
Disaat citra sedang memeluk oma nya, orang tua dan kakak nya masuk kedalam ruangan tersebut, citra yang mendengar suara papa nya pun langsung berlari kearah mama nya dan memeluk mama nya sambil berkata " Ma! Oma sudah pergi meninggalkan aku sendiri untuk selamanya"
" Maksud kamu apa ra?" tanya mama sambil melepaskan pelukannya
" Oma sudah pergi untuk selama-lamanya ma" jawab citra sambil sesenggukan
" Tidak mungkin ra, kamu pasti bercanda kan?!" ucap mama
Citra hanya menggelengkan kepalanya
" Dok, sebenarnya apa yang terjadi dok?" tanya papa
" Maaf pa, bu kami sudah berusaha semaksimal mungkin tapi, tuhan berkehendak lain" jawab dokter raka
" Maksud dokter apa?" tanya papa
" Maksud saya oma sudah meninggal dunia pak bu" jawab dokter raka
" Itu tidak mungkin dok!" kata mama
Mama veronica langsung berlari menuju mama nya sambil terus memanggil ibunda nya.
" Ma! Mama! Jangan pergi ma, aku belum bisa berbakti kepada mama!" kata mama
Melihat mama nya yang terus memanggil oma nya, membuat citra merasa khawatir dengan kondisi mama nya, dia pun berjalan mendekati mama nya namun, saat citra sedang berjalan tiba-tiba pandangan nya menjadi kabur sehingga membuat citra jatuh kelantai dan pingsan.
" Citra!!" panggil papa saat melihat citra pingsan
Papa nya pun langsung berlari kearah citra.
" Citra! Bangun nak! Ini papa sayang!" ucap papa memanggil putri nya supaya cepat sadar
Devina yang melihat citra pingsan malah berkata " Heh! Paling dia hanya pura-pura saja pa!"
" Hei! Bangun! Tidak usah pura-pura lagi deh! aku tahu kamu sedang pingsan supaya dapat perhatian dari papa kan!" ucap devina sambil berdiri di samping citra
Sang papa merasa geram dengan sikap devina yang menuduh citra berpura-pura pingsan agar mendapat perhatian dari beliau.
" DEVINA CUKUP!!" bentak papa
" Kamu sudah keterlaluan devina, adik kamu sedang pingsan, bisa-bisa nya kamu bilang kalau dia sedang berpura-pura agar dia mendapatkan perhatian dari papa!" geram papa
" Kalau bukan karena adik kamu, papa mungkin sudah..." ucap papa tidak jadi melanjutkan ucapannya saat melihat vito ada disana
" Kenapa berhenti pa? Ayo lanjutkan lagi apa yang tadi mau papa katakan!" bentak devina
Mama yang merasa geram dengan sikap devina yang sudah membentak papa nya dan sudah bicara tidak sopan dengan papa nya pun langsung berdiri dan berjalan mendekati devina, dan....
Plak!....
Satu tamparan keras mendarat di pipi devina
__ADS_1
" Cukup devina! Oma kamu baru meninggal, tega-teganya kamu bilang adik kamu pura-pura pingsan supaya dapat perhatian dari kami!" ucap mama
" Tega-teganya kamu bicara seperti itu vina, adik kamu sejak kecil yang merawat itu oma, wajar dong kalau dia sangat terpukul karena oma meninggal, tidak seperti kamu yang bahkan tidak sedih sama sekali saat tahu oma meninggal!" ucap mama geram dengan sikap devina
Disisi lain, dokter raka dan vito langsung berlari ke arah citra dan papa nya untuk menolong citra.
Tapi sayang nya gerakan vito kalah cepat dengan dokter raka, sehingga yang menolong citra adalah dokter raka.
Vito yang melihat sikap devina sejak tadi vito pun mulai geram dan akhirnya vito menarik paksa tangan devina agar mau ikut dia keluar agar tidak memperkeruh keadaan.
Devina yang tangan nya tiba-tiba ditarik pun terkejut hingga membuat dia hampir jatuh, tapi vito tidak menghiraukan apa yang terjadi dia tetap menarik tangan devina
Devina terus memberontak supaya dia bisa terlepas dari pria yang sama sekali dia tidak kenal.
