra tidak jadi pergi ke dapur, dia langsung menuju toilet yang ada di dekat dapur, dia berdiri di samping pintu toilet.
Tidak lama kemudian, vito keluar dari toilet dan dia langsung berjalan tanpa melihat kanan kiri.
Hal itu membuat citra kesal.
EKhem!!...
Tapi entah kenapa vito tidak menghiraukan kode dari seseorang di belakang nya.
" Ini orang sudah di kode masih saja tidak menoleh!!" gerutu citra.
" Hei manusia kutub!!" panggil citra.
Vito yang mendengar suara citra pun langsung membalikkan badannya.
" Ada apa ra?" tanya vito.
Citra tidak menjawab pertanyaan dari vito, dia langsung berjalan mendekati vito dengan ekspresi marah.
" Kamu itu ya, sudah di kode juga masih saja tidak berhenti!!" kesal citra.
" Maaf, tadi saya tidak mendengar nya" ucap vito.
" Memang nya ada apa ra?" tanya vito dengan ekspresi sedih.
__ADS_1
Bukan nya menjawab pertanyaan vito, citra malah bertanya kepada vito " Di dalam toilet tadi menangis?".
Vito hanya diam saja.
" Sudah di beritahu ekspresi nya biasa saja sih, tidak perlu di buat sedih seperti itu tidak cocok tahu!" ucap citra sambil mencubit pipi vito gemas.
" Bagaimana tidak sedih, lamaran nya di tolak" gumam vito.
Citra yang mendengar gumaman vito pun langsung bertanya " Memang lamaran nya siapa yang di tolak?".
" Ya lamaran saya" jawab vito sambil menunduk.
" Kapan aku menolaknya?" tanya citra.
" Perasaan aku tadi belum menjawab apapun deh" lanjut citra.
" Kalau kamu belum menjawab nya, terus tadi saat kamu menggelengkan kepala maksud nya apa?!" ujar vito.
" Memang nya salah ya kalau menggelengkan kepala?" tanya citra.
" Ya, tidak salah tapi tadi saya mengira kamu menolak lamaran saya" jawab vito.
" Maksud aku tadi itu, aku tidak mau menolak lamaran anda" kata citra sambil menggelengkan kepalanya.
" Aku belum selesai menjawab nya anda sudah pergi" imbuh nya.
Vito terkejut saat mendengar perkataan citra.
" Coba kamu ulang sekali lagi ucapan kamu tadi?!" ucap vito.
" Tidak ada pengulangan, kalau tidak mendengar perkataan ku tadi yasudah! Bye!!" ucap citra sambil bersiap untuk pergi.
Saat citra baru saja akan melangkahkan kakinya, tiba-tiba....
Grep!!!
Vito menarik tangan citra hingga dia terjatuh kedalam pelukan vito.
Karena terkejut citra berteriak.
Aaaarrrgghhh.....
Semua orang terkejut mendengar teriakkan citra dan mereka langsung berlari kearah sumber suara.
__ADS_1
" Ada apa sayang?" tanya mama sambil berlari kearah dapur.
Semua orang terkejut melihat vito sedang memeluk citra.