Mendadak Menjadi Istri CEO

Mendadak Menjadi Istri CEO
Eps 140


__ADS_3

" Terserah anda mau bicara seperti apa, tapi aku tidak pernah peduli!" ucap citra sambil bersiap untuk pergi.


Tapi saat citra akan pergi, tangan nya di tarik oleh vito karena vito menarik tangan citra secara mendadak, hal itu membuat citra tidak siap dan akhirnya dia jatuh ke dalam pelukan vito.


Dag... Dig..... Dug...


Jantung vito berdegup kencang sampai terdengar ditelinga citra yang berada di pelukan nya.


" Kenapa jantung nya berdegup kencang sekali ya, apa mungkin orang ini sedang sakit jantung?!" batin citra.


Citra berusaha untuk melepaskan dari dari pelukan vito, tetapi vito malah memeluk nya semakin erat.


" Ayo ca! Kamu harus mencari cara untuk terlepas dari pelukan manusia kutub ini!" ucap citra dalam hati.


" Tapi, bagaimana cara nya?" ucap citra dalam hati.


Citra tersenyum, ketika menemukan sebuah ide agar dia bisa terlepas dari pelukan vito.


Tuk!...


Citra mencolek bahu vito lalu memanggil " Pak vito!"


Vito yang mendengar namanya di panggil pun lalu bertanya " Ada apa?"


" Ada yang ingin aku tanyakan dengan anda" jawab citra.


" Mau bertanya soal apa?" tanya vito dingin.


" Tapi bisa tolong lepaskan pelukannya dulu tidak, soalnya tidak bisa napas nih!" ucap citra.


Mendengar hal itu membuat vito langsung melepaskan pelukannya.


Hosh... Hosh... Hosh..


" Akhirnya bisa lepas juga dari pelukan nya" Ucap syukur citra dalam hati.


Melihat citra seperti sedang kehabisan napas, vito merasa bersalah lalu dia berkata " Maaf! Saya tidak sengaja"


" It's okay! Tidak apa-apa" jawab citra.


Setelah merasa oksigen yang di hirup cukup, citra bertanya " Tadi anda bilang jika yang menikah dengan anda waktu itu bukanlah kak devina yang hari ini menikah dengan axel! Maksud nya apa ya?".


" Intinya devina yang hari ini menikah bukanlah wanita yang pernah aku nikahi waktu itu" jawab vito.


" Aku masih belum paham dengan jawaban anda" kata citra.


" Kamu jangan berpura-pura tidak tahu, kalau wanita yang menikah dengan ku itu bukanlah devina yang sebenarnya melainkan kamu yang berpura-pura menjadi devina. Iya kan?!" ujar vito.


Deg!...


" Dia tahu kalau yang waktu itu menikah dengan nya bukanlah kak devina yang sebenarnya dari mana? Apa jangan-jangan dia sudah mengetahui kebenaran nya?" citra bertanya-tanya dalam hati.


" Tidak mungkin dia tahu, kalau pun dia tahu pasti kak devina sudah memberitahu aku tentang itu!" batin citra menyangkalnya.


" Pasti dia hanya asal bicara saja! Ya dia pasti hanya asal bicara!" pikir citra.


Melihat citra yang diam saja membuat vito penasaran apa yang sedang dipikirkan oleh citra.


" Kamu kenapa diam?" tanya vito dingin.

__ADS_1


" Hah! Apa?" citra terkejut.


" Kamu kenapa diam?" tanya vito mengulangi pertanyaannya.


" Bukan urusan anda" jawab citra ketus.


" Atau jangan-jangan kamu kira saya tadi hanya asal bicara saja, iya?!" ujar vito dingin.


" Kok dia bisa tahu apa yang sedang aku pikirkan!" batin citra.


" Kenapa diam? Benar kan apa yang saya katakan?!" ujar vito sombong.


" Iya! Memang itu yang sedang ada di pikiran ku!" jawab citra ketus.


" Pasti anda itu hanya mengarang cerita kalau anda itu tidak menikah dengan kak devina, karena anda tidak mau menikah dengan orang lain selain kekasih anda. Iya kan!?" ucap citra.


" Siapa yang sedang mengarang cerita, itu memang fakta! Kalau wanita yang menikah dengan ku itu bukanlah devina, tapi wanita itu adalah kamu yang berpura-pura menjadi devina karena paksaan dari papa kamu" ucap vito.


Mendengar hal itu membuat membuat citra terkejut.


" Kamu tahu dari mana jika yang menikah dengan anda waktu itu bukanlah kak devina, melainkan aku yang sedang berpura-pura menjadi kak devina?!" kata citra.


" Papa kamu sudah menceritakan semua nya kepada ku" jawab vito.