" Lepas! Kamu dengar tidak sih kalau aku bilang lepas ya lepas!!" kata devina sambil terus mencoba untuk terlepas dari tangan vito
Tetapi vito tetap tidak melepaskan tangannya, setelah sampai di tempat yang lumayan sepi, vito baru melepaskan tangan devina.
" Kamu ini siapa sih?! Main tarik tangan orang sembarangan!" kata devina sambil memegang tangan nya
" Devina! Kamu itu keterlaluan!" bentak vito
" Maksud kamu apa?" tanya devina
" Maksud aku? Kamu masih tanya maksud aku apa?!" kata vito
" Iya!" kata devina
" Memang urusan nya apa dengan kamu?" tanya devina
" Lagipula sejak kecil aku tidak pernah ke rumah oma, tidak seperti citra yang selalu di titipkan di tempat oma oleh papa dan mama" ucap devina sombong
" Karena papa mama itu lebih sayang sama aku daripada sama citra, maka nya dia dari dulu selalu di titipkan ke rumah oma" ujar devina sombong
" Eh, tunggu dulu! Sebenarnya kamu ini siapa sih?" tanya devina kepo
" Terus kamu tahu nama ku darimana?" imbuhnya
" Kamu bahkan dengan suami kamu sendiri saja lupa!" ucap vito
" Kamu benar-benar keterlaluan devina!!" bentak vito
" Suami?" kata devina dalam hati
" Jangan-jangan orang ini yang di jodohkan sama aku" batin devina
" Ganteng sih, tapi galak banget!" batin devina
" Heh! malah melamun!" bentak vito
Mendengar suara vito, devina kembali tersadar dari lamunannya
__ADS_1
Karena takut ketahuan oleh vito, jika dia tidak mengenali suami nya sendiri, devina pun berkata " Memang nya kenapa kalau kamu suami ku, memang nya aku akan tunduk sama kamu. Jangan harap!"
" Ingat itu!!" imbuhnya
Setelah mengatakan semua yang ingin dia katakan, devina langsung pergi meninggalkan vito sendiri.
Vito terkejut mendengar ucapan devina, dia merasa ada yang berubah dari devina.
" Kenapa wanita itu bicara seperti itu ya, apa selama ini wanita itu hanya berpura-pura takut dengan ku?!" pikir vito
" Apa itu karena wanita itu sedang emosi ya, maka nya dia bicara seperti itu" batin vito
Vito tersadar dari lamunannya karena mendengar suara handphone nya berdering, dia pun langsung mengambil handphone nya dan melihat siapa yang sedang menelepon nya.
Vito terkejut saat mengetahui siapa yang menelepon dirinya.
" Angel!! Mau apa dia telepon aku!" batin vito
Karena penasaran, vito pun mengangkat telepon dari angel, tanpa melihat apakah devina masih ada di depan nya atau tidak.
Devina pergi menemui kekasihnya di apartemen mereka, untuk memberitahukan kepada sang kekasih bahwa dia sudah menggugurkan kandungan nya.
Disisi lain
Kini citra sudah tersadar dari pingsan, dan dia menanyakan dimana oma nya.
" Dimana oma ku dok?" tanya citra
" Oma kamu sekarang sedang menunggu untuk di bawa pulang ke Indonesia ra" jawab dokter raka
" Terus papa mama ku ada dimana dok?" tanya citra
" Beliau sedang mengurus pemulangan jenazah oma kamu ra" jawab dokter raka
Citra mencoba untuk bangun hanya untuk melihat oma nya sebelum beliau di bawa pulang ke Indonesia.
Mungkin karena masih lemas membuat dia terjatuh.
Bruk!...
Dokter raka langsung membantu citra berdiri, sambil bertanya " Memang nya kamu mau kemana ra?"
" Aku mau ketemu oma dok" jawab citra sambil menangis
" Tapi kondisi kamu masih belum pulih ra" kata dokter raka
" Please dok, aku mau ketemu sama oma, boleh ya dok" ucap citra memohon agar di ijinkan pergi oleh dokter raka
Dengan berat hati, dokter raka memberi ijin untuk citra bertemu dengan oma nya, tapi dengan syarat dia tidak boleh menangis lagi.
Citra pun langsung menyetujui persyaratan dari dokter raka.
__ADS_1
Setelah melepas infus di tangan citra, mereka berdua pun pergi ketempat orang tua nya citra terlebih dahulu untuk menanyakan bagaimana persiapan nya apakah sudah selesai atau belum.