" Hah! Aku tidak percaya kamu pasti bohong kan?!" kata citra tidak percaya dengan jawaban vito.


" Saya tidak berbohong ra" kata vito.


" Kalau kamu berbohong, pasti kamu yang memaksa papa untuk menceritakan semua nya kan!" tebak citra.


" Saya tidak melakukan hal itu ra" jawab vito.


" Atau jangan-jangan kamu sudah melakukan sesuatu kepada mereka selama aku tidak ada! Iya kan?!" lanjut citra.


" Tidak ra! saya tidak melakukan apapun kepada keluarga kamu" kata vito sambil menggelengkan kepalanya.


" Saya mohon kamu percaya dengan saya ra" ucap vito sambil memegang tangan citra.


Citra merasa terkejut dengan ucapan vito.


" Orang ini kenapa ya?!" batin citra.


" Kenapa dia jadi aneh begini ya?!" ucap citra dalam hati.


Vito melihat citra diam saja pun bertanya " Kamu kenapa ra?" sambil menggoyangkan tangan citra


Citra kembali tersadar dari lamunannya dan berkata " Tidak kenapa-kenapa!".


" Kamu selama ini pergi kemana ra?" tanya vito.


" London" jawab citra singkat.


" London? Kamu pasti bohong kan ra!?" kata vito.


" Bohong? Maksud anda apa?" tanya citra bingung.


" Aku tidak bohong, aku memang selama ini menyelesaikan pendidikan ku di salah satu universitas di London kok" lanjut citra.


" Kalau kamu memang benar ada di London, kenapa orang suruhan ku tidak bisa menemukan kamu disana" kata vito.

__ADS_1


" Mungkin saja orang suruhan itu payah jadi, tidak bisa menemukan ku!" kata citra.


" Sudahlah! Minggir aku pergi!" lanjut citra sambil berusaha melepaskan genggaman tangannya.


" Kamu mau pergi kemana?" tanya vito penasaran.


" Ya aku mau tidur lah! Memang nya mau apa? Ini kan sudah malam!" jawab citra ketus.


" Tidak boleh!" larang vito.


" Kenapa tidak boleh?" tanya citra bingung.


Bukan nya menjawab pertanyaan dari citra, vito malah berkata "Kamu tidak boleh keluar dari kamar ini! "


" Saya tidak suka ada yang membantah ucapan saya!" ucap vito tegas.


Hal itu membuat citra kesal.


Melihat citra kesal, membuat vito merasa bersalah karena sudah bicara seperti tadi.


" Ra! Aku minta maaf, aku melarang kamu tidak boleh keluar dari kamar ini bukan karena aku mencari kesempatan untuk berduaan dengan kamu" ucap vito


" Tapi, jika kamu keluar dari kamar ini dan kembali ke kamar kamu, aku takut kamu akan melihat kejadian yang ada di ruang tengah seperti tadi ra" lanjut vito.


Mendengar ucapan vito membuat citra penasaran sebenarnya suara apa yang dia dengar di ruang tengah tadi.


" Memang nya di ruang tengah ada kejadian apa?"tanya citra penasaran.


Vito bingung harus menjawab apa.


" Aduh! Bagaimana aku menjelaskan kepada dia tentang apa yang sedang terjadi di ruang tengah saat ini ya" ucap vito dalam hati.


Citra merasa kesal karena vito hanya diam saja dan tidak menjawab pertanyaan dari dirinya.


" Kenapa diam saja? Memang ada apa di ruang tengah?" kata citra.


Vito tetap diam saja, hal itu membuat citra kesal.


" Kalau anda tidak menjawab pertanyaan ku, aku akan tetap pergi!" ancam citra.


Mendengar ancaman citra membuat vito panik, lalu dia pun langsung mencegah citra.


" Tunggu! Kamu jangan pergi!" kata vito sambil memegang tangan citra.


" Kenapa aku tidak boleh pergi?!" kata citra.


" Soalnya di ruang tengah..." vito tidak melanjutkan ucapannya.


" Di ruang tengah ada apa? Kenapa tidak di lanjutkan?!" kata citra.


" Kalau anda tidak bicara dengan jujur aku akan tetap pergi dan anda tidak bisa mencegah aku pergi!" lanjut citra.


Mendengar hal itu vito hanya bisa pasrah dan berkata " Oke! Aku akan bicara jujur tapi, kamu jangan pergi dulu!".


" Oke!" kata citra.


" Sebenarnya di ruang tengah ada pengantin baru yang sedang melakukan malam pertama mereka" ucap vito pelan.


"APAA!!!" citra terkejut mendengar ucapan vito

__ADS_1


__ADS_2